
Keesokan harinya, Angga juga Dira pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Ara sekaligus menemui Arya. Sedaritadi polisi masih melihat, bukti-bukti yang Dira kumpulkan.
"Pah, Tia gak sabar ingin bertemu kakak. Tia merasa ini seperti sudah setahun ya?" ucap Dira dengan antusias. Dira sudah rindu dengan suaminya itu, sehari tak bertemu berasa setahun.
"Sabar, Sayang," balas Angga sangat lembut. Dira hanya mengerucutkan bibirnya, dia merasa kesal saat polisi itu semakin lama melihat bukti-bukti itu.
"Selamat pagi, Om," ucap Sean keponakan sekaligus pengacara keluarga Wiguna yang sekarang.
"Pagi Sean, apa kamu sudah mengurus semua yang aku bilang semalam, dan apa Arya bisa bebas?" tanya Angga penuh harap.
"Bisa, Om. Ini masih tahap pemeriksaan data dan bukti-bukti, yang bapak bawa. Masalah Era, polisi sudah menindak lanjuti semuanya," jawab Sean. Angga pun tersenyum puas dengan Sean, karena dia selalu bisa di andalkan.
"Kerja bagus Sean. Emm, apa Tia boleh melihat suaminya? Soalnya dia sudah gak sabar ingin bertemu dengan,suaminya itu." Sean pun menganggukkan kepala dan menunjukan jalan di mana bisa bertemu Arya.
Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan yang di khususkan untuk pengunjung, setelah sampai polisi memanggil Arya dan tak sampai beberapa menit keluarlah Arya dengan baju sama, saat pulang dari Bali.
"Kakak!" teriak Dira saat melihat arya keluar dari dalam ruangan. Tanpa menunggu lama, Dira langsung menghambur dalam pelukan Arya hingga membuat Arya oleng.
"Pelan-pelan, Sayang," bisik Arya sangat lembut. Sedangkan Angga hanya tersenyum melihat putrinya begitu manja dengan Arya, Angga sangat bahagia jika melihat putrinya itu bahagia.
"Dira kangen sama, Kakak," rengek Dira dengan mengendus-ngendus bau Arya. Geli itu yang dirasakan Arya, tapi dia membiarkan Dira melakukan itu untuk menghilangkan rasa rindu.
"Ehemm.. Sepertinya Papa gak di perlukan di sini, jadi Papa keluar dulu ngurus data-data penangkapan Ara," ucap Angga. Namun mereka berdua gak ada yang menyaut ucapan Angga, karena mereka terlalu rindu hingga tak bisa melihat orang lain.
"Oke fix, kita jadi obat nyamuk Sean." Sean hanya tersenyum, dan menganggukkan kepala. Setelah mereka langsung keluar, membiarkan kedua sejoli yang sangat merindu menjalani temu kangen.
"Dira pengen di peluk terus. Gak mau lepas, kita pulang yuk kak?" ucap Dira dengan tangan yang mengukir pola gajah di dada Arya. (🤣 biasanya pola asbak,aku ganti pola gajah😌)
"Jangan mulai Sayang. Ini di penjara aku gak akan bisa memakanmu di sini, jadi hentikan tanganmu yang nakal itu," bisik Arya yang mulai tergoda dengan tangan nakal Dira.
"Gak ada yang liat juga kan, kalau aku begini? Kangen tau,biasanya Dira bisa peluk peluk setiap hari, tapi ini malah gak peluk sama sekali," balas Dira yang belepotan dan membuat Arya terkekeh.
__ADS_1
"Kamu kok lucu banget sih, Sayang. Sampai aku gak paham, kamu ngomong apa?" ucap Arya sambil menggigit kepala Dira. Arya sangat gemas, hingga ingin mengigit Dira.
"Biarin! Ini efek kangen,tau gak sih!" gerutu Dira,sambil menghentakkan kakinya. Arya hanya bisa tertawa melihat Dira seperti ini, inilah yang membuat Arya mabuk kepayang. Kemanjaan Dira.
"Duduk yuk, pegel berdiri terus," ucap Arya lagi dan Dira pun langsung mengangguk. Mereka pun menuju kursi, dan mereka langsung duduk bersama.
"Kamu sudah makan?"
"Sudah dong. Tadi Dira juga bawa makanan dari rumah, kakak makan ya?" Dira pun mengeluarkan sekotak bekal yang dia bawa dari rumah, dan langsung menata makanan itu di atas meja.
"Kelihatannya enak itu. Kakak minta di suapin boleh, tapi kalau gak boleh juga gak apa-apa." Arya pun memasang wajah sok imut.
"Tentu boleh, dong," balas Dira dengan membuka makanan yang dia bawa tadi. Dira mengambil sesendok nasi berserta lauk dan, setelah itu dira menyodorkan sendok itu ke mulut Arya.
"Aaaaa," ucap Dira seperti ingin menyuapi anak kecil. Dengan cepat Arya langsung melahap suapan yang di berikan oleh Dira, sungguh nikmat itu yang di rasakan Arya.
"Enak kak?" tanya Dira sangat berharap.
"Kamu selalu gombal, Kak," balas Dira malu malu. Bahkan Dira merasa tersipu, jika mendengar pujian Arya. Dira pun melanjutkan kegiatannya, dan sambil menatap Arya.
"Bagaimana keadaan kamu, Kak? Apa tidurnya nyenyak, apa ada selimut di dalam?" tanya Dira sangat khawatir.
"Tidur kakak sama sekali gak nyenyak, Sayang. Kakak kekurangan gizi di dalam, asupan kalsium kakak habis. Bisa gak kamu berikan asupan kalsium untuk kakak, dikit saja?" balas Arya sangat lebay.
"Apapun akan Dira berikan, Kak. Tapi Dira harus keluar dulu, karena Dira gak bawa susu dan yoghurt. Gak apa-apakan menunggu sebentar?" Jawab Dira sangat polos. Sedangkan Arya langsung mendengus, karena Dira tak paham apa maksudnya.
"Bukan kalsium itu, Sayang. Kakak butuh kalsium itu loh, yang ada di payu*dara kamu." Dira pun langsung melotot, saat melihat tangan Arya menoel-noel payu*daranya.
"Kak ini di penjara. Mana bisa minum ini, di sini? Kalau pun bisa, apa kamu gak malu? Kita kan di jaga oleh satu penjaga, Kak!" balas Dira sambil berbisik.
"Bisa di atur, Sayang." Arya pun menghampiri penjaga, dan membujuk penjaga itu agar mau pergi sebentar.
__ADS_1
"Pak bisa gak tinggalkan kita sebentar?" tanya Arya tanpa malu. Sedangkan Dira hanya menutup mukanya karena malu, dengan tingkah Arya yang di luar nalar.
"Gak bisa. Ini sudah peraturan di sini, jika ada yang menjenguk harus ada penjaga satu," balas penjaga itu. Namun Arya tak kurang akal, dia terus saja membujuk penjaga itu.
"Bapak ini pernah muda gak sih? Kita baru aja nikah tiga minggu dua hari, dan itu masih sayang-sayangnya. Jadi bapak ngerti lah maksud saya, sebentar doang pak pleaseee." Mohon Arya yang tak punya urat malu. Sedangkan Dira, hanya mampu menutup telinga dengan jari-jari lentiknya dan menutup muka, dengan saputangan yang dia bawa.
"Maksudnya kamu mau main di ruangan ini?" tanya penjaga, sangat terkejut.
"Betul sekali. Tapi jika Bapak gak mau juga gak apa-apa, silahkan melihat adegan live gratis," balas Arya acuh tak acuh.
"Hanya, 25 menit cukup kan?" tanya penjaga itu.
"Sebenarnya gak cukup. Tapi apa boleh buat, yang penting saya bisa enak-enak dengan istri saya. Jika saya belum selesai saat Bapak masuk, ya anggap tontonan gratis. Tapi terima kasih sebelumnya," balas Arya. Dan setelah itu, penjaga langsung pergi meninggalkan kedua sejoli itu.
"Beres kan, Sayang?" ucap Arya dengan senyuman kemenangan.
"Kamu benar-benar gila, Kak!" balas Dira yang masih menutup mukanya dengan saputangan.
"Aku gila sama istri sendiri kan, gak apa-apa." Arya pun terkekeh dengan puas.
"GILA"
*
*
*
Happy Reading
Yang mau masuk grub Chat, silahkan. kemarin ada pengeluaran member. Untuk bersihkan Grub, sekarang bisa masuk lagi 😌
__ADS_1