Sang Penguasa

Sang Penguasa
101. Mantra Formasi Pembunuh Dewa.


__ADS_3

Tindakan Qing Ruo yang tiba-tiba mengembalikan pemberian dari Liu Ye, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam.


" Apakah kita telah menyinggung perasaannya..." Liu Heng berbicara melalui telepati pada Liu Whang.


" Semoga Saja tidak demikian," jawab Liu Whang penuh harap.


" Tuan muda, ini...?" tanya Liu Ye heran.


" Putri, bukan aku tidak menginginkannya, tetapi kalian lebih membutuhkannya. Lagi pula, ini adalah kompensasi yang memang seharusnya di terima oleh kota Danau Emas." Qing Ruo menjelaskan, buat Liu Whang dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu akhirnya merasa lega.


" Tapi tuan..."


" Mohon putri tidak menolak," ucap Qing Ruo dengan serius, membuat Liu Ye hanya bisa mengangguk kepalanya.


" Baik tuan muda. Terima kasih."


" Yang mulia, putri, jujur tujuan kedatanganku di kota ini adalah untuk beristirahat. Aku bahkan tidak mengetahui ternyata kota Danau Emas memiliki tempat suci yang sama dengan nama kota ini.  Diberikan kesempatan untuk bisa memasuki tempat suci tersebut adalah kehormatan bagiku, dan itu lebih dari cukup," ucap Qing Ruo menjelaskan tindakan yang menolak pemberian tersebut.


" Baik tuan muda," ucap Liu Whang yang tidak ingin membuat Qing Ruo tersinggung, lalu  melanjutkan perbincangan santai mereka, sambil menikmati hidangan yang disajikan oleh para pelayan.


Cara dan sikap  Qing Ruo yang ramahdan hangat, serta ketegasannya membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu semakin mengaguminya.


" Sangat muda, kuat dan benar-benar bijaksana," ucap Liu Whang membatin.


" Ah, seandainya saja putri Ye..." ucap Liu Heng berbicara pada Liu Whang.


" Adik Heng, jangan terlalu berpikir terlalu jauh. Walaupun aku juga menginginkan, tapi untuk menjadi bagian dari klan kuno bukanlah  sesuatu yang  mudah, apalagi klan Kuno yang sangat kuat ini.  Berada di bawah perlindungan mereka saja,  itu sudah lebih dari cukup," jawab Liu Whang, menatap Qing Ruo dengan hormat.


" Tuan muda Qing Ruo, bagaimana jika saat Anda pergi,  klan Nan tiba-tiba menuntut balas pada kota Danau Emas, apa yang harus kami lakukan?" tanya Liu Ming, menatap Qing Ruo dengan serius.


Qing Ruo tersenyum hangat.


" Aku akan mencoba melindungi kota ini..."


Kata-kata Qing Ruo membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu sangat senang, namun begitu penasaran, terutama bagaimana cara Qing Ruo melakukannya.


" Yang mulia kaisar, karena aku pasti akan pergi, maka aku akan mencoba melindungi kota ini dengan cara  lain. Aku memerlukan senjata tingkat rendah, hingga senjata tingkat tinggi, apakah bisa?" tanya Qing Ruo membuat semua orang terdiam.


" Baik tuan muda, sebutkan saja. Supaya kami segera menyiapkannya," jawab Liu Whang dengan hormat, yang juga begitu penasaran.


" Aku perlu dua ratus lima puluh  pedang tingkat raja dewa, seratus lima puluh pedang tingkat kaisar dewa, lima puluh pedang semi abadi tingkat satu sampai tingkat tiga, dan sepuluh  pedang semi abadi tingkat lima, jika ada tingkatannya  yang lebih tinggi dari itu, makan semakin baik."


Liu Hwang dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu ternganga.


" Apa yang akan dia lakukan dengan pedang sebanyak itu?" ucap Liu Heng, berbicara melalui telepati pada Liu Whang.


" Saudara Heng, aku juga tidak tahu," jawab Liu Whang, sambil menyanggupi permintaan Qing Ruo,  lalu meminta seorang jenderal menyiapkan pedang yang dimaksud.


" Jenderal Ninglong," ucap Liu Whang.

__ADS_1


" Baik Yang mulia," ucap Liu Ninglong lalu meninggalkan ruangan itu.


Sambil menunggu Liu Ninglong kembali, Qing Ruo melanjutkan perbincangan santai mereka. Walaupun semua orang yang ada di dalam ruangan itu terlihat begitu penasaran, namun satu pun, tidak ada dari mereka yang bertanya.


Lima belas menit kemudian, Liu Ninglong kembali, sambil membawa sejumlah pedang yang telah disebutkan sebelumnya, lalu menyerahkannya pada Qing Ruo.


" Tuan Muda, ini..."


" Baik, terima kasih jenderal," ucap Qing Ruo sambil meraih pedang tersebut, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan semakin penasaran, bahkan membuat beberapa jenderal ahli formasi begitu heran, namun mereka begitu kecewa saat melihat Qing Ruo tiba-tina menyimpan pedang tersebut


" Aku akan bekerja menjelang malam," ucap Qing Ruo, membuat semua orang di dalam ruangan itu semakin penasaran.


" Tuan muda, mengapa harus malam?" Tanya Liu Ye.


" Putri, ini adalah rahasia kota Danau Emas," jawab Qing Ruo.


" Baik, aku mengerti," ucapnya dengan hormat.


Tanpa terasa,  sore pun berlalu. Saat kegelapan mulai menutupi langit,  semua orang yang ada di dalam ruangan semakin tidak sabar.


" Baik," ucap Qing Ruo sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Tuan muda apakah anda ingin bekerja sekarang?" tanya Liu Whang.


" Benar," jawab Qing Ruo, sambil membawa rombongan itu keluar di dalam ruangan menuju halaman istana.


Di halaman istana.


" Yang mulia, Aku akan membuat mantra formasi pembunuh dewa," ucap Qing Ruo, membuat para ahli Mantra formasi yang ada di tempat itu begitu terkejut, menatap Qing Ruo dengan ragu.


" Tapi tuan muda, bagaimana dengan formasi yang sudah di buat. Bukankah itu akan saling bertentangan."


" Tidak masalah. Justru ini akan semakin baik. Karena  semakin banyak perisai perlindungan, maka akan semakin kuat pertahanan kota," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Baik tuan muda," ucap Liu Whang mempersilakan.


Qing Ruo mengeluarkan semua pedagang yang ada dari dalam cincin penyimpanan, yang di bawakan oleh Liu Ninglong sebelum, lalu melepaskan di halaman Istana.


" Swhuss.. Swhus..." Ratusan pedagang itu mengambang, dan berdengung dengan tenang.


Dengan tenang, Qing Ruo lalu membuat segel tangan. Melepaskan kabut cahaya keemasan  pada pedang tersebut.


" Swhuss... Swhus..." Pedang tersebut langsung bergerak, membentuk lingkaran ekstrem, melepaskan aura pembunuhan yang sangat mengerikan, membuat para jenderal ahli mantra formasi di tempat itu terkejut.


" Ini benar-benar mantra formasi pembunuh dewa..." ucap para jenderal itu takjub.


" Benar, ini adalah mantra formasi tingkat tinggi. Aku benar-benar tidak menyangka, jika tuan muda Qing Ruo juga  seorang ahli mantra formasi..." menatap Qing Ruo yang terus bekerja, tanpa mengedipkan matanya.


" Trark..." petir emas kehitaman, muncul dari dalam susunan pedang tersebut, membuat Liu Whang dan semua orang  menjauh, bahkan beberapa jenderal langsung melepaskan perisai perlindungan.

__ADS_1


" Dhaur..." Sambaran petir  menghantam perisai perlindungan, dan langsung menghancurkannya.


" Jangan ada yang bergerak, atau memunculkan kekuatan lain, karena dapat memicu serangan petir pedang ..." ucap Qing Ruo sambi terus membuat segel tangan, membuat para jenderal itu terdiam. Bahkan beberapa Jenderal yang sebelumnya membuat perisai perlindungan terdiam dengan wajah pucat pasi, saat Perisai perlindungan yang dibuat mereka hancur seketika.


" Petirnya saja bahkan bisa langsung bisa membunuh, bagaimana dengan pedangnya. Sangat kuat," ucap Liu Whang membatin, menatap susunan pedang yang bergerak semakin ekstrem.


" Trark...."  ledakan petir yang muncul dari susunan pendang semakin menjadi-jadi. Berderak dan menggelegar, menyamar ke berbagai arah.


Tindakan Qing Ruo itu benar-benar menarik perhatian para ahli mantra formasi, yang mencoba mempelajari susuan mantra formasi tersebut, tanpa mengedipkan matanya.


" Sangat rumit. Aku bahkan tidak dapat menarik simpul susunan formasinya..." berbicara melalui telepati pada rombongannya.


" Benar. Sangat muda, tetapi kemampuannya dalam mantra formasi melebihi guru besar..."


" Swhuss..." Cahaya emas sekali lagi melesat, mengenai susunan pedang, yang langsung membuatnya tenang.


" I-itu..." ucap para jenderal tersebut ternganga, saat melihat susunan ratusan  pedang yang sebelumnya bergerak dengan ekstrem itu tiba-tiba menjadi tenang, lalu bergerak naik ke atas langit Kota Danau Emas, dan lenyap di dalam kehampaan.


" Jenderal, ada apa?" tanya Liu Whang, pada para jenderal ahli mantra formasi, berbicara melalui telepati.


" Yang mulia, segel emas terakhir yang dilepaskan oleh tuan muda Qing Ruo adalah tanda mantra formasi kuno yang telah hilang."


" Maksudnya...?" tanya Liu Whang semakin penasaran.


" Klan Dewa kuno ahli mantra formasi yang telah menghilang," jawab sang jenderal.


Liu Hwang terdiam, mencoba memikirkan kata-kata sang jenderal.


" Jenderal, maksudmu, Shen Guoshi Ling?"


" Benar, Yang mulia. Aku yakin yang dilepaskan sebelumnya  adala cakram emas..."


" Itu berarti...." menatap Qing Ruo dengan takjub.


" Yang Mulia, tuan muda Qing Ruo adalah pemilik dua darah kuno yang sangat mengerikan," ucap sang jenderal.


Di hadapan mereka, Qing Ruo lalu menancapkan sebilah pedang di halaman istana tersebut, yang merupakan pedang terakhir yang tidak ikut bergerak naik ke atas langit kota, dan menyegelnya.


" Akhirnya selesai," ucap  Qing Ruo, terkejut menatap Liu Whang dan semua orang yang ada di tempat itu mematung.


" Tu-tuan muda," ucap Liu Whang tergagap, membuat Qing Ruo semakin heran.


" Yang mulia, mohon kekuatan darahnya," ucap Qing Ruo, meminta Liu Whang, Liu Ye serta beberapa jenderal yang ada di tempat itu, memberikan kekuatan darahnya pada pedang yang tertancap tersebut.


" Baik tuan muda," jawab mereka tanpa ragu, lalu melepaskan kekuatan darahnya pada pedang tersebut.


" Swhuss..." Bilah pedang itu bergetar, lalu tenang kembali.


" Yang Mulia, ini adalah  kunci segel mantra formasi. Anda cukup mengirim kekuatan jiwa untuk  mengaktifkannya. Demikian juga para Jenderal yang telah mengirimkan kekuatan darah pada pedang." Qing Ruo mejelaskan, sambil sekali lagi menyegel pedang tersebut.

__ADS_1


" Baik, tuan muda."  jawab Liu Whang, serta semua orang yang ada di tempat itu menganggukkan kepalanya.


__ADS_2