Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Mulai Mendekati Tersangka


__ADS_3

Hari ini Dira sudah bertekad akan menemui Alena. Dia akan berusaha mengambil hati Alena, karena Dira tau bagaimana sikap Alena.


Setelah memikirkan rencana semalaman Dira akhirnya menghubungi Alena, dan menyuruh Alena datang ke rumah. Dira ingin sekali melihat expresi Alena saat tau Lessy tinggal di sini, dan dari sinilah Dira akan mengetahui secuil bukti.


"Tante, kok kelihatan sibuk banget? Emangnya ada tamu ya, kalau iya, apakah Lessy boleh bantu sebentar?" tanya Lessy saat melihat Dira sibuk di dalam dapur.


"Gak usah repot-repot, Lessy. Kamu masih sakit kan, jadi lebih baik kamu duduk saja di sana. Biarkan Tante yang masak," balas Dira sangat ramah.


"Ya, Tante. Lessy gak enak loh, sudah numpang di sini tapi Lessy gak bantu apapun. Boleh ya, Lessy bantu." Lessy terus memohon agar Dira mengizinkan dia membantunya.


Dira yang melihat keteguhan Lessy akhirnya gak bisa berbuat apa-apa, Dira akhirnya mengizinkan Lessy membantunya.


"Baiklah, tapi ingat jangan yang berat-berat. Bantu kupas kupas bawang saja, kan itu ringan," ucap Dira.


Lessy langsung menganggukkan kepala, dan langsung membantu Dira. Lessy mengambil telenan, dan pisau. Setelah Lessy mengiris bawah merah, bawang putih. Mereka terlihat sangat kompak, dan terlihat sangat serasi.


"Tante ... Dira ...."


Seketika Dira langsung menoleh ke arah Alena. Ya orang yang memanggil Dira adalah Alena, dan Alena langsung terdiam saat melihat Lessy.


"Le—"


"Kenapa dia di sini?"


Alena langsung memotong ucapan Dira. Padahal baru saja melihat Lessy, tapi Alena sudah menunjukkan wajah gak suka.


"Siapa maksudmu, Len? Apakah Lessy? Jika iya, Lessy ada di sini karena dia akan tinggal di rumah Tante mulai sekarang," balas Dira sangat enteng.


Sedangkan Alena langsung bersungut-sungut mendengar itu semua. Alena langsung mendekati Lessy, dan mengambil pisau yang ada di tangan Lessy.

__ADS_1


"Berikan!"


"Lessy!"


Teriak Dira saat melihat Lessy terluka. Alena terlalu sembrono mengambil pisau itu, hingga menggores jemari Lessy.


"Auhh!"


Dengan cepat Dira meraih tangan Lessy, dan mengucurkan air agar darahnya hilang. Dira sangat panik, apalagi darahnya gak mau berhenti.


"Duh gimana ini gak mau berhenti darahnya, banyak banget ini Sayang." Panik Dira.


"Sakit, Tante."


Dira terus saja sibuk membantu Lessy menghentikan pendarahan itu. Namun sikap Dira di lihat oleh Alena, dia cemburu dengan Lessy. Semenjak ada Lessy perhatian semua orang tertuju padanya, terutama Vano.


Namun saat Dira sibuk dengan Lessy, dan Alena sibuk dengan batin nya Vano turun dari atas. Vano penasaran dengan keributan yang ada di lantai bawah, hingga dia memutuskan untuk turun.


"Ada apa ini, Mommy?" tanya Vano sangat penasaran.


Sedangkan Alena yang melihat Vano langsung berlari, dan memeluk Vano. Alena sangat rindu dengan kekasihnya itu, bahkan sudah lama mereka gak saling tegur.


"Vano! Lena kangen, kamu gak kangen Lena kah? Kamu jahat banget sama aku, kenapa gak datang ke rumah?" tanya Alena sangat manja.


Bahkan Alena langsung mencium pipi Vano, tanpa memperdulikan orang yang ada di depannya. "Ih, apaan sih Len! Kamu gak lihat ada, Mommy. Kelihatan gak sopan banget, kamu."


Alena langsung mengerucutkan bibirnya. Vano tetap seperti dulu, selalu gak suka jika Alena ingin memperlihatkan hubungan mereka. Padahal Alena sangat ingin di manja, di depan orang-orang.


"Ih, kan Lena pacarnya Vano. Kenapa sih kita gak boleh publish sih, apakah Vano malu punya pacar Lena?" tanya Alena seperti di buat-buat agar dua orang yang masih sibuk di belakang dengar.

__ADS_1


"Lena! Ingat, kita sudah gak ada hubungan. Kita mantan pacar, hubungan kita sudah selesai. Kamu dengarkan ini, hubungan kita selesai!" Akhirnya Vano tak bisa membendung amarahnya.


Vano dengan terang-terangan memarahinya, dan mengatakan jika mereka sudah gak ada hubungan. Hingga Alena mulai sadar, jika ucapan Vano beberapa bukan Lalu serius bukan hanya gertakan saja.


"Gak! Aku gak mau putus! Kita masih sepasang kekasih, dan ucapanmu itu hanya gertakan saja!" seru Alena yang sudah mulai menangis. Alena gak terima dengan ucapan Vano, apalagi dengan lantang Vano mengatakan ini.


"Bisa kecilin gak suaranya! Aku sudah katakan, jangan sampai orang rumah tau. Kamu seharusnya sudah tau Alena, kalau kita ini saudara. Untuk bersatu pun sulit, tapi kamu selalu menuntutku untuk berbicara pada mereka, memang kamu pikir itu mudah?" tanya Vano sangat kesal.


Sedangkan Dira hanya bisa diam, Dira gak mau ikut campur urusan mereka. Yang dia cari hanya sebuah bukti, jika Alena lah dalang semuanya.


"Aku gak perduli, status! Aku mau kamu, dan sampai kapanpun kamu Vano!"


"Diam!"


Seketika mereka langsung terdiam, saat mendengar teriakan Dira. Padahal Alena baru saja akan bicara, tapi sudah di potong oleh Dira


"Mommy."


"Cepat masuk kedalam sana, selesaikan masalah kalian. Mommy mau masak dengan Lessy, gak udah bikin rusuh!"


Semua orang hanya bisa diam, mereka gak bisa membantah Dira jika sedang marah. Akhirnya Vano mengajak Alena ke taman, dan menceritakan segala. Mulai kenapa dia memilih mundur.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2