Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Baunya gak enak


__ADS_3

"Mbak, makan yang banyak. Jangan terlalu memikirkan pak Arya, saya janji setelah pak Arya bangun, saya akan langsung mendonorkan ginjal saya. Jadi, Mbak Dira harus kuat," ucap Lisma sambil menyodorkan jus alpukat pada Dira.


"Makasih ya, Lis. Aku gak tau harus berbuat apa lagi saat ini, bahkan aku merasa sangat bimbang sekarang. Aku lelah Lisma, dengan keadaan ini. Tapi aku sadar, aku harus kuat," balas Dira sambil menangis.


Lisma pun mendekat ke Dira, bahkan Lisma langsung memeluk Dira untuk menenangkan Dira. Lisma merasa kasihan deh Dira, apalagi Dira masih ada Baby-twins.


"Mbak harus kuat, jika Mbak mulai menyerah, coba ingat lagi Baby-twins mereka masih membutuhkan Mbak Dira. Jadi Mbak Dira harus kuat, demi Baby-twins." Lagi-lagi Lisma memberikan semangat untuk Dira.


Sebenarnya Lisma juga merasa termotivasi dengan keteguhan Dira. Dira sangat telaten merawat Arya, bahkan tak pernah merasa bosan saat merawat Arya.


Aku salut dengan mbak Dira. Aku ingin kuat seperti mbak Dira, apalagi di saat menghadapi masalah Mbak Dira selalu tenang, dan meyakinkan dirinya jika semua akan baik-baik saja. Aku juga sangat ingin mendapatkan seseorang yang seperti Pak Arya, lelaki tulus dan selalu setia pada pasangannya. gumam Lisma sambil menghapus air mata Dira.


"Kamu benar, Lisma. Baby-twins masih membutuhkan aku, jadi aku harus kuat. Terima kasih kamu sudah mau menyemangati aku, kamu benar-benar baik sekali," ucap Dira.


Lisma pun sangat bahagia akhirnya Dira semangat kembali. Dengan cepat Lisma menarik piring yang berisi makanan itu, dan Lisma berniat akan menyuapi Dira. Tapi Dira langsung menolak, karena dia sangat tak suka dengan bau ikan itu.


"Lisma kamu pesan apa? Ini baunya sangat gak enak, aku gak suka. Kamu buang saja, mungkin ini sudah basi," tolak Dira sambil menyingkirkan sendok yang Lisma pegang.


Lisma bingung dengan maksud Dira, dengan sangat penasaran Lisma mencium bau ikan tersebut. Tapi Lisma tak menemukan kejanggalan apapun, bahkan baunya sangat enak hingga membuat Lisma lapar.


"Mbak, ini baunya enak. Bahkan harum sekali ini dan membuat perut keroncongan." Lisma pun mendekatkan piring itu. Namun lagi-lagi Dira langsung menutupi hidungnya, dan sedikit menjauh.


"Kalau kamu mau, ya kamu saja yang makan. Aku lebih baik minum jus saja, aku gak mau makan itu. Lagian bebeberapa hari ini aku gak berselera makan nasi, jadi kamu saja yang makan. Kalau perlu habiskan, aku gak mau Seto ngomel-ngomel," jelas Dira sambil meminum jus alpukat-nya.


"Serius ini, Mbak? Saya boleh makan ini semua? Tapi jika mas Seto tau bagaimana, aku takut dia marah nanti," ucap Lisma sedikit takut.


"Serius, Lisma. Cepat sekarang habiskan, sebelum Seto datang. Aku gak mau dia ngomel-ngomel gak jelas, yang bikin aku makin kesal," ucap Dira sangat kesal.

__ADS_1


"Tapi mas Seto itu baik loh, Mbak. Kelihatannya saja gitu, tapi aslinya dia baik banget," jelas Lisma sangat serius.


Dira yang melihat Lisma sedikit berbeda, sangat merasa curiga. Sebenarnya Dira ingin tanya sesuatu pada Lisma, tapi Dira merasa maju-mundur saat akan menanyakan kejadian kemarin.


Kemarin malam Dira gak sengaja melihat mereka di depan ruangan Arya. Namun yang bikin Dira Shock, saat Dira tak sengaja melihat Seto mencium Lisma.


"Emm ... Lisma, boleh aku bertanya? Tapi gak jadi deh, aku takut juga." Dira pun langsung mengaduk-ngaduk jus nya.


"Loh? Gimana sih, Mbak. Aku jadi penasaran,cepat katakan nanti aku jawab Mbak." Lisma terus memaksa Dira. Sedangkan Dira yang bingung, akhirnya memutuskan untuk bertanya.


"Itu ... it ....," Dira pun semakin gugup.


Sial, aku hanya ingin tanya tetang kejadian kemarin. Tapi kenapa aku jadi gugup, gini sih?Ayo Dira, kan hanya bertanya dan memastikan saja. gumam Dira sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali.


"Apa, Mbak?"


"Ahh ... apakah kamu memiliki hubungan dengan, Seto?"


"Kok Mbak tanya hal ini?" tanya Lisma sambil menundukkan kepalanya. Lisma sangat takut, dan gugup saat ini. Tangan Lisma juga tak bisa diam memilin ujung bajunya, karena sangat takut.


"Maaf jika ini menyinggung, ataupun apa. Tapi kemarin aku melihat Seto menciummu di depan kamar inap kak Arya. Tadinya aku kira halusinasi, tapi nyatanya tidak. Itu nyata, dan aku melihat Seto mencium kamu dengan sangat rakus," ucap Dira sambil memandang Lisma sangat lekat.


"Sungguh, aku gak tau jika mas Seto langsung mencium ku. Karena waktu itu kita sama-sama diam, tapi tiba-tiba mas Seto mendekat dan mendaratkan bibirnya begitu saja. jujur itu ciuman pertamaku, rasanya sangat terkejut saat mas Seto melakukan itu. Aku sudah menolak, tapi mas Seto langsung menekan kepalaku," jelas Lisma.


Lisma sangat malu dengan Dira. Bahkan Lisma mengira ini adalah kesalahan yang tak harus di ungkit lagi, tapi nyatanya Dira mebuat Lisma harus jujur.


"Huft ... apa kamu mencintai Seto, Lisma?" tanya Dira to the point.

__ADS_1


"Aku gak tau, Mbak. Tapi saat mas Seto menatapku, tiba-tiba jantung ini berdunuk sangat kencang. Bahkan aku merasa salah tingkah dengan dia, apalagi setiap hari dia selalu ke rumah sakit untuk melihat ibu dan membawa makanan untuk kami. Entah aku yang ke-gr-an atau apa, tapi apakah aku terlihat seperti murahan Mbak, karena mau saja di cium mas Seto?" tanya Lisma.


Sungguh Dira bingung mau menjawab apa, karena gak mungkin juga kan dia bilang iya. Toh dulu Dira juga selalu di sosor Arya, sebelum menikah.


Dulu kak Arya seperti Seto, suka nyosor bukan pada tempatnya. Tapi status kami beda. Dulu kak Arya belum terikat pernikahan dengan seseorang, sedangkan Seto dia memiliki istri juga anak. Aku gak mau mematahkan hati Lisma, lebih baik aku tanya Seto dulu dan menanyakan apa mau Seto sebenarnya. Aku juga kasihan dengan Lisma, dia baru mengenal lelaki tapi sayangnya lelaki itu milik orang. gumam Dira dalam hati.


"Kok diam, Mbak? Pasti Mbak mikir aku murah, dan gak punya moral ya?" tanya Lisma yang tak kunjung mendapatkan jawaban.


"Bukan gitu, Lisma. Aku mau tanya sekali lagi, apa kamu tau Seto itu single atau sudah terikat pernikahan dengan orang lain?"


Deg....


Jantung Lisma langsung berdetak sangat kencang saat mendengar ucapan Dira. Lisma melupakan satu hal itu, dan sama sekali belum tau tentang kehidupan Seto. Lisma langsung menunduk dan menggeleng, sebagai jawaban untuk Dira.


Tuh kan, Seto memang minta di pecel ini. Anak orang di buat baper, tapi dia gak menujukan status dia. Ini gak bisa di teruskan, aku akan bicara dengan Seto. Aku gak mau gadis selegu Lisma di jadikan permainan, oleh Seto. Lihat saja kalau Lisma hanya di buat mainan, aku pastikan burungnya aku sunan agar gak bisa banyak gaya!


.


.


.


Happy Reading


Hai kak, bantu ramaikan cerita kak Ayu yuk.. Mumpung dia ada Giveaway tuh, baca ceritanya dengan teliti dan komen setiap bab. Bantu like juga Vote. Dan Giveaway di mulai hari ini. Oh ya bocoran dikit, nanti kisah Seto aku serahkan kak Ayu dan akan di garap dia akhir bulan ini 😅


Judul : Salah Kamar

__ADS_1


Napen: Ayu Firnanda



__ADS_2