
Tidak jauh dari para murid klan Yin.
Qing Ruo dan rombongannya terus bergerak meninggalkan kawasan terlarang istana, menyelinap dari pohon ke pohon dengan berhati-hati.
" Tuan muda, mereka bergerak ke arah kita," ucap Xui Yen.
" Jenderal, tetap tenang dan tidak bersuara. Kita aman," ucap Mayi Cao berbicara melalui telepati.
" Baik tuan."
Dan benar saja, para murid klan Yin itu bahkan tidak menemukan jejak mereka.
" Perisai ilusi ini benar-benar luar biasa," ucap aXui Yen dan rombongannya membatin takjub.
Setelah bergerak sepanjang waktu, mereka akhirnya tiba di kawasan pinggiran istana, lalu memasuki lorong kecil yang ternyata mengarah ke tempat kediaman Yuan Liu.
" Tuan muda, kita sudah tiba," ucapnya membawa Qing Ruo dan rombongan memasuki kawasan istana yanh di jaga dengan ketat tersebut.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo dengan hormat, lalu bergerak memasuki kawasan istana itu dengan tenang.
Di dalam kawasan istana, tampak beberapa pelayan wanita yang merupakan para pendekar tingkat tinggi yang menyamar sebagai pelayan berjaga di tempat itu.
" Putri, apakah tidak ada laki-laki di tempat ini?" tanya Qing Ruo dengan heran.
" Tidak ada, tuan muda. Ini adalah kawasan terlarang yang hanya bisa dimasuki oleh wanita saja," jawab Yuan Liu menjelaskan.
" Apakah putri yakin tempat ini aman?" tanya Qing Ruo sekali lagi sambil melangkahkan kakinya dengan santai. .
" Tentu saja tuan muda, mereka adalah orang-orang yang setia pada klan Yuan, " jawabnya dengan serius.
" Baguslah," ucap Qing Ruo dengan tenang.
Tidak lama kemudian, mereka lalu memasuki istana.
" Silakan tuan muda," ucap Yuan Liu dengan hormat.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil memasuki ruangan dan memeriksa tempat itu dengan seksama.
" Tidak buruk," batinnya menantap setiap tempat yang telah disegel dengan mantra formasi tingkat tinggi.
Tidak lama kemudian, beberapa pelayan memasuki ruangan, lalu mulai melayani mereka dengan menyuguhkan makanan dan minuman pada semua orang yang ada di tempat itu.
" Silakan tuan muda," ucap Yuan Liu dengan hormat.
" Terima kasih, putri..." Menyesap minumannya dengan tenang.
Di sisi kiri dan kanan Qing Ruo, Mayi Xian dan Mayi Cao duduk menikmati minumannya dengan tenang.
" Sepertinya putri Yuan Liu jatuh cinta pada penguasa," ucap Mayi Xian berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.
Qing Ruo tersenyum kecut.
" Mengenai hal itu, apakah kamu dapat membantuku?"
" Maksud penguasa?"
" Bantu aku untuk mengatakan bahwa aku telah memiliki istri, agar dia tidak terlalu berharap."
" Baik Penguasa, hamba mengerti," ucap Mayi Xian yang langsung memahami maksud Qing Ruo.
__ADS_1
Sebagai pelayan Qing Ruo, Mayi Xian tentu sudah mendapat informasi dari Long Chen dan rombongannya yang menjelaskan sosok Qing Ruo adalah orang yang tidak akan pernah membagi hatinya untuk wanita lain.
" Lakukan dengan cara yang elegan," ucap Qing Ruo.
" Baik penguasa...."
" Penguasa, ada pesan dari tuan muda Qing Yong Jun," ucap Mayi Xian tiba-tiba, sambil menunjukkan lencana giok jiwa pada Qing Ruo.
" Oh, ada apa dengan Jun er?" tanya Qing Ruo dengan penasaran.
" Menanyakan, kapan Anda kembali ke Klan..." jawab Mayi Xian dengan hormat.
Qing Ruo tersenyum santai, sambil menggelengkan.
" Katakan pada Jun er, bahwa aku akan kembali setelah urusan selesai."
" Baik Penguasa."
Di sisinya, Mayi Cao yang tidak mengerti maksud dari Qing Ruo dan Mayi Xian hanya tersenyum santai.
Di hadapan Qing Ruo, di kursi utama, Yuan Liu yang mendengar percakapan itu hanya bisa terdiam.
" Ternyata tuan muda Qing Ruo telah menikah..." Membatin, sambil menikmati minumannya dengan perasaan sedih, dan reaksi itu di pahami oleh Lu Dan.
" Putri, hamba tahu putri menyukai tuan muda Qing Ruo, namun seorang tuan muda biasa memiliki banyak istri, jadi jangan patah semangat," ucapnya berbicara melalui telepati.
" Jenderal, aku tidak ingin membahas hal itu..." ucap dengan tegas.
" Baik putri..."
" Tuan Putri, untuk mempersingkat waktu, apakah kita sudah bisa memulai pembicaraan?" tanya Qing Ruo dengan hormat.
" Baik, silakan..." ucap Qing Ruo dengan ramah.
Tidak lama kemudian, para pendekar yang menyamar sebagai pelayan di luar istana sebelumnya, memasuki ruangan, lalu ikut bergabung dalam pembicaraan itu.
" Tuan muda, mereka adalah para pelindung rahasia kota Gu Lu. Dari ribuan yang ada, hanya mereka yang masih setia, sedangkan yang lainnya kini telah menjadi kaki tangan Klan Yin itu. Mohon tuan muda tidak keberatan dengan kehadiran mereka," ucapnya menjelaskan dengan nada penuh kemarahan.
" Baik," jawab Qing Ruo sambil menganggukkan kepalanya.
" Penguasa muda, ternyata masalah ini memang ada hubungannya dengan klan Yin," ucap Mayi Xian berbicara pada Qing Ruo melalui telepati.
" Benar," ucap Qing Ruo.
Di hadapan Qing Ruo, Yuan Liu mulai menjelaskan permasalahan yang sedang mereka hadapi.
" Tuan muda, selama ribuan tahun ini, kami para penduduk kota Gu Lu hidup dalam tekanan dan penindasan. Pergi dari kota dan mencari tempat tinggal baru adalah hal yang tidak mungkin, namun terus bertahan di kota ini juga semakin sulit. Shen Guoshi Yin, yang sebelumnya adalah pelindung kota Gu Lu kini telah menjadi penjajah itu sendiri. Seperti yang tuan muda lihat sebelumnya, klan Yin bahkan menempatkan murid Klan mereka di setiap tempat, untuk mengawasi kota ini. Tuan muda Qing Ruo, mohon bantuannya." Dengan wajah serius.
Qing Ruo terdiam, menatap wajah-wajah yang ada di dalam ruangan itu dengan tenang.
" Bantuan seperti apa yang tuan putri inginkan?"
" Tuan muda, bantu kami mengusir mereka," jawab Yuan Liu dengan serius.
" Ini tidak mudah. Pertama aku tidak datang dengan pasukan, dan aku juga tidak bisa menggunakan statusku begitu saja. Selain itu pembicaraan ini bersifat sepihak," ucap Qing Ruo.
" Maksud tuan muda?"
" Tuan putri, pembicaraan yang sangat penting seperti ini setidaknya dihadiri oleh Yang mulia kaisar, para tetua dan petinggi kota Gu Lu," jawab Qing Ruo dengan serius, membuat Yuan Liu dan rombongannya terdiam.
__ADS_1
" Putri, walaupun Shen Guoshi Yin sedang dalam masalah, namun mereka tetaplah klan besar yang kuat. Jika kita bertindak tanpa persiapan yang matang, maka itu tidak ubahnya dengan menggorok leher sendiri," ucap Mayi Xian.
" Tapi apakah tuan muda, bersedia menolong kami?" Tanya Yuan Liu dengan serius.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Selain dengan hadiah yang telah dijanjikan, akan ada hal lain yang ingin aku bicarakan. Namun kalian harus memastikan diri dengan sungguh-sungguh."
" Baik tuan muda, terima kasih. Aku akan membicarakan masalah ini dengan ayahanda," ucap Yuan Liu dengan sungguh-sungguh.
" Baik," jawab Qing Ruo.
" Tuan muda, sambil menunggu kami mempersiapkan pertempuan selanjutnya, silakan tuan muda dan tetua berdua beristirahat," ucapnya sambil memanggil pelayan untuk membawa Qing Ruo dan rombongannya ke tempat istirahat.
" Baik tuan putri," jawab Qing Ruo dengan hormat, lalu mengikuti pelayan yang mengarahkannya ke tempat istirahat.
Setelah Qing Ruo dan rombongan pergi, Yuan Liu langsung membicarakan rencana mereka.
" Kumpulkan orang-orang yang masih setia pada klan Yuan, serta mereka yang masih berada di zona abu-abu."
" Tapi putri, apakah ini tidak terlalu berisiko...." ucap Xui Long dengan wajah ragu.
" Jika kita terlalu memikirkan risiko, maka kita tidak akan memiliki kesempatan lagi."
" Baik putri. Lalu bagaimana dengan waktu pertemuannya?" tanya Xui Long.
" Besok malam, minta mereka untuk datang ke tempat ini dengan berhati-hati."
" Baik putri...." lalu bergegas meninggalkan ruangan itu.
Setelah semua jeneral dan pelayan itu pergi, Yuan Liu lalu meninggalkan ruangannya untuk menemui sang Kaisar.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo dan rombongan, akhirnya tiba di kamar khusus yang masih berada di dalam kawasan istana tersebut.
" Tuan muda, silakan," ucap pelayan itu dengan hormat.
" Terima kasih, nona." Lalu memasuki ruangan itu.
" Tuan-tuan, mari...." ucap pelayan tersebut membawa Mayi Xian dan Mayi Cao menuju ruangannya.
" Tidak, nona. Kami di sini saja," ucap Mayi Xian sambil berjaga di tempat itu.
" Tapi tuan...." ucapnya ragu.
" Nona, kami adalah pelayan tuan muda Qing Ruo, jadi tenanglah."
" Baik, jika tuan-tuan perlu sesuatu, tuan berdua dapat memanggil saya," ucap gadis itu dengan hormat.
" Baik," jawab Mayi Cao dengan ramah.
Setelah gadis pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu memanggil Mayi Xian dan Mayi Cao memasuki ruangan.
" Tapi penguasa...."
" Masuklah, tidak mudah bagi mereka dapat mengumpulkan banyak orang dalam waktu yang singkat. Lagi pula selain tempat ini aman, kalian juga bisa berjaga di dalam," ucap Qing Ruo.
__ADS_1
" Baik penguasa...." Lalu memasuki ruangan.