
"Kak Arya beneran mau berangkat ke Jakarta, nanti jam satu?" tanya Dira sambil tidur di dada bidang Arya. Sejak tadi Arya dan Dira berada di kamar, sambil menikmati kacang goreng yang Dira buat.
"Kakak kan sudah bilang dari tadi pagi, kalau Kakak mau selesaikan semua urusan dengan Fani di Jakarta. Kalau semuanya sudah beres, Kakak akan kembali lagi ke sini dan jemput kamu pulang," jelas Arya sambil mengelus lembut punggung Dira. Nyaman itu yang dirasakan Dira, karena baru kali ini ada yang memanjakan punggungnya. (hehehe)
Entah mengapa aku merasa nyaman saat kak Arya mengelus punggungku. Dulu saat bersama Vano, kami hanya bercanda tawa tanpa ada acara kayak begini. Eh, tapi kenapa aku membedakan mereka berdua. Jelas beda kan mereka orang yang berbeda, bodoh kamu Dira. gerutu Dira dalam hati. Dan setelah itu Dira menjawab ucapan Arya.
"Jadi, waktu kita hanya tinggal satu jam saja?" jawab Dira dengan manja. Bahkan kini kepalanya disembunyikan di area ketiak Arya. Segar itulah baunya, bau parfum yang sangat menyegarkan hidung Dira.
"Memang belum puas tadi, dipeluk sampai tiga jam? Lagian Kakak hanya sebentar, gak akan lama kok." Malu itu yang dirasakan Dira. Bagaimana bisa dalam waktu sekejap, Dira merasakan nyaman dan tak bisa berada jauh dari Arya.
"Tau, ah." Dira semakin malu, dan ingin loncat dari dasar jurang saat ini juga.
"Kamu malu-malu kucing, Dira," goda Arya yang tiada henti. Padahal sudah tiga jam Dira dan Arya bergelut diatas ranjang, untuk menghilangkan rasa rindu saat mereka berjauhan. Walaupun mereka hanya berpelukan dan belajar berciuman tapi, mereka berdua tak sampai lepas kendali.
Bahkan Arya harus menahan hasrat demi menjaga kehormatan Dira. Sesekali mereka menonton DVD, dan melihat flim horor kesukaan Dira. Entah sejak kapan Dira menjadi candunya Arya tapi, yang pasti sekarang Arya merasa sangat menginginkan Dira saat mencium aroma Green tea yang melekat di tubuh Dira.
"Kak, jangan ngendus-ngendus terus! Aku jadi geli, tau!" ucap Dira sambil menjauhkan bibir Arya yang bersarang di leher Dira.
"Aku suka dengan aroma tubuhmu, Dira. Rasanya aku tak ingin balik ke Jakarta tapi, aku harus kembali demi kebaikan kita," ucap Arya dengan terus mengendus-endus, seperti Doggie.
"Terserah kamu deh, Kak. Asal kamu bahagia, aku rela," ucap Dira dengan malas. Dan setelah itu mereka kembali melakukan apa yang mereka pelajaru, dari tadi pagi.
Hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan jarum jam menunjukkan pukul 13:12. Rela tak rela, Dira harus melepaskan Arya kembali ke Jakarta demi kebaikan mereka berdua.
__ADS_1
"Hati-hati dijalan, Kak. Jangan lupa kalau sudah selesai semuanya langsung kembali, titip salam buat mama sama papa. Maaf Dira belum bisa datang ke Jakarta," ucap Dira sambil mencium punggung tangan Arya.
"Kamu juga harus hati-hati disini, ingat jangan keluar rumah sendirian kalau malam-malam. Kakak gak mau terjadi apa-apa sama kamu, dan kamu harus patuh dengan ucapan ku barusan," ucap Arya yang menasehati Dira. Setelah itu Arya langsung mengecup kening Dira dan setelah selesai, Arya langsung masuk kedalam mobil.
Setitik air mata langsung lolos saat mobil Arya pergi menjauh dari hadapan Dira, sedih itu yang Dira rasakan sekarang. Baru saja mereka saling membuka hati, tapi sekarang harus berpisah lagi.
Huuf... Kenapa rasanya gak enak ditinggal pergi, padahal cuma dua hari. Tapi, kenapa hati ini sangat menolak berpisah. Ya Allah apa aku sudah menghianati Vano, karena begitu cepat luluh dalam rayuan kak Arya. Jika iya, maka ampuni dosa hamba ya Allah. gumam Dira Dalam hati. Setelah itu Dira langsung masuk kedalam rumah, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang gak begitu besar itu.
"Aku pasti merindukan kamu, kak Arya."
****
Tak terasa kini Arya sudah sampai didepan rumahnya, dengan langkah yang pasti Arya memasuki rumahnya dengan cepat. Karena dirinya sudah tak sabar ingin bertemu dengan sang ibu.
"Kamu sudah pulang tapi, mana Dira? Jangan bilang kamu meninggalkan Dira disana sendirian!" tanya Dinda dengan kesal, karena tak mendapati keberadaan Dira.
"Dira memang masih di Malang, Mama ku Sayang. Dira akan kembali 11 minggu lagi, saat kita sudah resmi menikah nanti. Tapi untuk sekarang, lebih baik Dira berada disana dulu. Dira sempat bilang jika di ancam Fani, Ma," jawab Arya dengan lembut. Sedangkan Dinda semakin kesal saat tau Fani lah dalang dari kepergian, Dira.
"Fani itu kapan kapoknya sih? Ingat Arya, Mama sama sekali gak akan setuju dengan hubungan kalian. Lebih baik kamu cepat akhiri semuanya, dan kamu harus bisa memilih antara Dira atau Fani. Tapi, jika kamu memilih Fani jangan harap kamu menerima harta warisan keluarga Wiguna! Mama juga gak akan anggap kamu anak lagi," ancam Dinda agar Arya menurut.
"Inilah tujuan Arya, Ma. Arya sebenarnya masih disana sampai 11 minggu kedepan dan langsung menikah disana. Tapi, sebelum itu Arya ingin mengakhiri hubungan Arya dengan Fani, Ma." Dinda yang mendengar ucapan Arya, langsung berbinar.
Terima Kasih ya Allah, akhirnya keinginan hamba terkabul. Mimpi apa aku semalam, kok Arya jadi berubah nurut gini. gumam Dinda dalam hati. Bahkan dirinya sangat bahagia, mendengar apa yang Arya ucapkan tadi.
__ADS_1
"Sekarang saja kamu temui Fani. Mama sangat dukung kamu Sayang, cepatlah temui Fani dan putuskan dia sekarang juga!" Dinda pun langsung mendorong tubuh Arya agar segera pergi bertemu dengan Fani, tanpa memperdulikan apakah Arya capek atau tidak.
"Tunggu dulu, Ma! Arya masih capek, biarkan Arya istirahat sebentar. Masa baru datang sudah di suruh pergi lagi, kan aneh Ma," rengek Arya pada sang Mama. Namun bukan Dinda namanya, jika langsung luluh dengan kata-kata Arya.
"Mama ga mau tau, berangkat sekarang atau gak sama sekali! Jika kamu menunda-nunda, jangan harap Mama restuin pernikahanmu dengan Dira," akhirnya Arya kalah mutlak,
Arya tak bisa melawan Dinda karena dia adalah ibunya sendiri.
"Baik Arya berangkat sekarang, tapi ingat jangan pernah menghakimi Fani. Dan satu lagi, nanti siapkan Arya jamur crispy karena aku sangat ingin makan itu," pinta Arya pada Dinda.
"Siap, sana cepat pergi!"
"Iya Mama, Sayang!" Akhirnya Arya langsung keluar dan langsung menuju kedalam mobil untuk segera pergi ke rumah Fani.
.
.
.
Happy Reading
Huee kalau salah maaf ya, atau melenceng. Mata author dah ngantuk, sangat. Belum bobok.
__ADS_1