Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Beast Brother's : Mau serius


__ADS_3

Ardi memasuki rumah dengan bersiul-siul. Hati Ardi sangat gembira, akhirnya Raya menemukan jodohnya dan gak akan pernah ngintilin Ardi kemanapun Ardi pergi.


Sebenarnya Ardi sedikit gak bebas, jika Raya selalu ikut kemanapun dia pergi. Karena Ardi juga butuh privasi, apalagi saat dia kencan dengan Alisya.


"Darimana kamu?"


Suara seorang lelaki yang sangat gak bersahabat pun terdengar sangat mengerikan, dan suara itu datang dari mulut Arya.


"Dad ... bisa nggak ngagetin seperti ini? Untuk Ardi nggak ada riwayat jantung, kalau ada bagaimana?" tanya Ardi sambil mengelus dadanya.


"Nggak udah banyak bicara, jawab pertanyaan Daddy!"


Ardi langsung begidik melihat mata tajam Daddy-nya. Tatapan kemarahan, emosi, dan juga membunuh.


"Aku dari kamp ...."


"Kampus atau pacaran?"


Arya langsung memotong ucapan Ardi. Pasalnya, saat Arya berusaha menjelaskan segalanya dengan Dosen Raya. Ardi nggak ada di kampus, bahkan kata Dosen Ardi tak melakukan absen.


"Pacaran, Dad." Ardi pun tak bisa mengelak lagi. Dia ketangkep basah, jika sedang bolos kuliah.


"Kamu tau Daddy bayar uang kuliah kalian pakai uang, bukan pakai daun. Apa gunanya Daddy bayar mahal-mahal, jika kamu gak niat belajar!" bentak Arya sangat kencang.


Sungguh Ardi gak bisa melawan. Karena Ardi sangat takut jika Arya mulai marah, dan mulai mengeluarkan taring.


Mati aku, ini pasti Raya. Sekarang aku butuh Mommy, hanya Mommy yang bisa meredam emosi Daddy. gumam Adri sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Maaf, Dad."


"Telat kamu minta maaf, Ar. Karena adikmu di Skorsing sekarang, bahasa Daddy sudah memohon pada Dosen kalian. Tapi, Raya tetap di hukum karena ulah kamu. Bisa gak sih, sehari saja kamu gak godain adikmu!" bentak Arya sangat keras.


Bahkan suara Arya sampai di dengar Dira dari atas. Baru saja Raya tidur, setelah menangis berjam-jam karena ulah Ardi. Memang Raya anak yang sangat giat belajar, dari dulu kalau ketinggalan pelajaran selalu menangis tiada henti.


Dira turun dari tangga, untuk melihat dua lelaki yang sangat Dira cintai. Bahkan Dira juga melihat, jika anaknya itu menyesal telah melakukan ini semua. Hanya saja, jika gak di tengah-tengahi oleh Dira. Maka perdebatan ini gak akan selesai.


"Ar, bisa ikut Mommy?" tanya Dira sangat lembut.


"Aku belum selesai bicara dengan, Ardi! Biarkan aku memarahinya dulu, Dira!" bentak Arya sangat kencang. Dira pun diam. Dia tetap turun, dan menatap sinis Arya.


"Mendidik anak, gak harus dengan kekerasan atau bentakan. Biarkan aku yang mengurus Ardi, sekarang Kakak tunggu di kamar atau ...."


Dira sengaja menggantung ucapannya agar Arya mengerti. Dan benar saja, Arya langsung diam seketika. Bahkan Arya langsung melesat pergi, tanpa berkata-kata lagi. Namun tak lama setelah itu, Dira di kejutkan dengan kelakuan anaknya itu.


"Makasih, Mom. Makasih, banget pokoknya. Mommy memang dewi penolongku, dan aku berjanji akan selalu menuruti apa yang Mommy bilang," ucap Ardi sambil menciumi pipi Dira.


"Kamu serius mau turuti semua keinginan, Mommy?" tanya Dira sambil menuntun Ardi ke sofa untuk duduk.


"Iya, Mom."


"Baiklah, Mommy mau tanya dulu sama kamu. Kenapa kamu tega jahili Raya, sampai dia di Skorsing? Apa kamu tau, adikmu gak mau berhenti menangis karena bu Lusi memarahinya. Lagian, Daddy kasih jatah mingguan ke kalian sama rata. Tapi kenapa kamu gak mau bagi, Nak?" tanya Dira sangat lembut tapi memiliki banyak pertanyaan.


Ardi menghela napas panjang. Sebenarnya dia menyesal berbuat seperti ini, tapi Ardi pikir cowok tadi mau memberikan traktiran untuk Raya. Nyatanya enggak.


"Maafkan Ardi, Mom. Ardi pikir cowok tadi yang akan mentraktir Raya, tapi nyatanya tidak," jelas Ardi.

__ADS_1


"Kamu tau kan, Raya seperti apa? Dia gak gampang mengenal orang, Nak. Apalagi orang itu, orang asing. Jadi kamu jangan seperti ini lagi ya? Kasihan adikmu," ucap Dira berusaha menasehati anaknya itu.


"Aku berjanji gak akan mengulanginya lagi, Mom. Sekarang aku akan minta maaf sama Raya, dan akan membuatnya ketawa lagi," balas Ardi. Setelah itu Ardi berdiri, dan akan menemui Raya.


"Duduklah, Mommy belum selesai bicara. Ada satu hal lagi yang ingin Mommy, tanyakan." Dira menarik tangan Ardi agar duduk kembali.


"Tanya apa, Mom? "


"Apakah kamu berhubungan dengan, Alisya?"


Diam, Ardi langsung diam begitu saja. Dia bingung harus berbicara apa, tapi yang pasti dia akan kena omelan.


"Emm ... emm ...."


"Dari kebingunganmu, Mommy sudah paham. Apakah kamu mencintai Alisya?" tanya Dira sekali lagi. Namun kali ini Ardi langsung mengangguk, untuk mengiyakan ucapan Dira.


"Sejak kapan kalian berhubungan? Kenapa Mommy gak tau, kalian rahasiakan berita sebesar ini pada kami." Protes Dira.


Dira merasa kesal, karena anaknya memiliki kekasih tapi dia gak tau. Padahal Dira gak akan melarang juga, jika mereka merasa nyaman untuk apa di larang yang penting gak kebablasan. (Anakmu yang satu, udah pacalan kamu juga gak tau Dita 🙃)


"Mommy, aku dan Alisya sudah dua tahun pacaran. Bahkan Ardi ingin secepatnya melamar Alisya, dan menjadikan Alisya istriku." Jujur Ardi yang membuat Dira shock.


"Apa!"


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2