
" Ayah.. Gege," ucap Qing Yong Jun dan Qing Ling bersamaan, menatap sosok hewan buas yang ada di hadapan mereka dengan heran.
" Jun er, mereka adalah teman-teman ayah," ucap Qing Ruo sambil menenangkan Qing Ling yang hampir melepaskan Trisula Naga Utara.
" Tuan Qing Ruo, maaf mengganggu waktu istirahat Anda." dengan sikap hormat.
" Yang Mulia Sangguan Bai, bicaralah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Tuan Qing Ruo, apakah Dia putra Anda?" Menatap Qing Yong Jun yang masih mematung.
" Benar, dia adalah putra kedua kami, Qing Yong Jun, dan dia istriku Duan Ling, sedangkan yang paling kecil ini adalah Putri kami, Qing Lian An." Qing Ruo menjelaskan, membuat Harimau Putih Cakar Emas, yang merupakan penguasa tunggal Gunung Bei Tian itu saling berpandangan dengan Serigala Taring Emas dan Harimau Hitam mata biru yang ada di sisinya.
" Yang Mulia, apakah ada yang salah?"
" Tuan muda, putra Anda..." ucap Sangguan Bai ragu.
" Tubuh Emas," ucap Qing Ruo.
" Benar tuan. Ini terlalu berbahaya, karena tubuhnya dapat menarik kekuatan gelap. Sebaiknya tuan mencari tempat yang memiliki aura emas yang lebih banyak untuk menyamarkan aura dari tubuhnya," ucap Shangguan Bai menjelaskan.
" Ji Yingqi," ucap Sangguan Bai, pada Serigala Taring Emas yang ada di sisinya.
" Baik Yang Mulia." Lalu menghampiri Qing Yong Jun, sambil mengubah tampilannya menjadi gadis cantik. Tidak hanya Serigala Taring Emas, Shangguan Bai, dan Harimau Hitam mata biru juga mengubah sosok mereka menjadi manusia.
" Tuan muda," ucap Ji Yingqi dengan senyumnya yang ramah dan hormat, lalu memasang jubah dari kulit Harimau putih pada tubuh Qing Yong Jun.
" Nona Yingqi, ini...?" tanya Qing Yong Jun penasaran, menatap kearah Qing Ruo dengan ragu.
" Tuan muda, untuk sementara waktu, jubah ini dapat menyegel aura emas yang sangat berlebihan dari tubuh Anda," ucap Ji Yingqi menjelaskan.
" Te-terima kasih Nona..." Sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Tuan muda, berterimakasihlah pada yang mulia," ucap Ji Yingqi dengan hormat.
Belum sempat Qing Yong Jun berbicara, Shangguan Bai sudah mendahului.
" Tuan muda tidak perlu berterima kasih. Justru aku yang harus berterima kasih, karena pertolongan tuan Qing Ruo lah aku bisa pulih kembali." menatap Qing Ruo dengan hormat
Walaupun demikian, Qing Yong Jun tetap berterima kasih, dan menangkupkan tangannya dengan hormat.
Sikap Qing Yong Jun yang ramah dan hangat membuat ketiga sosok hewan buas tingkat tinggi yang telah mengubah dirinya menjadi manusia itu semakin menyukainya.
" Yang Mulia, apakah yang mengawasi kami sebelumnya adalah Anda?" tanya Qing Yong Jun, yang kini mulai terbiasa dengan kehadiran tiga wanita tersebut.
__ADS_1
" Benar," Jawab Shangguan Bai dengan ramah, menatap Qing Yong Jun dengan takjub.
" Pemilik tubuh emas, benar-benar luar biasa," ucap Ji Yingqi.
" Yang Mulia..." ucap Harimau Hitam mata biru.
" Xu Yu, ada apa?"
Harimau Hitam mata biru yang bernama Xu Yu itu, mengalihkan pandangannya pada Qing Lian An yang masih berada di dalam pelukan Qing Ruo.
Shangguan Bai terdiam sesaat, lalu menantap Qing Ruo dengan lekat.
" Tuan Qing Ruo, apakah alasan Anda melakukan hal yang sangat berbaya sebelumnya karena .... " Menjeda kalimatnya, menantap Qing Lian An yang tertidur lelap.
Qing Ruo menganggukan kepalanya dengan tenang, membuat Shangguan Bai dan rombongannya terdiam.
" Tapi tuan, putri Anda..." ucap Shangguan Bai ragu, lalu menatap Qing Ling yang tersenyum ramah padanya.
" Nyonya, putri Anda..." menatap Qing Ling yang tersenyum hangat.
Qing Ling menganggukan kepalanya.
" Apakah Yang Mulia tahu bagaimana cara mengatasinya?"
" Nyonya Ling, pada dasarnya para Dewa memiliki tubuh emas yang dapat menyerap dan mengolah kekuatan langit dan bumi, tetapi tipe tubuh seperti ini justru sebaiknya, yaitu menolak apapun jenis kekuatan, termasuk kekuatan langit dan bumi..." ucapnya dengan jujur, membuat Qing Ruo dan Qing Ling terdiam.
" Yang Mulia, lalu bagaimana dengan ritual pemurnian darah?" Tanya Qing Yong Jun, membuat Shangguan Bai dan rombongannya tampak begitu terkejut.
" Tuan muda, jangan pernah melakukan hal itu. Teknik tersebut sangat bertentangan sekali dengan tipe tubuh seperti ini." Dengan wajah serius.
" Yang Mulia, lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya Qing Yong Jun.
" Aku juga tidak tahu..." ucapnya lirih, menatap Qing Ruo dan Qing Ling yang tampak tenang dan tegar.
Sebagai seorang ibu, Shangguan Bai merasa terenyuh, terutama saat mengingat bagaimana sikap Qing Ruo yang hanya seorang pendekar semi abadi tingkat tiga, yang tanpa takut mempertaruhkan nyawanya memasuki gua terlarang yang ditempatinya.
" Tuan Qing Ruo, sebaiknya tuan menemui Klan Shen Guoshi Zhiliao di wilayah barat. Semoga saja mereka memiliki cara," ucap Xu Yu.
" Saudari Xu Yu benar. Klan Dewa Pengobatan itu pasti memiliki cara. Tapi...." ucap Ji Yingqi Bai ragu.
" Nona Yingqi. Katakan saja," ucap Qing Ruo dan Qing Ling bersamaan. Menatap Ji Yingqi dengan penuh harap.
" Mereka berada di kawasan terlarang, dan yang sangat sulit untuk di jumpai," ucap Shangguan Bai menjelaskan.
__ADS_1
" Tidak masalah. Setidaknya kami sudah tahu, kemana tujuan kami selanjutnya," ucap Qing Ruo dengan penuh semangat.
" Yang Mulia, tuan-tuan, terima kasih," ucap Qing Ruo dan Qing Ling dengan hormat.
" Tuan Qing Ruo, justru kamilah yang berterima kasih pada kalian. Aku bahkan meminta maaf karena tidak bisa membantu," ucap Shangguan Bai dengan hormat.
" Yang Mulia, justru tindakan Anda sebelumnya adalah bantuan yang nyata bagi kami. Terima kasih," ucap Qing Ruo sekali lagi.
Di tempat itu, perbincangan santai mereka semakin hangat. Dari percakapan itu, Qing Ruo dan mengetahui bawah lembah Utara gunung Bei Tian memang masih wilayah kekuasaan Shangguan Bai.
Di tempat itu, tampilan dan aura yang dimiliki oleh Shangguan Bai, benar-benar berbeda pada saat berada di puncak gunung Bei Tian.
" Tempat ini memang jarang di kunjungi, karena tidak memiliki sumberdaya apapun, selain pemandangan dan tempatnya yang nyaman," ucap Shangguan Bai menjelaskan.
" Lagipula, siapa yang berani mengusik wilayah kekuasaan Semi abadi tingkat tujuh tahap akhir," ucap Qing Ruo tersenyum ramah.
" Tuan Qing Ruo adalah orang pertama yang berani melakukannya," ucap Shangguan Bai dengan ramah.
Di sela-sela perbincangan itu, Qing Ling yang sebelumnya telah mengemas buah-buahan abadi, lalu mengeluarkannya kembali. Membuat Shangguan Bai, Ji Yingqi dan Xu Yu terpana, saat melihat apel emas, dan buah anggur bumi abadi dalam jumlah yang cukup banyak. Sedangkan buah persik abadi dan buah-buahan lainnya, tidak Qing Ling keluarkan, karena itu adalah buah terlarang. Tidak hanya itu, Qing Ling juga mengeluarkan satu guci kecil yang berisi arak rumput kristal.
" Silakan Yang Mulia," ucap Qing Ling mempersilakan, sambil memberikan gelas yang telah dituangkan arak rumput kristal.
Shangguan Bai dan rombongannya masih terdiam menatap sumber daya yang ada di hadapan mereka dengan heran.
" Yang mulia, Maaf kami hanya bisa menghidangkan buah-buahan saja," ucap Qing Ling membuyarkan lamunan mereka.
Shangguan Bai dan rombongannya merasa hidangan itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa, bahkan mereka merasa segan untuk menyentuhnya karena yang ada dihadapan mereka adalah buah terlarang yang sangat dicari. Namun mereka begitu terkejut saat melihat Qing Yong Jun menikmati buah-buahan itu dengan santai.
" Gege," ucap Qing Ling sambil meraih Qing Lian An dari pelukan Qing Ruo.
Setelah Qing Lian An berada di dalam pelukan Qing Ling, Qing Ruo lalu meraih gelas yang telah berisi arak rumput kristal dan menyesapnya dengan perlahan.
" Yang Mulia, tenanglah. Buah-buahan ini tidak beracun," ucap Qing Ruo membuyarkan lamunan mereka.
" Tuan Qing Ruo, bukan itu maksud kami. Tapi buah ini adalah buah terlarang dan sangat langka," ucap Xu Yu.
" Benar," ucap Ji Yingqi menimpali.
" Jika nona terlalu sayang untuk menikmati buah-buahan ini, maka simpanlah, tetapi silakan minumannya dinikmati," ucap Qing Ling dengan ramah, yang diikuti anggukan Qing Ruo.
Tiba-tiba Shangguan Bai meraih buah apel emas dan mulai menikmati, lalu di ikuti oleh Xu Yu dan Ji Yingqi.
__ADS_1