
Di rumah yang sangat luas dan sangat dingin karena AC bertebaran di mana-mana, makin bertambah dingin dengan tatapan seorang lelaki yang sudah berusia 80 tahun itu. Walaupun terlihat sangat tua, dan keriput di mana-mana. Tapi lelaki itu masih terlihat sehat dan bugar, bahkan tak terlihat seperti orang tua.
Sedangkan di sisi lain, keempat orang yang tadi saling memamerkan kemesraan. Kini terdiam membisu, dan tak ada yang berani membuka suara. Apalagi saat salah satu dari mereka mau protes, langsung mendapatkan tatapan membunuh dari lelaki itu.
Orang ini mampu membuat semuanya tak dapat berbicara, sepatah kata pun. Jika sampai ada yang bersuara, Siap-siaplah mereka kena semprot. Bahkan bisa lebih parah dari ini, karena memang dialah yang lebih berkuasa.
"Apa kalian gak punya malu? Apa urat malu kalian sudah putus, hingga tak punya malu untuk memamerkan hal nista itu?" tanya lelaki itu dengan murka. Namun semuanya tak ada yang berani berbicara, apa lagi Dinda.
"Kamu juga Ryant! Kamu itu sudah tua, umurmu juga sudah 55 tahun. Masa kamu gak bisa ngontrol hasrat kamu di depan anakmu sendiri?" bentak lelaki tua itu lagi.
"Dan kamu juga Arya. Umurmu juga sudah 30 tahun, tapi tingkah mu kaya bocah. Sungguh aku tak percaya dengan semuanya, jika bukan Seto yang yang lapor. Aku juga gak akan tau apa yang terjadi dengan perusahaan!" Ucapnya sangat kesal.
"Memang Seto lapor apaan, Opah?" tanya Arya pada Opah nya. Ya lelaki itu adalah Opah, Arya. Papa dari Ryant, atau bisa di kenal Wiguna Santoso.
"Seto lapor, jika kamu menelantarkan perusahaan selama sebulan lebih. Bahkan Ryant juga ikut-ikutan gak membantu Seto, apa memang di pikiran kalian hanya ada nutrisi, dan menganggap perusahaan tak butuh kalian?" bentak Opah Wiguna.
"Maaf, tapi Opah kan tau jika kami pengantin baru. Masa gak boleh honeymoon sebentar, kan gak akan selamanya." Protes Arya sangat kesal. Namun wiguna langsung mendaratkan tatapan tajam ke Arya, dan Arya langsung terdiam.
"Kamu pikir Opah gak pernah muda! Opah juga pernah muda, tapi gak kaya kalian. Kalian terlalu lebay tau gak!Umurku ini sudah 80 tahun, dan aku serahkan perusahaan sama kalian karena aku sudah tak bisa menjalankannya. Tapi kalian sama sekali tak bisa mengurus perusahaan, malah mempermainkan usahaku selama ini!" balas opah Wiguna dengan nada kecewa.
"Maafkan kami, Pa?" ucap Ryant dengan menyesal. Ryant mengaku jika selama ini kurang becus mengurus perusahaan, tapi dia juga gak pernah membuat perusahaan sampai bangkrut.
"Jika kalian mau aku maafkan, kalian harus melakukan sesuatu dan aku tak mau mendengar penolakan sama sekali!" balas opah wiguna dengan serius.
"Apa itu?" tanya Arya dan Ryant bersamaan. Mereka juga merasa was-was, karena opah Wiguna terkenal kejam dan sesuka hati melakukan sesuatu.
"Aku akan ada di Indonesia selama 2 minggu, dan selama dua minggu ini aku ingin melihat kalian bersungguh-sungguh menangani perusahaan. Sementara waktu istri-istri kalian aku bawa ke vila, dan kalian akan tetap di sini menjalankan perusahaan," ucap opah Wiguna dengan tegas. Sedangkan keempat orang tersebut langsung terkejut, hingga berteriak bebarengan.
__ADS_1
"Apa!"
"Gak! Mana bisa Papa lakuin ini. Kita akan giat kok, tapi jangan di pisahin juga kali, Pa." Protes Ryant yang merasa tak setuju.
"Iya! Kita akan giat kok, tapi pleaseee. Jangan pisahkan Arya dengan Dira, Opah kan tau kami baru menikah, dan aku juga baru keluar dari penjara kemarin." Protes Arya juga. Arya merasa hidupnya sangat sial, karena di saat dia mau merasakan kenikmatan dengan istrinya selalu saja di ganggu.
Tau gini aku gak akan mau jadi anak keluarga Wiguna, semua orang pada resek dan pengganggu. Gak bisa melihat orang lagi sayang-sayangnya, selalu mengambil keputusan sepihak! gumam Arya sangat kesal.
"Iya, Pa. Jangan terlalu kejam sama kami, oke kami akan menjaga etika, tapi jangan di pisahkan." Kini Dinda yang ikut bicara. Sedangkan Dira yang melihat semuanya protes pun juga ikut protes, Dira gak mau diam saja saat suaminya memperjuangkan hubungan mereka.
"Dira juga protes. Nanti kalau kakak butuh nutrisinya bagaimana, kakak gak akan sanggup kerja kalau Dira gak kasih susu." Semua orang pun langsung menatap Dira dengan tatapan terkejut. Sedangkan Arya langsung menepuk jidatnya yang melihat kepolosan istrinya itu.
Dira merasa bingung saat mereka melihat kearah dirinya, bahkan Dira juga merasa aneh dengan tatapan mereka berempat.
"Kenapa semuanya melihat ke, Dira? Kan benar, jika kakak gak minun zat besi dalam sehari, kakak akan lemas dan gak bertenaga. Benar kan kak? Bukannya kamu sendiri yang selalu bilang begitu, di saat aku gak mau kasih Nutrisi?" tanya Dira dengan kepolosan yang tak terkira.
Aduhh.... Ini juga malah bikin runyam, bagaimana bisa dia gak tau situasi saat ini. Jika Opah lebih kejam dari Mama, bisa-bisa aku di pingit lagi! geram Arya dalam hati. Tapi Arya juga tak bisa mengalahkan Dira, karena Dira kesayangannya.
"Tapi Dira tetap gak tega, Opah. Waktu di penjara kemarin, walau hanya sehari kakak langsung lemas. Terus Dira kasih nutrisi langsung bertenaga lagi, jadi Dira gak mau pergi jauh-jauh dengan kakak." Arya semakin terpojok dengan perkataan Dira. Dira benar-benar gak tau situasi, dan semakin membuat rumit.
"Kamu menyusui bayimu ini, di dalam penjara?" tanya opah Wiguna.
"Iya, Opah." Wiguna pun langsung tertawa, dia sangat terhibur dengan cucu menantunya ini.
"Selamat, Nak. Kamu mendapatkan istri yang sangat polos, karena terlalu polos sampai kamu memanfaatkan dia," ucap opah Wiguna sambil menepuk-nepuk pundak Arya. Sedangkan Arya hanya tersenyum kikuk, karena ketahuan memonopoli Dira.
"Pokoknya keputusanku sudah bulat. Besok Dira dan Dinda aku bawa ke vila, dan sekarang puas-puaskan waktu bersama kalian. Aku akan kembali ke vila, tapi jika kalian sangat giat maka hukuman kalian akan aku kurangin," ucap opah Wiguna sebelum pergi meninggalkan mereka berempat.
__ADS_1
Setelah itu mereka berempat saling pandang, dan memikirkan cara agar mereka tak di pisahkan.
"Kita ke kamar saja yuk. Kita Puas-puasin di kamar, besok kita pisah lagi," ucap Arya yang tak mau ambil pusing. Sedangkan Ryant juga tak mau pikir pusing, dan mengajak Dinda masuk kedalam kamar.
"Ma, ayok masuk kamar. Kita sayang-sayangan dulu, sebelum pisah." Namun permintaan Ryant di sambut murung dengan Dinda. Walaupun umurnya sudah 50 tahun, tapi Dinda belum masa menopause.
"Tapi Mama lagi, halangan." Dinda pun berkata dengan lesu.
"Gak apa-apa, Ma. Kita kan bisa pakai cara lain, seperti pakai mulut, tangan, atau sabun juga bisa," balas Ryant sambil tertawa. Namun Dinda tetap sedih, karena tak bisa memberikan kepuasan untuk suaminya itu.
"Maaf ya, Pa."
"Gak apa-apa. Ayok ke kamar, puas kan aku pakai tangan, mulut, gigi, atau pakai dada juga gak apa-apa. Jangan sedih lagi, nanti jelek," Goda Ryant. Ryant sangat suka menggoda istrinya, karena jika Dinda di goda pasti akan malu-malu kucing.
"Ih.... Papa bikin malu, tau gak!"
"Kenapa malu. Making love yang kamu lakukan selalu membuat aku terbang melayang, jadi gak perlu malu. Ayok masuk, waktunya gak banyak. Biarkan perusahaan di hendel Seto, salah sendiri dia pakek lapor segala." Setelah itu Ryant berusaha menggendong istrinya, walaupun sempoyongan tapi Ryant kuat menggendong Dinda sampai masuk ke kamar.
*
*
*
*
Happy Reading
__ADS_1
Di larang protes....
Protes emang gratis, tapi Aim kan jadi bapelll 😁