Sang Penguasa

Sang Penguasa
104. Penjelasan Naga Perak.


__ADS_3

Kata-kata Qing Ruo membuat tempat itu tiba-tiba menjadi hening. Bahkan sang Naga perak itu terdiam cukup lama.


" Saudara sudah berapa lama kita di tempat ini?"


" Saudara, Jika ingatan, dan perhitunganku tidak salah, kita sudah berada ditempat ini sebelah ribu tahun yang lalu."


" Aku mengerti, jadi tidak heran jika dia tidak mengetahui rahasia tempat ini," ucap naga perak itu datar.


" Maksud tuan?" Tanya Qing Ruo.


" Nak, apakah kamu benar-benar tidak tahu nama pilar ini?"


" Benar tuan," jawab Qing Ruo dengan serius.


" Jika demikian, itu berarti kamu adalah generasi baru yang tidak mengenal sejarah tempat ini dengan baik. Nak, kami sudah cukup lama berada di tempat ini, sedangkan mereka, bahkan lebih dulu dari kami." ucap naga Perak menjelaskan, menatap kedua ikan emas raksasa yang ada di sisi Qing Ruo, yang tidak bergeming sedikitpun.


" Lalu bagaimana dengan sosok yang mati itu?" Tanya Qing Ruo.


" Mereka adalah  kelompok yang lebih dulu terkubur di tempat ini, dimana  masa hidup mereka telah diserap oleh pilar emas ini," ucap naga perak, membuat Qing Ruo semakin penasaran.


" Tuan, jika  aku  boleh tahu, rahasia apa yang dimiliki pilar emas ini?" tanya Qing Ruo, penasaran.


Nak, bagaimana bisa kamu berada di tempat ini?" tanya naga perak, tanpa menjawab pertanyaan Qing Ruo.


" Aku memasuki tempat ini melalui klan Liu  yang memberikan aku lencana emas, sebagai hadiah atas tindakanku yang membantu mereka melindungi Kota Danau Emas dari serangan klan Nan. Mereka mengatakan bahwa Danau ini adalah danau suci Klan mereka, dan  memberikan kesempatan padaku untuk berlatih," jawab Qing Ruo dengan jujur.


" Hais, klan Liu, " ucap sang naga dengan nada gusar.


" Tuan apakah ada yang salah dengan mereka?"


" Nak, kita semuanya ada di tempat ini telah tertipu, bahkan mereka juga demikian."


" Maksud tuan?"


" Liu Tian, leluhur pertama Klan Liu  adalah orang yang menyegel danau emas ini, dan menempatkannya ke dalam dunia kecil, menjadikannya sebagai milik pribadi klan Liu. Pada awalnya, danau pilar emas ini ada di permukaan daratan ilahi,  yang dapat dikunjungi oleh siapapun untuk  menyembuhkan luka mereka. Namun setelah  berada di dalam dunia kecil, tiba-tiba pilar emas langit menjadi jahat, bahkan membunuh leluhur Liu Tian itu sendiri. Tidak hanya itu, banyak leluhur mereka yang mencoba mendekati tempat ini langsung dibunuh oleh pilar emas ini..."


" Lalu dimana jasad mereka?" tanya Qing Ruo penasaran.


" Pilar emas langsung melempar mereka, bahkan hingga keluar dari dunia kecil ini."


" Lalu di mana sosok leluhur Liu Tian itu?"


" Terserap oleh pilar Emas tanpa sisa.." ucap Sang Naga perak, membuat Qing Ruo merinding.


Qing Ruo terdiam, beberapa saat, menatap sang naga perak yang mematung di sisinya.

__ADS_1


" Tuan aku benar-benar tidak mengetahui rahasai pilar emas ini. mohon penjelasannya," ucap Qing Ruo sekali langi.


" Baik," jawab Naga perak itu, lalu mulai bercerita.


" Nak, pilar emas yang ada di depan kita ini adalah patahan tongkat dewa kuno, Shen Guoshi Yisheng, yang  di tewaskan oleh Shen Guoshi Qing Tian  dalam pertempuran hidup dan mati."


" Apa!" Qing Ruo terkejut.


" Bahkan leluhur Liu Tian, hingga kematian juga tidak mengetahui hal itu," ucap naga Perak lainnya berbicara.


" Tuan sebenarnya apa yang terjadi?  bagaimana mereka bisa dan saling membunuh?"


Sang Naga perak terkekeh.


" Sebenarnya ini  adalah rahasia kuno dari para dewa terdahulu. Shen Guoshi Yisheng, adalah dewa awal yang merupakan dewa penyembuh, yang memiliki kekuatan menyembuhkan berbagai jenis luka, dan begitu terkenal dengan sebutan tabib dewa. Karena kehebatannya ini, Yisheng dihormati oleh para dewa kuno,  dan dilindungi oleh mereka. Pada suatu hari,  putra pertama Qing Tian,  Qing Yu terluka parah. Karena tabib klan tidak mampu menyembuhkannya, Qing Tian lalu meminta pertolongan pada Yisheng untuk menyembuhkannya, namun permohonan itu ditolak mentah-mentah, bahkan Yisheng yang merasa memiliki kekuatan tanpa batas dan dilindungi oleh para dewa kuno lainnya, menertawai Qing Yu yang hampir meregang nyawa, membuat Qing Tian menjadi kalap, lalu terjadilah  pertempuran  hidup dan mati tersebut." 


" Sangat mengerikan. Lalu bagaimana hasil pertempuran tersebut?"


"  Tentu saja Shen Guoshi Yisheng terbunuh, bahkan beberapa dewa kuno lainnya juga terbunuh bersamanya. Nak, dominasi Shen Guoshi Qing Tian itu dimulai dari kawasan perbatasan utara ini, sehingga jangan pernah menyinggung nama seseorang dari klan Qing," ucap naga perak dengan serius.  


" Nak, lihatlah. Kehebatan patahan tongkat itu. Walaupun telah rusak, tetapi masih memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Selain memiliki elemen penyembuhan, patahan tongkat emas itu juga dapat membantu orang untuk menerobos ke tingkat yang lebih tinggi. Sehingga membantu Klan Liu membangun kekuatannya. Dari jarak jauh, pilar Emas ini sangat membantu semua orang, tetapi jika kita mendekatinya pilar ini justru membunuh kita..."


" Terima kasih tuan. Aku mengerti. Tapi  aku tidak ingin mati di tempat ini," ucap Qing Ruo, membuat kedua naga perak itu terkekeh.


" Benar, serangan cahaya itu benar-benar melumpuhkan kami," ucap naga perak lainnya.


Qing Ruo terdiam dengan pikirannya,  mempelajari kekuatan yang menyegel tubuhnya. Berulang kali Qing Ruo mengedarkan kekuatannya, namun justru membuat kekuatan yang menyegel tubuh semakin kuat.


" Nak, Jangan memaksakan diri. Tindakanmu Itu justru akan menguras tenaga dan kekuatanmu," ucap Naga perak mengingatkan Qing Ruo..


" Tapi tuan, aku tidak ingin terkuburnya di tempat ini," ucap Qing Ruo, sambil terus mengedarkan kekuatannya.


" Nak, apakah kamu pikir kami juga mau seperti ini. Lihatlah mereka yang tidak memiliki daya hidup. Itu semua karena mereka memaksa diri."


Kata-kata naga perak membuat Qing Ruo segera menghentikan tindakannya.


" Benar-benar segel yang sangat kuat," batinnya, membuat tempat itu kini menjadi hening kembali.


Dua jam berlalu begitu saja,   namun tidak ada sedikitpun percakapan diantara mereka, membuat kedua naga perak itu mengira Qing Ruo kini telah menyerah.


" Sudah aku duga, pemuda ini akan menyerah, tetapi aku tidak menyangka jika dia akan menyerah secepat ini."


" Sungguh kasihan..."


" Benar. Dia juga begitu muda..."

__ADS_1


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Qing Ruo memasuki pikiran mereka.


" Tuan-tuan, aku sudah mengerti," ucap Qing Ruo tiba-tiba mengejutkan mereka.


" Nak, Apa maksudmu?" tanya naga perak tersebut dengan penasaran.


" Tuan-tuan, kekuatan cahaya itu pada dasarnya adalah segel pembeku yang hanya bekerja pada kekuatan emas yang keluar dari patahan tongkat ini," ucap Qing Ruo dengan penuh semangat.


" Benar, kami juga sudah tahu hal itu," jawab Sang Naga perak dengan kecewa.


" Hais, tuan-tuan, mengapa tidak mengatakan hal itu dari awal. Jika seperti itu mungkin aku sudah tahu solusinya."


" Nak, jikapun kamu tahu, lalu apa yang bisa kita lakukan, segel pembeku ini benar-benar sulit untuk ditaklukkan."


" Saudara, jangan berkata seperti itu. Bukankah segala usaha harus dicoba. Nak, coba jelaskan pada kami dengan rinci," ucap Naga lainnya berbicara..


" Tuan-tuan, jika pemahamanku tidak salah. Segel cahaya sebelumnya merupakan segel formasi jiwa darah. Sedangkan kekuatan spiritual emas yang kita serap dari danau ini, mengandung kekuatan jiwa darah emas, tidak heran kekuatannya mampu menyembuhkan dan mengobati luka."


" Benarkah?"


" Aku yakin hal itu," jawab Qing Ruo.


" Nak, lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Keluarkan kekuatan spiritual emas yang mengandung jiwa darah yang kita serap sebelumnya dengan begitu maka kita akan terhindar dari segel formasi jiwa darah ini."


"  Tapi bagaimana caranya, karena kami  bukan seorang ahli mantra formasi."


" Tuan, kita tidak perlu melawan segel formasi jiwa darah ini. Yang perlu kita lakukan adalah membuang kekuatan spiritual emas itu. Caranya, kumpulkan darah sejati kita, dan pisahkan dengan kekuatan spiritual emas yang kita serap dari tongkat emas ini, lalu kumpulkan pada dua tempat yang berbeda, dan lakukan secara perlahan, seperti kita mengedarkan kekuatan di setiap titik Meridian yang ada di tubuh kita."


" Sepertinya tidak masuk akal, karena setiap kali kita mengedarkan kekuatan di dalam tubuh, segel itu langsung bereaksi."


" Tuan, reaksi tubuh akan berbeda ketika kita langsung meminum segelas arak begitu saja, dengan kita menyesapnya secara perlahan. Dan yang pasti dari kedua cara tersebut, arak yang ada di dalam gelas itu sama-sama habis."


" Kamu benar nak, mari kita coba."


" Baik tuan. Lakukan dengan perlahan."


Dengan tenang, Qing Ruo dan ketiga naga perak itu mulai membagi kekuatan darah sejatinya,  memisahkan kekuatan spiritual emas yang telah mereka serap dari danau emas itu secara perlahan.


^^^



Teman-teman pembaca PBTB, Author sudah membuka paket dukungan di **********. Yang mau membagikan tambahan kristal jiwa, dipersilakan. Terima kasih. 🙏🙏🙏^^^

__ADS_1


__ADS_2