
"Sayang." Panggil Ardi sangat pelan namun masih bisa di dengar oleh Alisya.
Tanpa tunggu lama Alisya langsung menoleh ke arah belakang, dan Alisya langsung melihat sosok orang yang sangat dia cintai.
"Kak!"
Alisya pun langsung berdiri dari tempat nya, dan langsung berlari ke arah Ardi. Di peluk sangat erat kekasihnya itu, hingga air mata yang dia keluarkan semakin banyak.
"Kamu jahat banget sama aku, Kak. Kamu gak percaya sama aku, padahal aku serius gak ada apa-apa dengan dia. Tapi, kenapa kamu malah pergi begitu saja." Alisya pun langsung memukul-mukul dada bidang Ardi.
Ardi tau, Alisya sangat marah pada dirinya. Dengan cepat, Ardi memeluk Alisya. Bahkan Ardi menciumi wajah Alisya, sebagai permintaan maaf. Jika saja dirinya gak se emosi tadi, mungkin Alisya gak akan semarah ini.
"Iya aku salah, maka maafkan aku Alisya. Aku ke sini untuk meminta maaf, aku sangat menyesal telah membuat kamu seperti ini. Sungguh aku terlalu bodoh, karena percaya dengan mereka." Ardi berkata sangat serius.
Alisya pun melihat keseriusan di mata Ardi. Alisya langsung memeluk Ardi sangat erat, akhirnya orang yang sangat dia cintai percaya sepenuhnya dengan dirinya.
"Jangan ulangin lagi, aku sakit tau."
"Gak akan aku ulangin, karena aku akan membawa kabur kamu saat ini juga. Kamu mau kan pergi denganku, dan menikah denganku?" tanya Ardi yang membuat Alisya terkejut.
__ADS_1
"Maksudnya?"
Ardi pun tersenyum lembut pada Alisya. Di elus lembut itu pipi Alisya, dan sedikit memberikan kecupan singkat di kening Alisya.
"Aku sudah berniat untuk membawa kamu kabur. Kamu mau kan ikut denganku, dan kita menikah diam-diam. Mumpung aku sangat semangat, sekaligus nekat." Alisya semakin terbelalak mendengar ucapan Ardi. Dia sangat Shock saat Ardi berkata seperti itu, terhitung sangat nekat.
"Kamu gila, Kak! Kabur? Astaga, kita mau kabur kemana? Memangnya kamu gak ada cara lain apa, kok pakai acara kabur?" tanya Alisya yang sangat tak percaya.
Alisya bingung, kenapa Ardi selalu bersikap sembrono. Tanpa memikirkan segalanya terlebih dahulu, dan memikirkan apa akhirnya nanti.
"Iya aku gila karena cinta! Aku sangat mencintaimu, tapi Mommy gak mengizinkan aku menikah denganmu. Bukan gak mengizinkan, melainkan tidak boleh terburu-buru," jelas Ardi sangat frustasi.
"Tapi gak gini juga, kamu ini gimana sih Kak! Kita bicara baik-baik sama mereka, lagian kita juga masih sangat muda. Kakak masih 18 tahun, sedangkan aku 17 tahun. Aku juga masih SMA, baru lulus tahun depan. Ya Allah!" seru Alisya sambil mondar-mandir kesana-kemari.
"Gak masalah, aku janji akan nafkahi kamu tanpa kekurangan sedikitpun. Aku janji Alisya, aku pasti akan selalu ada untukmu."
Ardi berusaha meyakinkan Alisya lagi. Tapi Alisya tetap dengan pendirinya, jika dia gak mau menikah dengan cara seperti itu. Alisya ingin menikah dengan pesta yang mewah, bukan seperti ini.
"Jadi kamu menolak?" tanya Ardi sangat kesal.
__ADS_1
"Iya aku menolak! Aku gak mau menikah dengan cara seperti itu, kalau kamu mau marah silahkan. Aku gak mau, pokoknya gak mau!" Teriak Alisya sangat kencang hingga membuat Ardi naik darah.
"Jadi kamu nolak ajakan ku, dan menerima pernikahan dengan Mahen?" tanya Ardi yang sangat murka.
Alisya semakin kesal dengan sikap Ardi. Bukankah Ardi seorang laki-laki, tapi kenapa pemikirannya sangat kekanak-kanakan. Dan membuat Alisya semakin kesal.
"Mahen lebih berani daripada kamu, Kak! Mahen dengan berani datang kesini untuk merencanakan pernikahan itu, tapi kamu apa! Bukannya meluluhkan hati orang tua, dan meyakinkan mereka, malah kamu ingin main kabur. Pokoknya aku gak mau," balas Alisya sangat terpaksa. Alisya terpaksa berkata seperti itu agar Ardi berpikir, jika kabur bukanlah cara yang tepat.
"Setidaknya kamu menghargai, Kak. Aku anak gadis orang, mereka merawatku dengan susah payah. Tapi kamu malah ingin mengambilku dengan cara salah, apakah pantas? Aku manusia yang punya hati juga perasaan, bukan barang yang bisa di tarik sana-sini. Aku pikir kamu sudah dewasa, tapi ternyata pikiranmu dangkal!"
Ardi semakin emosi. Dia muak dengan semua ini, akhirnya dia memilih pergi begitu saja tanpa pamit. Sedangkan Alisya langsung menangis, bukan dia gak cinta. Tapi, dia ingin menikah dengan cara baik-baik, bukan dengan cara kabur-kaburan.
"Maafkan aku, Kak."
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading
Maaf ya aku stuk ide banget 😕