Sang Penguasa

Sang Penguasa
295. Menolong Yin Rongyou.


__ADS_3

Tindakan Qing Ruo yang dapat tertawa lepas itu membuat Yin  Rongyou yang sudah tidak dapat menahan diri, tiba-tiba berdiri.


" Hen Fen, jika tujuan kedatangan mu untuk menertawakanku, silakan pergi!" teriaknya dengan kemarahan menyala.


" Nona, jangan salah paham. Aku bukanlah orang yang nona maksud," ucap Qing Ruo sambil mengubah tampilan wajahnya, membuat Yin Rongyou yang sudah berdi itu langsung mengambil sikap siaga.


" Siapa kamu sebenarnya?" Dengan tatapan tajam sambil mengedarkan kekuatan semi abadi tingkat delapan tahap dasar.


" Swhus..." Qing Ruo melepaskan segel cakram emas, lalu menyegel ruangan itu, membuat gadis itu semakin waspada.


" Nona, duduklah," ucap Qing Ruo sambil menuangkan arak rumput  kristal pada gelas dan menyesapnya dengan tenang.


" Nona Yin Rongyou, aku Qing Ruo," ucapnya memperkenalkan diri sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Qing Ruo? Apakah anda berasal dari klan Shen Guoshi Qing?" Dengan wajah penasaran.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya, membuat Yin Rongyou semakin keheranan.


" Nona, duduklah," ucap Qing Ruo sambil menuangkan minuman untuk gadis tersebut.


Di hadapan Qing Ruo, Yin Rongyou yang masih berdiri dengan sikap waspada itu tampak sedang berpikir dengan keras.


" Memiliki dua darah dewa  kuno, orang ini benar-benar penyusup yang hebat. Selain itu, jika dia ingin melakukan hal yang buruk, dia pasti sudah melakukannya." Membatin, menatap sosok Qing Ruo yang tampak begitu santai.


Setelah berpikir cukup lama, Yin Rongyou yang telah meyakinkan diri bahwa Qing Ruo adalah  orang sosok yang baik, lalu duduk pada kursinya kembali.


" Nona, maaf sebelumnya. Aku tertawa karena sosok Yin Hen Fen yang aku tiru ternyata sangat dibenci oleh banyak orang,"  ucap Qing Ruo menjelaskan, tersenyum kecut.


" Tapi tuan, siapa anda sebenarnya? Lalu apa tujuan anda kemari?"


" Nona Yin Rongyou, untuk pertanyaan pertama,  sudah aku jawab sebelumnya. Adapun tujuan kedatanganku  kemari adalah untuk melepaskan segel yang ada pada leher anda itu," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Maksud tuan?"


" Nona, Aku sudah mengetahui hal itu,  bahkan aku juga telah menikmati semua  makanan yang anda  siapkan sebelumnya," jawab Qing Ruo dengan tenang membuat Yin Rongyou hampir menyemburkan minuman dari mulutnya.


" Jadi sosok saudara ku sebelumnya!"


Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu menggunakan  tampilan Yin Gan dalam waktu yang cukup lama, lalu kembali menggunakan tampilan wajahnya, membuat wajah Yin Rongyou seperti membeku.


" Nona," ucap Qing Ruo membuyarkan lamunannya.


" Tu-tuan," ucapnya tergagap menatap Qing Ruo dengan perasaan bingung.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Tuan, lalu dimana suadaraku?" Dengan tatapan penuh harap.


" Nona, saudara anda baik-baik saja," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Lalu sosok Yin Hen Fen?" Dengan penasaran.


" Ada di dalam penjara Terlarang Es Hitam, mengganti sosok Yin Gan yang telah menjadi tawanan," jawab Qing Ruo dengan santai, membuat Yin Rongyou mulai menurunkan kewaspadaannya.


" Jika demikian lalu dimana saudaraku?"


" Apakah nona ingin bertemu dengannya?"


" Tentu saja tuan..." Dengan penuh harap.


" Baik, langkah pertama adalah melepaskan segel terlarang itu," ucap Qing Ruo sambil membuat segel tangan.


" Baik tuan," ucapnya dengan perasaan ragu, namun tiba-tiba Yin Rongyou mengingat kebersamaan bersama sosok Qing Ruo yang sebelumnya menyamar sebagai Yin Gan membuat sedikit tenang.


" Swhus..." Cakram emas selebar tangan  orang dewasa muncul, lalu memecah  diri menjadi ratusan cakram emas kecil  lainnya.


Tidak lama kemudian, " Swhus... swhus...." Cakram emas itu membentuk susunan mantra formasi, lalu bergerak menuju leher Yin Rongyou.


" Nona, jangan melakukan perlawanan, biarkan segel ini bekerja," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik tuan muda..."


Dengan perasaan berdebar-debar, Qing Rongyou membiarkan segel mantra  formasi emas itu bekerja pada lehernya.


Lima menit kemudian, segel terlarang itu terlepas dari lehernya.


" Swhus...." Segel terlarang  yang terikat oleh segel cakram langit Ling itu,   bergerak perlahan menuju kelingking kiri Qing Ruo.


" Tu-tuan ini...." Dengan wajah panik, yang kini akhirnya mempercayai Qing Ruo.


" Nona tenanglah, aku sudah memikirkannya," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Tuan muda, ada dua segel..."


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Yang pertama adalah segel milik Yin Hen Fen," ucap Qing Ruo dengan tenang.


Setelah segel terlarang itu terpasang pada jari kelingkingnya, Qing Ruo lalu duduk kembali pada kursinya dan menyesap minumannya dengan santai.


" Terima kasih tuan muda..." Sambil  menangkupkan  tangannya dengan hormat.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya dengan senyumnya yang ramah.


" Dengan terlepasnya segel, itu berarti nona tidak perlu takut lagi."


" Tapi tuan, apakah ini tidak akan menjadi masalah?" Dengan wajah serius.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Cara kerja segel terlarang ini sama halnya dengan lencana giok jiwa. Pemasang segel akan tahu jika  orang-  orang yang berada di bawah kendalinya telah tiada," ucap Qing Ruo menjelaskan keberadaan segel terlarang tersebut dengan panjang lebar.


" Terima kasih tuan...." Dengan sikapnya yang kini benar-benar ramah.


" Nona aku perlu sedikit kekuataan darah anda, apakah bisa?" tanya Qing Ruo dengan tenang.


" Bisa tuan," jawabnya tanpa ragu, sambil mengeluarkan kekuatan darah, lalu memberikannya pada Qing Ruo.

__ADS_1


" Terima kasih nona." Sambil menerima setetes kekuatan darah gadis tersebut, sambil membuat mantra formasi segel emas.


" Swhus ...." segel emas teknik perubahan bintang terbentuk dan mengambang di mereka. Setelah segel emas itu terbentuk sempurna, Qing Ruo lalu meletakan kekuataan kekuatan darah Yin Rongyou pada inti segel itu, membuat Yin Rongyou begitu penasaran.


Tiba-tiba Yin Rongyou dikejutkan dengan sosok pemuda yang tiba-tiba muncul di dalam ruangan itu, yang menatap menatap Qing Ruo dengan wajah pucat pasi.


" Tu-tuan," ucapnya berlutut dihadapan Qing Ruo sambil memohon pengampunan.


" Apakah nona mengenalnya?" tanya Qing Ruo.


Yin Rongyou menganggukan  kepala,  menatap sosok yang telah kehilangan kultivasi tersebut dengan tatapan kebencian.


" Dia adalah Weng Can, salah satu pelindung Yin Di Lu, cucu Yin Jue," ucapnya dengan kebencian yang mendalam.


Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu melepaskan segel emas yang berisi kekuatan darah Yin Rongyou pada sosok Weng Can yang tampak ketakutan tersebut.


" Swhus...." Segel emas itu secara perlahan memasuki tubuhnya, membuat Yin Weng Can yang telah kehilangan kultivasi itu meronta-ronta kesakitan.


" Tuan muda, apakah ini tidak menarik perhatian?" Tanya Yin Rongyou dengan panik.


" Nona, aku telah menyegel kawasan ini jadi tidak perlu khawatir. Bahkan  pertempuran semi abadi tingkat delapan seperti anda  tidak akan terdengar dari luar," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Baik tuan...."


Di hadapan mereka, pemuda Yin Weng Can yang meraung-raung kesakitan itu tiba-tiba berhenti, setelah bentuk tubuh dan wajahnya berubah menjadi sosok Yin Rongyou.


" Tuan muda, ini...." ucap Yin Rongyou dengan ragu.


" Nona, dengan ini anda sudah bisa meninggalkan puncak Dong Yin dengan aman," ucap Qing Ruo tersenyum santai, sambil memasang  segel terlarang penghancur jiwa milik Yin Rongyou yang ada di jari kelingkingnya pada leher Yin Weng Can..


" Akh...." teriaknya sekali lagi meronta-ronta kesakitan, hingga akhirnya tenang kembali.


" Tuan, lepaskan aku, tuan." Dengan tatapan memohon.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Tapi dengan syarat, kamu tidak boleh pergi dari tempat ini."Dengan wajah serius.


" Ba-baik tuan..." Dengan gembira.


" Tuan muda, apakah ini tidak berbahaya?" tanya Yin Rongyou berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.


" Nona tidak perlu khawatir. Dia sekarang dalam pengawasanku," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Baik tuan muda," ucap Yin Rongyou, lalu meminta pemuda tersebut  pergi dari dalam ruangan itu. " Silakan menempati kamar yang ada di selatan, tetapi ingat, jangan pernah keluar dari kediaman ini," ucanya dengan serius.


" Baik nona Rongyou," ucapnya dengan gembira, lalu bergerak pergi.


Qing Ruo  menggelengkan kepala, sambil menatap sosok Yin Weng Can yang tidak menyadari perubahan pada tubuhnya itu dengann tersenyum kecil.


" Tuan muda, apakah ada yang aneh?"


" Nona, lihatlah. Dia bahkan tidak menyadari perubahan pada tubuhnya," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.


Tindakan Qing Ruo yang dapat tertawa lepas itu membuat Yin  Rongyou yang sudah tidak dapat menahan diri, tiba-tiba berdiri.


" Hen Fen, jika tujuan kedatangan mu untuk menertawakanku, silakan pergi!" teriaknya dengan kemarahan menyala.


" Nona, jangan salah paham. Aku bukanlah orang yang nona maksud," ucap Qing Ruo sambil mengubah tampilan wajahnya, membuat Yin Rongyou yang sudah berdi itu langsung mengambil sikap siaga.


" Siapa kamu sebenarnya?" Dengan tatapan tajam sambil mengedarkan kekuatan semi abadi tingkat delapan tahap dasar.


" Swhus..." Qing Ruo melepaskan segel cakram emas, lalu menyegel ruangan itu, membuat gadis itu semakin waspada.


" Nona, duduklah," ucap Qing Ruo sambil menuangkan arak rumput  kristal pada gelas dan menyesapnya dengan tenang.


" Nona Yin Rongyou, aku Qing Ruo," ucapnya memperkenalkan diri sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Qing Ruo? Apakah anda berasal dari klan Shen Guoshi Qing?" Dengan wajah penasaran.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya, membuat Yin Rongyou semakin keheranan.


" Nona, duduklah," ucap Qing Ruo sambil menuangkan minuman untuk gadis tersebut.


Di hadapan Qing Ruo, Yin Rongyou yang masih berdiri dengan sikap waspada itu tampak sedang berpikir dengan keras.


" Memiliki dua darah dewa  kuno, orang ini benar-benar penyusup yang hebat. Selain itu, jika dia ingin melakukan hal yang buruk, dia pasti sudah melakukannya." Membatin, menatap sosok Qing Ruo yang tampak begitu santai.


Setelah berpikir cukup lama, Yin Rongyou yang telah meyakinkan diri bahwa Qing Ruo adalah  orang sosok yang baik, lalu duduk pada kursinya kembali.


" Nona, maaf sebelumnya. Aku tertawa karena sosok Yin Hen Fen yang aku tiru ternyata sangat dibenci oleh banyak orang,"  ucap Qing Ruo menjelaskan, tersenyum kecut.


" Tapi tuan, siapa anda sebenarnya? Lalu apa tujuan anda kemari?"


" Nona Yin Rongyou, untuk pertanyaan pertama,  sudah aku jawab sebelumnya. Adapun tujuan kedatanganku  kemari adalah untuk melepaskan segel yang ada pada leher anda itu," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Maksud tuan?"


" Nona, Aku sudah mengetahui hal itu,  bahkan aku juga telah menikmati semua  makanan yang anda  siapkan sebelumnya," jawab Qing Ruo dengan tenang membuat Yin Rongyou hampir menyemburkan minuman dari mulutnya.


" Jadi sosok saudara ku sebelumnya!"


Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu menggunakan  tampilan Yin Gan dalam waktu yang cukup lama, lalu kembali menggunakan tampilan wajahnya, membuat wajah Yin Rongyou seperti membeku.


" Nona," ucap Qing Ruo membuyarkan lamunannya.


" Tu-tuan," ucapnya tergagap menatap Qing Ruo dengan perasaan bingung.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Tuan, lalu dimana suadaraku?" Dengan tatapan penuh harap.


" Nona, saudara anda baik-baik saja," jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Lalu sosok Yin Hen Fen?" Dengan penasaran.


" Ada di dalam penjara Terlarang Es Hitam, mengganti sosok Yin Gan yang telah menjadi tawanan," jawab Qing Ruo dengan santai, membuat Yin Rongyou mulai menurunkan kewaspadaannya.

__ADS_1


" Jika demikian lalu dimana saudaraku?"


" Apakah nona ingin bertemu dengannya?"


" Tentu saja tuan..." Dengan penuh harap.


" Baik, langkah pertama adalah melepaskan segel terlarang itu," ucap Qing Ruo sambil membuat segel tangan.


" Baik tuan," ucapnya dengan perasaan ragu, namun tiba-tiba Yin Rongyou mengingat kebersamaan bersama sosok Qing Ruo yang sebelumnya menyamar sebagai Yin Gan membuat sedikit tenang.


" Swhus..." Cakram emas selebar tangan  orang dewasa muncul, lalu memecah  diri menjadi ratusan cakram emas kecil  lainnya.


Tidak lama kemudian, " Swhus... swhus...." Cakram emas itu membentuk susunan mantra formasi, lalu bergerak menuju leher Yin Rongyou.


" Nona, jangan melakukan perlawanan, biarkan segel ini bekerja," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Baik tuan muda..."


Dengan perasaan berdebar-debar, Qing Rongyou membiarkan segel mantra  formasi emas itu bekerja pada lehernya.


Lima menit kemudian, segel terlarang itu terlepas dari lehernya.


" Swhus...." Segel terlarang  yang terikat oleh segel cakram langit Ling itu,   bergerak perlahan menuju kelingking kiri Qing Ruo.


" Tu-tuan ini...." Dengan wajah panik, yang kini akhirnya mempercayai Qing Ruo.


" Nona tenanglah, aku sudah memikirkannya," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Tuan muda, ada dua segel..."


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Yang pertama adalah segel milik Yin Hen Fen," ucap Qing Ruo dengan tenang.


Setelah segel terlarang itu terpasang pada jari kelingkingnya, Qing Ruo lalu duduk kembali pada kursinya dan menyesap minumannya dengan santai.


" Terima kasih tuan muda..." Sambil  menangkupkan  tangannya dengan hormat.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya dengan senyumnya yang ramah.


" Dengan terlepasnya segel, itu berarti nona tidak perlu takut lagi."


" Tapi tuan, apakah ini tidak akan menjadi masalah?" Dengan wajah serius.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Cara kerja segel terlarang ini sama halnya dengan lencana giok jiwa. Pemasang segel akan tahu jika  orang-  orang yang berada di bawah kendalinya telah tiada," ucap Qing Ruo menjelaskan keberadaan segel terlarang tersebut dengan panjang lebar.


" Terima kasih tuan...." Dengan sikapnya yang kini benar-benar ramah.


" Nona aku perlu sedikit kekuataan darah anda, apakah bisa?" tanya Qing Ruo dengan tenang.


" Bisa tuan," jawabnya tanpa ragu, sambil mengeluarkan kekuatan darah, lalu memberikannya pada Qing Ruo.


" Terima kasih nona." Sambil menerima setetes kekuatan darah gadis tersebut, sambil membuat mantra formasi segel emas.


" Swhus ...." segel emas teknik perubahan bintang terbentuk dan mengambang di mereka. Setelah segel emas itu terbentuk sempurna, Qing Ruo lalu meletakan kekuataan kekuatan darah Yin Rongyou pada inti segel itu, membuat Yin Rongyou begitu penasaran.


Tiba-tiba Yin Rongyou dikejutkan dengan sosok pemuda yang tiba-tiba muncul di dalam ruangan itu, yang menatap menatap Qing Ruo dengan wajah pucat pasi.


" Tu-tuan," ucapnya berlutut dihadapan Qing Ruo sambil memohon pengampunan.


" Apakah nona mengenalnya?" tanya Qing Ruo.


Yin Rongyou menganggukan  kepala,  menatap sosok yang telah kehilangan kultivasi tersebut dengan tatapan kebencian.


" Dia adalah Weng Can, salah satu pelindung Yin Di Lu, cucu Yin Jue," ucapnya dengan kebencian yang mendalam.


Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu melepaskan segel emas yang berisi kekuatan darah Yin Rongyou pada sosok Weng Can yang tampak ketakutan tersebut.


" Swhus...." Segel emas itu secara perlahan memasuki tubuhnya, membuat Yin Weng Can yang telah kehilangan kultivasi itu meronta-ronta kesakitan.


" Tuan muda, apakah ini tidak menarik perhatian?" Tanya Yin Rongyou dengan panik.


" Nona, aku telah menyegel kawasan ini jadi tidak perlu khawatir. Bahkan  pertempuran semi abadi tingkat delapan seperti anda  tidak akan terdengar dari luar," ucap Qing Ruo menjelaskan.


" Baik tuan...."


Di hadapan mereka, pemuda Yin Weng Can yang meraung-raung kesakitan itu tiba-tiba berhenti, setelah bentuk tubuh dan wajahnya berubah menjadi sosok Yin Rongyou.


" Tuan muda, ini...." ucap Yin Rongyou dengan ragu.


" Nona, dengan ini anda sudah bisa meninggalkan puncak Dong Yin dengan aman," ucap Qing Ruo tersenyum santai, sambil memasang  segel terlarang penghancur jiwa milik Yin Rongyou yang ada di jari kelingkingnya pada leher Yin Weng Can..


" Akh...." teriaknya sekali lagi meronta-ronta kesakitan, hingga akhirnya tenang kembali.


" Tuan, lepaskan aku, tuan." Dengan tatapan memohon.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya.


" Tapi dengan syarat, kamu tidak boleh pergi dari tempat ini."Dengan wajah serius.


" Ba-baik tuan..." Dengan gembira.


" Tuan muda, apakah ini tidak berbahaya?" tanya Yin Rongyou berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.


" Nona tidak perlu khawatir. Dia sekarang dalam pengawasanku," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Baik tuan muda," ucap Yin Rongyou, lalu meminta pemuda tersebut  pergi dari dalam ruangan itu. " Silakan menempati kamar yang ada di selatan, tetapi ingat, jangan pernah keluar dari kediaman ini," ucanya dengan serius.


" Baik nona Rongyou," ucapnya dengan gembira, lalu bergerak pergi.


Qing Ruo  menggelengkan kepala, sambil menatap sosok Yin Weng Can yang tidak menyadari perubahan pada tubuhnya itu dengann tersenyum kecil.


" Tuan muda, apakah ada yang aneh?"


" Nona, lihatlah. Dia bahkan tidak menyadari perubahan pada tubuhnya," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2