
Yin Bei menganggukkan kepalanya, menatap Qing Ruo yang begitu tenang dan terbuka di hadapannya dengan santai.
" Bantuan seperti apa yang tuan perlukan?" tanya Yin Bei dengan santai.
" Aku perlu bantuan Pangeran untuk bekerjasama denganku mengalahkan Yin Zuo dan Yin Quan," ucap Qing Ruo dengan serius, membuat Yin Bei hampir menyemburkan minuman dari mulutnya.
" Tuan Qing Ruo, jangan bercanda. Yin Zuo bukanlah sosok yang mudah dihadapi, apalagi dengan bangkitnya Yin Quan, aku rasa itu..." ucap Yin Bei yang segera menjeda kata-katanya, saat melihat Qing Ruo menantapnya dengan serius.
" Karena hal itu tidak mudah maka kita perlu bekerjasama," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Yin Bei menganggukan kepalanya.
" Ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menghadapi kubu Dong Yin dan kubu Zhu Yin itu perlu rencana dan persiapan yang benar-benar matang. Sepertinya tuan Qing Ruo begitu berambisi mengalahkan mereka, apakah tuan punya dendam?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Pangeran, jujur saja aku tidak memiliki dendam pada mereka, tetapi aku memiliki janji dan sebuah misi," jawab Qing Ruo dengan tenang, saling menceritakan alasan kedatangannya untuk memenuhi janjinya pada Jine Xun dan rombongannya untuk membalaskan kematian Yin Sha, Yin Huo dan Yin Wu. Selain itu, Qing Ruo juga dengan jujur menjelaskan misinya yang ingin membangun ulang kekuatan klan Yin untuk membantunya menghancurkan klan Luo trah kedua.
" Ini terlalu mengerikan," batinnya menatap Qing Ruo dengan tenang.
" Jika demikian, apa alasan tuan Qing Ruo ingin bekerja sama denganku?" tanya Yin Bei dengan serius.
" Jujur saja aku memerlukan kekuatan pangeran. Selain itu, aku juga tidak memiliki pilihan, namun aku menemukan alasan bahwa orang yang paling bisa aku percaya selain tetua Yin Xie adalah pangeran. Sebagai putra patriark Yin Mo Xiao, apakah pangeran tidak memiliki dendam pada mereka?" tanya Qing Ruo, membuat Yin Bei terdiam.
" Tuan Qing Ruo, itu adalah masa lalu dan aku tidak ingin mengingatnya kembali," jawabnya dengan tenang, beralasan untuk menolak kerjasama tersebut.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Pangeran sungguh berjiwa besar, tapi Yin Zuo dan Yin Quan tidak berpikir seperti itu. Status dan kekuatan yang pangeran miliki, itu adalah ancaman utama mereka. Jika pangeran berada di posisi mereka, apakah pangeran akan membiarkan ancaman itu tetap ada?" tanya Qing Ruo.
" Tuan Qing Ruo benar," ucapnya pelan.
" Pangeran, ini demi masa depan klan Yin. Mari kita memperbaiki klan yang telah rusak ini dan membangun kekuatannya kembali. Lagi pula aku juga tidak datang dengan tangan hampa," ucap Qing Ruo dengan serius.
" Maksud tuan Qing Ruo?"
" Pangeran sebelum tiba di tempat ini, aku telah membuat rencana dan aku juga telah menyiapkan pasukan," jawab Qing Ruo dengan serius.
" Tapi tuan, yang kita hadapi adalah sosok abadi, selain itu kondisi ku saat ini juga masih belum pulih sepenuhnya..." ucap Yin Bei pelan.
__ADS_1
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Pangeran, masalah itu serahkan saja padaku. Pohon dapat ditumbuhkan, kota dapat dibangun, racun dapat di tawar dan luka dapat dipulihkan. Yang ingin aku tanyakan, apakah Pangeran punya keinginan atau tidak? Lalu apakah pengeran setuju dengan kerjasama ini atau tidak?" tanya Qing Ruo dengan serius.
Kata-kata Qing Ruo membuat Yin Bei terdiam.
" Benar-benar gigih," batinnya menantap Qing Ruo yang tidak mundur sedikitpun.
Setelah berpikir cukup lama, Yin Bei menganggukkan kepalanya.
" Baik, aku setuju," ucapnya pelan.
" Terima kasih, pangeran. Aku Qing Ruo akan mengingat perjanjian ini." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Baik, lalu apa rencana kita selanjutnya?" tanya Yin Bei dengan serius.
" Memulihkan luka pangeran," jawab Qing Ruo dengan serius.
" Memulihkan luka ku?" Menatap Qing Ruo dengan ragu.
" Benar," jawab Qing Ruo dengan serius.
" Pangeran bukankah sudah aku jelaskan sebelumnya. Mengenai kesiapan pasukan, itu adalah tugasku."
" Baik, tapi aku juga perlu tahu rincian pasukan yang tuan maksud," ucap Yin Bei dengan tenang.
Qing Ruo mengangguk kepalanya.
" Pangeran, saat ini aku telah bekerjasama dengan Jin Kong yang kini juga sudah berada di tingkat abadi, dan Yuan Shui, pemimpin kota Gu Lu. Dengan dukungan dari satu sosok yang abadi akan membuat hal ini lebih mudah," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan pasukan bantuan dari klan Jin dan kesediaan Yuan Shui dengan rinci, membuat Yin Bai terdiam takjub namun ragu.
" Ini adalah bantuan yang luar biasa, tapi..." ucapnya dengan ragu, menatap Qing Ruo dengan serius.
" Pangeran, apakah ada yang salah?" tanya Qing Ruo dengan tenang.
" Apakah ini tidak akan menjadi masalah? Lalu apakah Jin Kong dapat dipercaya?" tanya Yin Bei dengan serius.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Pangeran, setiap orang melakukan pekerjaan, pasti menginginkan hasil, dan akan menjadi masalah jika apa yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan jerih payah yang mereka lakukan. Mengenai hal ini, kita akan membicarakan langsung dengan Jin Kong, tetapi yang pasti dia bersedia membantu. Namun pangeran tenang saja, aku dapat menjamin kerjasama ini tidak akan menjadi masalah," jawab Qing Ruo dengan serius.
__ADS_1
" Baik," ucap Yin Bei.
" Untuk kesiapan pasukan, aku akan membicarakan masalah ini dengan Yin Gang, namun aku ingin mendengar pendapat pangeran, apakah Yin Gang dapat dipercaya?"
Yin Bei menganggukan kepalanya.
" Aku besar dan tumbuh bersama dengannya. Yin Gang adalah adalah satu-satu pura Yin Quan yang dapat aku percaya. Sebagai seorang ahli pembuat senjata, Yin Gang adalah orang yang cerdas, tenang dan bijaksana. Dan yang pasti dia sangat membenci Yin Quan," jawabnya menjelaskan.
" Mengapa bisa demikian?" tanya Qing Ruo dengan penasaran.
" Karena Yin Quan membunuh ibu dan istrinya," jawab Yin Bei, membuat Qing Ruo terkesiap.
" Ba-bagaimana bisa..." ucapnya terbata.
Yin Bei menghempaskan nafas panjang.
" Itulah Yin Quan, jangankan Istri dan menantunya, bahkan ayahku yang merupakan saudara kandungnya saja dia bunuh," ucapnya dengan sedih, membuat Qing Ruo bergidik.
" Ternyata Yin Quan adalah sosok yang sangat mengerikan. Tidak heran jika gunung Langit Yin begitu kacau. Namun aku tidak habis pikir, karena masih ada kelompok yang mendukungnya," ucap Qing Ruo dengan heran.
" Tuan Qing Ruo, itu semua demi kepentingan, jadi jangan heran," ucap Yin Bei menanggapi.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya pelan.
" Klan Yin benar-benar kacau," ucapnya pelan, membuat tempat itu menjadi hening.
" Pangeran, kembali pada fokus utama sebelumnya," ucap Qing Ruo memecah keheningan itu.
" Tuan Qing Ruo," ucapnya ragu sambil menggelengkan kepalanya.
" Pangeran, bicaralah," ucap Qing Ruo dengan hormat.
" Bukannya aku meragukan tuan, tapi luka ku ini bukanlah luka biasa," ucapnya dengan serius.
Qing Ruo menganggukan kepalanya pelan.
" Benar, ini bukan luka biasa, tapi apakah pangeran tahu mengapa luka ini tidak dapat disembuhkan?" tanya Qing Ruo dengan serius.
Yin Bei yang tidak dapat memahami alasan lukanya yang tidak dapat disembuhkan itu hanya bisa menggelengkan kepala, membuat tempat itu menjadi hening.
__ADS_1