Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Bingung


__ADS_3

Setelah selesai latihan, Vano memilih mendudukkan dirinya di atas kursi dekat lapangan. Vano mengusap peluhnya, yang terus menetes.


Sejenak Vano memikirkan Alena, apakah gadis itu baik-baik saja. Bahkan pikiran Vano jadi kemana-mana, takut jika Alena berbuat sesuatu.


"Van, ini minuman untukmu."


Vano langsung menoleh ke samping, dan menampakkan sosok Lessy. "Makasih, ya."


Lessy hanya mengangguk dan langsung mengambil posisi duduk di samping Vano. Sedangkan Vano sama sekali gak keberatan, wong hanya duduk saja.


"Sama-sama, oh ya. Tumben Alena gak ikut kamu, bisanya dia suka banget tuh ngintilin kamu dari belakang?" tanya Lessy sangat penasaran.


"Dia di rumah mungkin, lagian kamu kenapa tanya dia. Tumben sekali, bukannya kamu jarang ngobrol sama Alena?" Kini Vano balik bertanya. Vano merasa aneh saja, karena gak biasanya Lessy menanyakan keberadaan Alena.


"Tanya memangnya gak boleh, Van?"


"Boleh saja, sih."


Setelah itu mereka menjadi diam, tidak ada yang bersuara hanya saling memandang lapangan yang tadinya di buat Vano latihan.


"Van, boleh tanya sesuatu gak?"


"Boleh, silakan mau tanya apa?"


Lessy pun menggigit bibirnya sendiri. Entah kenapa Lessy mendadak kaku, bahkan sedikit takut saat ingin menanyakan hal ini.

__ADS_1


Lessy berusaha mengatur napasnya, dan berusaha normal. Lessy gak mau terlihat gugup, karena dia gak mau ketauan jika dirinya suka Vano.


Lessy ingin menanyakan sesuatu terlebih dahulu, baru dia bisa memutuskan untuk memilih memperjuangkan cintanya atau tidak.


"Apakah kamu pacaran dengan, Alena?" tanya Lessy dengan nada gemetar. Sedangkan Vano langsung menatap Lessy sangat lekat, seperti orang menahan marah.


"Kenapa memangnya? Itu bukan urusanmu kan, jadi untuk apa aku menjawab ini semua?" tanya Vano sangat sinis.


Di sinilah nyali Lessy langsung menciut. Dengan cepat dia menggeleng, dan ingin beranjak pergi. Namun, saat bersamaan ponsel Lessy berbunyi.


Lessy penasaran siapa yang menghubungi dia, dan tanpa tunggu lama Lessy mengangkat panggilan itu.


"Hallo, ini siapa?" tanya Lessy saat dia sudah mengangkat ponselnya.


"Jauhi Vano sekarang, atau kamu akan celaka. Ingat Vano hanya milikku, jadi jangan pernah kamu berani mendekati dia!"


"Ka—kamu, siapa? Kenapa kamu melarangku untuk bertemu dengan Vano, memangnya kamu siapanya Vano?" tanya Lessy sangat takut. Bahkan ketakutan Lessy dapat di lihat oleh Vano, apalagi Lessy menyebut namanya saat ini.


Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Vano mendekati Lessy. "Les, kamu kenapa?"


Lessy terkejut, bahkan ponselnya sampai terjatuh. Lessy terlalu takut, dengan ancaman orang itu. Padahal Lessy baru saja mendekati Vano, tapi dia sudah mendapatkan teror dari seseorang.


"I—itu, ada yang me—menerorku."


Tanpa tunggu lama, Vano langsung mengambil ponsel Lessy yang tergeletak di lantai. Dengan sangat penasaran akhirnya Vano mendengar ocehan seseorang yang ada di ponsel itu.

__ADS_1


"Hey bodoh! Apa kau tuli, hingga kamu tak menjawab ucapanku tadi? Intinya hanya satu, jauhi Vano atau aku akan meneror kamu terus!"


Vano langsung terbelalak saat mendengar ucapan orang itu. Vano tak bisa mengenali suara itu, bahkan Vano gak pernah mendengar nada nada suara seperti ini.


"Siapa kamu! Kenapa kamu meneror Lessy, apa salah dia ha? Jangan macam-macam kamu, sampai kamu berani melukai Lessy, maka kamu akan berhadapan dengan—"


Belum selesai Vano bicara, tapi orang tersebut langsung mematikan panggilan itu. Vano yang merasa sangat kesal, akhirnya menghubungi nomor itu lagi, tapi sayangnya gak aktif.


"Sial, siapa dia!" Umpat Vano yang semakin membuat Lessy menciut.


"Va-Vano, a-aku sang—"


Belum selesai Lessy bicara, dia langsung ambruk ke lantai. Lessy memang memiliki penyakit lemah jantung, dan dia akan pingsan jika mengalami kegugupan yang sangat parah, atau ketakutan.


"Lessy!"


Vano sangat panik hingga dia langsung berjongkok, untuk membangunkan Lessy. Beberapa kali Vano menepuk-nepuk pipi Lessy, tapi sayangnya Lessy gak kunjung bangun. Yang ada, bibir Lessy menjadi pucat.


Tanpa menunggu lama, Vano langsung menggendong Lessy dan membawanya ke rumah sakit. Vano gak perduli dengan latihannya, padahal mereka akan memulai latihan lagi setelah selesai istirahat.


"Bertahanlah sebentar, Lessy."


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2