
"Puasa berkali-kali, sekali tancap langsung bikin perut buncit!" celetuk Dira sangat kesal. Sedangkan Arya hanya tertawa kecil, dia juga gak tau kalau benih-benih kecebongnya berkembang sangat pesat di dalam rahim Dira.
"Hehehe, Maaf."
"Kak, ini beneran gak mimpi kan?" tanya Dira dengan tatapan sendunya. Namun tangannya masih aktif mengelus-elus emas batangan, yang semakin keras karena menemukan kenikmatan yang luar biasa.
"Kamu masih menganggap ini mimpi, Dira?" Dira pun langsung mengangguk pasti.
Arya hanya tersenyum lembut. Tapi tanpa Dira tau, tangan Arya menelusup ke dalam BRA Dira dan langsung mencubit buah kismis yang sangat menggemaskan itu.
"Awww! Sakit, Kak!" Pekik Dira sangat kesal.
"Sakit gak?"
"Ya sakit lah, memangnya kamu pikir gak sakit!" dengus Dira.
"Kalau sakit berati bukan mimpi, Sayang." Arya pun langsung mendaratkan bibirnya di bibir pucat Dira. Arya mellumat habis bibir itu, dan di isaapnya sampai sang empu mendesah.
"Emmmptt ... Kak," ๐คจ
"Apa, Sayang? Aku sangat merindukanmu, perut buncitmu semakin membuatmu sexy. Aku suka, apalagi saat ini kamu terlihat sangat menggairahkan," bisik Arya tepat di telinga Dira.
"Emm, Kak. Kamu baru saja bangun dari koma, tapi apakah kamu gak merasakan sakit? Aku heran, bukannya orang yang baru bangun koma akan merasakan lemah ya?" tanya Dira yang masih menatap mata suaminya.
"Harusnya seperti itu. Tapi tidak bagiku, aku bangun langsung fresh saat melihat tubuh sexy mu ini. Apalagi posisimu sekarang ini seperti menggodaku, Sayang." Tanpa tunggu lama Arya langsung melepaskan tangan Dira dan tanpa tunggu lama Arya langsung memosisikan tubuhnya di tengah-tengah pangkal paha Dira.
"Sshhhtttt ...." Desis Dira saat Arya memainkan emas batangnya di area hutan rimba.
"Kamu sudah basah, Dira." Arya pun menyeringai licik.
__ADS_1
"Tau ah, cepetan masukin. Jangan bikin aku semakin tersiksa, Kak!" Dumel Dira sambil menahan rasa nyut-nyutan di intisari nya.
"Iya Sayang, ini mau masukin."
Dengan perlahan Arya memasukkan kepala emas batangan itu sangat perlahan. Dira yang merasa sangat sakit langsung mencengkram bantal yang ada di sampingnya. Sedangkan Arya masih berusaha memasukkan emas batangan miliknya, sangat sudah dan selalu meleset.
"Sakit, Kak!"
"Tahan sedikit, ini sangat sulit. Masa aku gak bisa masuk, padahal ini baru kepalanya saja. Milikmu sempit banget, Dira." ucap Arya sambil terus berusaha.
"Mungkin efek gak pernah di pakek, jadi balik seret," ucap Arya lagi.
"Memang makanan, sampai bikin seret?" balas Dira sedikit dongkol.
Arya pun tak membalas ucapan Dira, karena dia masih sibuk memasukkan emas batangan nya itu. Perlahan tapi pasti Arya berhasil menerobos masuk dengan sempurna, terasa sangat hangat dan Arya merasa miliknya di rema*s-reemas oleh Dira.
Arya pun memompang dirinya agar tak menindih perut Dira. Dengan sangat perlahan Arya memaju-mundurkna emas batangan nya itu, hingga membuat Dira terus mendesis.
Setelah itu Arya berusaha membuka penutup gunung kembar Dira, dan langsung mencengkeram nya sangat kuat. Arya terus memompa hingga bunyi percintaan mereka nyaring terdengar, bercampur dengan suara suara sexy Dira.
Plok Plok Plok Plok ....
Plek Plek Plek Plek ....
Hingga permainan itu semakin kencang, dan merubah suara percintaan mereka.
Ceplok Ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok ceplok
(Pokoknya seperti ini, udah jangan di bayangkan. Nanti hory sendiri.) ๐
__ADS_1
"Kak, pelan-pelan!" pekik Dira saat merasa tersudut.
"Maaf, Sayang."
Setelah itu Arya langsung merubah posisi Dira hingga menungging. Arya langsung memasukkan emas batangan dan kembali memompa dirinya, dan tak perduli rancauan Dira.
Dira merasa akan melayang, dan menikmati setiap tusukan demi tusukan yang dilakukan Arya. Dira mencengkram sprei putih itu, saat tangan Arya bermain di biji kedelai hitam Dira.
Dira langsung memejamkan mata, dan menikmati sensasi yang di lakukan Arya. Tangan Arya begitu lihai berputar-putar di biji kedelai hitam itu, rasa nikmat di tambah tusukan mantap itu.
"Dira ... Dira ... Dira ...."
Arya pun langsung menghentakkan tubuhnya sangat keras, saat mendapatkan puncak nirwana. Bahkan tangan Arya masih bergerak liar di biji kedelai hitam Dira, hingga membuat Dira meleking merasakan pelepasan yang sangat nikmat.
"Huff ....!"
.
.
.
Happy Reading
Maafkan baim ๐ง
Baim Hilaf man teman ๐ต
Suka silakan gak suka skip ๐ต
__ADS_1