
Tindakan Qing Ruo yang meminta Long Yu Wei melepaskan ikatan rantai hitam tersebut membuat para tetua itu begitu kesal. Walaupun demikian, mereka dapat menyembunyikan kedongkolan, kemarahan dan kebenciannya.
" Baj***an ini berpura-pura bersikap ramah. Dan itu membuatku muak." Berbicara pada rombongan melalui telepati.
" Aku malahan begitu ingin menghajarnya."
" Sebenarnya, apa yang ingin dia rencanakan?"
" Saudara, aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita lihat saja. Selain itu bersiap-siaplah, jika ada kesempatan, kita serang dia."
" Saudara, lihatlah sosok yang dipanggil Long Yu Wei itu. Dia adalah Semi abadi tingkat delapan, tetapi begitu patuh padanya. Apakah saudara yakin ingin melakukan perlawanan?"
" Saudara, bukankah aku katakan sebelumnya, jika ada kesempatan. Lagi jika kita tidak bisa melawannya, kita bisa membawanya mati bersama kita."
Tidak lama kemudian. Long Yu Wei dan rombongannya selesai membuka ikatan rantai hitam tersebut.
" Terima kasih. Kalian beristirahatlah serahkan mereka padaku," ucap Qing Ruo pada Long Yu Wei dan rombongannya, sambil mengedarkan pandangannya pada para tetua yang ada dihadapannya tersebut dengan santai.
" Tapi penguasa," ucap Yuan Bai ragu.
" Yuan Bai, tenanglah," ucap Qing Ruo dengan santai.
" Baik penguasa..." Lalu membawa rombongannya pergi.
" Jika kalian berani macam-macam dengan penguasa muda Qing Ruo, Aku akan mendatangi klan kalian," ucap Long Yu Wei dengan tatapan dingini, lalu bergerak mengikuti Yuan Bai dan rombongan yang meninggalkan tempat itu.
Di hadapannya Qing Ruo. Tampak para tetua itu begitu terkejut. Mereka yang sebelumnya ingin membunuh Qing Ruo mengurungkan niatnya.
" Benar-benar sial. Mengapa harus bertemu dengan klan kuno ini," ucap para tetua itu berbicara pada rombongannya melalui telepati dengan kesal
" Tidak hanya itu, dia juga memiliki darah emas Shen Guoshi Ling," ucap salah satu tetua menimpal, membuat para tetua itu kini mulai berkeringat dingin.
" Dengan memiliki darah Shen Guoshi Ling saja kita sudah tidak ingin berurusan dengannya, apalagi dengan darah Shen Guoshi Qing. Hais, mengapa bisa seperti ini...." Para tetua itu mulai mengeluh.
" Kita benar-benar tertipu. Penyelidikan yang kita dapat sebelumnya mengatakan sosok ini berasal dari klan Na, tapi...."
" Aku tahu kalian kesal dan dongkol padaku. Tapi kalian sendirilah yang mendatangi tempat ini. Sekarang jawab pertanyaannyaku.Di antara kalian siapa yang berasal dari klan Ji?" tanya Qing Ruo mengejutkan mereka.
Cukup lama Qing Ruo menunggu, tapi satupun tidak ada yang ingin menjawab.
" Apakah memang tidak ada yang berasal dari klan Ji? Jika demikian, siapa di antara kalian yang berasal dari Klan Xian dan Klan Nan?" Tanya Qing Ruo sekali lagi, yang bahkan tidak berani di jawab oleh para tetua tersebut.
" Klan Wu?" tanya Qing Ruo dengan tajam.
__ADS_1
" A-aku tuan, Wu Kang," jawab tetua tersebut memperkenalkan diri.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil meminta Wu Lang memisahkan diri.
Setelah Wu Lang memisahkan diri, tersisa dua belas tetua yang masih terdiam.
" Tidak masalah jika kalian tidak mau bicara. Di dalam ruanganku sebelumnya, aku sudah menyiksa Ji Jiu, Ji Huan, Xian Guo, Xian Tang dan Nan Ma dengan menghancurkan kultivasi mereka, mematahkan kedua tangan dan kakinya, serta menyiksa tubuh fana mereka dengan semut api abadi. Oh, aku hampir lupa ada beberapa tetua tingkat tinggi kalian yang juga merasakan siksaanku. Jadi, jika kalian ingin bermain-main denganku, silakan." Dengan tatapan tajam.
Kata-kata Qing Ruo itu langsung membuat beberapa di antara mereka begitu marah, namun beberapa di antara mereka bahkan kini berlutut dan ketakutan.
" Oh, masih ingin melawan," ucap Qing Ruo sambil melepaskan kekuatan petir dari tubuhnya. Tidak hanya itu, ledakan aura semi abadi tingkat delapan juga ikut mengedarkan dari tubuhnya.
" Tu-tuan, mohon pengampunannya," ucap beberapa tetua ketakutan. Bahkan para tetua yang tidak senang sebelumnya kini menjadi pucat pasi.
" Siapa dari kalian yang berasal dari klan Ji? Klan Xian dan Klan Nan!"
" Ka-kami, kami tuan...." dengan terbata, sambil membuat kelompoknya masing-masing.
Qing Ruo lalu kembali menarik kekuatannya, membuat tempat yang dipenuhi dengan aura penindasan itu kini menjadi tenang kembali.
" Benar-benar tindakan yang terencana," ucap Qing Ruo, sambil menatap kelompok kecil tersebut. Di hadapannya ada empat tetua dari klan Ji, lima tetua dari klan Xian, dan tiga tetua dari Klan Nan."
" Jika masih ingin hidup dan melihat klan kalian masih ada, maka hancurkan kultivasi kalian hingga ketingkat pendekar kaisar untuk Klan Wu. Tingkat pertapa untuk Klan Ji dan Klan Xian, pertapa suci untuk Klan Ma. Lakukan sekarang!"
Tanpa membantah, satu- persatu sosok pria paruh baya itu mulai menghancurkan tingkat kultivasi mereka, sesuatu dengan yang diperintahkan oleh Qing Ruo. Setelah ketiga belas sosok sosok itu menghancurkan tingkat kultivasinya, Qing Ruo lalu melepaskan rantai jiwa dan menyegel kekuatan mereka.
" Ba-baik tuan," jawab mereka terbata-bata.
" Baik sebelum aku pergi, apakah ada yang ingin disampaikan?"
" Tidak ada tuan."
" Baik, pulihkan diri kalian." Lalu lenyap dari tempat itu.
Setelah memastikan bahwa Qing Ruo benar-benar telah pergi dari tempat itu, para tetua itu akhirnya berani bersuara.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
" Sebaiknya mulailah hari ini kita hanya bisa mendengar perintahnya," jawab tetua yang lainnya berbicara.
" Sepertinya demikian. Dengan kekuatan yang tersegel ini, sangat tidak mungkin kita bisa bangkit kembali."
" Jangan berpikir terlalu jauh. Masih dapat hidup dan memiliki kekuatan seperti ini saja sudah bersyukur," ucap yang lain mengingatkan.
__ADS_1
Pada saat mereka sedang berbicara, tiba-tiba Yuan Bai dan Yuan Hei kembali, muncul di tempat itu.
" Pulihkan diri kalian. Setelah selesai, kami akan menjelaskan tugas dan kewajiban yang akan kalian lakukan," ucap Yuan Bai dengan santai.
" Baik tuan." Lalu mulai memulihkan dirnya.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo keluar dari dunia jiwa, muncul di dalam ruangannya.
" Penguasa," ucap Huo Zhaodau dan Mao Lei dengan hormat.
" Zhoudau, Mao Lei," ucap Qing Ruo sambil meminta kedua hewan buas itu kembali ke dalam dunia jiwa.
Setelah kedua hewan buas itu kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu mengambil sikap tenang, dan mulai berkultivasi sambil menyerap kristal jiwa abadi, untuk memperbaiki pondasi kultivasinya yang tertunda sebelumnya.
****
Di tempat lain.
Penginapan Bunga Xi.
Qian Kun, duduk di dalam ruangannya dengan wajah khawatir. Walaupun Qing Ruo telah menjamin tidak akan meninggalkan masalah itu begitu saja, namun setelah memastikan keadaan patriark Ji Huan, Xian Tang dan rombongannya membuatnya merasa ragu pihak klan akan menerima keadaan itu begitu saja.
Pada saat dirinya akan menyesap minumannya untuk menenangkan pikirannya, tiba-tiba seorang penjaga memasuki ruangan.
" Tuan, perwakilan dari klan Ji, klan Nan dan klan Xian telah tiba."
" Baik, bawa mereka masuk."
" Baik tuan." Lalu meninggalkan ruangan.
Tidak lama kemudian, penjaga itu kembali bersama enam sosok pendekar semi abadi tingkat lima tahap akhir.
" Tuan-tuan, terima kasih telah memenuhi panggilan kami," ucap Qian Kun sambil memperkenalkan diri dengan hormat sambil mempersilakan keenam tamunya itu duduk, namun segera di tolak oleh tetua dari klan Nan.
" Tuan Qian Kun, langsung saja. Karena kami sedang terburu-buru," ucap sosok itu dengan tegas.
" Tuan, ini sangat penting. Namun sebelum aku menjelaskan masalahnya, aku ingi tuan-tuan untuk berjanji untuk tidak membuat masalah di tempat ini," ucap Qian Kun dengan tegas, membuat keempat sosok itu semakin curiga.
" Tuan Qian Kun, katakan saja masalahnya. Jangan bertele-tele...."
__ADS_1
Qing Kun menganggukkan kepalanya, lalu membawa rombongan itu meninggalkan ruangan itu, bergerak menuju lantai tiga.
👉 1 bab ya kak.🙏