Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 94 Membujuk Dira


__ADS_3

Di dalam kamar Dira yang masih saja ngambek terus mengutak-atik ponselnya, dan chatingan dengan sahabatnya di Surabaya. Bahkan Dira tak memperdulikan Arya yang terus memasukkan kepalanya di dalam kaos oblong Dira, sengaja memang Dira membiarkan Arya melakukan apapun. Karena melarang pun tak ada gunanya.


"Sayang, apa kamu masih marah?" tanya Arya yang melihat istrinya masih diam seribu bahasa. Sungguh Arya gak bisa jika di diamkan seperti ini, padahal dia berkali-kali memancing Dira agar bicara tapi nyatanya usahanya sia-sia.


"Maaf. Aku janji nanti kalau minum susunya waktu di kamar, gak akan sembarangan tempat lagi. Tapi kalau di rumah gak apa-apa kan? Karena gak ada CCTV, " ucap Arya sekali lagi. Namun lagi-lagi Dira tak menggubris perkataan Arya, karena dia masih sibuk membalas pesan Rania.


Sedangkan Arya yang merasa jengkel pun langsung menelusup kan kepalanya di balik kaos, hanya tempat itu yang membuat Arya nyaman apalagi saat ini Dira tak memakai BRA. Jadi membuat Arya semakin leluasa, bermain di sana.


Dasar, gak malu sama umur. Percuma itu brewokan, tapi sukanya ginian. Bener-bener dah, bikin makin badmood. Tapi di larangan pun juga percuma, dia akan melakukan ini terus sampai dia kenyang. Padahal juga ini payu*dara, gak ada isinya. gerutu Dira dalam hati.


Sedangkan Arya yang melihat tak ada penolakan dari Dira, dengan jahil tangan Arya mulai berkelana di area dada istrinya. Dengan sangat lembut Arya memainkan daging kecil yang menjadi favoritnya itu, bahkan bibirnya juga mulai bergerak aktif.


Dira benar-benar tak merespon, tapi bukan berarti dia tak terang*sang. Hanya saja Dira mati-matian menahan hasrat, agar dia tak terlihat kalah. Namun usaha Dira di ketahui oleh Arya, hingga dia mulai memelintir daging kecil seperti kismis itu hingga Dira mengeluarkan desa*han yang dia tahan daritadi.


"Aahhh...." Erang Dira saat tangan nakal Arya sedikit mencubit benda mungil itu. Sedangkan Arya tersenyum nakal mendengar desa*han Dira, dan mulai bertindak lebih jauh. Arya menciumi leher Dira dengan sedikit ji*latan lembut, yang membuat bagian bawah Dira terasa gatal. 😱


Dira yang merasakan hasratnya sudah membara, akhirnya langsung melepaskan tangan Arya dan mendorong tubuh suaminya di atas ranjang. Bahkan Dira kini duduk tepat di atas burung perkutut, yang sudah keras seperti batu itu.


"Kamu kelamaan! Aku sudah gak kuat, kamu diam saja biarkan aku yang memulai!" ucap Dira dengan sensual di telinga Arya. Sedangkan Arya masih melongo melihat ke agresifan Dira, karena baru kali ini Dira memulai dengan sendirinya tanpa harus di suruh seperti hari hari sebelumnya.


"Baiklah. Aku akan melihat keahlian istriku, apakah pelajaran yang aku berikan masuk ke dalam daya ingatmu?" balas Arya dengan tersenyum jail.


Tanpa basa-basi Dira langsung membuka celana Arya dan melepaskan sabuk pengikat pinggangnya, dengan sangat telaten Dira melorotkan sepenggal demi sepenggal kain yang menutupi Lele berurat itu.

__ADS_1


Saat semuanya sudah tertanggal. Dira langsung mengecup sedikit pucuk kepala si Lele, dan membelainya dengan sangat pelan namun membuat arya tersiksa.


"Eemmm.... Sayang lebih baik cepat lakukan, jangan siksa aku seperti ini. Lebih baik cepat langsung tancap gas," geram Arya yang frustasi akan perlakuan Dira. Dira tau titik kelemahan Arya, bahkan Arya dapat merasakan jika Dira balas dendam dengan dirinya.


"Ssuuuuttt! Diam lah, Daddy. Nikmati saja apa yang aku lakukan, aku pastikan Daddy menikmatinya." Arya sangat amat terkejut dengan ucapan Dira, yang memanggilnya Daddy. Bahkan sekarang Arya di buat bingung dengan sikap istrinya itu, yang tiba-tiba berubah menjadi seperti cacing kepanasan.


"Dari mana kamu dapat kata-kata itu? Dan juga kenapa kamu memanggilku Daddy, kenapa bukan kakak lagi?" tanya Arya yang sedikit bingung.


"Apa aku tak boleh memanggilmu, Daddy. Aku sangat ingin memanggilmu Daddy, dan kamu memanggilku Bebby," balas Dira dengan cemberut. Otomatis Lele yang dalam pegang pun langsung lepas dari tangan, namun dengan cepat Arya mengambil tangan Dira lagi dan menaruh tangan itu di atas Lele beruratnya.


"Jangan di lepas Bebby. Milik Daddy ingin di manja oleh tangan yang lentik itu, cepat puaskan Daddy," bisik Arya sangat sensual.


"Baiklah, Daddy," balas Dira dengan tersenyum puas. Tanpa tunggu lama Dira langsung melepaskan semua pakaiannya dan setelah itu memosisikan dirinya duduk di atas paha Arya.


Dira tak langsung memasukkan Lele ke dalam empang, namun Dira menggoda Lele dengan menggosok-gosokkan klitnya di kepala Lele Arya.


"Aaahhh...." Erang Dira saat milik Arya masuk sepenuhnya kedalam sarang. Sedangkan Arya langsung memejamkan mata, saat merasakan begitu ketat milik Dira. Bahkan terasa direm*as-rem*as, mencengkram.


Dengan perlahan Dira menggerakkan tubuhnya naik turun dan menggoyangkan badannya. Pertama Dira melakukan ini dengan lembut, namun saat akan mendapatkan pelepasan, Dira mempercepat gerakannya hingga membuat suara khas telor ceplok.


Ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok


"Aahhh... Daddy!" teriak Dira saat mendapatkan pelepasan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia dapat, Dira langsung ambruk di atas tubuh Arya dengan nafas yang tersenggal-senggal menikmati sisa-sisa pelepasannya. Sedangkan Arya yang tau Dira kelelahan, langsung memeluk Dira dan mengelus punggungnya dengan lembut.


"Capek," ucap Dira ngos-ngosan.


"Ya sudah, kamu berbaring saja. Biar kakak yang lanjutkan," jawab Arya. Namun Dira langsung mendengus sebal.


"Udahku bilang Daddy, bukan kakak!" Ucap dira yang sangat kesal. Sedangkan Arya semakin bingung dengan sikap Dira, yang semakin aneh.


Anak ini kenapa sih? Tumben banget seperti ini, biasanya dia terserah apa yang aku kata. Tapi sekarang seperti, macan yang sedang di bangunkan, gumam Arya dalam hati. Namun Arya tetap menuruti apa yang di mau Dira, karena dia masih belum tuntas. Jika sampai Dira marah, alamat Arya akan bermain dengan sang Madu siapa lagi jika bukan LERVIA.


"Baiklah Babby. Biarkan Daddy yang meneruskan, kamu tinggal tidur biar Daddy yang melanjutkannya," Ucap Arya lembut. Dira pun tersenyum dan langsung turun dari atas tubuh Arya, tanpa basa-basi Dira langsung membaringkan tubuhnya.


Setelah itu, tanpa menunggu lama Dira langsung mengalungkan tangannya di leher Arya, dan langsung melahap bibir Arya dengan sangat menuntut. Bahkan Dira mengobrak-abrik mulut Arya, hingga Arya kualahan.


Desahan demi desahan akhirnya memenuhi ruangan tersebut, dan saksi bisu mereka adalah seseorang yang berada di luar pintu mereka. Siapa lagi jika bukan, Dinda seorang.


"Dasar anak kodok! Pulang sama sekali gak nengok mamanya, malah langsung enak-enak. Sebenarnya aku ini kurang mendidik dia tau gimana sih!" gumam Dinda yang jengkel saat dia tak sengaja mendengar suara yang sangat keras dari balik pintu.


*


*


*

__ADS_1


*


Happy Reading.


__ADS_2