
Di perjalanan pulang, Arya selalu memegang tangan Dira dengan lembut. Senyuman pun juga tak pernah luntur dari bibir Arya. Dira yang melihat suaminya begitu bahagia juga ikut bahagia, Dira juga merasa sangat beruntung mendapatkan suami seperti Arya.
Walau kak Arya seringkali nyeleneh, otak mesum, manja, galak, tapi banyak gak warasnya sih. Tapi dia tetap perhatian dengan kandunganku, bahkan dia yang sangat semangat saat tau aku hamil. Semoga dia selalu sehat, dan mendampingi aku sampai lahiran nanti. gumam Dira sambil memandangi suaminya.
"Apa aku seganteng itu, hingga tatapanmu tak pernah lepas untuk memandangiku? Aku memang sangat tampan, tapi anakku akan lebih tampan dariku nanti," ucap Arya sambil mengelus perut Dira yang masih rata itu.
"Aku sudah gak sabar menanti dia lahir, Kira-kira berapa bulan lagi dia lahir?" tanya Arya yang masih antusias menanti kelahiran anaknya. Sedangkan Dira langsung tersenyum melihat Arya yang begitu menanti anaknya, padahal anak mereka masih lama lahir kedunia.
"Apa kamu bahagia kak mendengar aku hamil? Apa kamu gak menyesal karena kehamilan ku, kegiatan ranjang kesukaanmu jadi berkurang? Apa kamu gak menyesal?" tanya Dira yang tak memperdulikan pertanyaan Arya.
"Pertanyaan macam apa itu? Jelas aku sangat bahagia Sayang, ini yang aku nanti-nanti, yaitu Arya junior. Yang akan mewarisi harta kekayaan Wiguna, dan akan menjadi cucu pertama di keluarga Wiguna," balas Arya sangat semangat.
Dira merasa puas dengan jawaban Arya, bahkan Dira merasa terharu dengan ucapan Arya, hingga sebulir air mata keluar dari pelupuk matanya.
"Terima kasih Kak, sudah membuat Dira bahagia. Terima kasih juga sudah mau mencintai Dira apa adanya, Dira sangat mencintai Kakak. Dira mohon jangan pernah berpaling dari Dira, jika sampai itu terjadi, kamu gak akan pernah melihat aku ada lagi di dunia ini," balas Dira sambil menangis.
Sedangkan Arya merasa tak suka dengan ucapan Dira barusan, dengan cepat dia memegang kedua tangan Dira dan menatapnya dengan lekat.
"Jangan pernah berkata seperti itu Sayang. Aku gak akan berpaling dari kamu, walaupun aku terpaksa atau apa, aku gak akan pernah meninggalkan kamu." Arya langsung menghapus air mata Dira. Arya benar-benar tak suka melihat istrinya itu menangis, karena itu sangat melukai hati Arya.
"Hanya kamu yang aku cintai Dira, kamu adalah pelabuhan terakhirku, kamu pasangan hidup dan matiku sampai ajal menjemput kita," ucap Arya lagi dengan memegang erat tangan Dira.
Dira yang tak bisa membendung kebahagiaannya lagi, dengan cepat Dira menerjang bibir Arya dan menciumnya dengan rakus. Dira tak perduli mereka di mana, yang penting dia sangat bahagia hari ini.
__ADS_1
Dira terus melu*mat bibir Arya dan menghi*sapnya dengan lembut. Dira sangat terlena dengan ciuman yang dia lakukan dengan Arya, hingga mereka tak sadar jika ada sopir yang sedang menahan malu melihat mereka berdua.
"Sayang! Sepertinya kita harus menundanya, apa kamu mau adegan ranjang kita di lihat oleh pak Tono?" ucap Arya di sela-sela ciuman panas mereka. Dira yang baru sadar pun langsung melepaskan ciuman itu dan langsung menyembunyikan mukanya di dada bidang Arya.
Dira terus menyembunyikan wajahnya dan sedikit menggesek kan mukanya itu di dada Arya. Arya sangat puas melihat Dira yang malu-malu kucing, bahkan terlihat sangat imut. Yang gak di suka Arya, saat Dira menjadi macan. Apapun yang dia lakukan pasti salah.
"Kak, dada kamu Brenjol-brenjol. Apa kamu sering olahragaya, hingga dada dan perut kamu kaya roti sobek? Setiap aku melihatnya ingin sekali aku makan, karena menggiurkan. Tapi sekarang aku gak bisa lihat kamu bertelanjang dada, jika aku paksa lihat pasti akan muntah," ucap Dira sambil menoel-noel benda kecil itu.
"Kali ini aku gak akan protes sama kamu Sayang, karena aku tau di dalam ada anakku. Itu semua bawaan bayi, jadi aku gak keberatan saat kamu mual melihatku. Kalau kemarin saat aku belum tau, aku sempat tersinggung," balas Arya dengan tersenyum lebar.
"Kak, aku ingin makan salad. Kita mampir ke supermarket dulu yuk, kita beli bahan-bahan untuk membuat salad," ucap Dira dengan mata yang berbinar-binar. Di otaknya kini penuh dengan bayangan salad buah yang sangat nikmat.
"Apakah Mayones baik untuk ibu hamil?" tanya Arya. Arya takut jika Dira salah makan, dan berpengaruh buruk dengan kandungan.
"Tunggu sebentar! Aku akan mengubungi dokter Siska untuk menanyakan hal ini, aku gak mau kamu salah makan dan membuat kesalahan yang fatal," balas Arya dengan serius. Dira hanya tersenyum kecut melihat tingkah Arya, Dira berfikir jika Arya akan menjadi calon ayah yang sangat protektif.
Arya pun langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk dokter Siska. Dengan cepat arya mengetik sesuatu di ponselnya itu, entah apa saja yang di ketik Arya.
Arya: Selamat sore dok. Saya Arya Wiguna yang tadi kontrol ke dokter, saya hanya ingin tanya. Ini istri saya ingin sekali memakan salad buah, apakah ibu hamil boleh makan mayones? Tenang saja tentang biaya, setiap saya tanya, akan saya kirimkan uang konsultasi sebesar 2 juta 1 x pertanyaan.
Arya pun menunggu balasan dari dokter Siska dengan mendudukkan Dira di atas pahanya, sesekali dia melirik ponselnya untuk melihat notifikasi dari dokter Siska. Namun sampai 15 menit juga dokter belum menjawab juga hingga membuat Arya geram, dan mengirim pesan lagi.
Arya: Apa kurang uangnya? Jika kurang saya akan tambah 2 juta, total 4 juta dalam satu kali bertanya. (Dasar gak ada ahlak, emang lu pikir dokter itu hanya layanin Watsap dodol! Dasar anak kodok 🐸)
__ADS_1
Tak lama setelah itu, terdengar bunyi notifikasi dari ponsel Arya. Dengan cepat Arya melihat notifikasi itu, dan langsung membacanya.
Dokter siska: Sebenarnya Mayonaise yang perlu dihindari oleh ibu hamil adalah Mayonaise yang dibuat sendiri dengan menggunakan telur mentah, dimana telur mentah memiliki kandungan bakteri Salmonella yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan janin dalam kandungan.
Akan tetapi jika Mayonaise yang digunakan atau dikonsumsi adalah Mayonaise yang diproduksi oleh perusahaan besar dan dikemas dalam botol, maka ibu hamil aman mengonsumsinya, dikarenakan Mayonais jenis ini sudah melalui pasteurisasi untuk mematikan bakteri yang mungkin masih terjebak didalamnya. Jadi boleh-boleh saja jika mengonsumsi nya dengan takaran pas dan tidak berlebihan.
Arya pun tersenyum saat mendapat jawaban dari dokter kandungannya Dira, dengan cepat Arya mengirim pesan untuk mengirimkan nomor rekening dokter Siska. Dan setelah selesai arya memandang Dira dengan senyuman yang lebar.
"Pak, kita ke supermarket dulu," ucap Arya. Sedangkan Dira langsung kegirangan karena permintaannya di turuti oleh Arya. Dengan cepat Dira langsung memeluk Arya sangat erat.
"Thank's, Sayang,"
"Sama-sama, Sayang."
*
*
*
*
Happy Reading
__ADS_1