
Yuan Liu dan rombongannya begitu gembira. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Qing Ruo akan tertarik dengan bejana langit Yuan yang mereka tawarkan, terlebih lagi dengan sikap Qing Ruo bersedia kembali bersama mereka ke kota Gu Lu.
" Aku harap kehadiran tuan muda Qing Ruo dapat membantu kita dalam mengatasi masalah yang sangat pelik ini," ucap Xui Yen berbicara pada rombongannya melalui telepati.
" Aku juga berharap demikian," ucap Xui Long.
Di belakang mereka.
Qing Ruo, Mayi Xian dan Mayi Cao dengan tenang terus bergerak di belakang mereka.
" Penguasa, aku sangat penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan," ucap Mayi Xian berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.
" Mungkin ini ada hubungannya dengan kekacauan di dalam kota sebelumnya," ucap Qing Ruo.
" Maksud penguasa?"
" Sebelumnya pangeran Yin Zuo bersama pasukannya memburu orang-orang dari klan Yin yang merupakan musuh mereka di dalam kota Gu Lu. Ini hanya sekedar dugaanku," jawab Qing Ruo.
" Tapi bagaimana penguasa bisa tahu hal itu?" tanya Mayi Cao dengan heran.
" Karena pada saat terjadinya kekacauan, aku memang sudah berada di dalam kota," jawab Qing Ruo, membuat Mayi Xian dan Mayi Cao begitu terkejut.
" Lalu mengapa penguasa tidak menghubungi kami?"
" Sebelumnya aku ingin melakukan penyelidikan," jawab Qing Ruo yang menjelaskan tujuan untuk memastikan keadaan kota itu, sambil bergerak mengikuti Yuan Liu dan rombongannya.
" Jadi dari awal penguasa memang ingin menjadikan kota ini sebagai markas pasukan?" tanya Mayi Xian.
" Benar," jawab Qing Ruo.
" Dengan bantuan klan Jin, aku yakin kita datang menaklukkan gunung Langit Yin," ucap Mayi Cao dnegan penuh semangat.
Setelah terus bergerak, tidak lama kemudian mereka akhirnya melihat gerbang kota yang dijaga ratusan prajurit yang sedang melakukan pemeriksaan pada para pengunjung yang akan meninggalkan kota itu.
" Putri, apakah ada jalan lain selain gerbang kota ini?" tanya Qing Ruo sambil memperlambat gerakannya.
" Maksud tuan muda Qing Ruo?"
" Kita tidak bisa memasuki kota secara bersama-sama, karena hal ini akan menarik perhatian," jawab Qing Ruo menjelaskan.
" Tuan muda, benar. Memang ada jalan rahasia, namun tempat itu disegel, hanya ayahanda serta para tetua yang dapat menggunakannya."
" Baik, kita lewati jalan rahasia itu saja," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Tapi tuan muda, akupun tidak memiliki segel itu," ucap Yuan Liu dengan serius.
" Putri, bawa saja kami ke tempat itu," ucap Mayi Cao berbicara pada Yuan Liu melalui telepati.
__ADS_1
" Baik tuan Muda." Bergerak meninggalkan tempat itu menuju kawasan terlarang yang di maksud dengan perasaan ragu.
Dengan perlahan rombongan itu lalu bergerak, menjauh dari kawasan gerbang kota, hingga tiba di kawasan hutan terlarang yang berada lima kilometer arah barat gerbang kota tersebut.
" Swhus.... swhus...." Rombongan itu tiba di reruntuhan bangunan yang di bangun di atas hamparan bantu-batu raksasa yang berserakan..
" Tuan muda, mari," ucap Lu Dan bersama para Jenderal lainnya memimpin jalan, memasuki bangunan yang sepertinya dengan sengaja di buat kacau tersebut.
" Tuan muda, sebenarnya ini adalah jalur rahasia untuk meninggalkan kota," ucap Yuan Liu menjelaskan, menatap Qing Ruo dengan ragu.
" Tidak masalah," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Tidak lama kemudian mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang cukup luas.
" Tuan muda, di lantai ini terdapat pintu rahasia yang tersegel, namun kami tidak tahu mengaktifkannya," ucap Xui Long menjelaskan.
" Baik, terima kasih," ucap Qing Ruo sambil mengedarkan pandangannya, memeriksa tempat itu dengan seksama.
Di sisinya Yuan Liu dan rombongan yang tampak begitu penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Qing Ruo di tempat itu, berdiri tanpa berbicara sepatah kata pun.
" Ternyata kota Gu Lu memiliki ahli mantra formasi yang cukup baik," ucapnya pelan.
" Apa? Cukup baik." Yuan Liu dan rombongannya membatin, bahkan wajah Lu Dan langsung memerah, menganggap pernyataan Qing Ruo sebagai penghinaan para para tetua pendiri kota.
" Putri, hamba mulai tidak menyukai tuan muda ini," ucap Lu Dan bicara pada Yuan Liu melalu telepati.
" Da-darah kuno lainnya," ucap Lu Dan dengan mulut ternganga, dengan Yuan Liu yang sudah tidak dapat berkata-kata.
" Swhuss...." Cakram emas tersebut memecah, menjadi ratusan cakram emas kecil, lalu membentuk susunan formasi tertentu di atas lantai ruangan itu.
" Tuan, siapa tuan muda Qing Ruo ini sebenarnya?" tanya Yuan Liu pada Mayi Xia dan Mayi Cao, sambil menatap Qing Ruo yang terus membuat segel tangan.
" Maaf putri, ini rahasia," jawab Mayi Xian dengan hormat, membuat Yuan Liu hanya bisa mengangguk kepalanya.
Di sisi mereka, Xui Long dan rombongannya terdiam, menatap Qing Ruo tanpa berkedip.
Lu Dan yang sebelumnya menganggap Qing Ruo menghina tetua Klan Yuan hanya bisa tersenyum kecut.
" Ternyata dia tidak membual," batinnya sambil tersenyum kecil.
" Swhus...." tiba-tiba lantai tersebut bergetar, lalu menampakan pintu rahasia dengan lebar lima meter.
" Karena ini adalah lorong rahasia untuk menyelamatkan dirinya, maka segel pertahanannya hanya terpasang di bagian awal dan bagian akhir pintu masuk, dan aku rasa lorong ini aman," ucap Qing Ruo sambil bergerak memasuki pintu lorong rahasia tersebut.
" Swhuss...." Sosoknya bergerak dengan perlahan, lalu di ikuti oleh Mayi Xian dan Mayi Cao.
" Putri," ucap Lu Dan dengan hormat.
__ADS_1
" Baik, ikuti tuan muda Qing Ruo," ucap Yuan Liu, lalu bergerak memasuki lorong rahasia tersebut.
Di dalam lorong gelap itu, Qing Ruo lalu melepaskan api biru, yang bergerak mendahului di depan mereka dengan perlahan.
" Sungguh pekerjaan yang luar biasa," ucapnya memeriksa dinding lorong, sambil terus bergerak memasuki lorong itu.
" Maksud tuan muda?" tanya Yuan Liu.
" Lorong rahasia ini benar-benar tempat yang aman. Jika terjadi pertempuran hebat sekalipun, penduduk kota bisa bersembunyi di tempat ini," jawabnya menjelaskan.
Setelah bergerak sepanjang waktu, mereka akhirnya tiba di ujung lorong.
" Swhus...." Cakram emas langit Ling muncul lalu memecah diri menjadi ratus cakram emas kecil yang langsung bekerja pada pintu batu yang tersegel tersebut.
Dalam hitungan menit, pintu batu hitam itu lalu bergerak, terbuka dengan perlahan.
" Putri, ternyata tempat ini berada di taman belakang istana," ucap Lu Dan dengan serius, lalu bergerak bersama Xui Long mendahului Qing Ruo dan rombongannya untuk memeriksa keadaan tempat itu.
Tidak lama kemudian, Xui Long kembali.
" Putri, aman...." ucapnya memberi laporan dengan serius.
" Terus bergerak menuju markas," ucap ucap Yuan Liu.
" Baik putri..." lalu bergerak memimpin rombongan itu.
" Penguasa, bagaimana dengan tempat ini? Apakah aman?" tanya Mayi Xian, berbicara melalui telepati.
" Ini adalah kawasan terlarang istana dan bukan kawasan bebas, jadi tetap aman," jawab Qing Ruo terus bergerak sambil memeriksa tempat itu dengan tenang.
Tidak lama kemudian, pada saat mereka akan keluar dari kawasan terlarang, tiba-tiba Yuan Liu menghentikan pergerakan mereka.
" Putri, ada apa?"
" Klan Yin," ucapnya menunjuk lima pemuda dengan jubah hitam biru berjaga di luar kawasan terlarang tersebut.
" Swhus...." Mantra formasi ilusi muncul , lalu membentuk perisai transparan yang membatasi Qing Ruo dan rombongan dengan para murid klan Yin tersebut.
" Terus bergerak," ucap Qing Ruo berbicara melalui telepati.
" Baik tuan muda." Lalu terus bergerak dengan perlahan.
Tidak jauh dari tempat Qing Ruo dan rombongannya.
" Saudara, sebelumnya aku merasakan kemunculan beberapa aura dari dalam kawasan terlarang...."
" Aku juga merasakannya, namun tiba-tiba aura itu menghilang," sambil mengedarkan kekuatannya, memeriksa kawasan itu dengan seksama.
__ADS_1
" Ini, aneh..." ucap murid lainnya turut merasa heran, lalu bergerak memeriksa tempat itu.