Sang Penguasa

Sang Penguasa
108. Liu Lao II


__ADS_3

Di tepi danau emas.


Liu Lao yang melihat Liu Whang dan rombongannya bergerak meninggalkan tempat itu, semakin murka, melampiaskan kemarahannya pada sosok Harimau gigi pedang, dengan menyerang secara brutal.


" Argh...." Sambil melepaskan serangan terkuatnya.


Kedua Harimau gigi pedang tersebut juga begitu murka, meraung-raung sambil  melepaskan  serangan terkuat mereka untuk membunuh Liu Lao  yang telah menguncinya  dalam medan serangan dewa.


" Saudara, apa yang harus kita lakukan?  Jika terus seperti  ini,  kita akan terbunuh karena pria gila ini  bukanlah tandingan kita," ucapnya kelelahan.


" Hais, mengapa kita begitu bodoh. Jika kita mau berbicara, mungkin kita tidak akan berakhir seperti ini..." menyesali diri.


" Saudara tetap berhati-hati..."


" Baik..."


" Dhuar...." Ledakan keras bergema, dengan tombak air transparan menghantam tubuh salah satu harimau gigi pedang.


" Roargh..." Raungan kesakitan bergema dengan keras.


" Swhus..." sosok harimau lain bergerak , hendak menolong harimau yang terluka tersebut, namun dengan segera di hentikan serangan tapak Liu Lao.


" Dhuar...." ledak keras melempar sosoknya, sehingga menjauhkannya dari saudaranya yang terluka.


Di hadapan Liu Lao, harimau yang terluka tersebut, langsung menerkam Liu Lao. dan meminta saudaranya untuk menjauh, meninggalkan tempat itu.


Dhuar...." Serangannya mereka  beradu, bersamaan  dengan ledakan dahsyat, yang langsung melempar tubuh Liu Lao hingga ratusan meter.


" Roarh...." harimau gigi pedang lainnya meraung sedih, saat melihat saudaranya  yang sebelumnya telah terluka itu  meledakkan diri.


" Baj***n. Mengapa harus  seperti ini." Rutuknya sedih, bergerak menjauh dari medan pertempuran. Menyelamatkan diri dengan bersembunyi di dalam dasar danau, sambil memulihkan dirinya.


Di tempat lain.


Liu Lao yang dilukai oleh harimau gigi pedang, kini semakin kalap. Matanya yang memerah, mencari sosok harimau gigi pedang lainnya dengan melesat menuju medan pertempuran di tepi danau.


" Argh..." Teriaknya murka, melepaskan serangan ke berbagai arah, dan benar-benar menggila di tempat itu.


Dari jauh.


Di tempat persembunyiannya. Qing Ruo yang melihat harimau gigi pedang yang pergi dari medan pertempuran,  segera mengendalikan tanda jiwa pada tubuh harimau itu. Menggerakkan  sosoknya untuk kembali ke permukaan.


" Baj*** Kepa***t! Apa yang kamu lakukan!" Teriak Harimau gigi pedang tersebut  murka, mengutuk Qing Ruo dengan begitu kesal, mengejutkan Liu Lao yang mencari keberadaannya.


" Oh, aku kira kamu bisu. Ternyata bisa bicara juga." Suara Qing Ruo berbicara dengan santai dalam dalam pikirannya.


" Apakah kamu ingin membunuhku. Jika demikian lakukan saja!" Teriaknya murka, sambil menghindari serangan Liu Lao yang terlihat begitu kegirangan saat melihat  sosoknya yang tiba-tiba  muncul di atas permukaan Danau tersebut.

__ADS_1


" Tidak semudah itu," jawab Qing Ruo, yang terus berada di tempat persembunyian,  membuat sang harimau begitu kesal.


Dari jauh, di tempat lain.


Liu Whang terus mengamati Liu Lao yang sedang bertarung melawan  harimau gigi pedang  dengan heran.


" Mengapa tuan muda Qing Ruo tidak menyerang, dan membiarkan harimau gigi pedang itu bertempur melawan leluhur Lao. Apa yang sedang dia rencanakan?.  Liu Whang membatin.


" Yang mulia, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Liu Heng.


" Saudara Heng, Aku juga tidak tahu. Dengan tingkat kultivasi kita saat ini,  bergabung dalam pertempuran itu tidak ubahnya dengan bunuh diri."


" Yang mulia, benar, tapi apakah kita hanya diam saja?"


" Sebaiknya kita menunggu perintah dari tuan muda Qing Ruo..."


" Baik yang mulia, tapi bukankah ini terlihat sangat aneh,  karena dia sendiri juga tidak terlibat dalam pertempuran," ucap Liu Heng dengan heran.


"Aku juga memikirkan hal itu," ucap Liu Whang sambil mengerutkan keningnya.


" Swhuss...." Liu Ninglong, tiba-tiba  menghampiri tempat persembunyian Liu Whang.


" Yang Mulia, apa yang harus kita lakukan?"


" Ninglong, sebaiknya kita menunggu perintah dari tuan muda Qing Ruo," jawab Liu Whang.


****


Di atas danau emas.


" Dhuar... dhuar..." serangan mereka beradu, dengan suara ledakan keras bergema sepanjang waktu. Sesekali Harimau itu menjauh dengan bersembunyi di dalam air, namun tindakan bertahan lama, karena Liu Lao, semakin kuat saat berada di dalam air, sehingga membuatnya dengan segera keluar dari danau tersebut.


Di tempat persembunyiannya.


Qing Ruo terus mencoba mengendalikan sosok Liu Lao, dengan mengaktifkan serangan rantai jiwa dan tanda dewa yang telah di masukan ke dalam tubuhnya, namun segel itu tidak berpengaruh sedikitpun, yang justru membuatnya semakin murka.


" Semi abadi tingkat enam tahap akhir, benar-benar luar biasa..." Qing Ruo Membantin, sambil mengamati pertempuran tersebut.


Saat melihat harimau gigi pedang, yang sesekali menghindari serangan dengan memasuki danau, tiba-tiba Qing Ruo menenukan cara.


" Hais, mengapa aku begitu bodoh.." gerutunya, lalu bergerak memasuki pertempuran.


" Swhuss..." tubuhnya melesat mendekati Liu Lao dan Harimau Gigi pedang yang sedang bertempur, sambil melepaskan tembakan tombak petir.


" Yang mulia lihat..." ucap Liu Ninglong, heboh saat melihat Qing Ruo tiba-tiba memasuki pertempuran.


" Jangan dulu  bergerak, tunggu perintah dari tuan muda Qing Ruo," ucap Liu Whang.

__ADS_1


" Baik Yang mulia."


***


Di atas danau emas.


Liu Lao begitu murka saat serangan kejutan Qing Ruo menghantamkan punggungnya, dan melemparnya hingga belasan meter.


" Argh..." Teriaknya murka dengan suara serak, melampiaskan kemarahannya dengan melepaskan pukulan terkuatnya pada sosok harimau gigi pedang yang tidak jauh darinya.


" Dhuar...." ledakan dahsyat itu melempar harimau gigi pedang dan melukainya dengan parah, hingga tubuhnya tenggelam, melesat menuju dasar danau.


" Swhus..." Qing Ruo bergerak menyusul harimau tersebut,  yang langsung disusul oleh  Liu Lao yang tidak ingin kehilangan buruannya.


****


Di dasar Danau.


Qing Ruo bergerak sambil melepaskan perisai ilusi. mendekati Harimau gigi pedang yang telah berlumuran darah, sedang memulihkan diri dengan menyerap kekuatan spiritual emas Danau.


" Tuan, tolong aku..." ucapnya memohon.


Qing Ruo tersenyum santai sambil mengeluarkan patahan tongkat Shen Guoshi Yisheng yang ada di dalam dunia jiwa, lalu menancapkannya dan melepaskan segel mantra Ling yang menyegel tong


" Tu-tuan, apa yang Anda lakukan?" menatap Qing Ruo dengan panik.


Tanpa menghiraukan pertanyaan harimau gigi pedang, Qing Ruo lalu melepaskan perisai ilusi  yang menyembunyikan keberadaaannya, memprovokasi  Liu Lao dengan melepaskan tembakan tombak petir.


" Swhuss ...." Liu Lao mendekati Qing Ruo sambil melepaskan serangan. Bersamaan dengan serangannya. Ratusan kilatan cahaya muncul dari ujung patahan tongkat emas itu, melesat menyerang Liu Lao intens.


" Ternyata segel formasi jiwa darah dari tongkat ini masih bekerja," ucap Qing Ruo senang,  sambil menatap Harimau gigi pedang yang melototkan matanya.


" Tu-tuan, itu...."


" Apakah kamu ingin mencobanya lagi?" Sambil menatap Liu Lao yang sedang berusaha bergerak menghindari serangannya kilatan cahaya itu.


" Serang," ucap Qing Ruo meminta harimau gigi pedang itu, untuk mengecoh Konsentrasi Liu Lao.


" Tapi tuan..." Dengan ragu  Jika aku yang tersegel, apakah kamu bisa melepaskannya? Tenanglah, aku bisa melepaskan segel itu, tetapi kita harus menaklukkan sosok Itu terlebih dahulu."


" Tapi tuan..."


" Jika kamu tidak mau, baiklah..." sambil mengendalikan segel rantai  jiwa dan tanda dewa pada tubuh harimau itu.


" Swhus..." Tubuh harimau tersebut bergerak meninggalkan tempatnya, bergerak menyerang Liu Lao.


" Tuan, tidak tuan...." teriaknya ketakutan, saat tubuhnya yang di kendalikan oleh Qing Ruo, bergerak dengan sendirinya, menyerang Liu Lao yang terus menghalau serangan cahaya putih dari patahan tongkat emas Shen Guoshi Yisheng.

__ADS_1


__ADS_2