Sang Penguasa

Sang Penguasa
330. Penyergapan.


__ADS_3

Setelah Qing Ruo dan Jin Kong pergi, Yuan Bai lalu menjelaskan strategi yang telah direncanakan oleh Qing Ruo pada pasukan tersebut dengan rinci, lalu memimpin rombongan itu bergerak meninggalkan tempat itu. 


" Swhuss... swhuss..." sosok mereka melesat menuju titik penyergapan yang telah telah di tentukan.


****


Di atas langit puncak Nan Yin.


Ribuan prajurit puncak Dong Yin yang di pimpin oleh Yin Jue, terus menggempur perisai pertahanan yang melindungi kawasan seluas lima puluh ribu hektar tersebut dari berbagai sisi.


" Dhuar... Dhuar...." ledakan dahsyat terus bergema, menggucang kawasan itu dengan hebat.


" Swhuss.... swhuss..." sosok Qing Ruo dan Jin Kong terus bergerak  menuju puncak utama, memeriksa setiap tempat dengan seksama.


" Tuan muda, perisai pertahanan ini terlalu luas dan memerlukan banyak energi penopang," ucap Jin Kong sambil bergerak di sisi Qing Ruo dengan tenang.


" Benar, tapi perisai pertahanan ini di dukung oleh artefak tingkat tinggi, sehingga kekuatnya lebih stabil. Selain itu, ini juga menguntungkan kita," ucap Qing Ruo.


" Maksud tuan muda?" tanya  Jin Kong dengan penasaran.


" Patriark, Perisai Pertahanan ini sangat luas dan stabil. Untuk dapat memasuki tempat ini, puncak timur akan menyebarkan pasukannya untuk  mencari celah yang rentan, dan aku sudah meminta beberapa pasukan untuk melakukan penyergapan pada titik yang rentan tersebut. Selain mengurangi jumlah kerugian pada pasukan kita, ini juga menghemat tenaga pasukan kita ketika mereka bertempur melawan sedikit orang," ucap Qing Ruo menjelaskan semua strateginya dengan rinci, membuat Jin Kong terkagum-kagum.


" Aku mengerti, tuan muda. Lalu kemana tujuan kita sekarang?" Tanya Jin Kong.


" Halaman Aula Bela diri," jawab Qing Ruo, sambil bergerak dengan tenang menuju pilar giok hitam, yang  penopang perisai mantra formasi perlindungan yang terus-menerus melepaskan energi yang luar biasa.


" Swhuss... swhus...." Mereka berdua tiba di halaman aula bela diri, disambut oleh Yin Gang dan  ribuan prajurit elit yang sedang menjaga pilar tersebut.


" Tuan Qing Ruo, tuan..." Menatap Qing Ruo dan Jin Kong dengan serius.


" Pangeran," ucap Qing Ruo menyapa sosok itu sambil memperkenalkan sosok yang ikut bersamanya.


" Patriark Jin Kong, selamat datang di klan Yin," ucap  Yin Gang, memperkenalkan dirinya dengan hormat.


" Terima kasih pangeran," ucap Jin Kong dengan ramah, sambil menjelaskan bantuan pasukan yang datang bersamanya.


" Terima kasih patriark. Aku Yin Gang akan mengingat budi ini." sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Pengeran Yin Gang, aku juga senang dapat membantu pangeran," ucap Jin Kong tersenyum ramah.


" Terima kasih, Patriark," ucap Yin Gang sekali lagi sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Tuan Qing Ruo," ucapnya ragu.


" Pengeran, bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.


" Tuan, mengapa patriark Jin Kong  tidak langsung membantu saudara Bei..."  Ucap dengan serius.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Pangeran Gang, tenanglah. Saat ini saudara Bei dan Yin Zuo sedang bertempur, namun kita tidak perlu cemas, karena pertempuran di tingkat abadi berbeda dengan kita yang masih berada di tingkat semi abadi yang cepat kehabisan tenaga. Selain itu, aku juga meminta saudara Bei untuk bermain-main dengan Yin Zuo."


" Tapi tuan..." menatap Qing Ruo dengan serius.


" Pangeran Gang, Yin Zuo masih memiliki kartu rahasia yang belum dia gunakan, dan tujuan kedatangan kami adalah untuk menghancurkan kekuatan tersebut," sambil menjelaskan keberadaan segel hitam penghancur jiwa dan kegunaannya dengan rinci, membuat Yin Gang langsung terdiam.

__ADS_1


" Tu-tuan, lalu apa yang harus kita lakukan?" 


" Pangeran Gang, sepertinya kita sudah bisa membuka satu atau dua titik penyergapan, karena semua pasukan bantuan telah tiba," ucap Qing Ruo mejelaskan tujuan kedatangannya.


" Baik tuan..."


" Lalukan secara bergantian. Kita mulai pada titik penyergapan barat, lalu titik  penyergapan arah selatan, lakukan hal ini seolah-olah bahwa perisai tersebut  memang rusak," ucap Qing Ruo.


" Lalu bagaimana dengan titik timur?"


" Pangeran,  untuk saat ini jumlah pasukan mereka terpusat pada wilayah timur. Dan taktik kita adalah menghindari perang besar secara langsung. Pasukan kita yang berada di titik Timur itu akan kita gunakan untuk melakukan pengejaran."


" Baik tuan," ucapnya dengan serius.


Setelah memberikan penjelasan dan pengarahan pada Yin Gang, Qing Ruo dan Jin Kong lalu bergerak menuju titik penyergapan yang ada di kawasan barat.


" Swhuss... swhuss...." sosoknya lenyap dari tempat itu.


Setelah Qing Ruo pergi, dua puluh menit kemudian, Yin Gang lalu meminta para tetua untuk melemahkan perisai pelindungan yang ada di wilayah barat.


*****


Wilayah timur di luar perisai pelindungan. Yin Jue beserta para tetua puncak Dong Yin,  duduk di dalam tenda membahas strategi untuk segera dapat menaklukkan perisai pertahanan puncak Nan Yin.


" Sia***n! perisai pertahanan ini seperti cangkang kura-kura saja!" ucap Yin Jue dengan kesal.


" Benar, ini sudah hampir tiga jam, namun satu kelompok pun pasukan kita masih belum ada yang berhasil membuat celah," Yin Dalu menanggapi.


" Inilah resiko jika berurusan dengan ahli Mantra Formasi," ucap Yin Lun menanggapi.


" Saudara, lalu apa yang harusnya kita lakukan?" tanya Yin Kun.


" Baik saudara, tapi apakah ini tidak terlalu berisiko? Karena hal ini dapat melemah kekuatan pasukan kita secara bersamaan," ucap Yin Kun mejelaskan.


" Tenanglah, aku yakin Xiolong dan pasukannya tidak akan berani keluar dari cangkangnya ini. Satu-satunya cara agar kita dapat membantai mereka adalah merusak segel Perisai dan memasuki," ucap Yin Jue bersikeras.


" Tapi saudara..." ucap Yin Kun dengan ragu.


" Saudara tenanglah. Jumlah pasukan mereka paling banyak enam puluh ribuan, dan itu pun tidak sepenuhnya dapat bertarung," ucap Yin Jue dengan santai.


" Jika demikian, baiklah," ucap Yin Kun.


Pada saat hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba Yin Kun dan Yin Lun mendapatkan pesan jiwa dari Xu Mubai dan Ding Dugong, bahwa prajurit yang berada di kawasan barat menemukan celah dan berhasil menghancurkan bagian dari perisai pertahanan tersebut.


" Saudara, prajurit yang berada di bagian barat..." ucap Yin Kun menjelaskan keberhasilan prajurit tersebut dengan penuh semangat.


" Sudah aku katakan sebelumnya, pasti ada celah," ucap Yin Jue tertawa keras, lalu memerintahkan Yin Kun dan Yin Lun untuk  menambah jumlah  pasukan ke tempat itu.


" Baik," ucap Yin Kun dan Yin Lun, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.


****


Lembah bagian barat puncak Nan Yin.


Dua puluh lima ribuan prajurit  puncak  Dong Yin yang berada di tempat itu, bersorak gembira, setelah berjam-jam akhirnya dapat menghancur  perisai pertahanan tersebut.

__ADS_1


" Panggil pasukan bantuan!" ucap seorang tetua, sambil menjaga celah tersebut bersama ribuan prajurit lainnya.


" Swhuss... swhus...." ribuan prajurit puncak Dong Yin, terus bergerak memasuki celah  tersebut. Pada saat mereka begitu senang,  tiba-tiba  dinding perisai tersebut pulih kembali.


" Oh tidak...." ucap para tetua tersebut panik .


" Serang!" ucap tetua  lainnya memberi perintah, sambil melepaskan serangan tombak pada dinding perisai pertahanan yang secara perlahan   pulih tersebut.


" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat bergema, mengetarkan dinding perisai pertahanan itu  dengan hebat, hingga dinding hitam gelap itu benar-benar pulih dan menutup.


" Argh..." Teriak para tetua tersebut dengan kesal, menatap dinding hitam itu dengan tatapan kosong.


" Semoga ini bukan jebakan," ucapnya pelan.


" Terus serang!" ucap tetua yang lainnya memberi semangat untuk tidak berhenti membuat celah.


****


Di dalam perisai pertahanan.


Dua puluh ribu prajurit Puncak Dong Yin yang berhasil memasuki celah itu juga tidak kalah terkejutnya, saat dinding perisai pertahanan tersebut tiba-tiba pulih dan menutup kembali.


" Oh tidak! Saudara Gu Chi, apa yang harus kita lakukan?" dengan wajah panik.


" Saudara Theng Lai, sambil menunggu pasukan yang lainnya masuk, sebaiknya kita bergerak mencari tempat untuk bersembunyi," jawab Yin Gu Chi dengan serius.


" Tapi Saudara, bagaimana jika kita serang saja perisai pertahanan ini."


" Saudara, kita tidak pernah tahu apakah kita dapat merusaknya, namun satu hal yang perlu kita pahami, Kegaduhan di tempat ini, itu akan menarik perhatian mereka. Dengan jumlah pasukan kita ini, apakah sudara yakin mampu melakukan perlawanan?"


" Sudara Gu Chi benar. Kita benar-benar sial!" ucap Yin Theng Lai dengan kesal.


" Benar, kalian memang sial," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


" Saudara,  dia hanya seorang diri. Jangan sampai dia memberi tahu yang lain..." ucap Yin Theng Lai dengan serius.


" Swhus..." pemimpin pasukan tiba-tiba bergerak menyerang Qing Ruo  yang menyamarkan kultivasi  hingga ke lima semi abadi.


" Dhuar...." Pukulan mereka berdua beradu dengan terlemparnya  sosok tersebut yang langsung kehilangan nyawanya.


" Apa....! Bagaimana bisa..."  ucap mereka terkejut.


" Semi Abadi tingkat lima dapat membunuh semi Abadi tingkat delapan tahap dasar dengan serangan tunggal." ucap Yin Gu Chi, menatap Qing Ruo dengan terbelalak.


" Prajurit, serang!" ucap Yin Teng Lai memberi perintah.


" Swhuss... swhus..." Lima sosok semi abadi tingkat delapan tahap puncak, langsung  bergerak menyerang Qing Ruo yang tidak bergeming dari tempatnya tersebut.


" Dhuar.... dhaur...." Ledakan dahsyat bergema, bersamaan terlemparnya kelima sosok itu.


" Akh...." teriak mereka kesakitan dengan tubuh bersimbah darah.


" Darah emas!" ucap Yin Theng Lai menatap Qing Ruo dengan penuh kemarahan dan kebencian.


" Saudara Then Lai, jangan gegabah. Aku takut dia sudah berada di tahap abadi," ucap YinGu Chi menggiatkan.

__ADS_1


" Oh tidak, dia mengulur waktu." ucap Xu Mubai dan Ding Dugong bersamaan, saat merasakan ribuan aura muncul mengepung mereka dari berbagai arah. 


" Bunuh mereka semua!" Ucap Qing Ruo tiba-tiba, sambil bergerak meyerang pasukan tersebut. 


__ADS_2