Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Crazy Up 1


__ADS_3

"Dengar sendiri kan apa yang di katakan, Mommy? Bukannya aku ini selingkuh, atau apa Lena. Tapi, aku juga butuh privasi. Jika di tanya apakah aku ini mencintaimu, maka jawabannya iya, aku sangat mencintai kamu. Tapi, cinta gak harus memiliki Alena."


Alena pun langsung menatap Vano. Alena merasa hidupnya sekarang hancur, dia terlalu menganggap enteng ucapan Vano.


Alena pikir, Vano hanya menggertak. Tapi, nyatanya Vano meninggalkannya karena gak mau mengecewakan keluarga.


Tadi, di belakang rumah. Vano mencurahkan semua isi hatinya, bahkan apa yang dia rasa sekarang. Tapi, Alena menolak keras jika hubungan mereka berakhir.


Hingga Alena langsung pergi begitu saja, hingga dia bertemu Dira dan mendengar semua ucapan Dira.


Di sini Alena mulai sadar, jika dirinya terlalu mengatur Vano. Dia gak bisa memahami keinginan Vano, dan dirinya juga gak bisa jika miliknya di lirik orang.


"Van, jika aku menolak perpisahan ini bagaimana?" tanya Alena yang masih sesegukan.


"Aku juga menolak, Alena. Tapi, di sini aku mulai sadar. Jika, kita sudah menyakiti hati orang tua kita. Kamu gak perlu khawatir, aku tetap mencintaimu walaupun kita gak bisa bersatu. Lebih baik kita fokus dengan sekolah, masalah jodoh kita atur belakangan. Kita raih dulu cita-cita kita, kalau sudah sukses kita bertemu lagi di sini. Kita tepatkan hati masing-masing, jika memang kita jodoh, maka sesulit apapun rintangan, pasti kita akan bersatu."


Alena langsung memeluk Vano. Alena benar-benar gak ikhlas pergi dari Vano, tapi jika Vano maunya seperti ini. Dia bisa apa, hanya satu yang Alena harapkan. Semoga kelak Vano masih bisa mencintai dirinya, dan orang tuanya mau merestui hubungan mereka.


"Baiklah, kapan kamu mau berangkat ke Berlin? Apakah kamu akan pergi dengan Lessy, jika iya, apakah kamu akan mulai nyaman dengan dia?" tanya Alena sangat sedih.


"Untuk masalah pergi ke Berlin. Aku menunggu kelulusan nanti, bisa di bilang 2 bulan lagi. Masalah pergi dengan Lessy, iya aku pergi dengan dia. Karena Mommy yang meminta, dan untuk masalah jodoh. Sudah aku katakan, jika kita memang jodoh, sesulit apapun itu, pasti kita akan bersatu," jelas Vano sekali lagi.


"Baiklah."

__ADS_1


***


Suasana di ruang makan terasa sangat canggung. Apalagi saat Alena menatap sinis Lessy, karena Alena merasa cemburu. Ya, Alena cemburu karena Dira lebih akrab dengan Lessy.


Kenapa Alena sampai cemburu, karena Lessy baru saja masuk ke dalam rumah ini, tapi sudah seakrab itu dengan Dira. Sedangkan dirinya yang bertahun-tahun kenal Dira, gak pernah sampai sedekat ini.


"Wah, masakan kamu enak Lessy. Tante kira kamu gak bisa masak, karena anak jaman sekarang gak ada yang bisa masak," ucap Dira sambil menikmati masakkan Lessy.


"Di rumah Lessy selalu di ajari mandiri, Tante. Jadi, kalau ayah-ibu kerja, Lessy yang masak," balas Lessy sangat bahagia karena mendapatkan pujian.


Alena merasa panas hatinya. Tapi dia merasa tenang, karena Vano gak ikut berkomentar. Alena tau, Vano sedang menjaga hatinya. Dia memang orang yang cuek, tapi itu semua dia lakukan agar Alena gak merasa tersindir.


"Tante Lessy, Letta juga bisa masak telor ceplok. Opa selalu aku masakan itu, pasti langsung lahap."


"Iya, Opa sangat suka masakan cucu Opa ini. Walaupun gosong, tapi yang penting dari hati."


Setelah mendengar ucapan Arleta, semua orang kembali makan. Namun di sini Dira langsung menatap Alena, Dira juga merasa salah, karena belum menegur Alena. Hingga dia memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu.


"Lena, bagaimana kabarmu? Apakah baik-baik saja, dan gimana kabar keluargamu juga? Sudah lama mereka gak pernah kesini," ucap Dira sambil memberikan senyuman termanis nya.


Alena yang merasa di tanya langsung mendongak. Alena seketika tersenyum, karena dia gak di asingkan di rumah ini. Alena langsung berkaca-kaca, menatap Dira.


"Loh, kok nangis sih? Tante hanya tanya kabar kamu loh, bukan cubit." Canda Dira.

__ADS_1


Dira tau, apa yang di rasakan Alena. Dira juga mengaku salah, apalagi sampai memuji Lessy di depan Alena.


"Gak apa-apa, kok. Tadi ada debu masuk, jadi berkaca-kaca." Bohong Alena.


"Oh ya, masalah keluarga. Alhamdulillah sehat semua, Lena juga sehat," ucapnya sekali lagi.


"Alhamdulillah jika sehat semua, yaudah habiskan makanannya. Sayang kalau gak di makan, jangan buang-buang makanan, karena di luar sana masih banyak yang kelaparan."


Alena hanya mengangguk saja. Setelah itu mereka kembali makan, dan menikmati hidangan yang ada di sana.


Sebenarnya jauh di dalam hati Dira, dia sangat merindukan anak-anaknya. Terutama si kembar, Dira merasa rumah semakin sepi, semenjak Raya ikut Mahen, dan Ardi pergi ke Malang.


Kedua anaknya yang pernah dia ajak susah, sekarang hidup jauh dariny. Yang Dira bisa lakukan hanya satu, mendoakan mereka agar bisa sukses kedepannya.


Semoga kalian sehat-sehat di sana, Nak. Doa Mommy selalu ada di setiap waktu, dan berharap kalian menemukan kebahagiaan masing-masing.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2