Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 109 Tentang Gibran Albert Revans


__ADS_3

Flashback On:


Gibran Albert Revans lelaki tanpa yang masih berusia 24 tahun. Hidup Gibran sangatlah suram, saat dia masih berusia 19tahun. Pernah mengalami pelecehan, yang di sebabkan seorang wanita. Hingga sampai sekarang dia gak mau percaya dengan wanita, atau bisa di bilang dia mati rasa.


Waktu itu Gibran di bully habis-habisan oleh teman sekampus nya. Karena menjalani ospek, Gibran harus memakai rok pendek, dan juga dandanan seperti banci.


Semua siswa tertawa pada Gibran, hingga mereka membully, mengata-ngatai Gibran anak jadi-jadian, ada juga yang sampai main fisik. Namun puncak kemarahan Gibran pada seseorang perempuan, di saat Alana senior yang memimpin Ospek menyuruh Gibran melepaskan semua baju dan hanya memakai pakaian dalam saja. Atau bisa di bilang semvak.


Gibran memohon, untuk tidak menyuruhnya seperti itu. Tapi nyatanya Alana malah mendorong Gibran, dan berkata jika dia lelaki lemah, gak cocok jadi laki-laki. Bahkan Alana berkata, jika gak akan ada wanita yang mau dengan seorang banci.


Gibran saat itu langsung dwon, dan beranggapan dia tak mau hidup lagi. Dia berlari keluar kampus, dengan keadaan hanya memakai semvak saja. Gibran tak sadar, jika dirinya keluar dengan keadaan seperti itu. Gibran sudah merasakan sakit hati, dia ingin mengakhiri hidupnya saat itu juga.


Toh untuk apa dia hidup, orang tuanya juga gak perduli dengan Gibran. Mereka memang kaya, tapi mereka tak pernah memeberikan Gibran kasih sayang. Di pikiran orang tua Gibran, hanya kerja, kerja dan kerja.


Namun saat Gibran berlali keluar kampus, bukannya menjadi tenang, malah semua wanita mengolok-olok dia sebagai orang gila. Akhirnya Gibran langsung melesat ke jalan raya, yang sangat padat di depan kampus.


Gibran tak perduli jika memang dia harus mati saat ini juga, dia ikhlas daripada jadi anak yang terbuang. Namun saat dirinya akan menyebrang, ada seseorang yang menarik dirinya. Siapa lagi jika bukan Arya Wiguna.


Waktu itu memang Arya juga masih kuliah, hanya saja beda tahap. Dari segi umur saja sudah kelihatan, jika saat itu mereka masih muda.


"Kamu apa-apa, sih? Jangan berbuat aneh-aneh, ayo ikut aku. Kamu gak pakai baju, sekarang ayo kita ke kamar mandi," ucap Arya sangat kesal.


"Siapa kamu? Biarkan aku mati, biarkan aku ada mati di sini. Semua orang gak ada yang perduli dengan aku. Matipun gak akan pernah ada yang sedih, ataupun perduli," balas Gibran yang masih saja menangis.


"Aku perduli dengan kamu, ayo kita ke kamar mandi. Setelah itu ikut aku, aku ajak kamu ke rumah. Nanti kamu di sana bisa menenangkan diri dulu," ajak Arya sambil menggandeng tangan Gibran.


Dari sinilah Gibran merasakan suka dengan Arya. Saat Arya menyentuh tangannya, bahkan tanpa ada rasa jijik. Tiba-tiba jantung Gibran berdetak sangat kencang.


Apakah aku mencintai orang ini? Kenapa jantungku berdetak sangat kencang, saat dia menggenggam tanganku ini. Apakah aku bisa memiliki dia, apakah dia bisa menerima aku?


Begitulah benak Gibran. Dia mengira ini semua cinta, karena hanya Arya yang mau menggenggam tangannya itu. Mulai dari situ, Gibran menjadi dekat dengan Arya hingga suatu hari dia jujur akan perasaannya itu.

__ADS_1


Hingga waktu langsung mengalir begitu saja, hingga Arya lulus kuliah. Dia ingin kembali ke Indonesia bersama Serlin, dan Gibran gak mau di tinggal sendirian. Gibran ingin ikut bersama Arya, hingga mau tak mau Arya harus membawa Gibran.


Di perjalanan Gibran sangat kesal dengan Serlin, karena dia selalu lengket dengan Arya. Namanya cinta Arya juga membalas pelukan itu, dan membuat hati Gibran panas. Tapi dia juga bisa menahan semuanya.


"Sabar, sabar!"


***


Waktu pun terus berjalan, beberapa bulan Arya pulang ke Indonesia Ryant mengalami kecelakaan. Ryant tak bisa mengurus perusahaan, dan perusahaan di alihkan Ryant. Karena memang adik Ryant, si Vano orang yang sangat jenius hingga dia memiliki perusahaan sendiri.


Walaupun tidak besar, tapi keuntungannya sangat memuaskan. Hasilnya juga Vano tabung, untuk masa depan dia juga calon istrinya itu si Dira.


Hingga beberapa hari berlalu, Gibran mulai tak sabar ingin mengungkapkan isi hatinya itu. Malam itu ada hujan badai, Gibran menunggu kepulangan Arya. Waktu itu Arya pamit ingin bertemu dengan seseorang, namun sampai saat ini dia tak melihat pulang.


"Arya mana ya? Aku padahal ingin mengatakan ini semua, tapi kenapa dia lama sekali?" jelas Gibran sangat gusar. Namun tak lama setelah itu, Gibran melihat banyak orang dari bawah.


Ya orang-orang itu membawa Arya yang tak sadarkan diri. Gibran sangat terkejut, Gibran langsung lari keluar kamar. Gibran menangis, melihat Arya tak sadarkan diri. Gibran juga melihat Dinda menangis dengan histeris.


"Ada apa ini? Kenapa Arya pingsan, tolong jelaskan!" Gibran pun langsung menangis. Gibran duduk di sebelah Arya, dan dia menggoyang-goyangkan lengan Arya.


Dinda memang sudah menganggap Gibran anaknya sendiri, sebab itu dia menyuruh Gibran memanggilnya Mama. Begitu juga dengan Ryant, mereka memang keluarga terbaik.


"Serlin, aku mohon jangan seperti ini. Pernikahan kita sebentar lagi, kamu tega banget ninggalin aku Serlin!" Igau Arya. Dari sini Gibran melihat Arya sangat mencintai Serlin, dan dia tak bisa jujur dengan hatinya itu.


Semakin hari, kondisi Arya semakin memburuk. Gibran juga merasa separuh nyawanya hilang, melihat kondisi Arya yang sangat tragis.


"Arya, kamu makan dulu ya. Aku bawain Cream Sup lo, katanya ini sangat enak." Gibran berusaha membujuk Arya, namun Arya tetap seperti orang tak punya daya hidup. Gibran menangis, dia menyadarkan kepalanya di pangkuan Arya.


"Jika kamu seperti ini, kenapa waktu itu kamu menyelamatkan aku? Kenapa kamu gak biarkan aku mati saja, kenapa kamu membiarkan aku merasakan sakit lagi. Aku sakit Arya melihat kamu seperti ini, lebih baik aku mati saja saat ini!" ucap Gibran yang terus menangis.


"Jangan seperti ini, aku gak mau kamu terpuruk. Jadi waktu itu kamu aku selamatkan, hidupmu juga masih panjang Gibran," ucap Arya lirih.

__ADS_1


"Aku mau kamu juga bangkit Arya, asal kamu tau. Aku sakit melihat kamu seperti ini, aku gak mau melihat orang yang sangat aku cintai terpuruk seperti ini," ucap Gibran keceplosan. Sedangkan Arya langsung terbelalak, dan berdiri langsung.


"Apa? Apa kamu bilang tadi, coba ulangin lagi?" tanya Arya yang tak percaya. Seketika rasa patah hatinya ilang musnah, saat mengetahui kenyataan jika dirinya di sukai seorang lelaki.


"Emm ... hehehe lupakan saja, aku gak apa-apa kok. Biarkan rasa ini ada, asal aku tetap melihat kamu bahagia, aku sudah puas," balas Gibran cengengesan.


"Gilak kamu, Gibran. Ahhh kamu bikin aku takut saja, awas saja kamu perkosa aku. Langsung ku bantai kamu, serius aku gak bohong," ucap Arya sambil pura-pura mencekik leher Gibran.


Sedangkan Gibran hanya tertawa sumbang, dia sangat senang melihat Arya kembali tertawa. Setelah itu, Gibran menyuapi Arya dengan sangat telaten. Gibran begini saja sudah bahagia, apalagi saat Arya menerima cintanya.


***


Dua minggu setelah Arya sedikit waras, ada kabar buruk dari keluarga Wirura. Albers Setola Wirura. Jangan bilang namanya kok gitu, sulit tau cari nama.😁


Seto mengalami gagal ginjal yang membuat dia menjadi Kristis di rumah sakit, Arya yang mendengar saudara sekaligus sahabatnya itu kritis langsung berlari menuju rumah sakit.


Gibran juga ikut, karena dia gak mau melihat Arya kenapa-napa. Hingga sampai di rumah sakit, Arya malah ingin mendonorkan ginjalnya untuk Seto. Gibran menolak, dia gak mau Arya mendonorkan ginjalnya. Tapi semua itu sia-sia, Arya lebih sayang nyawa saudaranya itu.


Satu bulan setelah operasi, Arya meminta Gibran untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Australia. Gibran menolak karena takut di bully lagi, namun Arya ingin Gibran menjadi orang yang sangat pintar.


"Aku gak mau Arya, aku mau sama kamu saja. Apalagi kamu habis operasi, aku gak mau ninggalin kamu," jelas Gibran.


"Kamu cinta sama aku kan? Kalau iya buktikan, kamu harus belajar dengan giat. Aku ingin melihat kamu sukses, jika kamu mau aku akan sangat senang dan bahagia. Namun jika kamu menolak, jangan pernah anggap aku orang yang spesial di hati kamu," ancam Arya.


Dari sinilah Gibran nurut untuk pergi ke Australia, dan menjalani pendidikan selama lima tahun. Sekarang dia sudah lulus, dan dia ingin kembali ke Indonesia karena sudah merindukan Arya.


Wirura & Wiguna saudara kembar oke 👌


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2