Sang Penguasa

Sang Penguasa
181. Kembali ke Penginapan Bunga Xi.


__ADS_3

Tindakan Qian Kun yang langsung membawa mereka ke lantai tiga membuat para perwakilan dari klan Ji, klan Xian dan Klan Nan begitu penasaran. Walaupun demikian, mereka tetap menahan diri dengan tidak bertanya, serta bersikap tenang.


Setelah tiba di lantai dua, hingga menuju lantai tiga, mereka di kejutkan dengan pihak keamanan penginapan yang berjaga disepanjang koridor yang terdiri dari para pendekar tingkat kaisar dewa, semi abadi tingkat dasar, hingga tingkat tiga, membuat mereka semakin heran.


Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di depan pintu kamar yang ditempati oleh Ji Huan dan rombongannya.


"Silakan tuan," ucap Qian Kun dengan hormat, sambil membuka pintu kamar, membuat keenam sosok itu meraung murka.


" Patriark... Apa telah terjadi?" tanya salah satu dari tetua tersesebut dengan kemarahan menyala, sambil menghampiri anggota klan mereka masing-masing.


" Tuan, sebaiknya tanya pada mereka saja," jawab Qian Kun dengan sikap siaga.


Para perwakilan klan itu lalu menanyakan masalah itu pada tetua klan yang masih sadarkan diri.


" Saudara,  apa yang telah terjadi?"


" Sebaiknya kita pergi dulu, di klan aku akan menceritakannya."


" Apakah tidak bisa sekarang?" Dengan kemarahan yang menyala.


" Sebaiknya kita pergi sekarang juga. Aku takut sosok itu akan kembali."


" Ah...! Aku tidak peduli. Bagaimana kalian  bisa terima setelah yang diperlakukan dengan kejam seperti ini."


Sosok itu lalu mengarahkan pandangannya pada Qian Kun.


" Anda sebagai pemilik tempat, bagaimana bisa  membiarkan kekacauan terjadi di tempat ini?"


" Tuan, sebaik anda mendengar  saudara anda. Lagipula-"


" Benar-benar tidak bertanggung jawab!" ucapnya memotong kata-kata Qian Kun.


Tindakan para tetua yang baru datang tersebut semakin berani saat melihat Qian Kun berani menjawab.


" Saudara, sudahlah. Jangan memperpanjang masalah ini," seorang tetua yang terluka menasehati.


" Panggil pasukan, dan cari pemuda tersebut. Selain itu hancurkan tempat ini!" ucapnya dengan murka.


" Tuan jaga sikap anda. Orang-orang kalian telah menipu pihak keamanan penginapan, dan membuat masalah dengan mengganggu tamu lain. Bahkan mereka yang terluka masih aku rawat. Logikanya, kalianlah yang harus mengganti rugi semua kerusakan ini. Jadi silakan  tinggalkan tempat ini," jawab Qian Kun dengan berani,  membuat sosok itu semakin murka.


" Manager,  jangan melempar tanggung jawab. Dengan kerugian yang kami terima. Apakah ini sebanding dengan bangunan ini." Menatap Ji Huan yang sekarat meregang nyawa.


" Saudara, sudahlah. Jangan membesarkan masalah ini." Tetua yang terluka terus menasehati sosok itu.

__ADS_1


" Tidak bisa. Mata ganti mata. Nyawa ganti nyawa," jawabnya dengan kesal.


Tidak lama kemudian puluhan pendekar semi abadi tingkat dasar hingga tingkat dua dari klan Ji  memasuki ruangan.


" Tetua Agung, kami datang," ucap pemimpin pasukan itu dengan hormat.


" Bawa patriark dan tuan muda serta yang terluka, sedangkan sisanya tetap tinggal di sini."


" Baik tetua agung."


Dalam waktu singkat, para murid dari klan Ji itu bergerak meninggalkan ruangan. Tidak lama kemudian, datang berturut-turut murid klan Xian Dan Klan Nan beserta  patriark klan lainnya.


Setelah semua orang yang terluka dibawa pergi, kini tinggal tiga puluh sosok yang hampir memenuhi ruangan itu menatap Qian Kun dengan tajam.


" Katakan siapa  pemuda itu dan kemana dia pergi. Atau kami akan meratakan tempat ini," ucap sosok yang berasal dari klan Ji yang ternyata tetua agung tersebut.


" Jangan mengancam kami dengan kata-kata seperti itu. Lagi pula semua yang terjadi di tempat ini itu karena orang-orang kalian nekat mengganggu pemuda tersebut, itu artinya ini sudah berada diluar tanggung jawab kami. Ingin membuat keributan di tempat ini, Apakah kalian ingin menantang kami dan keamanan kota ini!" Jawab Qian Kun kesal.


Tiba-tiba sosok itu tertawa keras.


" Apakah kamu pikir kami takut pada Ying Xu?" Menatap Qian Kun dengan tajam.


Tindakan para tetua yang semakin berani itu membuat para penjaga yang berada di sisi Qian Kun resah.


"Tuan, sebaiknya kita panggil saja tuan muda itu," ucap penjaga berbicara melalui telepati.


" Apakah kalian takut!" ucap sosok itu saat melihat Qian Kun terdiam.


" Takut? Kalian terlalu  memandang rendah kami. Alasan Kami tidak ingin meladeni kalian,  itu karena  kami tidak ingin mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah di tempat ini. Apakah kalian tidak memikirkan hal itu!"


Kata-kata Qian Kun membuat sosok itu tertawa.


" Memikirkan banyak orang. Bukankah orang banyak juga tidak memikirkan kami. Qian Kun, jangan membuang waktu kami. Sekarang panggil pemuda itu, atau kami benar-benar merusak tempat ini."


" Kalian  benar-benar keterlaluan. Bagaimana mungkin kami bisa memanggil orang yang telah pergi."


" Jangan menipuku. Barusan kalian   membicarakan sosok itu," ucap dengan dingin, mengejutkan Qian Kun dan penjaga tersebut.


" Tuan, dia bisa memasuki pikiran kita dan-"


" Benar, aku bisa membaca pikiran kalian," ucap tetua tersebut memotong  pembicaraan penjaga tersebut, membuat Qian Kun terdiam..


Qian Kun yang tidak memiliki pilihan itu akhirnya memecahkan giok merah yang diberikan oleh Qing Ruo.

__ADS_1


****


Di tempat lain.


Di penginapan sederhana yang tidak jauh dari penginapan Bunga Xi.


Qing Ruo yang sedang berkultivasi sambil menyerap kristal jiwa abadi tiba-tiba membuka matanya.


" Sudah menjelang malam, tapi belum ada kabar dari Qian Kun,  itu berarti tidak ada masalah," ucapnya senang lalu beranjak dari tempat duduknya untuk melanjutkan perjalanan.


Pada saat dirinya hendak membuka pintu kamar, tiba-tiba cincin penyimpanannya bergetar.


" Ternyata dugaanku salah," ucapnya menggelengkan kepala, lalu bergegas meninggalkan penginapan tersebut.


****


Penginapan bunga Xi.


" Kami akan menunggu selama satu jam di tempat ini.  Jika sosok itu tidak tiba, maka kami akan menghancurkan tempat ini dan menyatakan perang pada kota Xi," ucap tetua agung dari klan Ji tersebut.


Kata-kata yang dilontarkan oleh tetua Agung klan Ji membuat Qian Kun begitu kesal. Walaupun demikian dia tetap berusaha untuk terlihat tenang.


" Tuan,  Apakah  Anda sudah memikirkan konsekuensinya?" Dengan tatapan tajam.


" Tentu saja. Kota Xi  hanya dilindungi tiga klan Dewa kuno. Dan  kami sudah tahu hal itu," jawabnya dengan sombong.


Kata-kata tetua itu membuat Qian Kun  semakin yakin bahwa mereka pasti mendapat perlindungan dari Klan dewa kuno yang kuat.


" Benar-benar egois. Hanya karena satu orang harus melibatkan banyak nyawa. Sungguh tidak tahu malu," ucap Qing Ruo yang tiba-tiba muncul di dalam ruangan itu menatap sosok tetua agung dari iklan Ji itu dengan tajam.


Sontak saja kemunculan Qing Ruo yang muncul seperti angin di dalam ruangan itu mengejutkan semua orang,  bahkan Qian Kun yang sebelumnya tidak yakin Qing Ruo akan kembali kini benar-benar menaruh hormat padanya. Terlebih lagi tindakan Qing Ruo yang tidak gentar dan santai tersebut.


" Kamu!" ucap tetua tersebut menatap Qing Ruo dengan tajam.


" Aku adalah orang yang melukai patriark dan  tuan muda kalian sebelumnya," jawab Qing Ruo dengan santai.


" Argh... kamu harus mati. Tapi sebelum itu, aku akan mengulitimu!" ucap tetua tersebut murka.


Pernyataan  Qing Ruo  membuat suasana yang sebelumnya tegang kini menjadi semakin memanas.


Satu per satu sosok yang ada di dalam ruangan itu mengedarkan kekuatan dari tubuh mereka dengan kemarahan yang menyala.


" Aku begitu heran dengan klan kecil seperti kalian yang begitu berani bertindak sembarangan. Sungguh diluar dugaan, atau itu karena kalian mendapat perlindungan seseorang. Tapi Bukankah tidak tahu malu ketika kalian hanya bisa berlindung di bawah ketiak orang lain." ucap Qing Ruo memprovokasi.

__ADS_1


👉 Masih satu bab ya kak. Author lagi kurang vit.


terima kasih. 🙏


__ADS_2