
Aula istana puncak Dong Yin.
Di dalam ruangan itu telah datang belasan tetua tingkat tinggi, serta sosok paruh baya yang duduk di kursi kehormatan. Tidak hanya itu, Yin Kun dan Yin Lun yang sebenarnya mengawasi Qing Ruo juga telah berada di dalam ruangan itu.
Kisah kembalinya Yin Gan yang merupakan tangan kanan Yin Xie menjadi perbincangan hangat mereka.
Pada saat mereka sedang berbincang-bincang dengan serius, tiba-tiba sosok Qing Ruo yang menggunakan tampilan Yin Gan memasuki ruangan.
" Hormat pada tetua dan wakil pemimpin puncak," ucapnya sambil berlutut dengan hormat.
Di kursi kehormatan, sosok Yin Jue yang menjadi wakil pemimpin puncak Dong Yin menatap Qing Ruo dengan penuh selidik.
" Yin Gan, bagunlah," ucapnya sambil mempersilakan Qing Ruo menempati kursi yang tersedia dengan nada tegas.
" Terima kasih wakil pemimpin," ucapnya Qing Ruo dengan hormat.
" Baik, karena kamu telah datang. Mari kita mulai pembicaraan ini. Tetua Dalu, apakah kamu sudah melakukan pemeriksaan?" tanya Yin Jue dengan sikap yang mendominasi.
" Sudah wakil pemimpin, aku telah memeriksa lencana giok jiwa yang ada di aula terlarang, dan memang hanya milik Yin Gan yang tersisa," jawab tetua yang mendatangi kediaman Yin Rongyou sebelumnya itu dengan sikap hormat.
" Yin Gan sedikit banyak kamu pasti sudah tahu mengenai perubahan aturan di tempat ini. Dan sebagainya satu-satunya murid yang berada di bawah komando pasukan tombak hitam yang selamat, kami semua ingin mendengar laporanmu," ucap Yin Jue dengan tatapan yang tidak bersahabat.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Terima kasih wakil pemimpin," ucap Qing Ruo dengan hormat, lalu memulai laporannya. " Wakil pemimpinan serta para tetua sekalian, aku ingin melaporkan bahwa kami gagal," ucap Qing Ruo dengan raut wajah sedih namun hal itu membuat Yin Jue tampak senang dengan senyum kecil mengembang di sudut bibirnya.
" Sudah aku duga, misi kalian itu hanya akan menjadi masalah, dan itu terbukti, dari ribuan yang pergi kini hanya kembali satu orang saja bahkan dengan tangan hampa, sungguh memalukan," ucapnya dengan tatapan sinis.
" Yin Gan, mohon penjelasannya," ucap Yin Kun dengan sikapnya yang datar.
" Tetua, semua pasukan yang kami bawa dan pasukan yang kami bangun di perbatasan utara satu pun tidak ada yang mampu bertahan, selain karena aura di kawasan emas itu sangat berbeda dengan kekuatan kita, pasukan Jubah Emas juga tidak memberi kami ruang."
" Tapi bagaimana bisa..."
" Tetua, pasukan Jubah Emas tidak bergerak sendiri. Mereka dibantu oleh pasukan Mata Langit dan Telinga Bumi yang menargetkan kami seperti hewan buruan mereka," ucap Qing Ruo mejelaskan, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam.
" Kawasan Emas benar-benar bukan tempat bagi kita," ucap Yin Dalu mencoba menyimpulkan penjelasan Qing Ruo.
" Tetua benar," ucap Qing Ruo.
" Sudah aku katakan, misi itu benar-benar konyol. Mengenai aturan baru, apa tanggapanmu?" tanya Yin Jue yang tidak ingin melihat Qing Ruo berlama-lama di tempat itu.
Qing Ruo tediam sesaat menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan tenang.
" Menurutku, tidak ada yang salah dengan aturan itu, karena setiap pemimpin pasti memiliki tujuan dan kebijakannya masing-masing," ucapnya datar.
__ADS_1
" Apakah itu berarti kamu mendukung aturan Ini?" tanya Yin Jue yang kini mulai menurunkan dominasinya.
Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak menyalahkan aturan tersebut tetapi aku juga tidak mendukungnya."
" Kamu!" Dengan tatapan tajam.
" Tetua, maksud ku wakil pemimpin, apakah ada yang salah dengan pendapatku ini? Bukankah sebelumnya anda meminta tanggapan, bukan pilihan?"
Wajah Yin Jue memerah menatap Qing Ruo dengan kebencian mendalam.
" Karena kamu yang berbicara, maka tentukan pilihanmu sekarang. Setia pada Pemimpin Zuo atau penjara Terlarang Es Hitam!"
Qing Ruo yang sudah mengetahui pilihan itu mengelengkan kepalanya.
" Ini benar-benar pemaksaan," ucapnya dengan tegas.
" Pemaksaan? Ini adalah aturan. Jika tidak patuh maka bersiaplah dengan sanksinya," ucap Yin Dalu ikut berbicara.
" Dalu tutup mulutmu!" ucap Qing Ruo dengan tegas.
" Kamu...."
Di kursinya, Yin Dalu yang sebelumnya begitu murka kini hanya bisa terdiam.
" Yin Gan benar," batinnya.
" Yin Gan, kamu menganggap diri terlalu tinggi! Apalagi dengan misimu yang gagal, apa kamu masih-"
" Yin Jue, tutup mulutmu!"
" Kamu!" Dengan kemarahan menyala.
" Tanpa kehadiranku pun kalian tidak akan lemah, dan kehilangan diriku pun kalian juga tidak rugi. Apakah kamu ingin membunuhku? Lakukan saja!" Tantang Qing Ruo.
Tiba-tiba Yin Jue tertawa keras.
" Membunuhmu? Sedikit pun tidak terbesit dalam pikiranku. Satu-satu yang ingin aku lakukan sekarang adalah mendengar rintihan mu di dalam penjara Terlarang Es Hitam," ucapnya dengan bahagia.
" Yin Jue, tawamu akan menjadi tangisan darah, tidak untuk sekarang, tetapi hal itu pasti akan terjadi," ucap Qing Ruo dengan santai.
" Kamu! Prajurit, tangkap dan masukkan dia ke dalam penjara Es Hitam terlarang sekarang juga!" ucapnya dengan kemarahan menyala.
Dalam waktu singkat, sepuluh prajurit elit yang berada di luar istana, yang merupakan para pendekar semi abadi tingkat lima muncul ditempat itu, dan langsung mengikat tangan dan kaki Qing Ruo dengan rantai hitam yang tersegel oleh mantra formasi pengikat tubuh.
__ADS_1
" Bawa dia sekarang juga. Melihat wajah membuatku ingin muntah," ucapnya dengan sangat kesal.
Qing Ruo dengan tubuh terikat rantai hitam tersebut lalu mengikuti prajurit yang membawanya meninggalkan ruangan itu, namun pada saat akan keluar dari istana tersebut, tiba-tiba Qing Ruo berhenti.
" Aku ingin mengucapkan salam perpisahan pada mereka, apakah boleh?"
" Baik senior."
" Yin Gan, apakah kamu menyesal sekarang? Jika ingin memohon pengampunan, kamu sudah terlambat," ucap Yin Jue tertawa terbahak-bahak.
Qing Ruo yang tiba-tiba berhenti itu lalu memalingkan wajahnya, menatap Yin Jue dan semua orang yang ada di dalam ruangan itu dengan tatapan kasihan.
" Yin Jue dan kalian semua, kekuatan dan kekuasaan yang kalian banggakan saat ini akan berakhir saat hari pengorbanan darah itu tiba, aku harap kalian memiliki cara untuk melepaskan Segel hitam penghancur jiwa yang ada pada leher kalian itu," ucap Qing Ruo, lalu memalingkan wajahnya.
Kata-kata Qing Ruo membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terdiam, bahkan gelak tawa Yin Jue tiba-tiba terhenti.
" Senior...." ucap para murid yang menawannya tampak begitu ketakutan.
" Prajurit, langsung masukan dia ke dalam penjara paling terakhir!" ucap Yin Jue dengan kesal.
" Ba-baik wakil pemimpin," ucap prajurit itu bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Setelah prajurit yang membawa Qing Ruo itu pergi, aula istana itu menjadi hening.
" Wakil pemimpin, mohon penjelasannya," ucap Yin Dalu yang tampak begitu khawatir memecah keheningan itu.
" I-ini tidak benar, bukankah sudah dijelaskan sebelumnya bahwa itu adalah segel hitam pengikat jiwa," ucap Yin Jue dengan gugup, membuat Yin Kun dan Yin Lun serta semua orang yang ada di dalam ruangan itu menjadi resah.
" Badj***n itu." Yin Jue membatin kesal.
Walaupun Yin Jue memberikan penjelasan, namun kata-kata Qing Ruo mengenai segel itu telah terpatri dalam hati dan pikiran mereka.
" Saudara, mengenai pernyataan Yin Gan yang tidak berdasar itu, aku harap saudara tidak merisaukannya," ucap Yin Jue lalu membubarkan pertemuan tersebut.
Satu persatu pada tetua tingkat tinggi tersebut meninggalkan ruangan itu, hingga akhirnya meninggal sosok Yin Yue dan beberapa pelayan setianya.
" Tetua, apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang pemuda dengan tatapan dingin.
" Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menambah hukuman Yin Gan, tapi aku tidak ingin dia mati. Selain itu awasi semua tetua yang ada di dalam ruangan ini sebelumnya," jawab Yin Jue dengan kesal.
" Baik tetua, kami mengerti." Lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah para pelayan setianya itu pergi, Yin Jue lalu meninggalkan ruangan itu dengan perasaan geram.
" Yin Gan, badj**"n," ucapnya menggerutu kesal.
__ADS_1