
Empat bulan pun berlalu, sejak Dira memutuskan untuk tinggal di rumah Dewi. Sengaja Sintal memperpanjang masa pingitan Dira dengan Arya karena harus menunggu hasil tes DNA, yang Sintal lakukan. Sintal yakin jika Dira muncul setelah 10 minggu pasti Arya akan ngebet ingin nikah.
Sebenarnya Sintal, Dewi, dan Angga ingin membongkar identitas Dira sebelum pernikahan, agar Angga bisa menjadi wali Dira dan untuk Sintal beserta Fani, mereka memutuskan akan menikah jika anak Fani lahir. Sebenarnya Dewi gak mau tapi, Dewi juga harus menghargai keputusan Fani.
Setiap hari Dira selalu ngedumel ingin bertemu dengan Arya karena sudah empat bulan Dira sama sekali tak bertemu dengan Arya. Dira sudah merasakan rindu yang amat berat, namun sayangnya dia tak bisa menolak keinginan Sintal.
Tak jauh beda dengan Arya, dia sekarang menjadi lebih pemarah dan uring-uringan, penampilan acak-acakan, mata panda, dan sedikit kurus. Arya selalu mencari keberadaan Dira namun sialnya Arya tak bisa menemukan calon istrinya itu, setiap hari Arya selalu menelfon Dira namun nomornya selalu tak aktif.
Sedangkan Dinda, dia sebenarnya tau keberadaan Dira sejak empat bulan yang lalu. Tapi Dinda tak mau memberi tau Arya, karena Dinda ingin menunjukkan jika di tinggal seseorang itu sama sekali tak enak. Dinda juga ingin Arya lebih dewasa dan tak bertindak gegabah apa lagi mengandalkan kekuasaan.
"Kapan hasil tes DNA nya keluar, Tal?" tanya Angga.
"Hari ini Pa. Ini Sintal mau ambil hasilnya, tapi jika hasilnya tak sama bagaimana Pa?" tanya Sintal sambil memandang Angga.
"Kita harus terima dengan lapang dada, lagian Papa yakin jika hasilnya positif. Papa yakin Dira adalah Sintia," jawab Angga.
"Baiklah kalau gitu Sintal mau ambil hasilnya dulu, Papa jangan kemana-mana." Angga pun mengangguk. Sedangkan Sintal bergegas pergi untuk mengambil hasil tes DNA Dira, dan dia mau mengungkap jati diri Dira hari ini juga.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Sintal kembali dengan membawa beberapa amplop berwarna putih dan berlogo rumah sakit mereka. Dengan jantung yang berdebar Sintal membuka hasil tes DNA itu.
Sintal dengan seksama membaca hasil tes tersebut, dan tak lama kemudian Sintal tersenyum sangat lebar hingga membuat Angga bingung.
"Bagaimana?" tanya Angga dengan sedikit takut.
"Hasilnya Dira memang adik Sintal, Dira adalah Sintia, Pa! Dira adalah Tia, dan Tia kita kembali," ucap Sintal sambil menangis. Sedangkan Angga yang merasa terharu pun langsung memeluk tubuh Siintal. Dua lelaki yang tangguh akhirnya menangis, karena menerima kenyataan putri keluarga Bramastya telah kembali.
"ALEXIA SINTIANA BRAMASTYA, telah kembali,"
__ADS_1
****
Malam harinya di kediaman Wiguna. Dinda berusaha untuk berbicara dengan Arya, walau sangat sulit tapi Dinda harus mengatakan ini semua.
"Ada apa Mama menyuruh Arya pulang? Arya masih ingin mencari Dira, jadi jika ingin bicara cepatlah sedikit," ucap Arya dengan tatapan putus asa. Wajah yang dulu ceria kini berubah sendu, orang yang dulu sangat tampan sekarang berubah menjadi pemulung karena sangat kucel.
"Mama ingin kamu lupakan Dira, Mama mau kamu menikah dengan anak dokter Angga dan kamu harus mau. Pernikahannya akan di adakan 3 hari lagi, jadi kamu harus rubah penampilan kamu yang seperti orang gila ini," jelas Dinda. Sedangkan Arya langsung berdiri dan menatap tajam Dinda, karena merasa tak setuju dengan perjodohan yang dilakukan Dinda secara sepihak.
"Duduklah, Arya," perintah Ryant.
"Arya mau pergi! Yang menikah adalah aku bukan kalian, Arya akan tetap mencari Dira sampai ketemu," ucap Arya sangat kesal.
"Kamu harus mau, jika kamu ingin bertemu dengan Dira. Jika kamu menolak pernikahan ini, Mama gak akan kasih tau di mana Dira berada," ucap Dinda dengan santai. Sedangkan Arya langsung menatap bertanya, pada Dinda.
"Jadi Mama yang nyembunyiin, Dira?" tanya Arya sangat kesal. Ingin sekali Arya meninju Dinda, tapi dia masih waras dan ingat kalau Dinda ibunya sendiri.
"Mama gak sembunyikan siapapun, Dira sendiri yang ingin menjauh. Dia hanya sakit hati sama kamu dan dia bilang akan muncul jika kamu mau menikah dengan anak dokter Angga, adiknya dokter Sintal," balas Dinda sangat santai. Padahal dalam dasar hatinya, tertawa jahat.
gumam Dinda dalam Hati.
"Apa Dira serius berkata seperti itu? Arya mengaku salah, tapi apa harus aku menikah dengan adik Sintal, agar Dira kembali? Dan bukannya Sintal gak punya adik, ya?" jawab Arya sambil menahan amarah.
"Sintal punya adik, Arya!" jawab Ryant sangat ketus. Sebenarnya dia gak tega, tapi karena takut dengan istrinya, jadi lebih baik dia ikut alur cerita saja. Dia hanya jadi pemain cadangan, jika author buntu ide maka dia akan di keluarkan.
"Tapi Arya tetap gak mau nikah dengan wanita lain, Arya hanya ingin Dira Larasati," tolak Arya sangat tegas.
"Yaa udah kamu gak akan bisa bertemu dengan Dira untuk selama-lamanya, dan kamu akan kehilangan Dira saat ini juga. Kamu juga gak akan bisa elihat Dira lagi," balas Dinda yang sedikit memberikan percikan bumbu yang sedap, tapi sangat mencongkel hati Arya.
__ADS_1
"arya memang gak mau kehilangan Dira tapi, kenapa Arya harus menikah dengan orang lain? Arya hanya ingin menikah dengan Dira, Ma," ucap Arya sekali lagi.
"Kamu hanya punya dua pilihan Arya.
Menikahlah dengan Alexia Sintiana Bramastya, dan kamu akan bertemu Dira.
Atau
Tak mau menikah dengan Sintia dan kamu tak akan bertemu dengan Dira," ucap Dinda.
Sebenarnya Ryant ingin protes lebih baik jujur, daripada nanti berakhir ribut. Tapi Dinda mengancam akan mengusir Ryat, dan akan menyuruh Ryant tidur di luar jika tak mau ikut alurnya.
Bagaimana ini? Aku gak mau menikah dengan orang asing, tapi jika aku tak menikah dan menerima perjodohan ini. Aku tak akan bertemu Dira, apa aku setujui saja. Nanti sebelum pernikahan, aku akan cari Dira sampai ketemu. gumam Arya dalam hati. Namun setelah berpikir sangat lama, akhirnya Arya memutuskan untuk melanjutkan rencananya. Menerima, lalu kabur.
"Terserah, Mama!"
.
.
__ADS_1
.
Happy Reading