Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1- 33


__ADS_3

"Kenapa kamu menangis?" tanya Arya sambil menghapus jejak air mata Dira. Hati Arya sangat sakit saat melihat air mata Dira yang terus-menerus mengalir.


"Kak... Kamu harus bertanggung jawab, dengan bayi itu," balas Dira sambil memeluk erat tubuh Arya. Dira sengaja memeluk Arya, karena mungkin ini pelukan terakhir mereka.


"Gak, aku gak mau tanggung jawab! Itu bukan anakku Dira, aku berani bersumpah. Lagian Seto sedang mencari bukti-bukti itu, jadi aku mohon jangan pergi," pinta Arya sambil memeluk erat tubuh Dira. Sedangkan Dira semakin terisak, karena dia takut, takut dengan kenyataan jika anak itu benar-benar anak Arya.


"Aku takut, Kak. Jadi sebelum aku merasa sakit terlalu dalam, lebih baik aku mundur," jawab Dira dengan suara yang sangat bengek. Hidung mulai tersumbat, hingga merah seperti tomat karena terlalu banyak menangis. Sedangkan Arya mati-matian menahan tawa, karena mendengar suara bengek yang keluar dari mulut Dira. Dengan sangat gemas, Arya menjauhkan Dira dari pelukannya dan setelah itu Arya memegang pipi Dira dengan kedua telapak tangan yang sangat hangat itu.


"Dengar Dira! Kamu gak perlu khawatir, karena aku yakin 100℅ itu bukan anakku. Besok kita pulang dan kita lihat buktinya bersama-sama," ucap Arya sangat lembut, selembut kapas kecantikan milik Dira.


"Tapi..." Belum sempat Dira melanjutkan ucapannya, Arya sudah lebih dulu membungkam bibir sexy milik Dira.


Terkejut itulah yang dirasakan Dira, namun terkejutnya semakin menjadi saat Arya begitu menuntut dalam melu*mat bibir Dira. Dira sangat kualahan dalam mengimbangi ciuman yang sangat menuntut itu, bahkan Dira sampai memukul-mukul dada Arya agar ciuman itu lepas.


"Whoss..." Anggap bunyi napas Dira yang terengah-engah. :)


"Kak! Apa-apaan sih," teriak Dira sambil menutup mukanya. Dira sangat malu, malu akan kejadian tadi. Baru kali ini Dira merasakan ciuman yang begitu menuntut, tak ada lembut-lembutnya. Tapi, walapun terkesan kasar, Dira merasakan tubuhnya panas dingin saat Arya melakukan itu.


"Kenapa di tutup? Aku jadi tak bisa melihat wajahmu yang bersemu merah itu," bisik Arya tepat di telinga Dira. Geli itu yang dirasakan Dira, karena jenggot Arya menyentuh telinga Dira yang sangat sensitif.

__ADS_1


Rasa apa ini? Kenapa tubuhku berasa panas dingin, apalagi saat jenggot kak Arya menyentuh kulit telingaku rasanya sangat geli tapi sensasi geli yang berbeda. Gak ini gak bisa di teruskan, aku harus cepat-cepat pergi sebelum setan berkuasa. gumam Dira dalam hati, dan setelah itu Dira langsung beranjak ingin pergi.


Namun lagi-lagi, Arya menahan Dira pergi. Hingga kini tanggan Arya melingkar di perut Dira, dan Arya sengaja menyenderkan dagunya di ceruk leher Dira. Semriwing, rasanya saat bulu-bulu jenggot Arya menyenggol kulit Dira. Ingin Dira protes, tapi melihat pelukan Arya yang sangat erat membuat Dira mengurungkan niatnya.


"Kak, jangan begini. Nanti ada orang liat kan gak enak, bisa-bisa kita di grebek warga," ucap Dira lirih.


"Aku ingin begini sebentar, jangan bergerak. Karena jika kamu bergerak, kamu semakin membuat yang di bawah semakin keras," jawab Arya dengan suara serak. Ya daritadi Arya merasakan sesak di bawah sana, bahkan semakin sesak saat dia mencium bibir Dira.


"Maksudnya?" tanya Dira yang tak tau maksud dari Arya.


"Kamu jangan pura-pura polos, Dira. Apa kamu gak pernah lihat Vano, yang sangat bergairah saat berdekatan denganmu. Jika sampai Vano tak bergairah, fix dia kelainan," bisik Arya sekali lagi.


"Emm.. Itu, kita makan dulu saja yuk. Aku sudah masak banyak tadi, cuma tinggal angetin saja," ucap Dira yang berusaha melepaskan diri. Namun Arya bukanlah orang bodoh, dia tau jika Dira mau kabur. Dengan cepat Arya membalikkan tubuh Dira sangat cepat, dan setelah itu Arya tersenyum jail.


"Aku hanya ingin memakanmu saja, Dira." Tanpa ba bi bu, Arya langsung melahap habis bibir Dira seperti orang kesetanan. Arya benar-benar tak bisa menahan lagi, dan dia gak mau bermain dengan si LERVIA lagi karena itu sangat menyiksa.


"Emm, Kak!" pekik Dira. Namun Arya benar-benar menulikan pendengarannya, dan lebih memilih melahap habis isi mulut Dira. Karena tak direspon, akhirnya Dira pasrah dan mulai menikmati apa yang dilakukan Arya.


Mereka berdua sudah tak mengenal batas, dan terbuai akan bisikan syaiton. Suara desahan lembut langsung lolos dari mulut Dira, saat tangan nakal Arya mulai nakal dan menelusup masuk kedalam baju Dira.

__ADS_1


Arya begitu senang, saat menemukan apa yang dia cari. Dengan sekali hentakan, Arya berhasil meloloskan dia buah mangga keluar dari sarangnya. Dua buah mangga yang gitu kenyal, dan sangat harus seperti arum manis. Dengan perlahan Arya mere*mas, buah mangga itu dengan lembut hingga menimbulkan getaran aneh di tubuh Dira.


Gila, kenapa tubuhku menghianati diriku sendiri. Kenapa tubuh ini sangat suka saat kak Arya mulai berbuat aneh-aneh, sialan kamu Kak! gerutunya dalam hati. Namun tak lama setelah itu, Dira merasakan ada yang aneh di bawah pangkal pahanya. Seperti ada yang mengalir tapi entah apa itu, dan terasa sangat basah.


"Kak, stop! Tunggu dulu, ada yang ngalir dibawah. Tunggu dulu," dengan cepat Dira mendorong tubuh Arya, dan beranjak dari pangkuan Arya hingga membuat Arya kesal dengan ulah Dira barusan.


"Astaga!" teriak Dira saat melihat celana levis milih Arya, terkena noda darah dan darah itu adalah milik Dira. Sedangkan Arya sangat terkejut saat melihat darah, setelah Dira beranjak pergi.


"Ini apa, Dira! Apa kamu terluka?" tanya Arya sangat panik, dan membuatnya berdiri sambil memeriksa tubuh Dira.


"Kak, aku haid!" ucap Dira sangat lirih.


"Apa!"


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2