Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Nasihat Dira


__ADS_3

"Letta, Mommy mau ke rumah sakit dulu. Kamu mau ikut atau tidak, mumpung Mommy belum berangkat." Dira bertanya pada anaknya itu.


"Gak, Letta mau di rumah sama Opa. Kasihan Opa, gak ada temennya. Kan, Daddy mengantarkan kak Adi ke Malang. Nanti kalau Opa lapar siapa yang kasih makan, telor ceplok," balas Arleta sangat menggemaskan.


Dira pun mencubit gemas pipi Arleta, dan langsung pamit pada Ryant. "Pa, aku ke rumah sakit dulu ya. Temennya Vano sakit, aku mau jenguk dia dulu." Pamit Dira sambil mencium tangan Ryant.


"Iya, Sayang. Salam untuk temennya Vano, semoga dia lekas sembuh." Dira menganggukkan kepala sebagai jawaban. Setelah itu, Dira menghampiri Vano yang sudah menunggu di luar.


"Van, ayo berangkat." Ajak Dira saat Vano sedang sibuk membalas pesan Alena. Namun saat Vano menatapnya, Dira langsung merasa ada yang aneh dengan anaknya itu. Hingga membuat Dira duduk, dan menanyakan ada masalah apa.


"Kamu ada masalah, Van? Coba cerita sama Mommy, mungkin saja Mommy bisa kasih masukan untuk kamu." Vano pun langsung gelagapan saat Dira menyadari ada yang dia pikirkan.


"Gak ada kok, Mom. Hanya Alena saja, minta di jemput. Aku jawab saja gak bisa, kan kita mau bertemu dengan Lessy," jawab Vano sangat gugup. Namun sayangnya Dira gak bisa di bohongi, dari wajah Vano saja sudah terlihat jika dia sedang ada masalah.


"Kamu ada hubungan dengan, Alena?"


"Ha?"

__ADS_1


Vano pun langsung terkejut mendengar ucapan Dira. Bagaikan di sambar petir itulah yang di rasa Vano sekarang.


"Jujur sama, Mommy. Beberapa hari ini, Mommy perhatikan lebih seksama. Kamu dan Alena sangat dekat, okelah Mommy, masih mikir kalian saudara, mungkin dekat karena saudara. Tapi, saat Mommy lihat Alena dengan berani mencium kamu, saat hadir di pernikahan Mahen, Mommy jadi curiga."


Seketika Vano langsung melotot. Bagaimana bisa kelakuan Alena di lihat oleh Dira, sedangkan Alena melakukan itu di kolam renang belakang rumah, bahkan Vano tak melihat siapun di sana.


"Mommy kok bisa tau, bukannya di kolam renang belakang gak ada orang?" tanya Vano sangat heran. Namun keheranan Vano, di balas dengan tawaan Dira.


"Alena sendiri yang menyuruh Mommy, untuk kebelakang lewat mbok Tami. Mbok Tami bilang, Alena memanggil Mommy dan Mommy mengiyakan ucapan mbok Tami. Tapi, sayangnya saat Mommy sampai sana, Mommy melihat Alena menciummu. Bahkan kamu gak nolak, Vano." Jelas Dira sedetail mungkin.


Sial, Alena kamu ceroboh sekali. Jika ada apa-apa dengan masalah ini, aku gak akan mau tanggung jawab. Ini semua salahmu, sudah ku jelaskan berapa kali, jangan membocorkan segalanya sekarang. Karena aku gak mau, sampai hubungan kita di tentang oleh mereka. gumam Vano sangat kesal. Bahkan Vano sampai gak bisa bicara apapun, dengan Dira.


"Vano coba dengarkan, Mommy. mommy gak pernah melarang kamu berhubungan dengan Alena. Tapi, kamu tau sendiri kan, Alena itu siapa? Alena anaknya om Seto, dan kamu tau apa hubungan om Seto dengan Daddy?" Vano hanya bisa mengangguk saja.


Vano gak bisa membantah ucapan Dira, karena dari awal Vano tau, jika mereka gak akan pernah mendapatkan restu karena hubungan saudara.


"Kakek kalian saja, adek-kakak. Bisa di bilang, Mommy adalah bude nya Alena. Masa mau menikah dengan anak bude nya sendiri, walaupun gak ada larangan, tapi apa kata orang nanti Nak."

__ADS_1


Dira terus menjelaskan apa yang harus Vano mengerti. Dira memang gak melarang mereka hubungan, tapi Dira juga menyuruh Vano memikirkan segalanya. Masalahnya omongan orang itu lebih menyakitkan, daripada omongan keluarga sendiri.


"Iya, Mom. Vano akan memikirkan ini matang-matang, tapi jika Vano tetap ingin dengan Alena, apakah Mommy akan marah?" tanya Vano yang merasa sangat bersalah. Vano sudah tau jika dia di tentang, tapi masih tanya dengan Dira.


"Jika di bilang marah, iya Mommy marah. Tapi, semua balik lagi dengan jodoh. Jika Alena jodohmu, Mommy mau bagaimana? Sudahlah, ayo kita ke rumah sakit. Kelamaan bicara, kita nanti gak akan sampai sana." Ajak Dira yang gak mau bahas ini lagi.


Dira berdiri dari duduknya, dan menunggu Vano di luar gerbang. Sedangkan Vano merasa sangat bersalah dengan Dira, karena baru kali ini Vano melihat wajah kecewa ibunya itu.


Aku tau mommy sangat marah, tapi mommy gak pernah mau menunjukkan itu pada anaknya. Sungguh mommy adalah wanita yang sangat hebat, karena gak pernah sedikitpun marah dengan anak-anak nya. Tapi, aku juga bingung. Apakah aku harus melepaskan Alena, agar mommy gak terlihat kecewa.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2