
“….” Suara batinnya makin menjadi-jadi.
Namun Max masih tak menggubrisnya juga.
Ia memang melihat kesempatan emas.
Namun pada akhirnya tak selalu yang kelihatan indah itu benar-benar indah.
Max masih mengandalkan kewaspadaannya dan berdiam diri.
“….” Sang penguasa gelap tak menyangka lawannya masih belum menyerang.
Padahal jelas-jelas ini adalah kesempatan terbaik untuk nyerang.
Bahkan sang penguasa gelap ini mendukung lawannya untuk menyerangnya.
Namun sampai sekarang masih belum juga sih.
Mungkin sebagian dari kita penasaran, kenapa bisa-bisanya sang penguasa gelap itu mengharapkan adanya serangan ditengah situasinya ini?
Bukankah lebih masuk akal kalau ia waspada, berjaga-jaga dan bahkan panik kalau serangan lawan datang?
Kenapa malah dinanti begitu?
Pada akhirnya ada alasan dibalik keinginannya itu.
Yang tak lain tak bukan adalah kepuasan saat bertarung.
Benar, sang penguasa gelap masih ingin merasakan keterdesakan yang lebih lagi.
Semakin intens, semakin menarik pula pertarungan ini.
Pertarungan terakhir ini harus berkesan, karena setelah ini ia akan jadi penguasa terhebat yang baru.
Benar-benar mental yang mantap.
Inilah hasil semua pertarungan dan pengalaman yang dilaluinya, kini ia bisa dengan mudah melihat dari sudut pandang pemenang.
Dan dikombinasikan dengan kekuatan super besarnya? Beuh, ia memang benar-benar calon sang penguasa terhebat selanjutnya deh.
SWUSH!
Tak butuh waktu lama untuk sang pimpinan gelap ini siap kembali.
Kini aura kekuatannya sudah stabil dan berangsur-angsur menanjak.
“….” Max terkesan.
Ia banyak baca di dokumen dan buku pengetahuan bahwa menstabilkan kekuatan bukanlah hal yang mudah.
Bahkan dibanyak kasus suatu makhluk sudah dipastikan kalah ketika aura kekuatannya tak stabil, karena seperti yang sudah dikatakan, betapa sulitnya memulihkan keadaannya ke kondisi semula.
Namun yah tentunya itu tak berlaku bagi sang makhluk super kuat sepertinya.
Dan lagi-lagi keduanya menatap satu sama lain.
Belum ada pergerakan apapun yang terlihat daripada mereka.
Max masih memandang serius, sementara dirinya berontak karena mengalami kebosanan yang cukup serius.
Ada bagian lain dalam dirinya yang ingin terus baku hantam, nmaun tak dihiraukannya.
Max tak mau sembarangan menggunakan kekuatannya atau akan terbuang percuma.
Ia sudah merasakan tak enaknya kehabisan kekuatan, dan tak mau mengulang kesalahannya lagi.
“ADA APA BOY?” Sang penguasa gelap tak menyangka musuh utamanya itu masih belum bernisiatif menyerang.
Kekuatan besar sudah ada, teknik serangan hebat dipunyainya.
Apa lagi coba?
Apa dia tak ingin mengalahkannya?
“….” Max terdiam, tak terprovokasi dengan ucapan lawannya.
Menahan diri ketika sudah siap memang agak lain rasanya, namun yah ia harus tetap mengendalikan dirinya.
Sang penguasa gelap masih ingin mencicipi kekuatan musuh utamanya ini.
Namun kalau tak dikasih ya mau gimana lagi ya.
SH….
Kekuatan gelap super kuat sudah menyelimuti sang pimpinan gelap.
Kini hanya tinggal mengeksekusinya saja.
__ADS_1
SWUSH!
Sang penguasa gelap langsung melemparkn perisainya!
SWUUSSHSH!!
Melesat sangat cepat mengarah pada targetnya!
Yang tak lain tak bukan adalah Max sendiri.
‘Wah.’ Lagi-lagi momen lawannya mengayunkan perisai mengingatkannya pada salah satu scene favoritnya.
Dimana perisai sang kapten melibas habis lawan-lawannya, itu keren banget sih.
Kini serangan sang lawannya itu makin mendekat….
Dr.
Scene langsung berubah jadi serius Max mengarahkan palu cahayanya itu ke depan.
TRAAAANBGGG!!!
DUAAR!!!
Seketika itu juga kilauan cahaya dan dentuman keras tercipta.
Yah reaksi klasik dari dua kekuatan yang beradu satu sama lain.
Efek serangan yang beradu ini bertahan beberapa saat.
“Ow.” Sang penguasa gelap cukup percaya diri dengan serangannya, namun tak menyangka bakal sebombastis ini sih.
Yah ia menyangka serangannya itu bakal tak terlalu berpengaruh pada lawannya.
Namun melihat efek serangan yang terjadi, sungguhlah membanggakan.
Tak lama efek ledakan dua energi itu pun mulai menghilang.
Terlihatlah seorang pemuda tengah berdiri memegang palu cahaya dengan perisai gelap yang tertancap di sana.
“WAH.” Sang penguasa gelap terlihat tak percaya, namun beginilah kenyatannya.
Serangannya melebihi ekspektasinya.
“….” Max terdiam, dibalik raut wajahnya yang serius, tersimpanlah rasa kaget yang lumayan.
Serangan sang penguasa gelap jauh lebih kuat dari sebelumnya, tak main-main.
Kalau tembus lumayan ngeri juga ya.
Max terdiam, perlahan namun pasti senjatanya dan musuhnya menghilang.
SWUSH.
Dengan sigap sang penguasa gelap menciptakan senjata baru.
Yang ternyata adalah senapan laras panjang yang bisa menembak dengan akurat.
“….” Seleranya soal senjata memang bagus ya.
SRING.
Sinar terang tercipta dan senjata lain pun kini sudah ada di tangan sang pemuda ini.
Busur cahaya jadi pilihannya.
Ia tak perlu mengikuti lawannya yang lebih modern.
SRET.
Tanpa pikir panjang sang penguasa gelap langsung aim!
“….”
DOR!
DORR!
Peluru aura gelap langsung melesat cepat.
SUWSH!
Namun dengan sigap Max menghindarinya.
Skill pendeteksiannya dipertaruhkan.
SRET.
__ADS_1
SWUSH!
Tak perlu lama serangan balasan meluncur dengan cepat!
Sekumpulan panah suci langsung terarah pada sang pimpinan gelap itu.Yah ia sangka serangannya itu bakal tak terlalu berpengaruh pada lawannya.
Namun melihat efek serangan yang terjadi, sungguhlah membanggakan.
Tak lama efek ledakan dua energi itu pun mulai menghilang.
Terlihatlah seorang pemuda tengah berdiri memegang palu cahaya dengan perisai gelap yang tertancap di sana.
“WAH.” Sang penguasa gelap terlihat tak percaya, namun beginilah kenyatannya.
Serangannya melebihi ekspektasinya.
“….” Max terdiam, dibalik raut wajahnya yang serius, tersimpanlah rasa kaget yang lumayan.
Serangan sang penguasa gelap jauh lebih kuat dari sebelumnya, tak main-main.
Kalau tembus lumayan ngeri juga ya.
Max terdiam, perlahan namun pasti senjatanya dan musuhnya menghilang.
SWUSH.
Dengan sigap sang penguasa gelap menciptakan senjata baru.
Yang ternyata adalah senapan laras panjang yang bisa menembak dengan akurat.
“….” Seleranya soal senjata memang bagus ya.
SRING.
Sinar terang tercipta dan senjata lain pun kini sudah ada di tangan sang pemuda ini.
Busur cahaya jadi pilihannya.
Ia tak perlu mengikuti lawannya yang lebih modern.
SRET.
Tanpa pikir panjang sang penguasa gelap langsung aim!
“….”
DOR!
DORR!
Peluru aura gelap langsung melesat cepat.
SUWSH!
Namun dengan sigap Max menghindarinya.
Skill pendeteksiannya dipertaruhkan.
SRET.
SWUSH!
Tak perlu lama serangan balasan meluncur dengan cepat!
Sekumpulan panah suci langsung terarah pada sang pimpinan gelap itu.
DAR!
DOOR!
Dan terdengarlah suara rentetan tembakan.
Sang penguasa gelap membalasnya dengan peluru aura gelapnya.
JLEB!
Namun salah satu anak panah lolos dan menancap di kepalanya!
Sungguhlah tak terduga, adegan yang tak boleh dilihat anak-anak!
“Heh.” Sang penguasa gelap malah tersenyum padahal panah menancap tepat di keningnya.
Sang penguasa gelap mencabut panah suci itu dengan penuh semangat sekaligus menjilatnya.
Sementara itu luka terlihat jelas di keningnya, namun ia tak mempermasalahkannya sama sekali.
Ia terlihat puas dan senang, reaksi-nya tidak umum ya guys ya.
__ADS_1
Dimana makhluk lain akan kesakitan dan kesal, namun tidak dengan sang pimpinan gelap ini.
“….” Max terdiam, ia tak menyangka sang penguasa gelap ternyata masokis.