
Di hadapan Qing Ruo. Yin Rongyou yang ternyata sedang menahan tawanya, Tiba-tiba tertawa terpingkal-pingkal, hingga membuat wajahnya memerah, terutama saat dirinya membayangkan reaksi Yin Weng Can jika dia menyadari perubahan pada wajah dan tubuhnya.
" Tuan muda, maaf..." sambil menahan tawanya.
Qing Ruo mengelengkan kepalanya, yang juga sedang meredakan tawanya.
" Nona, sesuai dengan janjiku sebelumnya, aku akan mempertemukan nona dengan Yin Gan, tapi kita harus keluar dari tempat ini," ucap Qing Ruo dengan santai.
" Baik tuan muda."
" Tapi nona, untuk saat ini kita tidak bisa keluar dari tempat ini secara bersama-sama," ucap Qing Ruo dengan tatapan ragu.
" Baik tuan muda, aku mengerti. Lalu apa yang harus aku lakukan?"
Qing Ruo mengganggukan kepalanya, lalu membuat segel tangan.
" Swhus..." cakram emas muncul, lalu membentuk bola emas besar yang memuat satu tubuh di dalamnya.
" Untuk sementara waktu, nona dapat tinggal dan beristirahat di dalam bola segel emas ini," ucap Qing Ruo.
" Baik tuan muda," ucapnya tanpa ragu, lalu memasuki bola emas tersebut.
" Swhus...." sosoknya yang telah memasuki bola emas itu lalu tersegel di dalamnya.
Setelah Yin Rongyou memasuki bola emas itu, Qing Ruo lalu memasukannya ke dalam jiwa.
Pada saat Qing Ruo akan beranjak meninggalkan ruangan itu, tiba-tiba terdengar teriakan Weng Can yang bergegas kembali.
" Swhus...." Qing Ruo bersembunyi dibalik perisai ilusi, menahan tawa saat melihat kedatangan Yin Weng Can yang begitu panik saat melihat tempat itu telah kosong.
" Rongyou..... Tuan... Argh...." Teriaknya murka, lalu kembali meninggalkan tempat itu berusah mencari keberadaan Yin Rongyou dan Qing Ruo.
Di balik perisai ilusi, Qing Ruo hanya bisa menahan tawa lalu meninggalkan tempat itu.
Setelah Qing Ruo pergi. Suara teriakan Yin Weng Can memanggil Yin Rongyou terus bergema, hingga sosoknya keluar dari dalam kediamanan tersebut, mencoba keluar dan mencari pertolongan, namun pada saat dirinya akan mendekati kawasan pintu gerbang kediaman itu, tiba-tiba kekuatan segel yang ada di tubuhnya melempar sosoknya hingga kembali ke dalam ruangan.
" Akh ..." Rintihnya kesakitan, saat tubuhnya biru megjantam dinding ruangan dan merusaknya.
" Argh...." Teriaknya murka.
****
Di luar gerbang kediamanan Yin Rongyou.
Qing Ruo terus bergerak meninggalkan tempat itu dengan tenang, tanpa menghiraukan keberadaan Yin Weng Can yang meradang seperti orang gila.
Tidak lama kemudian, Qing Ruo akhirnya tiba di depan pintu gerbang kediamanan Yin Hen Fen.
" Ada yang datang," batinnya saat melihat pintu gerbang itu telah dibuka.
Dengan tenang Qing Ruo lalu memasuki halaman kediamanan tersebut, yang langsung disambut oleh seorang pemuda yang sudah menunggunya di kursi taman.
" Saudara," ucap sosok tersebut dengan hormat.
" Saudara Gu Hin, maaf membuat menunggu," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Saudara, kebetulan aku lewat jadi aku ingin bertemu dengan saudara, namun aku tidak menyangka jika saudara tidak ada di tempat," ucapnya dengan ramah.
Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu membawa Yin Gu Hin memasuki kediaman Yin Hen Fen tersebut.
" Mari saudara," ucapnya dengan ramah.
__ADS_1
Di dalam ruangan.
" Silakan duduk suadara," ucap Qing Ruo dengan ramah, sambil mengeluarkan arak yang dia beli di restoran kota Gu Lu sebelumnya.
" Saudara, wajahmu tampak kusut, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Qing Ruo sambil menuangkan minuman pada gelas dengan santai.
" Hais, ini benar-benar rumit," ucapnya pelan sambil meraih minuman yang telah Qing Ruo tuang untuknya, lalu menyesap minuman itu dengan perlahan.
" Bicaralah," ucap Qing Ruo sambil menyesap minumannya dengan santai.
" Ini mengenai tuan muda Di Lu,' ucapnya pelan.
" Apa yang terjadi dengan tuan muda Di Lu?" tanya Qing Ruo berpura-pura.
" Tuan muda dan rombongannya tiba-tiba menghilang di kota Gu Lu," ucapnya dengan serius.
" Lalu bagaimana dengan lencana Giok jiwanya?" tanya Qing Ruo berpura-pura penasaran.
" Untuk saat ini lencana giok jiwanya masih bersinar, hanya saja aku benar-benar kehilangan jejaknya."
" Apakah saudara sudah melapor pada tetua Jue?"
Yin Gu Hin menganggukan kepalanya.
" Tetua Jue menyerahkan penyelidikan ini secara penuh padaku. Saudara mohon solusinya." Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Ini benar-benar sulit, tapi apa solusi dari tetua Jue?'
" Tetua Jue ingin aku melakukan penyelidikan di kubu selatan," jawabnya pelan.
" Tapi atas dasar apa saudara dan tetua Jue menyimpulkan hal seperti itu?"
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak yakin dengan hal itu." Dengan wajah serius.
" Mengapa bisa demikian?" tanya Yin Gu Hin dengan wajah serius.
Namun belum sempat Qing Ruo menjawab pertanyaan Yin Gu Hin, tiba-tiba Yin Jue muncul di tempat itu.
" Tetua," ucap Qing Ruo dan Yin Gu Hin dengan hormat.
" Duduklah," ucapnya dengan wajah datar.
" Tetua," ucap Qing Ruo dengan cepat mempersilakan sosok itu menempati kursi yang tersedia.
" Hen Fen, Gu Hin apa yang sedang kalian bicarakan?" Menatap Qing Ruo dan Yin Hen Fen dengan tajam.
" Tetua, aku datang menemui suadara Hen Fen untuk menanyakan solusi terkait penyelidikan tuan muda Di Lu," jawab Yin Gu Hin dengan jujur.
" Benar tetua," ucap Qing Ruo menimpali.
Yin Jue yang sebelumnya tampak kesal, tiba-tiba begitu tertarik dengan pembicaraan itu.
" Hen Fen, apa pendapatmu?" Menatap Qing Ruo dengan serius.
" Izin menjawab tetua. Sebelumnya saudara Gu Hin ini melakukan penyelidikan di kubu selatan, aku rasa itu adalah langkah yang salah, karena masalah ini tidak ada kaitannya dengan mereka."
" Mengapa bisa demikian?"
" Tetua, dengan situasi mereka saat ini, apakah mungkin kubu selatan ingin membuat gara-gara? Yang perlu kita sadari adalah dampak dari kekacauan ini, jika peperangan ini terjadi, siapa yang paling diuntungkan? Aku yakin ini adalah ulah pihak ketiga," jawab Qing Ruo dengan serius.
__ADS_1
" Tetapi saudara," ucap Yin Gu Hin merasa kurang sependapat.
" Saudara, pertikaian di gunung Langit Yin bukanlah rahasia lagi, semua penduduk Gerbang Es Hitam tahu mengenai masalah ini. Aku curiga kelompok ini memanfaatkan situasi dengan sengaja memperkeruh suasana, bahkan sebelumnya aku juga telah menyelidiki daerah terluar dan kawasan gunung langit Yin kini telah dikuasai oleh Klan Shi," jawab Qing Ruo dengan serius, membuat Yin Gu Hin dan Yin Jue menganggukkan kepalanya.
" Ini sangat masuk akal. Aku juga sudah menyelidiki beberapa klan besar yang berada di bawah perlindungan kita, kini sudah berada di bawah perlindungan klan Shi," ucap Yin Gu Hin dengan serius.
Yin Jue menganggukan kepalanya.
" Lalu bagaimana dengan klan Jin?"
Qing Ruo dan Yin Gu Hin menggelengkan kepalanya.
" Tetua, hingga saat ini aku belum pernah mendengar keterlibatan mereka," jawab Qing Ruo dengan serius.
" Benar tetua," ucap Yin Gu Hin menimpali.
Yin Jue terdiam cukup lama, membuat tempat itu menjadi hening.
" Tetua," ucap Qing Ruo dengan ragu, memecah keheningan itu.
" Bicaralah," ucap Yin Jue dengan singkat.
" Apa pendapat tetua dengan para tetua tingkat tinggi," ucap Qing Ruo pelan.
Yin Jue menganggukkan kepalanya.
" Tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga bisa menjadi dalang masalah ini. Gu Hin lakukan penyelidikan di kawasan luar, terutama klan Shi, sedangkan kamu Hen Fen, lakukan penyelidikan di kubu selatan," ucapnya dengan serius.
" Baik tetua, lalu bagaimana dengan para tetua tingkat tinggi? tanya Qing Ruo dengan hormat.
" Aku yang akan mengurusi mereka," jawabnya dengan tatapan tajam.
" Baik tetua," ucap Qing Ruo dengan hormat lalu menanyakan tujuan awal kedatangan Yin Jue di tempat itu.
" Hen Fen, aku baru saja mendapat laporan dari kera es penjaga, yang mengatakan bahwa Yin Gan kini sedang meregang nyawa," ucapnya dengan serius.
" Tapi tetua, bagaimana bisa?" dengan wajah terkejut heran.
" Itulah yang ingin aku tanyakan padamu?" Dengan tatapan tajam.
" Tetua, aku hanya melakukan semua yang anda perintahkan. Aku bahkan menamparnya satu kali, tidak lebih, lalu membalikkan kerangkeng yang ditempatinya," jawab Qing Ruo dengan serius, membuat tempat itu menjadi hening.
Tiba-tiba Qing Ruo teringat pertikaian kecilnya dengan kera penjaga tersebut.
" Tetua, sebelumnya memang ada masalah kecil, alasannya karena aku berada di dalam penjara cukup lama, tapi itu karena aku memeriksa tawanan lainya," ucap Qing Ruo menceritakan masalah tersebut pada Yin Jue dengan rinci.
" Baik terima kasih laporannya, dan aku akan melakukan penyelidikan secara langsung," ucapnya lalu dengan santai.
" Baik tetua..."
Setelah membicarakan banyak hal, Yin Jue lalu meninggalkan itu. Tidak lama kemudian, Yin Gu Hin juga meninggalkan tempat itu.
" Saudara, aku pergi dulu," ucapnya dengan hormat.
" Baik saudara, berhati-hatilah, mungkin aku juga aku bergerak menuju kubu selatan besok malam," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Baik saudara," ucapnya lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah Yin Jue dan Yin Gu Hin pergi, tempat itu lalu menjadi begitu hening.
" Semoga semua yang di rencanakan berjalan dengan lancar," batinnya sambil menyegel ruangan itu.
__ADS_1