Sang Penguasa

Sang Penguasa
234. Keluar Dari Kawasan Hutan Gelap.


__ADS_3

Tempat itu benar-benar menjadi hening. Mao Tang dan rombongannya bahkan tidak berani berkata sepatah kata pun.


" Mao Bing, apa lagi yang kalian tunggu!" ucap Xiong Mao Zhu dengan tatapan dingin, membuat Mao Bing dan rombongannya semakin panik.


" Melawan sangat tidak mungkin. Menentang apalagi. Mengapa harus seperti ini..." ucap Mayi Gui berbicara pada rombongannya melalui telepati.


Melihat tidak ada yang berani berbicara pada Qing Ruo, Mao Bing akhirnya memberanikan diri.


" Tu-tuan muda, mohon pengampunan  Anda..." ucapnya dengan terbata-bata.


" Beri aku alasan mengapa aku harus mengampuninu?" tanya Qing Ruo dengan tatapan dingin.


" Tuan muda, hamba memang bersalah, tapi beri hamba kesempatan untuk menebus kesalahan hamba. Lagi pula, jika hamba mati, itu juga tidak ada gunanya bagi tuan muda," jawab  Mao Bing dengan wajah tertunduk.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


" Tuan muda, hamba akan  melayani anda dengan nyawa ini," jawabnya dengan serius.


" Baik, lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Qing Ruo pada Mayi Gui dan rombongannya. 


" Kami juga tuan muda," ucap mereka bersamaan, dengan penuh harap.


Qing Ruo menganggukkan kepalanya dengan santai, lalu melepaskan rantai emas, dan menembakkan pada mereka satu-persatu.


" Swhus... swhus...." rantai jiwa tersebut memasuki tubuh mereka dan mulai mengikat jiwa mereka.


" Terima kasih, tuan muda," ucap mereka bersamaan dengan hormat.


" Ruo er, sepertinya urusan di tempat ini sudah selesai. Jika mereka berani macam-macam, sampaikan saja pada kami," ucap Xiong Mao Shanliang, berbicara melalui telepati.


" Baik, tapi tetua tidak perlu khawatir, aku telah membuat kontrak jiwa dan menyegelnya dengan rantai petir emas, dan aku juga bisa membunuhnya mereka kapan saja," Jawab Qing Ruo dengan tenang.


" Jika demikian baiklah kami akan segera pergi. Hu Yan Lan, kalian juga boleh kembali," ucap Xiong Mao Shanliang, padan Jenderal dari klah harimau hitam mata biru tersebut.


" Baik jenderal besar. Tuan Muda Qing Ruo, Hamba Hu Yan Lan mohon undur diri,"  ucapnya sambil berlutut dengan hormat.


" Baik," jawab Qing Ruo dengan ramah.


" Ruo er, kami pergi dulu," ucap Xiong Mao Zhu sambil memeluk Qing Ruo dengan hangat.


" Baik tetua, sampaikan salam dan terima kasihku pada kakek guru."


" Baik," jawab Xiong Mao Zhu lalu bergerak meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Setelah Hu Yan Lan dan Xiong Mao Shanliang berserta rombongannya meninggalkan tempat itu, tempat itu kembali menjadi hening, dengan Mao Bing dan rombongannya yang kini benar-benar salah tingkah.


" Ying Yin tidak bisa membawa banyak orang, selain itu aku juga tidak ingin keberadaan kalian diketahui oleh banyak orang," ucap Qing Ruo membuyarkan keheningan itu.


" Kami mengerti tuan muda," ucap Mayi Xian, lalu meminta Qing Ruo membuka gerbang dimensi cincin penyimpanannya. 


" Swhus..." pusaran angin kecil yang berasal dari cincin penyimpanan Qing Ruo muncul.


" Masuklah, dan lindungi diri kalian," ucap Qing Ruo.


" Baik tuan muda...." lalu bergerak memasuki ruang  cincin penyimpanan tersebut.


Setelah Mao Bing dan rombongannya masuk ke dalam cincin penyimpananya, Qing Ruo lalu bergerak meninggalkan tempat itu, menemui Ying Yin yang masih menunggu di tempatnya.


" Swhus...." sosoknya keluar dari perisai ilusi, dan muncul di atas punggungnya elang perak itu.


" Tuan muda," bagaimana tanya Yanshi Gong?" Dengan wajah begitu penasaran setelah melihat sosok Qing Ruo yang begitu tenang dan santai.


" Semua baik-baik saja,"  jawab Qing Ruo menenangkannya, sambil meminta Ying Yin bergerak meninggalkan tempat itu.


" Swhus... swhus...." sosok Elang Perak itu bergerak melintasi pohon-pohon raksasa yang berada di kawasan hutan itu dengan tenang.


" Tuan muda,  bagaimana dengan kelima sosok itu?"


" Mereka sudah pergi," jawab Qing Ruo yang memang tidak ingin menceritakan situasi yang terjadi di dalam perisai ilusi sebelumnya.


" Tentu saja, bahkan mereka juga tidak akan berani berkeliaran bebas di tempat ini," jawab Qing Ruo dengan santai, sambil meminta mereka berdua untuk  beristirahat.


" Baik tuan muda," ucap Yanshi Gong, saat melihat  Qing Ruo  duduk tenang dan mulai menyerap kristal jiwa abadi.


" Swhuss... swhus...." sosok Ying Yin terus bergerak  meninggalkankan kawasan  hutan gelap, dengan sosok Qing Ruo dan rombongannya yang duduk memulihkan diri di atas punggungnya.


" Benar dugaanku, para jenderal besar itu tidak akan berani macam-macam." Ying Yin membatin, sambil terus bergerak dengan tenang.


Dalam perjalanan tersebut, Ying Yin yang terus bergerak melintasi kawasan hutan gelap  itu merasa heran, karena penjagaan di setiap tempat yang dilewati tidak seketat seperti biasanya, bahkan terkesan diperlonggar.


Menjelang sore, Ying Yin akhirnya tiba di puncak gunung batu raksasa, yang merupakan perbatasan kawasan luar wilayah utara dengan gerbang es hitam. 


" Ying Yin, malam ini kita akan beristirahat di tempat ini," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba terbangun.


" Baik tuan," ucapnya dengan hormat, lalu mencari tempat lapang.


Tidak lama kemudian, Ying Yin akhirnya menemukan tempat yang yang sedikit lapang, lalu turun di tempat itu.

__ADS_1


" Swhus... swhus...." sosok Qing Ruo turun dari punggungnya, diikuti Long Chen dan Yanshi Gong, lalu duduk pada batu-batu besar dan lebar yang terhampar di tempat itu.


" Ying Yin, beristirahalah," ucap Qing Ruo sambil memberikan cincin penyimpanan yang berisi jutaan kristal jiwa abadi dan buah-buahan abadi.


" Terima kasih tuan," ucapnya dengan hormat, sambil mengubah tampilannya menjadi sosok pemuda.


" Puluhan dirimu," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Baik tuan...." Lalu mencari tempat duduk untuk memulihkan diri. Namun pada saat dirinya memeriksa cincin penyimpanan yang diterimanya,  Ying Yin kembali menemui Qing Ruo.


" Ying Yin, ada apa?" tanya Qing Ruo dengan heran.


" Tuan, ini terlalu banyak dan sangat berlebihan, apakah ini tidak salah?" sambil  menunjukan cincin penyimpanan yang diberikan oleh Qing Ruo padanya.


Qing Ruo tersenyum ramah dan menggelengkan kepalanya.


" Itu memang untukmu," ucapnya dengan ramah.


" Saudara, apa yang telah tuan muda berikan, itu tidak boleh dikembalikan.  lagi pula jumlah yang diberikan itu sangat sedikit dari jumlah yang dia miliki," ucap Long Chen bicara pada pikirannya.


" Baik, terima kasih, tuan." Lalu kembali melanjutkan kegiatannya.


Setelah Ying Yin pergi, Qing Ruo lalu mengarahkan pandangannya pada Yanshi Gong.


" Tetua, silakan beristirahat. Besok kami akan melanjutkan perjalanan, "  ucap Qing Ruo sambil memberikan cincin penyimpanan pada Yanshi Gong.


" Tuan muda, maksud Anda?" Tanya Yanshi Gong dengan ragu, menatap Qing Ruo dengan lekat.


" Tetua, terima kasih telah membawa kami melewati hutan gelap ini. Terima kasih juga telah memberikan tumpangan di kota Da Men. Tetua, besok pagi kami  akan  memasuki wilayah gerbang es hitam, dan aku tidak ingin  mengambil resiko," ucap Qing Ruo menjelaskan dengan ramah.


Yanshi Gong yang memahami maksud Qing Ruo tersebut terdiam.


" Tapi tuan muda, aku sudah memutuskan akan mengikuti anda," ucapnya dengan pelan.


Qing Ruo menggelengkan kepalanya.


" Tetua, Shen Guoshi Qing tidak kekurangan orang seperti diriku, tetapi berbeda dengan klan Shen Yanshi. Anda adalah salah satu pilar utama klan, jika mereka kehilangan Anda, maka peran Shen Yanshi di kota Da Men akan kehilangan cengkramannya. Aku harap pemberianku yang tidak seberapa ini dapat membangun kembali kekuatan Shen Yanshi, dan aku juga ingin  tetua memahami hal itu," ucap Qing Ruo dengan tenang.


Yanshi Gong terdiam.


" Perjalanan ini memang sangat berisiko. Bisa melewati hutan gelap dengan terhindar dari kejaran sosok semi abadi tingkat sembilan adalah keajaiban yang sangat luar biasa. Selain itu, selama ini aku bahkan menjadi beban," batinnya lirih, memahami maksud baik Qing Ruo.


" Tuan muda, terima kasih. Aku harap hubungan kita tidak lekang dimakan waktu," ucapnya pelan sambil tersenyum dengan ramah.

__ADS_1


" Tetua, aku Qing Ruo akan selalu mengingat budi Anda," ucap Qing Ruo dengan hormat, lalu mengeluarkan arak rumput kristal dari dalam cincin penyimpananya.



__ADS_2