Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
s2- Oke Kita Putus


__ADS_3

...Misi ganggu sebentar. Nanti tanggal 30 April, ini cerita resmi tamat ya? Masalahnya episode udah ratusan, kek tersanjung aja. Nanti aku lanjut kisah anak mereka, tapi beda lapak. Yakali disini, bisa-bisa 1000 episode. Dan untuk yang gak puas dengan cerita, karena kepenulisan nya. Mohon maaf sekali, karena belum memberikan kenikmatan bagian kalian....


...****...


"Tente, jangan."


Seketika Dira langsung mengurungkan niatnya untuk memanggil Vano. Dira yakin, jika ada yang di sembunyikan oleh mereka berdua. Tapi, sayangnya Dira gak tau itu apa. Yang Dira bisa lakukan, hanya bertanya secara pelan-pelan pada Lessy.


"Kalian ada masalah, kenapa kalian berdua terlihat aneh?" tanya Dira yang mendudukkan bokongnya itu ke atas kursi.


"Gak kok, Tan. Lessy hanya gak mau ada orang salah paham saja, dan Lessy juga takut jika berdekatan dengan Vano." Jelas Lessy sambil menundukkan kepalanya.


Lessy sangat takut dengan orang yang meneror dirinya. Baru saja orang itu menghubungi Lessy lagi, dan mengancam akan membunuh orang tuanya, jika Lessy tetap mendekati Vano.


"Lessy, lihat Tante."


Dira mendongakkan kepala Lessy, agar dia menatap wajah Dira.


"Kamu ada masalah apa, sampai kamu ketakutan seperti ini. Cerita sama Tante, barangkali Tante bisa menolong kamu." Dira lagi-lagi memaksa Lessy agar jujur.


Namun, bukan jawaban yang Dira dapat. Karena Lessy langsung menangis, hingga tersedu-sedu. Dira merasa iba dengan Lessy, hingga dia langsung memeluk Lessy.


"Jangan takut, ada kami. Ceritakan semuanya, agar kita tau masalah apa yang kamu hadapi." Jelas Dira sangat lembut hingga membuat Lessy tenang.


Lessy melepaskan pelukan Dira, dan langsung menunjukkan sesuatu. Dira yang merasa penasaran akhirnya melihat apa yang di berikan Lessy.


Jauhi Vano, jika kamu tetap mendekati Vano. Maka jangan salahkan aku, jika kedua orang tuamu menjadi sasaran. Mungkin saja besok kedua orang tuamu, hanya tinggal nama saja.


Seketika Dira langsung menatap Lessy. Dia benar-benar terkejut dengan isi pesan itu, apalagi isi pesan yang menjurus ke ancaman.

__ADS_1


"Sayang, ini sejak kapan kamu di teror orang?" tanya Dira sangat khawatir.


"Tadi, Tan. Saat aku ada di tempat latihan Vano, aku langsung mendapatkan teror itu. Bahkan sebelumnya tidak pernah seperti ini, karena inilah aku ingin Vano menjauh dariku. Aku gak mau karena egoku, nyawa orang tuaku terancam." Lessy pun kembali menangis.


Namun di saat bersamaan, orang tua Lessy masuk. Mereka sedikit bingung dengan kedatangan Dira, karena mereka belum kenal Dira sebelumnya.


"Lessy, kamu kenapa Nak?" tanya Lusi saat melihat anaknya itu menangis.


"Ibu." Lessy langsung memeluk ibunya saat Lusi mendekati Lessy.


"Kamu kenapa, bilang sama Ibu. Jangan menangis pagi, ibu ada di sini." Lusi terus memenangkan Lessy.


"Permisi, Ibu siapa ya? Kenapa Ibu ada di sini, dan kenapa juga Lessy menangis?" tanya Handoko sangat penasaran. Dira pun menoleh ke arah Handoko, dan memperkenalkan diri.


"Kenalkan, aku Dira Larasati. Pemilik rumah sakit ini, sekaligus orang tua Vano," ucap Dira yang membuat Handoko tercengang. Handoko gak mengira, jika rumah sakit ini milik orang tua Vano.


"Itu bukan saya, Pak. Melainkan Vano yang melakukan semua, demi Lessy. Oh ya, Lessy. Kamu tenang saja, Tante akan mencari tau siapa orang yang meneror kamu. Untuk kamar, saya akan memindahkan Lessy ke ruangan VIP. Masalah biayanya gak perlu khawatir, karena semua saya gratiskan." Jelas Dira.


Handoko, Lusi, dan Lessy sangat terkejut dengan ucapan Dira. Lessy menjadi merasa gak enak, apalagi keluarga Vano sangat baik pada dirinya.


"Bu, gak usah berlebihan. Ini sudah cukup kok, ini juga nyaman. Apalagi di sini juga seperti VIP, karena ada AC, TV, jadi gak perlu pindah ke VIP." Tolak Lusi. Lusi gak mau menerima semua, karena Lusi tau seberapa besar biaya pengobatan Lessy.


"Bu, gak apa-apa, anggap saja ini rezeki untuk kalian. Sudah, saya mau urus semua. Kalian tunggu sebentar, dan saya gak mau mendengar penolakan."


Mereka pun tak bisa berkutik lagi, mereka hanya bisa menurut karena Dira terlalu memaksa. Setelah itu, Dira langsung keluar dari kamar Lessy.


Dira mau bertemu bagian kamar inap, agar mencarikan ruangan VIP untuk Lessy. Namun sayangnya saat Dira ada di luar, dia tak menemukan Vano. Padahal Dira ingin membicarakan tentang teror, yang di alami Lessy.


"Nanti saja, deh. Aku mau urus kamar Lessy, setelah semua selesai aku akan bicara dengan Vano."

__ADS_1


***


"Kamu apaan sih, Lena. Aku gak ada hubungan dengan Lessy, kenapa sih kamu gak percaya sama sekali!" Geram Vano saat mengangkat panggilan dari Alena.


Baru saja Vano mau masuk kek kamar Lessy, dia sudah mendapatkan panggilan dari Alena. Sungguh menyebalakan, saat Vano sudah jujur tapi Alena selalu tak percaya.


"Aku gak percaya, Vano! Kamu bohong sama aku, tega banget sih kamu. Kurangnya aku apa?" tanya Alena sangat menuntut.


Huuu! Ingin sekali aku lempar ponsel ini, bisa-bisanya dia nuduh yang tidak tidak! Jika aku niat selingkuh, sudah dari dulu aku selingkuh! gumam Vano sambil menarik rambutnya.


"Vano, jawab!"


"Oke aku jawab, dengarkan ini baik-baik Alena! Kurangnya kamu hanya satu, kurang dewasa. Kamu sudah besar, seharusnya bisa mikir, mana urusan hati, dan mana urusan lain. Please, jangan pernah campur aduk perasaan cinta dengan kegiatanku." Vano menjawab dengan sangat keras, dengan penuh kemarahan.


"Aku sudah dewasa, Vano. Intinya aku gak mau kamu dekat-dekat dengan Lessy, jika kamu gak mau nurut, kita putus!"


"Oke, kita putus! Ingat kita belum menikah, tapi kamu selalu ngatur aku Lena! Aku juga punya kehidupan sendiri, gak semuanya tentang kamu. Sepertinya putus memang jalan terbaik, semoga kamu bahagia saat berpisah denganku." Tanpa tunggu lama Vano langsung mematikan ponselnya.


Vano telanjur kesal dengan Alena. Sebenarnya Vano hanya menggertak saja, mana bisa dia memutuskan Alena suguhan. Vano hanya ingin Alena berpikir, mana yang urusan cinta, dan mana urusan lainnya.


"Semoga cara ini bisa membuat kamu sadar, dan bisa bersikap dewasa."


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2