
Harimau gigi pedang kini benar-benar telah menurunkan kewaspadaannya, menatap Qing Ruo dan ketiga tetua yang ada dihadapannya dengan santai.
" Hais, hampir saja kita tertipu..." berbicara melalui telepati pada saudaranya.
" Saudara benar. Aku kira Dia berasal dari klan kuno itu." Menatap Qing Ruo dengan tidak suka..
" Saudara benar, tapi bagaimanapun juga, dia adalah orang yang menyelamatkan kita."
" Saudara kita masih belum tahu hal itu dengan pasti, apakah benar dia yang menolong kita atau orang lain. Kita harus memastikan hal itu terlebih dahulu, tapi tunggu urusan para tetua itu selesai."
" Baik..." sambil terus berbincabg santai.
Di hadapan Harimau gigi pedang, dan ketiga naga perak yang telah mengubah dirinya menjadi manusia tersebut, Qing Ruo tiba-tiba menghembus nafas panjang, mengejutkan mereka semua.
" Tetua, bagaimana?" ucap Qing Ruo pelan.
" Tuan Muda, niat kami tidak berubah. Kami tetap ingin menjadi pelayan Anda," jawab Long Chen dengan hormat.
" Jika demikian, baiklah," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Swhuss.. swhus..." tiga tetes darah emas, melesat mengenai Long Chen dan kedua saudaranya, yang langsung diserap oleh mereka.
Berapa terkejutnya Long Chen, saat merasakan kekuatan darah emas dia memasuki tubuhnya, yang ternyata memiliki kekuatan petir yang sangat mengerikan.
Tiba-tiba tempat itu menjadi hening. Long Chen dan kedua saudaranya yang sebelumnya berlutut di hadapan Qing Ruo, kini menggambil sikap duduk dengan tenang, menyerap kekuatan darah emas Qing Ruo yang mereka terima.
"Saudara, ini..." ucap Long Fu terkejut saat kekuatan petir itu keluar dari tubuhnya. Bahkan Long Qe tidak kalah terkejutnya. Secara bersamaan mereka bertiga lalu mengarahkan pandangannya pada Qing Ruo yang tersenyum santai padanya.
" Tu-tuan, apakah sebelumnya Anda menguji kami?"
" Maksud tetua?"
" Kekuatan darah emas yang tuan berikan, ini mengandung kekuatan..." Long Chen menjeda kata-katanya menatap Qing Ruo dengan lekat.
Qing Ruo tersenyum santai, lalu menunjuk lencana emas klan Luo, membuat ketiga naga perak itu langsung berlutut dengan hormat.
" Pe-penguasa muda," ucap mereka terbata-bata dengan hormat.
" Bangunlah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Baik penguasa Muda," ucap Long Chen, mengubah panggilannya pada Qing Ruo dengan hormat.
" Tetua-"
" Penguasa muda, panggil hamba Long Chen." Sambil berlutut dengan hormat, membuat Qing Ruo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
" Baiklah, baiklah. Long Chen, Long Fu dan Long Qe. Mulai hari ini kalian adalah orang-orangku." Sambil mengeluarkan tiga bilah pedang berwarna biru kemasan, dan memberikannya pada mereka.
" Penguasa muda, ini...?" tanya Long Chen, penasaran, menatap pedang yang ada di tangannya dengan kagum.
" Ini adalah pedang Xue Luo. Jika kalian melihat seseorang menggunakan pedang ini, maka mereka adalah orang-orangku, dan kewajiban kalian adalah saling membantu." Qing Ruo menjelaskan, sambil meminta mereka untuk melakukan kontrak darah dengan pedagang tersebut.
__ADS_1
" Baik, Penguasa..."
Sambil menunggu Long Chen dan keduanya saudaranya membuat kontrak darah dengan pedang Xue Luo, Qing Ruo lalu mengarahkan pandangannya pada kedua sosok harimau gigi pedang yang kini semakin menjaga jarak padanya.
" Kalian, kemarilah," ucap Qing Ruo dengan ramah, yang dibalas dengan tatapan tajam kedua monster pemburu tersebut.
Tindakan kedua harimau gigi pedang itu membuat Long Chen, yang telah selesai melakukan kontrak darah, begitu kesal.
" Apakah seperti itu tindakan kalian pada orang yang menolong kalian? Sungguh tidak tahu diri!" Dengan tatapan tajam.
" Long Chen," ucap Qing Ruo menenangkannya.
" Tapi penguasa muda, mereka..."
" Tenanglah," ucap Qing Ruo dengan sabar.
" Apakah kalian mengenal sosok pria paruh baya ini?" tanya Qing Ruo.
Kedua harimau gigi pedang itu juga tidak menjawab, membuat Long Qe, dan Long Fu yang sebelumnya terus menahan diri, kini benar-benar murka.
" Penguasa, izinkan hamba memberi pelajaran pada makhluk yang tidak tahu diri itu," ucap Long Fu dengan kesal.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
"Long Fu, biarkan saja." sambil melepaskan rantai jiwa dan segel tanda Dewa pada sosok pria paruh baya yang ada di hadapannya.
" Penguasa, apa yang Anda lakukan?" tanya Long Chen.
" Penguasa, bicaralah," ucap Long Qe.
" Swhuss..." Pusaran cahaya biru kemasan muncul di sisi mereka.
" Masuklah," ucap Qing Ruo.
" Tapi penguasa..." ucap Long Chen ragu.
" Masuklah," ucap Qing Ruo sekali lagi, membuat sosok ketiga pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya.
" Baik penguasa..." lalu memasuki gerbang dimensi dunia jiwa, dan lenyap di dalamnya.
Setelah Long Chen dan rombongannya memasuki dunia jiwa, Qing Ruo lalu mengarahkan pandangannya pada sosok pria paruh baya yang masih mematung di hadapannya.
" Swhus..." Segel cakram emas, mengenai tubuh itu dan, melepas segel formasi jiwa darah yang mengunci kekuatannya.
" Swhuss..." Qing Ruo bergerak menjauh, bersembunyi di balik perisai ilusi.
Tidak lama berselang.
" Swhus..." kilatan cahaya putih, melesat keluar dari tubuh pria paruh baya tersebut dan hancur di udara.
" Argh...." teriak sosok itu murka, dan mulai menggila. Bahkan langsung menyerang kedua harimau gigi pedang yang ada di hadapannya.
__ADS_1
" Dhuar.... dhuar...." suara serangan mereka beradu, menghadirkan ledakan dahsyat, mengguncang tepi danau dan mengubah tempat itu menjadi porak-poranda.
Dari tempat persembunyiannya. Qing Ruo mengamatai pertempuran tersebut dengan berdebar-debar.
" Dia benar-benar telah kehilangan kewarasannya. Tidak heran jika dia tidak merespon," Qing Ruo membatin.
" Roar... Roar..." Raungan kedua harimau gigi pedang, hewan buas semi abadi tingkat lima tersebut, bekerjasama menyerang sosok pria paruh baya yang merupakan pendekar semi Abadi tingkat enam tahap akhir.
" Benar-benat mengerikan." Qing Ruo membatin, mencari cara untuk menyadarkan sosok pria paruh baya tersebut. Karena rantai jiwa dan tanda dewa yang Qing Ruo tanamkan pada sosok itu ternyata tidak mampu mengendalikannya.
" Terlibat dan ikut dalam pertempuran, itu sama saja dengan bunuh diri, tapi jika tidak di sadarkan, akan sangat sekali," menatap sosok pria paruh baya yang melepaskan serangan ke berbagai arah dengan membabi buta tersebut.
" Semoga harimau gigi pedang itu dapat melemahkan kekuatannya, dengan begitu, aku dapat mengendalikannya." Qing Ruo membatin.
Pada saat mereka sedang bertempur, tiba-tiba langit dunia kecil itu robek, bersamaan dengan munculnya Liu Whang dan keempat pendekar Semi abadi tingkat empat.
" Yang mulia, itu!" ucap Liu Heng menatap pria paruh baya yang sedang bertarung melawan harimau gigi pedang.
" Leluhur Liu Lao," ucap Liu Hwang dengan gembira, yang tidak menyangka akan melihat leluhur kembali.
" Yang Mulia, aku tidak menyangka jika leluhur Lao ternyata ada didalam dunia kecil danau emas," ucap Liu Heng dengan gembira.
Namun saat mereka akan bergerak membantu Liu Lao, tiba-tiba suara Qing Ruo berbicara dalam pikiran mereka.
" Yang Mulia, para Jenderal, tetua itu telah hilang kewarasannya. Jangan mendekat..."
" Tuan muda Qing Ruo, apakah ini Anda?" tanya Liu Whang.
" Benar. Segera menjauh."
" Maksud tuan muda?"
" Apakah yang mulia mengenali tetua tersebut?"
" Tuan muda dia adalah leluhur kami, Liu Lao," Jawab Liu Whang.
" Segera menjauh. Leluhur Liu Lao benar-benar telah kehilangan kewarasannya. Aku takut dia akan membunuh kalian. Saat ini aku sedang mencoba menenangkannya."
" Dengan menggunakan hewan buas tersebut?"
" Benar..." Sambil memberi tanda pada Liu Whang untuk menjauh dengan perlahan.
Namun baru saja Liu Whang dan rombonganya akan bergerak, tiba-tiba tembakan tombak air melesat kearahnya.
" Dhuar..." Serangan itu di hadang oleh Liu Whang dengan perisai air, mengirim mereka terbang hingga ratusan meter, membuat sosok Liu Lao semakin murka.
" Tunggu apalagi. pergi!" suara Qing Ruo bergema dalam pikiran kelompok tersebut.
Tanpa menunda, Liu Whang langsung meninggalkan tempat itu mencari tempat untuk bersembunyi.
" Swhus... Swhus...." Mereka bergerak ke berbagai arah, mencari tempat perlindungan.
__ADS_1