
" Swhus...." Sosok yang menyerang Yin Zuo itu terus bergerak menghampiri Qing Ruo tanpa menghiraukan Yin Zuo yang tertawa senang tersebut.
" Saudara Ruo..." Menatap Qing Ruo dengan khawatir, sambil memeriksa keadaan Qing Ruo dengan seksama.
" Saudara Bei, tenanglah. Aku baik-baik saja," ucap Qing Ruo sambil menyeka darah dari sudut bibirnya.
" Benar-benar pertahan yang kuat, " batinnya menatap Qing Ruo dengan takjub.
Setelah memastikan keadaan Qing Ruo baik-baik saja, Yin Bei lalu mengarahkan pandangannya pada Yin Zuo yang tersenyum santai padanya.
" Yin Zuo, kamu telah melanggar perjanjian damai!" ucap Yin Bei dengan wajah serius.
" Ck...ck...ck..." sambil menggelengkan kepalanya sambil tersenyum santai. " Yin Bei, Trisula kegelapan telah hilang, lalu apa lagi yang menjadi dasar perjanjian itu?" ucapnya santai, membuat Yin Bei dan Qing Ruo terdiam.
"Saudara Bei, itu hanya alasannya saja, supaya dia dapat menyerang kita," ucap Qing Ruo.
" Yin Bei, ternyata saudara mu ini cukup cerdas, tapi sayang lalat penganggu itu harus mati," ucapnya sambil menatap Qing Ruo seperti mangsanya.
" Yin Zuo, jangan bercanda! Jika kamu memulai masalah ini, apakah kamu tahu akibatnya!" ucap Yin Bei dengan serius.
" Apakah aku ini terlihat sedang bercanda? Lagipula kamu juga sudah pulih, lalu apa yang kamu takutkan?" Menatap Yin Bei dengan seringai dingin.
" Kamu..." ucap Yin Bei dengan tatapan tajam.
" Yin Bei, aku tidak tahu bagaimana kamu bisa melepaskan diri dari segel rantai iblis kecil, tapi kali ini, aku akan melepas lebih banyak lagi segel itu," ucapnya tertawa santai, membuat Yin Bei bergerak mundur.
" Saudara, peperangan akan segera terjadi tetapi pasukan kita masih belum siap, bagaimana ini?" tanya Yin Bei berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.
" Tapi apakah saudara mampu menahannya?" tanya Qing Ruo dengan serius.
" Saudara, aku tidak dapat memastikan, namun aku akan berusaha melakukannya," jawab Yin Bei dengan serius.
" Lalu bagaimana dengan diskusi saudara sebelumnya?" tanya Qing Ruo dengan serius.
" Saudara Ruo, mereka telah setuju. Sebelumnya aku memang ingin mengabari saudara hasil pertemuan kami, tapi aku tidak menyangka jika Yin Zuo tiba-tiba muncul dan menyerang saudara."
" Sepertinya kalian sedang merundingkan sesuatu. Jika demikian, bicaralah, aku akan menunggu," ucap Yin Zuo menyela diskusi rahasia Yin Bei dan Qing Ruo itu dengan santai.
" Saudara Bei, dia terlalu merendahkan kita, dan ini adalah keuntungan dan kesempatan kita," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Maksud saudara?"
" Orang seperti Yin Zuo ini tidak akan langsung membunuh, karena dia akan bermain-main dengan nyawa kita terlebih dahulu," jawab Qing Ruo.
" Saudara Ruo, benar..."
" Sambil menunggu pasukan bantuan datang, aku ingin saudara juga bermain-main selama mungkin dengannya," jawab Qing Ruo.
" Baik, aku mengerti," ucap Yin Bei dengan serius.
" Saudara, jika demikian, aku akan menemui pangeran Gang," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan rencananya.
" Baik," ucap Yin Bei lalu mengedarkan kekuataannya.
__ADS_1
" Saudara pergilah sejauh mungkin," ucapnya sambil meraih sosok Qing Ruo dan melemparnya.
" Swhus...." sosok Qing Ruo melesat seperti kilatan cahaya, bergerak menjauh dari tempat itu, membuat Yin Zuo sedikit terkejut.
" Yin Bei... Yin Bei, ternyata kamu cukup brilian," ucapnya sambil menatap sosok Qing Ruo yang kini hilang dari pandangannya.
" Setidaknya dia tidak mati di tempat ini," ucap Yin Bei menanggapi.
" Benarkah? Apakah kamu yakin dia akan tetap hidup? Yin Bei, setelah membunuhmu di tempat ini, aku akan mencarinya, mencabik-cabik tubuhnya dan menelan kekuatan jiwanya..." Sambil bergerak mendekati Yin Bei.
" Kamu..." ucap Yin Bei yang berpura-pura menunjukkan kekhawatiran dari wajahnya.
" Yin Bei, aku suka ekspresi wajahmu," ucapnya tertawa terbahak-bahak, sambil menyegel seluruh kawasan itu.
" Yin Zuo, kamu!" ucap Yin Bei dengan tatapan dingin.
" Swhuss... swhuss..." sosok mereka berdua sama-sama bergerak sambil melepaskan pukulan tapak, memulai pertarungan itu.
" Dhuar...." Ledakan dahsyat mengguncang kawasan itu dengan hebat.
****
Halaman Bela Diri puncak Dong Yin.
Seratus ribu pasukan prajurit elit dengan senjata lengkap, tiba-tiba bergerak setelah getaran ledakan dahsyat pertempuran Yin Bei dan Yin Zuo terasa di tempat itu.
" Bergerak!" ucap Yin Dalu memberi perintah, mengarahkan pasukannya menuju puncak Nan Yin.
" Para penentang itu hari mati!" ucap Yi Dalu ikut memanaskan suasana, bersamaan dengan sayup suara ledakan pertempuran yang terjadi di kawasan lembah puncak Nan Yin dan Xi Yin.
" Dhuar... dhuar...." ledakan dahsyat itu terus bergema, dan mulai mengguncang kawasan gunung Langit Yin.
***
Seratus meter dari perbatasan puncak Dong Yin.
" Swhuss.... swhuss..." sosok Yin Yaocheng dan Yin Lin beserta puluhan tetua pelindung klan tiba di tempat itu, dengan niat mengajukan tuntutan pada Yin Jue mengenai sosok yang tewas oleh segel Rantai Iblis Kecil sebelumnya.
" Saudara, Yin Jue menggerakkan pasukannya. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yin Lin dengan wajah serius, yang tidak menyangka jika kubu timur telah melakukan pergerakan.
" Sepertinya kita harus kembali, dan melaporkan hal ini pada saudara yang lain," jawab Yin Yaocheng.
" Baik..." lalu bergegas kembali menuju puncak Zhu Yin.
*****
Di tempat lain.
" Swhuss...." sosok Qing Ruo muncul di dalam aula istana terlarang puncak Nan Yin, menatap Yin Gang serta para tetua yang tampak khwatir.
" Tuan Qing Ruo...." ucap Yin Gang dengan wajah khawatir.
" Pangeran, peperangan telah dimulai. Saat ini saudara Bei sedang melawan Yin Zuo dan mengulur waktu," ucapnya sambil menunjukan lencana pemimpin puncak Nan Yin yang di berikan oleh Yin Bei pada saat berada di dasar danau Es Hitam sebelumnya.
__ADS_1
" Baik tuan, lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Yin Xiolong.
" Bagi pasukan dalam tiga kelompok. Kelompok pertama yaitu para ahli formasi untuk menjaga segel perisai perlindungan puncak. Tahan serangan dari puncak Dong Yin selama mungkin. Kelompok kedua, pasukan tempur, tempatkan mereka di tiga tempat strategis untuk membuat serangan kejut, terutama untuk menyerang dan menyergap kelompok dari puncak Dong Yin yang kelelahan, ingat jangan bergerak keluar terlalu jauh, atau terpancing, dan kelompok ketiga, adalah kelompok khusus untuk membuat gerbang teleportasi yang terhubung dengan kota Gu Lu di kawasan lembah terlarang."
" Baik tuan...," ucap Yin Gang,Yin Xiolong dan semua orang.
" Swhuss... swhus...." Sosok Yuan Bai, Yuan Hei, Long Chen, Mao Bing dan Mayi Gui muncul di tempat itu.
" Hormat pada penguasa," ucapnya dengan hormat.
" Para jenderal pasukan hutan gelap," ucap Yin Xiolong dan rombongannya membatin dengan mulut ternganga.
" Yuan Bai, Yuan Hei dan kalian semua, bantu pangeran Gang untuk mengarahkan pasukan..." ucap Qing Ruo memberi perintah sambil menjelaskan tugas mereka dengan rinci.
" Apak kalian sudah paham?" tanya Qing Ruo.
" Paham, penguasa..." ucap mereka dengan hormat.
" Baik, " pangeran Gang, tugas selanjutnya aku serahkan sepenuhnya pada pangeran ," ucap Qing Ruo mengejutkan Yin Gang untuk segera bergerak.
" Lalu tuan sendiri?" tanya Yin Gang dengan serius.
" Aku akan membantu saudara Bei mengulur waktu," ucapnya dengan serius.
" Ba-baik, tuan.." ucapnya tergagap.
Setelah memberikan pengarahan dan menjelaskan tugas pada mereka, Qing Ruo lalu meninggalkan tempat itu.
" Swhuss...." sosoknya lenyap dari pandangan semua orang.
" Para tetua, sekarang!" ucap Yin Gang, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung bergerak, mengerjakan tugas mereka masing-masing.
" Swhuss... swhus...." sosok mereka bergerak seperti lebah, melesat keluar dari dalam ruangan itu.
****
Kota Gu Lu.
Yuan Hui, Yuan Liu dan Jin Kong yang sedang berbincang-bincang di dalam aula istana tiba-tiba dikejutkan dengan cincin penyimpanan mereka yang tiba-tiba bergetar. Namun belum sempat mereka memeriksa pesan jiwa tersebut, mereka kembali di kejutkan dengan kedatangan Mao Tang dan rombongannya.
" Jenderal Mao Tang, ada apa?" tanya Jin Kong dengan wajah penasaran.
" Patriark, kita mendapat perintah untuk melakukan penyerangan," jawab Mao Tang dengan serius, sambil menunjukkan lencana pesan jiwa dari Qing Ruo.
" Benar," ucap Jin Kong sambil ikut memeriksa cincin penyimpanannya.
" Jika demikian, aku bergerak dulu. Jenderal Mao Tang, Yang Mulia, untuk mengarahkan seluruh pasukan, aku serahkan pada kalian," ucap Jin Kong lalu menghilang dari dalam ruangan itu.
" Jenderal," ucap Yuan Shui menatap Mao Tang dengan serius.
" Yang Mulia, sesuai arahan penguasa Qing Ruo, kita akan membagi pasukan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah pasukan bantuan dari klan Jin yang telah disiapkan untuk segera bergerak menuju titik penjemputan oleh pasukan dari puncak Nan Yin, tugas ini aku serahkan pada saudaraku Mao Lei dan yang lainya. Kelompok kedua adalah pasukan kota yang bertugas untuk melindungi dan menyegel kota, dan kelompok ketiga adalah pasukan yang secara khusus untuk membunuh dan menangani semua anggota klan Yin yang ada di kota ini," ucap Mao Tang dengan serius.
" Baik, jika demikian, mari kita bergerak!" ucap Yuan Shui, sambil meminta prajurit memanggil semua jenderal untuk segera mempersiapkan pasukan.
__ADS_1