
Long Chen dan rombongannya menatap kepergian Qing Ruo dan Jin Kong dengan perasaan tidak tenang.
" Semoga tidak terjadi hal yang buruk," ucap Long Chen pelan.
" Semoga penguasa dan Patriark Jin Kong dapat bekerjasama dan mengatasi setiap masalah dengan baik," ucap Yuan Bai dengan perasaan tidak tenang.
Kepergian Qing Ruo dan Jin Kong yang tampak sedang tergesa-gesa tersebut membuat Long Chen dan rombongannya tidak bersemangat.
" Saudara, mari kita selesaikan pekerjaan di tempat ini, supaya kita juga dapat membantu penguasa," ucap Yuan Bai menyemangati rombongannya.
" Saudara Yuan Bai, benar..." ucap Mayi Xian, lalu bergerak membantu prajurit yang terluka.
****
Di tempat lain.
" Swhus... swhus..." Sosok Yin Zhanshi Zhe terus bergerak menuju kawasan yang menjadi medan pertempuran Yin Zuo dan Yin Bei dengan perasaan gusar.
" Jue Kepa**t!" ucapnya terus mengumpat dalam hati dengan dendam membara.
" Dhuar... dhuar..." Ledakan dahsyat dari pukulan Yin Bei dan Yin Zuo yang beradu semakin jelas terdengar olehnya, hingga sosoknya melihat Yin Baohu dan lima ribu pasukannya yang menyegel kawasan itu.
" Swhuss...." Sosoknya munculnya di sisi Yin Baohu.
" Saudara, ada apa?" tanya Yin Baohu dengan heran, menatap wajah Yin Zhanshi Zhe yang tampak begitu kusut.
" Jue Kepa**t itu tidak ingin bekerjasama, bahkan mereka juga menolak dan menghina kita," jawab Yin Zhanshi Zhe dengan wajah kesal sambil menjelaskan pertemuannya dengan Yin Lang Hong dengan rinci, membuat Yin Baohu dan rombongannya terdiam dengan wajah memerah.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan?" tanya Yin Zhanshi Zhe dengan serius, membuyarkan lamunan Yin Baohu dan rombongannya.
" Mendengar bagaimana mereka memperlakukan kita, tentu saja aku ingin membunuh Jue Kep**t itu, tapi saat ini kita benar-benar tidak memiliki pilihan untuk melakukan hal itu," ucap Yin Baohu dengan serius.
" Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Yin Zhanshi Zhe dengan serius.
" Sebaiknya kita mundur saja dulu, tapi siagakan pasukan, karena kita tidak tahu pergerakan Jue dengan jelas, bisa saja setelah memenangkan peperangan ini mereka lalu menyerang kita," ucap Yin Baohu menjelaskan.
" Tapi, bagaimana jika kubu Nan Yin memenangkan peperangan?" tanya Yin Zhanshi Zhe.
" Saudara, aku rasa itu tidak mungkin, lihatlah pertempuran itu," ucapnya sambil menunjukan Yin Bei yang kini benar-benar menjadi bulan-bulanan Yin Zuo, membuat Yin Zhanshi Zhe terdiam mematung.
****
Di sisi yang berlawanan dengan keberadaan Yin Baohu dan rombongannya.
" Swhuss... swhuss..." sosok Qing Ruo dan Jin Kong muncul di tempat itu, menemui Long Yu Wei dan Hu Yan Lan yang sedang mengawasi pertempuran Yin Zuo dan Yin Bei.
__ADS_1
" Penguasa, patriark," ucap Long Yu Wei dengan hormat.
" Yu Wei, apa yang terjadi?" tanya Qing Ruo dengan tenang.
" Penguasa, lihatlah," ucap Hu Yan Lan sambil mengarahkan pandangannya pada Yin Zuo dan Yin Bei yang sedang bertarung.
" Dugaan tuan muda mengenai kartu rahasia Yin Zuo memang benar, tapi ini sangat aneh," ucap Jin Kong, menatap sosok Yin Zuo yang kini memiliki tiga lingkaran cahaya di belakang punggungnya.
" Patriark benar, tapi aku juga tidak tahu bagaimana dia melakukannya," ucap Qing Ruo menanggapi.
" Maksud penguasa?" tanya Hu Yan Lan.
" Yan Lan, kami bahkan tidak melihat satu pun murid puncak Dong Yin yang tewas karena segel hitam penghancur jiwa, lalu bagaimana Yin Zuo bisa menaikkan lingkaran kekuataannya," jawab Qing Ruo menjelaskan, membuat Long Yu Wei dan Hu Yan Lan terdiam dengan heran.
" Tuan muda, jika demikian apa yang harus kita lakukan?" tanya Jin Kong menatap Qing Ruo dengan serius.
" Yin Zuo benar-benar sulit di hadapi, tapi kita juga tidak bisa mundur. Lalu bagaimana dengan kesiapan patriark?" tanya Qing Ruo dengan serius.
Jin Kong menganggukkan kepalanya pelan.
" Tuan muda benar, kita sudah terlanjur terlibat, itu artinya kita tidak punya pilihan untuk mundur," ucapnya dengan serius, sambil mengenakan topeng peraknya.
" Benar," ucap Qing Ruo sambil meminta Long Yu Wei dan Hu Yan Lan mengawasi pergerakan pasukan Puncak Dong Yin yang berada di kawasan timur puncak Nan Yin.
" Tapi Penguasa..." ucap Long Yu Wei dan Hu Yan Lan secara bersamaan, menatap Qing Ruo dengan khwatir.
" Tapi Penguasa..." ucap Long Yu Wei dengan ragu, karena mereka yakin, Qing Ruo pasti akan terlibat dalam pertempuran tersebut.
" Yu Wei, kekuatan Yin Zhuo adalah sesuatu yang tidak dapat kita bayangkan. Jika kalian berdua tidak segera pergi, aku khawatir aku tidak bisa menolong kalian," ucapnya dengan serius.
" Lalu bagaimana dengan penguasa sendiri..." ucap Hu Yan Lan dengan serius.
" Hu Yan Lan, aku juga tidak ingin mati," ucapnya dengan tenang, membuat Hu Yan Lan terdiam.
" Saudara, seperti penguasa mulai kesal. Mari tinggalkan tempat ini," ucap Long Yu Wei dengan serius.
" Baik," ucap Hu Yan Lan dengan wajah tidak rela, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
Setelah Long Yu Wei dan Hu Yan Lan meninggalkan tempat itu, Qing Ruo lalu mengedarkan kekuatan darah emas mantra formasi dari tubuhnya, lalu menyegel tubuh Jin Kong bersamanya.
" Patriark," ucapnya lalu membawa Jin Kong memasuki perisai Mantra Formasi yang menyegel kawasan pertempuran tersebut.
" Swhuss...." tubuh mereka berdua memasuki segel tersebut tanpa di ketahui oleh kedua sosok yang sedang bertempur tersebut.
" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat terus bergema, mengguncang kawasan yang menadi ajang pertempuran dua sosok Abadi tersebut.
__ADS_1
" Swhuss... swhus..." Yin Zuo terus bergerak, melepaskan pukulannya yang kini semakin mendominasi. Setiap Serangan yang dilepaskan merupakan pukulan yang mematikan, membuat Yin Bei tersebut begitu ketar ketir.
" Sungguh lemah!" ucapnya sambil tertawa keras.
Di balik perisai ilusi.
Qing Ruo dan Jin Kong yang sudah berada di dalam medan pertempuran, mengawasi pertempuran itu dan mempelajari serangan kedua sosok itu dengan seksama.
" Yin Zuo benar-benar kuat," ucap Jin Kong yang tidak menemukan titik kelemahan sosok yang begitu mendominasi tersebut.
" Patriark benar, satu-satunya cara untuk mengalahkan Yin Zuo adalah melakukan serangan di saat dia melemahkan pertahanannya," ucap Qing Ruo yang terus mempelajari serangan Yin Zuo
" Tapi bagaimana cara kita melakukan hal itu?"
" Tipu dia," ucap Qing Ruo sambil menjelaskan rencananya dengan rinci.
" Baik, aku mengerti, tapi apakah tuan muda yakin?" tanya Jin Kong dengan serius.
" Tentu saja,"jawabnya sambil menjelaskan rencana tersebut pada Yin Bei melalui telepati.
" Patriark, sekarang!" ucap Qing Ruo.
" Baik," ucap Jin Kong sambil bergerak, memasuki arena pertempuran.
" Swhuss..." sosoknya tiba-tiba muncul di tempat itu sambil melepaskan pukulan pada Yin Bei.
" Dhuar..." pukulan itu menghantam tubuh Yin Bei dengan telak, melempar sosoknya hingga menghantam perisai perlindungan dan merusaknya.
" Akh...." Yin Bei tersungkur sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya, mengejutkan Yin Zuo, Yin Baohu serta ribuan prajurit puncak Zhu Yin yang berada di luar segel perisai pertempuran tersebut.
" Argh... Siapa kamu!" Teriak Yin Bei berpura-pura murka, menatap sosok Jin Kong yang mengenakan topeng perak itu dengan penuh kemarahan, bersamaan kemarahan menyala bersamaan dengan menghilangnya satu lingkaran kekuatan dari punggungnya.
" Siapa aku, itu tidak penting. Mati!" ucapnya sambil hendak melepaskan serangan susulan.
" Tunggu!" ucap Yin Zuo dengan tatapan tidak suka.
" Pangeran Yin Zuo," ucap Jin Kong dengan tenang, sambil memalingkan wajahnya menatap sosok yang begitu kesal tersebut.
" Hanya aku yang boleh membunuhnya!" Dengan wajah serius.
" Jika demikian, mengapa kamu tidak melakukannya?" tanya Jin Kong dengan serius.
" Itu adalah hak ku, lagi pula siapa kamu yang begitu lancang mengganggu pertempuran kami!" dengan tatapan tajam.
" Siapa aku? Itu tidak penting. Aku terlibat, itu karena kamu lemah!" ucap Jin Kong, membuat Yin Zuo yang sebelumnya hanya kesal menjadi sangat murka.
__ADS_1
" Kamu!" Teriak Yin Zuo dengan wajah memerah.
🙏1 bab 🙏