
Setelah selesai melakukan percintaan yang begitu panas, dan begitu menggairahkan. Kini Arya tidur sambil memandang wajah cantik sang istri.
"Kamu tetap cantik, walaupun terlihat sangat kurus. Pasti kamu menderita sekali saat aku Koma, apalagi dengan menjaga Baby-twins," ucap Arya terus membelai lembut wajah Dira.
"Emm ... Kak, ini jam berapa?" tanya Dira dengan tubuh yang sangat pegal-pegal. Bahkan Arya tak menyisakan sedikitpun cela, di kulit Dira. Tubuhnya penuh dengan tanda merah, karena ulah Arya.
"Sudah Sore, bentar lagi mau petang." Seketika Dira langsung melotot, dan bangun dengan cepat.
"Kak! Kenapa gak bangunin Dira, ya ampun!" Dira pun langsung turun dari ranjang.
"Mau kemana?"
"Ihhh, Kak! Apa kamu lupa, kita ada anak. Baby-twins ada di rumah Mama. Dan aku sudah meninggalkan dia selamat berjam-jam, mungkin saja mereka sedang kehausan," ucap Dira sebelum masuk ke kamar mandi.
Dira ambil jalan patas, mandi hanya 5 menit gosok-gosok sedikit saja. Dira sangat merutuki kebodohannya, yang sama sekali tak ingat Baby-twins.
"Pelan-pelan, Sayang! Kamu lagi hamil, jangan sampai kamu jatuh," teriak Arya yang melihat istrinya seperti itu.
Setelah ia Arya turun dari ranjang, dan ikut masuk ke dalam untuk mandi juga. Untung saja kamar mandi ada dua tepat, jadi mereka bisa mandi di tempat berbeda.
Setelah selesai mandi, Dira langsung bersiap-siap pergi. Namun baru dua langkah, Arya menarik tubuh Dira.
"Apa?" tanya Dira sangat serius.
__ADS_1
"Aku lihat kamu fokus sendiri, bahkan mau berangkat pun tak berkata-kata. Apakah kamu mau pergi sendiri, dan meninggalkan aku?" tanya Arya balik.
"Aku mau pulang, Kak. Baby-twins pasti sudah lapar, dan jika Kakak mau ikut. Apa Mama izinkan Kakak pergi?"
Arya pun langsung menggenggam tangan Dira. Arya gak perduli Dinda marah atau tidak, yang pasti dia ingin pulang dengan istrinya.
"Kita pulang bersama, karena kamu istriku. Suami akan ikut kemanapun istrinya pergi, dan aku akan selalu ada di sampingmu," ucap Arya dengan senyuman termanis.
"Ngaco kamu, Kak. Ucapanmu kebalik tau, gak! Harusnya Istri ikut kemanapun suami pergi, bukan suami ikut kemanapun istri pergi," balas Dira sambil memukul Arya.
"Sakit, Sayang!"
"Sudah, jangan bercanda terus. Kasian, Baby-twins," ucap Dira dengan tersenyum.
Akhirnya mereka pun berjalan keluar. Arya juga memperhatikan langkah Dira, yang terlihat sangat susah. Dulu saat hamil Baby-twins, Dira tak seperti ini. Tapi, sekarang dia seperti sulit berjalan dan ada rasa mengganjal di bawah selang*kangan nya.
"Jalanku jelek, ya? Tapi gak papa, ini juga demi anakmu. Apapun akan aku lakukan demi menjaga dia, dan merasa aman di dalam," balas Dira dengan tersenyum.
"Memang kenapa kok gitu? Bukannya dulu gak seperti ini, malah jalanmu sangat lincah dulu." Dira pun menghentikan langkahnya, dan langsung memandang Arya.
"Serius kamu ingin tau apa yang aku rasakan, saat ini?"
Arya pun langsung mengangguk cepat. Arya ingin tau apa yang di rasakan Dira, dan kenapa juga jalannya berubah sedikit menganga.
__ADS_1
"Entah kenapa, hamil yang sekarang rasanya aneh. Ada yang mengganjal, di area sensitifku. Jika di buat jalan sakit, kalau gak sedikit di menganga in. Bahkan lebih terasa lagi, saat duduk. Seperti ada sesuatu yang aku duduk kin, tapi kata dokter ini wajar," jawab Dira menceritakan segalanya.
Memang selama ini Dira merasa sangat berbeda, dengan kehamilan yang sekarang. Sulit berjalan, bahkan terkadang bentuk jalannya sangat jelek.
"Maafkan aku, ini semua salahku. Jika bukan karena emas batangan yang sangat lucknut ini, kamu gak akan hamil," ucap Arya sambil memeluk Dira.
"Sudahlah, ini adalah rezeki dari Allah. Kita sangat beruntung di kasih keturunan lagi, karena masih banyak orang di luaran sana yang belum di kasih kepercayaan. Jadi kita gak boleh mengeluh," balas Dira dengan melepaskan pelukan Arya.
"Iya juga sih. Ya sudah, mulai sekarang aku gak akan pernah meninggalkan kamu dan anak-anak kita. Aku akan selalu ada di dekatmu, dan memberikan banyak cinta untuk kalian." Janji Arya untuk Dira.
"Apakah kamu janji, Kak?"
"Iya, Sayang. Aku berjanji, kita akan selalu bersama hingga maut memisahkan."
.
.
.
Happy Reading
Komen yang banyak dong, biar semangat akunya 😆
__ADS_1
Oh ya, sepertinya ini kisah Dira tinggal beberapa part doang deh. Sedih aku, tapi kita akan berpisah dengan My bebeb Arya dan Dira.
Kisah berubah jadi, kisah anak-anaknya. Karena konflik sudah selesai, alias tamat. 😇