
Wilayah selatan Dunia Jiwa.
" Swhuss...." sosok Qing Ling yang membawa Qing Ruo dalam pelukannya, muncul di atas danau Giok Biru.
" Gege," ucapnya berurai air mata langsung bergerak memasuki danau hingga tiba di dasar danau tersebut.
" Swhus..." Perisai kayu transparan menyelimuti tubuh mereka berdua.
Dalam waktu singkat, kekuatan penyembuhan dari tongkat emas Shen Guoshi Yisheng yang berada di bawah mereka terhisap oleh perisai kayu transparan tersebut dengan ekstrem, mengalir pada tubuh Qing Ruo melalui sulur-sulur kayu yang melilit tubuhnya.
" Swhuss...swhus...." Kekuatan penyembuhan tersebut mencoba memulihkan Qing Ruo dan Qing Ling yang juga telah terluka karena melepaskan seluruh kekuatannya untuk menyembuhkan Qing Ruo dengan paksa.
Lima menit kemudian.
" Swhuss....." aura kehidupan dunia jiwa muncul kembali, membuat Luo Feng yang begitu cemas di di atas permukaan danau itu merasa tenang.
" Anak ini, apa yang telah dilakukannya hingga membuat peleburan cincin itu hampir gagal." Membatin heran.
****
Di dasar danau.
Qing Ruo yang masih berada di dalam pelukan Qing Ling masih belum tersadar, namun aura kehidupan kini benar-benar telah terpancar dari tubuhnya.
" Akhirnya," ucap Qing Ling pelan dan merasa sedikit tenang.
Di dalam kesadarannya.
Qing Ruo terbangun, menemukan dirinya terbaring di atas rumput hijau.
" Swhus...." lingkaran cahaya putih yang seperti segel muncul di tempat itu, menampakan sosok berwajah seperti dirinya, dengan jubah merah kehitaman, menatap ke arahnya dengan seringai dingin.
" Serangannya hati iblis," batinnya.
" Lama tidak berjumpa, karena kamu telah bangun, mari kita bertarung," ucap sosok itu membuka pembicaraan, sambil melepaskan kekuatan semi abadi tingkat sembilan.
Qing Ruo terdiam, menatap sosok ramah dengan keinginan jahat yang terus melepaskan aura kematian, kemarahan dan kebencian tersebut dengan tenang.
" Mengapa aku harus bertarung dengan diriku sendiri?" tanya Qing Ruo pelan.
" Bukankah kehidupan memang harus seperti itu? Bertarung tidak hanya melawan orang lain, tetapi melawan diri sendiri," jawab sosok itu dengan tenang.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Hal yang paling sulit dari kehidupan adalah melawan diri sendiri, tapi bagaimana jika aku menolak untuk bertarung?" tanya Qing Ruo dengan serius.
" Pilihannya membunuh atau dibunuh, karena tidak mungkin ada dua tubuh, dua pikiran dan dua jiwa dalam satu wadah yang sama. Kamu harus memilih!" Dengan wajah serius.
" Tapi mengapa harus melawan diri sendiri, bukankah kita bisa bersatu?" tanya Qing Ruo sekali lagi.
" Itu sangat tidak mungkin. Aku adalah orang yang haus kekuasaan dan kemenangan, sedangkan kamu adalah orang yang tidak menyukai kekuasaan walaupun tidak menyukai kekalahan. Kamu senang dengan ketenangan dan kedamaian dan aku membenci hal itu. Aku haus darah dan sangat menyukai kematian, sedangkan kamu membenci darah dan menyukai kehidupan."
Qing Ruo terdiam dalam waktu yang sangat lama, mencoba berpikir untuk mengalahkan sosok yang terus mengintimidasinya dengan aura kematian dan pembunuhan tersebut.
" Kemarilah," ucap Qing Ruo pelan.
Dengan tenang sosok bermata merah itu mendekati Qing Ruo.
" Plak...." tiba-tiba tamparan keras Qing Ruo menghantam wajahnya.
" Badj****n apa yang kamu lakukan!" dengan kemarahan menyala.
" Aku hanya ingin menguji apakah aku bisa menyentuhmu," ucap Qing Ruo menjelaskan, karena pada serangan hati iblis pertama, dia bahkan tidak bisa menyentuh sosok yang ada di hadapannya itu.
" Kepar***t! mari kita bertarung!" ucap sosok hati iblis itu murka.
" Gelap dan terang tidak dapat bersatu dan pilihannya adalah jika tidak ingin dikuasai oleh sang gelap, maka sang terang harus mampu menghalau sang gelap," batinnya menantap sosok yang seperti mengerti jalan pikirannya.
" Apakah kamu sudah memahaminya? bersiaplah" ucapnya dengan kesal.
Qing Ruo yang tidak memiliki pilihan itu hanya bisa menganggukan kepalanya.
" Jika ingin hidup maka tidak boleh mati." Batinnya dengan penuh tekat, lalu berdiri di hadapan sosok hati iblis itu.
" Swhus....." Lingkaran cahaya putih melebar hingga seratus lima puluh meter, yang melambangkan jumlah lingkaran kekuatan semi abadi tingkat sembilan.
" Pemenangnya ditentukan oleh siapa yang dapat bertahan di dalam lingkaran ini," ucap sosok itu tersenyum penuh kemenangan.
" Ini curang, bagaimana mungkin aku mampu mengalahkan semi abadi tingkat sembilan, " ucap Qing Ruo dengan tatapan tajam.
" Curang? Bukankah kehidupan memang seperti itu? Lagipula kamu juga sudah terbiasa melakukannya, jadi jangan berpura-pura menjadi orang yang jujur," ucap sosok itu tertawa dengan suaranya yang serak dan dalam.
Qing Ruo terdiam mencoba mencari cara untuk mengalahkan sosok gelap yang begitu mendominasi tersebut.
" Aku sangat senang jika kamu diam seperti ini," ucap sosok itu tersenyum bahagia, menyadarkan Qing Ruo yang seperti kehilangan akal untuk menemukan cara mengalahkan sosok yang ada di hadapannya tersebut.
" Semakin lama aku ditempat ini maka, semakin lemah kekuatanku," batinnya, lalu mengedarkan kekuatannya.
" Baik, mari kita bertarung..." ucap Qing Ruo yang segera bertransformasi menjadi Phoenix emas bermata biru.
" Trark.... trak....." Petir Abadi muncul menyelimuti tubuhnya.
" Aku suka gayamu..." ucap sosok hati iblis tersebut yang juga ikut bertransformasi menjadi Phoenix hitam bermata merah membara.
" Swhus... swhus...." kedua Phoenix itu melesat ke udara, mengedarkan kekuatannya untuk melepaskan serangan puncak yang mematikan.
****
Di dunia luar.
Qing Ling yang sebelumnya baru saja bisa berpikir tenang, kini menjadi panik saat merasakan aura kekacauan yang luar biasa dari tubuh Qing Ruo, yang bahkan menggetarkan danau Giok Biru.
" Gege, apa yang terjadi..." batinnya dengan perasaan sedih dan tidak berdaya.
" Swhuss...." Sosok Luo Feng muncul di balik perisai kayu transparan.
" Serangan hati iblis tahap puncak," ucapnya menatap Qing Ruo yang masih berada di dalam pelukan Qing Ling.
" Ayah, apa yang harus kita lakukan?" tanya Qing Ling yang kini hanya bisa menangis.
Luo Feng menggelengkan kepalanya.
" Tidak ada yang dapat kita lakukan, bahkan sosok abadi pun tidak dapat dimasuki kesadaran seseorang. Kita hanya bisa berharap Ruo er dapat mengatasi masalahnya sendiri." Dengan perasaan tidak berdaya.
" Tapi ayah, mengapa tiba-tiba muncul hati iblis?" tanya Qing Ling dengan heran.
" Aku juga tidak bisa memahami hal tersebut, karena biasanya iblis hati akan muncul ketika seseorang akan naik tingkat," jawab Luo Feng dengan jujur, menatap tubuh Qing Ruo yang melepaskan aura kekacauan yang begitu ekstrem.
" Swhus...." Sosok Luo Jiao Lie yang sebelumnya memulihkan diri di tepi danau giok biru muncul di tempat itu.
" Penguasa Agung, apa yang terjadi?" dengan perasaan sedih, menatap Qing Ling yang berurai air mata.
__ADS_1
" Serangan hati iblis. Jiao Lie, temui Jun er agar tidak mendatangi tempat ini, dan minta Huli Bai dan Huli Hei untuk mengawasi An er.
" Baik Penguasa Agung...." Berlutut dengan hormat, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
***
Di dalam kesadaran Qing Ruo.
Di dalam lingkaran cahaya, sosok Qing Ruo dan hati iblis yang telah bertransformasi menjadi Phoenix tersebut, bersiap melepaskan serangan puncak untuk membunuh lawannya.
" Kemenangan ditentukan oleh siapa yang mampu bertahan di dalam lingkaran ini. Apakah kamu yakin dapat mengalahkanku," ucap sosok hati iblis itu memprovokasi Qing Ruo.
Qing Ruo yang benar-benar tidak memiliki cara untuk mengalahkan sosok dihadapannya itu hanya terdiam.
Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya mengenai kekuatan cahaya.
" Cahaya kecil memang tidak mampu menghalau kegelapan, namun dia tetap bersinar di dalam kegelapan," ucapnya bergerak mendekati sosok hati iblis itu yang ada di hadapannya, sambil melepaskan serangan tombak petir.
" Serangan sampah!" ucap sosok itu tertawa keras.
" Dhuar....." Ledakan dahsyat bergema mendorong tubuh Qing Ruo hingga hampir membuatnya keluar dari lingkaran cahaya tersebut.
" Sudah aku katakan. Serangan Sampah!" ucap sosok hati iblis itu menghina.
" Kebiasaan dari yang kuat adalah menyombongkan diri dan merendahkan kekuatan orang lain, tetapi kamu hanyalah ilusi yang begitu sombong!" ucap Qing Ruo sambil melepaskan kekuatannya.
" Terlalu banyak bicara. Waktunya mengambil alih tubuh ini!" ucapnya melesat ke arah Qing Ruo.
" Swhus...." sosok itu melesat, sambil melepaskan tembakan tombak petir kehitaman yang melepaskan aura kekacauan.
" Slash....." Tombak emas benua teratai biru yang muncul dari kehampaan, meluncur dengan ledakan cahaya yang hampir membutakan mata.
" Swhus...." Qing Ruo bergerak menghindari terjangan sosok hati iblis itu, membuatnya beradu dengan tombak cahaya.
" Dhuar....." Ledakan dahsyat saat tubuh Phoenix hitam itu menghantam tombak cahaya dan melukainya dengan parah.
" Mati!" teriak Qing Ruo sambil menerjang tubuh yang terluka parah tersebut.
" Dhuar...." dua tubuh yang berbeda itu seperti dua tongkat petir yang beradu.
" Swhuss...." sosok Qing Ruo yang telah kehabisan tenaga tersebut terjatuh, hingga terhisap oleh cahaya putih, sedangkan sosok Phoenix hitam hati iblis itu hancur saat tubuhnya yang terluak itu keluar dari lingkaran cahaya.
" Swhus...." Qing Ruo keluar dari kesadarannya.
" Ahk..." sosoknya terbangun dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Gege...." ucap Qing Ling dengan panik.
" Ling er, tenanglah. Aku baik-baik saja," ucapnya pelan, sambil menatap sosok Luo Feng yang juga ada di tempat itu.
" Ayah..." ucap Qing Ruo pelan.
Luo Feng menganggukan kepalanya.
" Pulihkan dirimu," ucapnya pelan lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
____________
Tinggalkan jejak berupa Like 👍 itu saja sudah cukup. terima kasih. Bagi yang ingin bertanya seputar kisah QR silakan follow Ig @yudhistira5406.
terima kasih.
Wilayah selatan Dunia Jiwa.
" Swhuss...." sosok Qing Ling yang membawa Qing Ruo dalam pelukannya, muncul di atas danau Giok Biru.
" Gege," ucapnya berurai air mata langsung bergerak memasuki danau hingga tiba di dasar danau tersebut.
" Swhus..." Perisai kayu transparan menyelimuti tubuh mereka berdua.
Dalam waktu singkat, kekuatan penyembuhan dari tongkat emas Shen Guoshi Yisheng yang berada di bawah mereka terhisap oleh perisai kayu transparan tersebut dengan ekstrem, mengalir pada tubuh Qing Ruo melalui sulur-sulur kayu yang melilit tubuhnya.
" Swhuss...swhus...." Kekuatan penyembuhan tersebut mencoba memulihkan Qing Ruo dan Qing Ling yang juga telah terluka karena melepaskan seluruh kekuatannya untuk menyembuhkan Qing Ruo dengan paksa.
Lima menit kemudian.
" Swhuss....." aura kehidupan dunia jiwa muncul kembali, membuat Luo Feng yang begitu cemas di di atas permukaan danau itu merasa tenang.
" Anak ini, apa yang telah dilakukannya hingga membuat peleburan cincin itu hampir gagal." Membatin heran.
****
Di dasar danau.
Qing Ruo yang masih berada di dalam pelukan Qing Ling masih belum tersadar, namun aura kehidupan kini benar-benar telah terpancar dari tubuhnya.
" Akhirnya," ucap Qing Ling pelan dan merasa sedikit tenang.
Di dalam kesadarannya.
Qing Ruo terbangun, menemukan dirinya terbaring di atas rumput hijau.
" Swhus...." lingkaran cahaya putih yang seperti segel muncul di tempat itu, menampakan sosok berwajah seperti dirinya, dengan jubah merah kehitaman, menatap ke arahnya dengan seringai dingin.
" Serangannya hati iblis," batinnya.
" Lama tidak berjumpa, karena kamu telah bangun, mari kita bertarung," ucap sosok itu membuka pembicaraan, sambil melepaskan kekuatan semi abadi tingkat sembilan.
Qing Ruo terdiam, menatap sosok ramah dengan keinginan jahat yang terus melepaskan aura kematian, kemarahan dan kebencian tersebut dengan tenang.
" Mengapa aku harus bertarung dengan diriku sendiri?" tanya Qing Ruo pelan.
" Bukankah kehidupan memang harus seperti itu? Bertarung tidak hanya melawan orang lain, tetapi melawan diri sendiri," jawab sosok itu dengan tenang.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Hal yang paling sulit dari kehidupan adalah melawan diri sendiri, tapi bagaimana jika aku menolak untuk bertarung?" tanya Qing Ruo dengan serius.
" Pilihannya membunuh atau dibunuh, karena tidak mungkin ada dua tubuh, dua pikiran dan dua jiwa dalam satu wadah yang sama. Kamu harus memilih!" Dengan wajah serius.
" Tapi mengapa harus melawan diri sendiri, bukankah kita bisa bersatu?" tanya Qing Ruo sekali lagi.
" Itu sangat tidak mungkin. Aku adalah orang yang haus kekuasaan dan kemenangan, sedangkan kamu adalah orang yang tidak menyukai kekuasaan walaupun tidak menyukai kekalahan. Kamu senang dengan ketenangan dan kedamaian dan aku membenci hal itu. Aku haus darah dan sangat menyukai kematian, sedangkan kamu membenci darah dan menyukai kehidupan."
Qing Ruo terdiam dalam waktu yang sangat lama, mencoba berpikir untuk mengalahkan sosok yang terus mengintimidasinya dengan aura kematian dan pembunuhan tersebut.
" Kemarilah," ucap Qing Ruo pelan.
Dengan tenang sosok bermata merah itu mendekati Qing Ruo.
" Plak...." tiba-tiba tamparan keras Qing Ruo menghantam wajahnya.
__ADS_1
" Badj****n apa yang kamu lakukan!" dengan kemarahan menyala.
" Aku hanya ingin menguji apakah aku bisa menyentuhmu," ucap Qing Ruo menjelaskan, karena pada serangan hati iblis pertama, dia bahkan tidak bisa menyentuh sosok yang ada di hadapannya itu.
" Kepar***t! mari kita bertarung!" ucap sosok hati iblis itu murka.
" Gelap dan terang tidak dapat bersatu dan pilihannya adalah jika tidak ingin dikuasai oleh sang gelap, maka sang terang harus mampu menghalau sang gelap," batinnya menantap sosok yang seperti mengerti jalan pikirannya.
" Apakah kamu sudah memahaminya? bersiaplah" ucapnya dengan kesal.
Qing Ruo yang tidak memiliki pilihan itu hanya bisa menganggukan kepalanya.
" Jika ingin hidup maka tidak boleh mati." Batinnya dengan penuh tekat, lalu berdiri di hadapan sosok hati iblis itu.
" Swhus....." Lingkaran cahaya putih melebar hingga seratus lima puluh meter, yang melambangkan jumlah lingkaran kekuatan semi abadi tingkat sembilan.
" Pemenangnya ditentukan oleh siapa yang dapat bertahan di dalam lingkaran ini," ucap sosok itu tersenyum penuh kemenangan.
" Ini curang, bagaimana mungkin aku mampu mengalahkan semi abadi tingkat sembilan, " ucap Qing Ruo dengan tatapan tajam.
" Curang? Bukankah kehidupan memang seperti itu? Lagipula kamu juga sudah terbiasa melakukannya, jadi jangan berpura-pura menjadi orang yang jujur," ucap sosok itu tertawa dengan suaranya yang serak dan dalam.
Qing Ruo terdiam mencoba mencari cara untuk mengalahkan sosok gelap yang begitu mendominasi tersebut.
" Aku sangat senang jika kamu diam seperti ini," ucap sosok itu tersenyum bahagia, menyadarkan Qing Ruo yang seperti kehilangan akal untuk menemukan cara mengalahkan sosok yang ada di hadapannya tersebut.
" Semakin lama aku ditempat ini maka, semakin lemah kekuatanku," batinnya, lalu mengedarkan kekuatannya.
" Baik, mari kita bertarung..." ucap Qing Ruo yang segera bertransformasi menjadi Phoenix emas bermata biru.
" Trark.... trak....." Petir Abadi muncul menyelimuti tubuhnya.
" Aku suka gayamu..." ucap sosok hati iblis tersebut yang juga ikut bertransformasi menjadi Phoenix hitam bermata merah membara.
" Swhus... swhus...." kedua Phoenix itu melesat ke udara, mengedarkan kekuatannya untuk melepaskan serangan puncak yang mematikan.
****
Di dunia luar.
Qing Ling yang sebelumnya baru saja bisa berpikir tenang, kini menjadi panik saat merasakan aura kekacauan yang luar biasa dari tubuh Qing Ruo, yang bahkan menggetarkan danau Giok Biru.
" Gege, apa yang terjadi..." batinnya dengan perasaan sedih dan tidak berdaya.
" Swhuss...." Sosok Luo Feng muncul di balik perisai kayu transparan.
" Serangan hati iblis tahap puncak," ucapnya menatap Qing Ruo yang masih berada di dalam pelukan Qing Ling.
" Ayah, apa yang harus kita lakukan?" tanya Qing Ling yang kini hanya bisa menangis.
Luo Feng menggelengkan kepalanya.
" Tidak ada yang dapat kita lakukan, bahkan sosok abadi pun tidak dapat dimasuki kesadaran seseorang. Kita hanya bisa berharap Ruo er dapat mengatasi masalahnya sendiri." Dengan perasaan tidak berdaya.
" Tapi ayah, mengapa tiba-tiba muncul hati iblis?" tanya Qing Ling dengan heran.
" Aku juga tidak bisa memahami hal tersebut, karena biasanya iblis hati akan muncul ketika seseorang akan naik tingkat," jawab Luo Feng dengan jujur, menatap tubuh Qing Ruo yang melepaskan aura kekacauan yang begitu ekstrem.
" Swhus...." Sosok Luo Jiao Lie yang sebelumnya memulihkan diri di tepi danau giok biru muncul di tempat itu.
" Penguasa Agung, apa yang terjadi?" dengan perasaan sedih, menatap Qing Ling yang berurai air mata.
" Serangan hati iblis. Jiao Lie, temui Jun er agar tidak mendatangi tempat ini, dan minta Huli Bai dan Huli Hei untuk mengawasi An er.
" Baik Penguasa Agung...." Berlutut dengan hormat, lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
***
Di dalam kesadaran Qing Ruo.
Di dalam lingkaran cahaya, sosok Qing Ruo dan hati iblis yang telah bertransformasi menjadi Phoenix tersebut, bersiap melepaskan serangan puncak untuk membunuh lawannya.
" Kemenangan ditentukan oleh siapa yang mampu bertahan di dalam lingkaran ini. Apakah kamu yakin dapat mengalahkanku," ucap sosok hati iblis itu memprovokasi Qing Ruo.
Qing Ruo yang benar-benar tidak memiliki cara untuk mengalahkan sosok dihadapannya itu hanya terdiam.
Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya mengenai kekuatan cahaya.
" Cahaya kecil memang tidak mampu menghalau kegelapan, namun dia tetap bersinar di dalam kegelapan," ucapnya bergerak mendekati sosok hati iblis itu yang ada di hadapannya, sambil melepaskan serangan tombak petir.
" Serangan sampah!" ucap sosok itu tertawa keras.
" Dhuar....." Ledakan dahsyat bergema mendorong tubuh Qing Ruo hingga hampir membuatnya keluar dari lingkaran cahaya tersebut.
" Sudah aku katakan. Serangan Sampah!" ucap sosok hati iblis itu menghina.
" Kebiasaan dari yang kuat adalah menyombongkan diri dan merendahkan kekuatan orang lain, tetapi kamu hanyalah ilusi yang begitu sombong!" ucap Qing Ruo sambil melepaskan kekuatannya.
" Terlalu banyak bicara. Waktunya mengambil alih tubuh ini!" ucapnya melesat ke arah Qing Ruo.
" Swhus...." sosok itu melesat, sambil melepaskan tembakan tombak petir kehitaman yang melepaskan aura kekacauan.
" Slash....." Tombak emas benua teratai biru yang muncul dari kehampaan, meluncur dengan ledakan cahaya yang hampir membutakan mata.
" Swhus...." Qing Ruo bergerak menghindari terjangan sosok hati iblis itu, membuatnya beradu dengan tombak cahaya.
" Dhuar....." Ledakan dahsyat saat tubuh Phoenix hitam itu menghantam tombak cahaya dan melukainya dengan parah.
" Mati!" teriak Qing Ruo sambil menerjang tubuh yang terluka parah tersebut.
" Dhuar...." dua tubuh yang berbeda itu seperti dua tongkat petir yang beradu.
" Swhuss...." sosok Qing Ruo yang telah kehabisan tenaga tersebut terjatuh, hingga terhisap oleh cahaya putih, sedangkan sosok Phoenix hitam hati iblis itu hancur saat tubuhnya yang terluak itu keluar dari lingkaran cahaya.
" Swhus...." Qing Ruo keluar dari kesadarannya.
" Ahk..." sosoknya terbangun dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Gege...." ucap Qing Ling dengan panik.
" Ling er, tenanglah. Aku baik-baik saja," ucapnya pelan, sambil menatap sosok Luo Feng yang juga ada di tempat itu.
" Ayah..." ucap Qing Ruo pelan.
Luo Feng menganggukan kepalanya.
" Pulihkan dirimu," ucapnya pelan lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
____________
Tinggalkan jejak berupa Like 👍 itu saja sudah cukup. terima kasih. Bagi yang ingin bertanya seputar kisah QR silakan follow Ig @yudhistira5406.
__ADS_1
terima kasih.