Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 106


__ADS_3

Di perjalanan menuju rumah, Dira selalu membungkam mulutnya dan tak mau mengeluarkan sepatah katapun.


Sedangkan Arya tak mau membuat suasana semakin keruh dan memutuskan untuk diam. Lagian Arya juga masih ingat ucapan dokter untuk menjaga mood Dira, Arya juga gak mau berdebat karena masalah kecil.


Sesampainya di rumah. Dira tetap saja merajuk, bahkan keinginannya untuk makan salad dan sup daging pun tak terlintas di fikiran Dira lagi. Namun Arya tak mau tinggal diam. Arya pergi ke dapur untuk membuatkan Dira salad buah juga sup daging untuk Dira, bahkan Bibi sempat menawarkan diri untuk membantu Arya, tapi dengan cepat Arya menolak.


Arya ingin membuat semua itu sendiri untuk calon anaknya itu. Arya ingin mengenalkan cita rasa masakan sang daddy, saat dia masih di dalam kandungan.


"Selesai ... tinggal ke atas dan memberikan kejutan untuk Dira. Dira pasti akan suka dengan makanan yang aku buat," ucap Arya dengan raut wajah berbinar. Arya pun membawa salad buah dan sup daging di atas nampan dan menuju ke kamar mereka.


Saat Arya sampai di dalam kamar. Arya melihat Dira yang sedang berbaring di atas ranjang dengan memeluk guling, Arya mendekati ranjang dan menaruh nampan tadi di atas meja.


Setelah itu Arya menaiki ranjang dan mengelus pipi Dira dengan lembut. Sesekali Arya mendaratkan ciuman sekilas di atas kepala Dira. Sedangkan Dira yang merasa terganggu pun mengeliat, dan melihat siapa yang mengganggu tidur nyenyaknya itu.


"Ughh ...." Lengguh Dira saat tidurnya terusik.


"Sayang bangun. Kamu belum makan dari tadi siang, aku sudah masakan sup daging dan salad buah," bisik Arya lembut.


Sedangkan Dira yang mendengar kata-kata masakan dari mulut Arya langsung terbelalak seketika, Dira gak percaya jika Arya bisa masak. Dengan cepat Dira duduk, dan melihat sekelilingnya.


"Kamu cari sup dan salad, ya?" Dira langsung menganggukkan kepala dengan cepat.


"Tara ... ini sup dan saladnya ada di sini. Coba kamu makan, ini semua aku yang buat. Coba rasakan enak atau tidak?" tanya Arya dengan senyuman bangga.


"Serius kakak yang buat? Memangnya kakak bisa masak, setau Dira kakak hanya bisa habisin makanan yang Dira buat," balas Dira yang tak percaya.


"Yasudah kalau gak percaya. Coba rasakan masakan ini, sama atau tidak dengan buatan Bibi? Kalau sama berati kakak bohong, tapi jika berbeda kamu bisa komen nantinya," ucap Arya sedikit kesal. Dengan ragu-ragu Dira mengambil sesendok kuah sup itu, dan langsung menyeruput kuah tersebut.


Gluk!

__ADS_1


Mata Dira terbelalak saat rasa sup itu begitu menggoda di lidah Dira. Tanpa banyak bicara Dira langsung melahap sup buatan Arya, bahkan Dira memakan semuanya dengan lahap.


Arya yang melihat Dira begitu lahap langsung tersenyum puas, bahkan dalam benaknya, Arya akan selalu memasak untuk Dira.


"Ternyata anakku suka dengan masakan daddy-nya. Setiap hari daddy akan memasakkan makanan untukmu Sayang, biar kamu bisa merasakan betapa daddy sangat mencintaimu dan mommy," ucap Arya sambil mengelus perut Dira.


"Kak! Ini sangat enak, Dira suka dan ingin nambah boleh? Perut Dira masih belum kenyang," ucap Dira dengan tatapan manja.


"Tunggu sebentar, kakak akan ambilkan lagi. Ingat jangan kemana-mana, kamu cukup di atas ranjang saja dan gak boleh sampai kecapekan," balas Arya sambil berlalu pergi.


Lihatlah daddy-mu, Sayang. Dia sangat menantikanmu, cepat tumbuh dengan sehat kami semua menunggu kehadiranmu, gunam Dira dengan mengelus perutnya.


Tak lama setelah itu Arya kembali ke dalam kamar dengan membawa makanan yang sangat banyak. Arya tak segan-segan membawa sekalian panci yang dia buat masak tadi, dan jangan lupa dengan reskukernya. Dira jelas langsung melongo saat Arya membawa banyak peralatan di dalam kamar.


"Kak! Kamu apa-apaan sih. Kenapa reskuker dan panci kamu bawa masuk ke kamar, apa kamu mau buat kamar kita jadi dapur?" tanya Dira yang sangat terkejut. Sedangkan Arya hanya cengengesan tak jelas.


"Gak perlu, Kak! Aku bisa bawa sendiri ke bawah. Lagian aku bukan orang sakit yang gak bisa kemana-mana," Jawab Dira dengan mulut penuh makanan.


"Sayang mengertilah. Aku lakukan ini semua demi kamu, aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Aku gak mau sampai kamu terluka atau kecapean," Jelas Arya sedikit gusar.


Dira hanya memutar bola matanya dengan malas, saat mendengar sikap protektif Arya.


"Baiklah terserah kamu! Kamu jadi suami super protektif banget, tapi aku suka sih," ucap Dira dengan cengengesan.


"Nah gitu nurut sama aku. Ini juga demi kebaikan kamu dan calon anak kita," balas Arya sangat senang.


Setelah itu Arya kembali keluar dari kamar Dira, dan Dira kembali dengan kegiatannya memakan sup buatan Arya. Bahkan salad buah semangkuk juga ludes di makan Dira.


"Enaknya jadi ibu hamil. Apa-apa gak boleh, makan pun di siapkan. Gak papa lah nikmat hidup bak ratu dalam 7 bulan ini, pasti berat badanku nanti akan membengkak karena terlalu bahagia," Gunam Dira dengan tersenyum puas.

__ADS_1


Dira benar-benar bahagia jika Arya seperti ini, karena dia merasa seperti ratu di dalam kerajaan.


***


Sedangkan di sisi lain, Arya sedang mengangkat telepon dari Seto. Arya sedikit kesal karena Harusnya ini adalah hari bersenang-senang dia dan Dira, tapi nyatanya Seto mengganggu mereka berdua.


"Ada apa kamu menelponku malam-malam Seto! Walau belum terlalu malam tapi kamu menganggu kebersamaanku dengan Dira, padahal baru saja aku bahagia, tau-taunya rusak gara-gara kamu," ucap Arya sangat kesal.


"Hidupmu memang gak akan pernah lepas dari ke bucinan Arya. Sekali-kali jangan bucin kenapa, aku benar-benar geli tau liat kamu seperti itu," Jawab Seto sambil terkekeh.


"Suka-suka aku lah. Memang kamu orang yang paling gak punya hati, sama istri sendiri gak ada cinta-cintanya. Kalau udah di tinggal baru tau rasa kamu," balas Arya dengan tertawa.


Sedangkan Seto langsung badmood mendengar Arya berkata seperti ini, dia benar-benar malas membahas Sekar untuk saat ini.


"Sudah, jangan bahas Sekar lagi. Males aku bahas dia, lebih baik kita bahas ini saja," ucap Seto dengan malas. Memang Seto dan Sekar menikah karena jebakan Sekar, hingga Seto mau tak mau harus menikahi Sekar.


"Memang bahas apaan? Dari tadi kamu hanya bilang serius-serius mulu, langsung ke intinya saja!" Bentak Arya yang kesal. Seketika suasana menjadi hening saat Arya meminta Seto berkata pada intinya, hingga beberapa menit kemudian terdengar hembusan napas panjang dari Seto.


"Jawab woe!" Teriak Arya yang kesal.


"Gibran kembali, Arya!"


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2