
"Kak!" panggil Dira sambil menghentakkan kakinya. Dira merasa bosan dan ingin keluar, tapi Arya sama sekali tak mau beranjak dari acara menyu*sunnya.
"Hmmm." Hanya itu yang Arya keluar dari mulut Arya. Karena mulutnya masih sibuk, men*yesapi puncak dada Dira.
"Kamu berbohong, Kak! Katanya mau jalan-jalan, tapi apa? Dira di kurung di dalam hotel, dan gak ada henti-hentinya menaburkan bibit unggul," dengus Dira sangat kesal.
"Aku merasa bosan Kak, masa selama seminggu berada di atas ranjang terus. Paling-paling keluar ke bawah untuk makan, terus berenang. Itu pun berakhir begelumut lagi. Asal kamu tau kak, milikku seperti berubah deh, aku buat jalan itu seperti agak besar dikit gitu, jangan-jangan bengkak!" gerutu Dira sambil mengelus rambut Arya.
Sudah terhitung tiga jam, Arya tidur dengan posisi menyusu dan itu membuat Dira merasa jika dirinya sudah menjadi seorang ibu. Apalagi sikap Arya, yang tak mau lepas dari puti*ng Dira.
"Aduh... Aduh... duh... duh!" teriak Dira sambil mendorong tubuh Arya.
Bagaimana tidak di dorong, jika dengan sengaja Arya mengigit daging kecil milik Dira. Sungguh Dira ingin mengamuk sekarang juga, dia merasa marah.
"Sakik Kak!" ucap Dira sambil mengelus puncak dadanya. Sedangkan Arya hanya cengengesan tak jelas, dan memasang wajah sok polos.
"maaf, habisnya aku gemas," balas Arya sok polos.
"Gemas terus! Lama-lama aku gak akan memiliki puti*ng lagi, karena kamu makan Kak!" Dengan sangat kesal Dira memakai BRA nya kembali. Setelah itu Dira turun dari atas ranjang, dan menuju koper untuk mengambil beberapa baju.
"Jika Kakak gak mau ajak aku jalan-jalan gak apa-apa, aku bisa berangkat sendiri!" Dira pun memakai bajunya dan membuat Arya geram.
"Copot gak bajunya!" Printah Arya dengan nada marah.
"Gak mau! Aku mau keluar jalan-jalan, sepertinya enak malam-malam main di pantai," balas Dira tak memperdulikan perintah Arya.
"Kamu sudah menikah gak pantas pakai baju seperti itu Dira! Belahan dada kamu terlihat dan satu lagi itu baju bukan selutut, tapi di atas paha! Bahkan kalau kamu menunduk akan terlihat jelas aset berhargaku!" bentak Arya. Sungguh Arya gak akan ikhlas jika miliknya di lihat orang, sungguh tak rela dia.
Sedangkan Dira, dia langsung berjalan ke arah cermin. Di sana Dira melihat lengkuk tubuhnya, dan melenggak-lenggokan pinggangnya.
"Aku gak mau ganti, baju ini sopan Arya!" Tanpa sengaja Dira menyebut nama Arya, dan tanpa embel-embel kakak.
__ADS_1
Arya pun langsung melotot mendengar ucapan Dira, karena memang baru kali ini Dira menyebutnya Arya saja.
"Kamu memanggilku, apa?" tanya Arya sambil mendekati Dira. Tanpa tunggu lama, Arya langsung memeluk pinggang Dira dengan sangat posesif.
"Maaf aku keceplosan, kamu marah ya?" Dira semakin merasa tak enak karena menyebut nama Arya saja, Dira beranggapan dia sangat yak sopan.
"Tidak! Aku suka saat kamu pangil Arya saja, tanpa embel-embel kakak. Terlihat begitu sexy." Tangan Arya pun menjalar ke arah resleting dress Dira. Berharap Dira mau melepaskan baju itu, tapi nyatanya ulah Arya sudah ketahuan terlebih dahulu.
"Stop!" Dira pun mendorong tubuh Arya.
"Kenapa?" tanya Arya dengan muka tanpa dosa.
"Aku mau jalan-jalan! Bukan main lagi, kalau kamu gak mau antar ya udah, aku bisa keluar sendiri!" Dengan sangat kesal Dira keluar dari dalam kamar. Sedangkan Arya langsung mengambil kaosnya untuk mengikuti Dira.
Arya tak mau sampai lekuk tubuh Dira di lihat orang, sungguh Arya gak ikhlas. Dengan sangat cepat Arya menyusul Dira, sampai-sampai kaos yang dia pakai kebalik.
Sial Dira salah paham! Bukan aku gak mau ajak dia jalan-jalan, tapi pakaianmu semuanya gak ada yang benar. Bisa-bisanya Mama menukar koper Dira dengan koper lain, dan isinya juga sangat mengejutkan, hanya ada bikini dan baju kurang bahan. karena itulah selama seminggu aku melarang Dira keluar. Aku tak mau kemolekan tubuh Dira di lihat orang. gumam Arya dalam hati.
"Nanti kamu kedinginan," ucap Arya. Setelah itu Dira langsung pergi dan Arya mengikuti dari belakang. Bagaikan Bodyguard yang mengikuti majikannya, itulah Arya sekarang.
Setelah sekian lama berjalan akhirnya Dira menemukan tempat yang sangat rame tapi juga indah,Dira melihat banyak pernak-pernik yang di jual bebas di sana.
Dengan sangat gembira Dira mampir di salah satu penjual pernak-pernik. Dira sangat suka pernak-pernik, oleh karena itu dira membeli beberapa pernak-pernik buat kenang-kenangan. Setelah selesai Dira kembali pergi mencari makan.
"Kak makan yuk?" Arya begitu senang saat istrinya mau bicara lagi, setelah diam semalam dua jam.
"Akhirnya kamu mau bicara sama aku." Arya pun langsung memeluk erat sang istri. Dia sangat bahagia mendengar suara istrinya, dan bagaikan menang lotre.
"Memang aku mendiamkan, kakak?" tanya Dira bingung.
"Tadi kamu diam terus Sayang. Bahkan kamu sama sekali tak menoleh ke kakak, asik dengan duniamu sendiri," balas Arya sangat sedih. Sedangkan Dira langsung tersenyum, dan menatap Arya.
__ADS_1
"Maaf, tadi aku sangat senangnya, hingga gak melihat ada kamu Kak.
Maafin aku ya?" ucap Dira tulus. Sebesar apapun Arya salah, tetap Dira tak bisa mendiamkan suaminya itu. Dira terlanjur cinta dengan Arya.
"Kamu gak punya salah jadi gak perlu minta maaf, kakak yang salah sudah kurung kamu selama seminggu. Tapi bukan karena kakak pelit, kakak gak suka istri kakak tubuhnya di tonton orang banyak," ucap Arya jujur.
"Kalau gitu belanja pakaian yuk? Kita cari yang sopan, katanya Dira hanya boleh di atas ranjang dan menghabiskan uang kakak. Dan sekarang dira mau habisin uang kakak dengan belanja baju, banyak sampai koper gak cukup," ucap Dira sambil tersenyum menggoda. Arya pun langsung tersenyum, da melepaskan pelukkan nya.
"Baiklah tuan Putri, kita akan memborong semuanya. Kalau perlu sekalian toko dan butik di sini, agar kamu senang." Dira pun tertawa mendengar ucapan Arya. Setelah itu mereka masuk kedalam butik untuk membeli pakaian sopan, mereka berdua akan belanja dan menghabiskan uang yang ada di ATM Arya.
.
.
.
happy Reading
Percakapan tak penting author.
AUTHOR: Gondoknya bentar doang kamu di6ra, yang lama gituloh biar Arya kapok.
DIRA: Jangan dong kasihan suami aku, kakak tau kan tadi mukanya seperti apa saat aku gondok sebentar? Jadi aku gak tega, nanti aku kehilangan ATM berjalan dong.
ARYA: Oh gitu ya... Aku hanya ATM berjalan saja, awas kamu aku habisin kamu di kamar sampai gak bisa jalan!
DIRA: Aahhh... kak Nunuk tolong Dira. Dira sudah capek honeymoon terus,aku gak bisa jalan-jalan. karena kak Arya garap aku terus.
wuuss hilang deh..
AUTHOR: Maaf Dira, kakak gak bisa bantu. Memang nasipmu di ranjang terus sampek bunting. Wkwkw
__ADS_1