Sang Penguasa

Sang Penguasa
114. Penginapan Fuyou.


__ADS_3

Kota Bei Shi.


Malam berjalan dengan perlahan, membuat kota itu menjadi gelap, namun semakin malam, semakin banyak pendekar tingkat tinggi hingga tingkat rendah yang terus berdatangan di kota tersebut, sehingga membuat kota itu semakin hidup. 


Di dalam kamarnya.


Qing Ruo dengan tenang menyerap kristal jiwa Abadi yang ada di sekelilingnya, tanpa ingin mengetahui suasana yang terjadi di luar kamar.


Tiga  jam kemudian, Qing Ruo mengakhiri tindakannya.


" Swhuss... swhuss...." Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau keluar dari dalam dunia jiwa.


" Mingzhi, Zhoudau, kabari aku jika terjadi sesuatu..."


" Baik Penguasa."


Setelah berkata-kata,  Qing Ruo lalu memasuki dunia jiwa.


Setelah Qing Ruo memasuki dunia jiwa, kedua Qilin api itu lalu duduk dengan tenang, sambil menyerap kekuatan spritual yang ada di tempat itu.


***


Di dalam dunia jiwa.


Qing Ruo muncul di istana emas, menemui Qing Ling dan Qing Lian An, melepaskan rindu pada kedua sosok tersebut, sambil mengabari keberadaan mereka saat itu. Setelah berbincang-bincang sejenak, Qing Ruo lalu bergerak menuju istana naga emas, menemui Long Chen dan keduanya saudaranya.


Di istana naga emas.


Long Chen, Long Fu dan Long Qe yang sedang  berbincang-bincang santai bersama Yuan Bai, Yuan Hei dan Youlin Sha,  dikejutkan dengan kedatangan Qing Ruo yang tiba-tiba muncul di tempat itu.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Duduklah," ucap Qing Ruo dengan santai, menatap ketiga sosok pria paruh baya tersebut dengan ramah.


" Long Chen, bagaimana keadaan kalian?"


" Kami sepenuhnya sudah pulih penguasa," jawab Long Chen dengan hormat.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Lalu dimana Jine Xun?" Sambil menatap Yuan Bai dan Yuan Hei.


" Mereka ada di dalam Penguasa, sedang memulihkan diri dan berusaha untuk naik tingkat.


" Baik. Bantu dan awasi mereka."


" Baik penguasa..."


" Baik," ucap Qing Ruo menatap rombongan itu, lalu menjelaskan tujuan kedatangannya.


" Long Chen, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


" Baik Penguasa..."

__ADS_1


" Baik, mari ikut aku. Long Fu, Long Qe, aku ingin kalian berdua membantu Yuan Bai, Yuan Hei dan Youlin Sha untuk segera naik tingkat. Selain itu, bantu juga Jine Xun dan saudaranya."


" Baik penguasa, kami  mengerti," ucap Long Fu.


Long Qe  lalu  mengeluarkan sumberdaya jarahan yang mereka dapatkan dari dasar danau emas dunia kecil Klan Liu sebelumnya.


" Penguasa, ini ada  lima  mutiara jiwa  hewan buas, semi abadi tingkat empat, ini bagus untuk penguasa untuk  menaikan tahap dasar semi abadi tingkat tiga  menuju tahap puncak. " Long Qe, menjelaskan.


" Baik, ucap Qing Ruo sambil meraih lima butir mutiara jiwa hewan buas tersebut, lalu meninggalkan tempat itu, sambil membawa Long Chen ikut serta.


" Swhuss...." Mereka berdua bergerak meninggalkan Istana naga emas dengan perlahan, menuju kawasan selatan  dunia jiwa.


Di sepanjang jalan, tidak henti-hentinya Long Chen berdecak kagum, menatap ratusan pohon buah-buahan abadi, mulai dari apel emas, pohon Persik Abadi, Anggur Bumi Abadi, pohon Bodhi, dan tanaman spiritual lainnya, seperti Anggrek Abadi dan Cendana Langit yang selalu menebarkan aroma yang harum di kawasan itu.


" Penguasa muda,  bagaimana cara anda menumbuhkan pohon buah-buahan  abadi ini?" tanya Long Chen dengan tatapan kagum.


" Menggunakan aturan ruang dan  waktu," jawab Qing Ruo sambil menunjuk sinar merah yang menyelimuti kawasan tersebut. 


" Luar biasa, hal ini bahkan tidak terpikirkan oleh klan dewa lainnya," ucap Long Chen.


" Long Chen,  aku rasa mereka juga sudah yang memikirkan hal itu, namun masalah utamanya mereka tidak bisa menggunakan aturan ruang dan waktu tersebut dengan baik."


" Maksud penguasa?"


Qing Ruo tiba-tiba berhenti sejenak, lalu menunjuk formasi emas yang tampak menyatu dengan formasi ruang dan waktu, yang menutup seluruh kawasan itu.


" Lihatlah, selain aturan ruang dan waktu, aku juga menyegelnya dengan mantra formasi emas kehidupan Ling, dan memadukannya," ucap Qing menjelaskan, membuat Long Chen akhirnya mengerti.


" Hanya pemilik darah Shen Guoshi Ling yang dapat melakukannya," ucapnya pelan, menatap Qing Ruo dengan kagum. 


" Mengapa bisa demikian?"


" Karena buah  pertama selalu  memiliki kesamaan dengan pohon induknya. Mulai dari kemampuannya dalam menyerap dan mengolah kekuatan spiritual, hingga kemampuannya berbuah juga seperti itu."


" Aku mengerti Penguasa," ucap Long Chen sambil bergerak mengikuti Qing Ruo dengan santai.


Sambil berbincang-bincang santai, mereka berdua akhirnya tiba di danau biru.


" Penguasa, itu..." Long Chen terkejut, menatap potongan tongkat Shen Guoshi Yisheng yang berada di tepi danau. Selain itu, dua ekor ikan emas raksasa sirip perak dan harimau gigi pedang juga teronggok di tepi danau biru.


" Long Chen, aku mengubah pikirannya pada kedua sosok ikan emas itu."


" Maksud Penguasa?"


" Aku ingin Segera naik tingkat dan memerlukan sumber sumber daya tambahan."


" Maksud penguasa, ingin mengambil mutiara jiwa emasnya?"


" Benar, dan aku perlu bantuanmu. Tapi usahakan jangan sampai mereka terbunuh."


" Baik Penguasa aku mengerti, tapi bukankah sebelumnya sudah ada lima butir mutiara jiwa hewan buas tingkat tinggi lainnya? Lalu bagaimana dengan harimau gigi pedang itu?" sambil  menatap Qing Ruo dengan heran.


Qing Ruo tersenyum kecut.

__ADS_1


" Untuk naik tingkat tiga semi abadi  tahap dasar, aku memerlukan dua butir mutiara jiwa dewa tingkat enam," ucap Qing Ruo menjelaskan, membuat Long Chen ternganga.


" Penguasa, lalu bagaimana dengan patahan tongkat emas itu?"


" Aku ingin meletakannya pada danau biru ini. Bagaimana pendapatmu?"


" Aku setuju. Aku rasa itu adalah ide bagus, tapi..."


" Aku tahu. Patahan tongkat ini juga sangat berbahaya. Untuk menghindari hal itu, aku akan menyegelnya...."


" Baik Penguasa..." dengan penuh semangat.


Qing Ruo lalu membawa patahan tongkat emas itu menuju dasar danau Giok Biru, sedangkan Long Chen,  mengambil mutiara jiwa ikan emas sirip perak tersebut.


Di dasar danau.


Qing Ruo lalu meletakkan  patahan tongkat emas tersebut di dasar Danau, dan menyegelnya dengan segel kubah mantra formasi Ling. Setelah memastikan bahwa tongkat itu  benar-benar telah tersegel. Qing Ruo lalu melepaskan segel cakram emas yang menutupi seluruh tubuh tongkat itu.


" Swhus...." ledakan aura emas yang tertahan di dalam tongkat selama berapa waktu  itu, menyebar, dan mulai mengisi seluruh danau biru, bahkan membatu tempat itu bergetar beberapa waktu lalu tenang kembali.


Dengan tenang, Qing Ruo mengamati perubahan yang terjadi di dalam danau  tersebut, dan mulai merasakan kekuatan spiritual emas yang memiliki jiwa darah tersebut mulai bekerja.


Dari jauh, Qing Ruo mulai melihat ratusan ikan Liu Shui yang telah berkembang biak di dalam danau Giok Biru, bergerak menuju pusat formasi, dan berkumpul di atas kubah segel, menyerap kekuatan spiritual emas yang keluar dari patahan tongkat Shen Guoshi Yisheng dengan penuh semangat.


" Semoga tempat ini dapat membantu ayah Feng," ucapnya senang, lalu keluar dari dasar danau tersebut.


Di atas permukaan Danau.


Long Chen yang ditugaskan mengambil mutiara jiwa ikan emas sirip perak, menyambut kemunculan Qing Ruo dengan hormat.


" Penguasa," ucapnya dengan penuh semangat,  sambil menyerahkan dua butir mutiara jiwa ikan emas sirip perak pada Qing Ruo.


" Long Chen, terima kasih." Sambil meraih mutiara jiwa kedua ikan tersebut.


Dengan tenang,  Qing Ruo lalu melepaskan segel formasi jiwa darah dari tubuh ikan yang masih memancarkan aura kehidupan tersebut.


" Swhus... swhus..." Kedua ikan itu lalu bergerak di dalam danau, menyerap aura spiritual emas dari tongkat Shen Guoshi Yisheng yang secara perlahan menyembuhkan mereka.  


" Penguasa, lihat. Ini benar-benar bekerja," ucap Long Chen dengan penuh semangat, menatap ikan emas yang telah kehilangan kekuatannya tersebut, mulai dapat bergerak.


" Bagus," ucap Qing Ruo senang, lalu melepaskan segel formasi jiwa darah dari tubuh Harimau gigi pedang.


" Swhuss..." Kilatan cahaya keluar dari tubuh harimau itu, lalu hancur di udara.


" Pulihkan dirimu," ucap Qing Ruo,  meminta harimau itu memulihkan dirinya pada danau tersebut.


" Ba-baik tuan."


" Long Chen, aku akan segera naik tingkat," ucap Qing Ruo sambil meminta Long Chen untuk mengawasi harimau gigi pedang tersebut.


" Jika sudah pulih, bawa dia ke istana naga emas."


" Baik penguasa..."

__ADS_1


Setelah berkata-kata, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu, bergerak menuju aula  kultivasi, yang berada di uara funia jiwa.  


__ADS_2