Sang Penguasa

Sang Penguasa
Bantuan


__ADS_3

Akhirnya sang perempuan gelap akhirnya melancarkan serangan pamungkas juga.


Bola gelap pemusnah super besar tercipta dan langsung melesat pada targetnya.


Raut wajah super bangga kini terlihat pada makhluk gelap ini.


Akhirnya kekuatannya yang besar itu bisa dipamerkan juga.


Biarlah lawannya kagum dan ketakutan dengan serangannya ini!


Akhirnya misinya selesai juga.


Pujian dan pengakuan dari sang tuannya sudah di depan mata.


Sementara itu di sisi lain.


Max terdiam melihat bola hitam ekstra besar itu datang ke arahnya.


Ia tak menyangka lawannya bisa mengumpulkan kekuatan secepat itu terlepas dari keadaannya yang mirip.


Tak berhenti di situ, bukan kebetulan juga dia ingin mengakhiri ini dengan satu serangan.


Yang memang ini juga rencana awalnya.


Max terdiam, ia tetap terlihat tenang meski serangan besar itu makin dekat menghampirinya.


Kenapa pemuda ini tak menjauh saja dari serangan lawannya dan malah diam saja?


Pada akhirnya Max punya alasan kuat kenapa ia hanya berdiri saja.


Yang tak lain tak bukan adalah karena memang tak terlalu berguna juga.


Bole hitam berenergi besar itu sudah jelas serangan area luas.


Dengan kekuatannya yang sekarang menghindari dan menjauh bukanlah pilihan terbaik.


Lantas apa pilihan terbaik yang bisa dilakukannya sekarang?


Tidak ada.


Lawannya tak memberinya pilihan.


BUMMM!!!!


Seketika itu juga ledakan energi gelap langsung terjadi.


Getaran dan hempasan angin dahsyat langsung tercipta seketika itu juga.


“Hehehehe.” Terlihatlah raut wajah super puas dari sang perempuan gelap ini.


Dengan ini berakhirlah sudah.


Misi besarnya sukses besar.


Tak ada perlawanan apapun, dan  kemenangan tak bertele-tele sudah di tangannya!


Kini hempasan energi gelap kuat masih menggetarkan seluruh tempat ini.


Inilah bukti kekuatannya yang sebenarnya, ia sekarang layak untuk menerima pujian tuannya!


Sang perempuan gelap ini dengan sabar menunggu efek serangannya berhenti.


Tak bisa dipungkiri keadaannya sama dengan sang gadis pirang itu.


Serangan pamungkasnya tadi menguras tenaganya.


Perlahan namun pasti raut wajah sang perempuan gelap ini berubah.


Ia tak bisa terus-terusan menunjukkan raut wajah puas dan bangga.


Raut wajahnya berubah jadi pucat.


Namun itu bukan masalah besar.


Lagipula ia sudah menang, kenapa pusing-pusing mikirin begituan?

__ADS_1


Dan akhirnya efek serangan besar sang makhluk hitam ini berhenti juga.


Perlahan namun pasti ia akhirnya bisa melihat apa yang terjadi.


Namun ia tak penasaran dengan apa yang terjadi.


Pasalnya apa lagi yang akan terjadi selain kehancuran?


“Heh.” Senyuman terukir lagi padanya.


Yah akan tambah puas juga kalau ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


SRING!


“!” Seketika itu juga sinar terang muncul dan sang perempuan gelap tak menyangka.


Tak lama sinar terang itu pun menghilang.


“Oi, merepotkan juga ya.” Terdengarlah suara anak laki-laki kecil dengan nada komplain.


“Ki- kita berhasil?” Dibalas dengan suara gadis kecil dengan nada ragu-ragu.


SWUSH!


Akhirnya terlihatlah dua anak kecil yang berdiri di depan Max.


“….” Sang perempuan gelap tak senang melihat ini.


Harusnya semua ini sudah berakhir, tapi kenapa malah muncul tamu tak diundang?


“….” Max terdiam, ia tak menyangka bakal ada bala bantuan begini.


Yah tak bisa dipungkiri keadaannya memang gawat sih tadi.


Jadi para bocil ini siapa?


“Hei, kau tuan penguasa itu?” Sang bocah lelaki memandangnya serius.


“….” Max terdiam.


“He- hei, sopanlah sedikit….” Gadis cilik yang datang bersamanya menasihatinya.


Max terdiam, tak ada kekuatan lain yang cukup kuat untuk menahan serangan gelap kecuali kekuatan suci.


Dan energi itu jelas-jelas terasa pada mereka.


Jadi mereka ini?


“Cih.” Sang perempuan gelap menunjukkan kekesalannya.


“Kau apakan rekan kami?” Sang bocil laki-laki makin terdengar serius.


“H- hei.” Gadis kecil disebelahnya kewalahan menasihatinya.


Set.


Sang perempuan gelap mengangkat kedua tangannya berpose tidak tahu.


Ia tak mau menjawab pertanyaan yang sudah jelas-jelas jawabannya


Tak mungkin dua pelindung dua yang lain tak tahu dimana rekan mereka berada.


‘BOCIL YA.’ Dibalik ketenangannya, Max lumayan tak menyangka juga sih.


Dua orang tua dan dua anak-anak, dan mereka pelindung dunia ini.


Hm, yah ini dunia fantasi sih, apapun bisa terjadi di sini.


“Kau kalah olehnya? Yang benar saja!” Bocil laki tetep nggak percaya dan komplain.


“Hei….” Gadis kecil itu yakin tidak seperti itu.


Pasalnya pemuda ini adalah makhluk kuat yang ditunguu-tunggu dunia selama ini.


Bisa jadi tuan penguasa ini nunggu mereka datang kan?

__ADS_1


“Hah.” Sang bocah kecil ini akn setuju dengan pendapat rekannya.


Palingan si ‘tuan penguasa’ ini beneran terdesak.


Dan tak bisa dipungkiri pandangan bocil laki-laki ini memang benar.


Entah apa jadinya kalau mereka berdua tak datang menolongnya.


Max terdiam, pada akhirnya ia tak perlu mencari para makhluk pelindung dunia, yah mereka ternyata pada muncul sendiri.


Ternyata hanya dua makhluk pelindung dunia yang ada terpengaruh kekuatan sang perempuan gelap itu.


Max tak melihat adanya keanehan dari dua pelindung dunia versi cilik ini.


Yah kalau mereka takkan menolongnya kalau terpengaruh kekuatan perempuan gelap itu sih.


Sang perempuan gelap menunjukkan ekpresi muram yang tak ramah untuk anak-anak.


Ia masih belum terima dengan apa yang terjadi.


Batinnya benar-benar frustasi sekarang.


Padahal ia sudah bekerja keras untuk membuat rencana paling sempurna.


Namun kenapa masih ada saja gangguan yang menyebalkan begini?


Pada akhirnya rencana sempurnanya ini masih belum cukup untuk mengakhiri musuh utama tuannya.


Kalau saja ia bisa mempengaruhi semua makhluk penjaga sialan ini, pasti tak ada yang mengganggunya lagi.


Namun harapan hanya tinggal harapan.


Bukan hal mudah untuk mempengaruhi makhluk kuat seperti mereka.


Yang malah kalah konyol sama makhluk lemah.


Sungguhlah tidak worth it.


Serangan bola energi gelapnya berhasil dipatahkan mereka dan tak menimbulkan kehancuran sedikit pun.


Namun terlepas dari semua keluhannya, ia hanya bisa menerima apa yang terjadi.


“Ah?” Sang gadis kecil sadar ada gadis pirang yang tergeletak tak jauh darinya.


Ia segera menghampirinya dan memegang dahinya.


SRING!


Dan seketika itu juga cahaya hijau muncul pada tubuh gadis pirang itu.


“!” Max terdiam dan tak menyangka.


“Sudah aman.” Sang gadis kecil itu kembali dan tersenyum.


“Hmh.” Sang bocah itu makin tak percaya sang ‘tuan penguasa’ bahkan tak bisa melindungi makhluk yang bersamanya.


“Terima kasih.” Max sangat terbantu dengan aksi gadis cilik pelindung dunia ini.


“Hmh hmh~” Gadis kecil itu tersenyum dan menganggukan kepalanya.


“Kalian….” Kini terdengarlah suara kegeraman dari sang perempuan gelap.


Seketika itu juga aura gelap mulai terkumpul.


Kegeraman makhluk hitam itu membuat kekuatan gelap makin kuat dan memuakkan.


Memang sudah sekuat itulah sang perempuan gelap itu.


HUSH!


Tanpa pikir panjang sang bocah kecil langsung melesat dan melancarkan serangan!


DBUMM!!


Ledakan energi besar langsung tercipta dan mereka pun baku hantam.

__ADS_1


‘Wow.’ Terlepas dari penampilan anak-anaknya, kekuatannya benar-benar tak terkira.


Yah wajar juga sih dia ‘kan makhluk pelindung dunia ya.


__ADS_2