
Kekuatan dan keganasan Qing Ruo yang membabat siapapun yang ada dihadapannya membuat pertahanan prajurit puncak Dong Yin yang sudah kalah jumlah itu semakin melemah. Setiap kali Qing Ruo bergerak mendekat, pasukan itu langsung menghindar, seperti melihat kemunculan dewa kematian yang siap mencabut nyawa mereka.
" Sialan! Ternyata puncak Nan Yin telah bekerja sama dengan orang lain!" ucap Yin Gu Chi dengan sangat kesal, sambil mengerahkan pasukannya untuk terus melepaskan pukulan jarak jauh.
" Benar, mereka bahkan bekerjasama dengan darah emas, namun kita tidak tahu apakah badj**n itu berasal dari Klan kuno Qing atau berasal dari klan Luo," ucap seorang tetua menanggapi dengan sangat kesal.
" Argh ...! Jika seperti ini, kita tidak akan mampu bertahan," Ucap tetua lainnya dengan sangat kesal, berharap pasukan yang berada di luar perisai dapat menghancurkan perisai pertahanan tersebut dan membantu mereka.
****
Di luar perisai pertahanan.
Yin Kun dan Yin Lun akhirnya tiba di kawasan bagian barat, mendapati tempat itu kini telah tersegel kembali.
" Terus serang!" ucapnya memeri perintah, sambil bersiap bersama dua puluh ribuan pasukan yang datang bersamanya.
" Saudara Kun, apakah ada kabar dari Ding Dugong dan Xu Mubai?" tanya Yin Lun sambil memeriksa lencana giok pesan jiwa dari dalam cincin penyimpanannya.
" Tidak ada saudara, semoga saja mereka yang berada di dalam perisai, tidak disergap oleh pasukan puncak Nan Yin," ucap Yin Kun dengan penuh harap.
" Tidak ada kabar, itu berarti mereka baik-baik saja. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah bagaimana cara kita menghancurkan dinding perisai pertahanan ini," ucap Yin Lun dengan serius.
" Saudara benar," ucapnya Yin Kun menanggapi.
****
Di dalam perisai pertahanan.
Pertempuran terus berlangsung dengan sangat mengerikan. Ledakan dahsyat dari pukulan terus bergema bersamaan dengan dentingan senjata yang terus beradu.
" Swhuss...swhus...." cipratan darah dan potongan tubuh yang terlempar ke berbagai arah, membuat tempat itu begitu mengerikan.
Walaupun dapat mendominasi pertempuran, namun puncak Nan Yin bersama pasukan bantuannya masih belum mampu mengakhiri pertempuran tersebut.
" Sudah hampir dua jam, namun pertempuran itu masih belum berakhir." Qing Ruo membatin, sambil menatap kedua belah pihak yang terlihat mulai kelelahan.
" Tuan muda, mundur, pulihkan dirimu..." ucap Jin Kong menatap Qing Ruo yang kini juga mulai melemah.
" Tapi patriark, kita tidak memiliki waktu untuk hal itu."
__ADS_1
" Aku tahu, tapi tuan muda, kita juga tidak bisa memaksakan diri," ucap Jin Kong dengan penuh arti.
" Patriark, tenanglah. Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini," ucap Qing Ruo ambil menyerap pil peledak energi, sambil menatap tiga belas ribu prajurit elit puncak Dong Yin yang masih melakukan perlawanan tersebut.
" Tidak heran jika peperangan di daratan ilahi ini bisa hingga seratus tahun," batinnya, saat melihat sosok-sosok semi abadi yang telah tewas dengan mutiara jiwanya yang tidak dihancurkan itu hidup kembali, membuatnya mempercayai kisah Yu Jieru monster Pelahap Langit dari klan Yu dengan kisahnya yang membuat kekacauan hingga seratus tahun.
Qing Ruo menggelengkan kepala karena strategi perangan yang dia rancang, tidak berjalan sesuai dengan rencananya, terlebih lagi peperangan itu terjadi antar satu klan, dimana mereka masing-masing telah mengetahui kelemahan dan kelebihan lawannya.
" Patriark, terus tekan, buat mereka menggunakan teknik transformasi Terlarang Klan Yin," ucap Qing Ruo sambil terus bergerak menyerang, dan mencari cara untuk mengalahkan musuh tersebut secepat mungkin.
" Tuan muda, aku juga berharap demikian, tapi aku tidak yakin mereka menggunakan teknik itu, karena hal itu akan membuat mereka terbunuh lebih mudah," ucap Jin Kong menanggapi.
" Patriark benar," ucap Qing Ruo sambil bergerak, mengerahkan pasukan Klan Jin dan pasukan kota Gu Lu, membakar semangat tempur semua orang.
" Semakin lama kita membiarkan mereka hidup, itu artinya kita memberikan kesempatan pada orang-orang yang ada diluar untuk menghancurkan perisai pertahanan ini," ucap Qing Ruo dengan bergerak melepaskan tebasan pedang dan tembakan Petir abadi.
" Jika perisai pertahanan ini hancur, maka kesempatan kita untuk mengalahkan mereka tidak akan ada lagi," ucap Jin Kong menimpali, karena puncak Dong Yin benar-benar sulit untuk di hadapi.
Tiba-tiba Qing Ruo yang terus bergerak menembakkan serangan formasi dua belas bilah pedang Xue Luo.
" Swhuss.... swhuss..." kedua belas bilah perang itu bergerak dengan ekstrem, mengitari tubuhnya dan membabat apa saja yang ada di hadapannya.
" Lihat! Penguasa kini telah serius..." ucap Long Chen menyemangati saudaranya yang lain.
" Tapi saudara," ucap Mayi Cao dan Mayi Xian bergidik ngeri.
" Saudara, gunakan pedang Xue Luo..." ucap Long Chen.
" Baik ..."
" Swhus... swhus...." Mayi Cao, Mayi Xian, Yuan Hei, Tua Bai dan Long Qe yang juga ada di tempat itu bergerak mendekati Ruo sambil mengeluarkan pedang Xue Luo dari dalam cincin penyimpanannya.
" Hancurkan bayangan hitam yang bergerak pergi..." ucap Qing Ruo bericara melalu telepati, menjelaskan teknik pengalihan tubuh dari klan Yin yang dapat menjaga pecahan jiwa mereka.
" Baik," jawab mereka bersamaan, sambil membentuk formasi sarangan, berada di sekitar sosok Qing Ruo yang terus melepaskan tebasan dan tembakan pedang Xue Luo.
" Dhuar...dhuar...." Ledakan petir kini semakin mendominasi, membuat pertahan pasukan puncak Dong Yin benar-benar kacau balau.
" Sialan! ternyata bad**n itu mengetahui teknik terlarang kita..." ucap Yin Gu Chi dengan kesal, menatap Qing Ruo dengan penuh kebencian.
__ADS_1
" Yi Gang, sial***n! Bagaimana bisa mereka bekerja sama dengan klan petir...." ucap tetua lainnya mengumpat kesal.
" Tidak ada pilihan. Jika ingin memenangkan pertempuran ini, kita harus menyerangnya bersama-sama!" ucap para tetua tersebut dengan murka.
" Baik..." ucap mereka bersamaan.
" Swhuss... swhus..." Puluhan para tetua yang merupakan para pendekar semi abadi tingkat sembilan membentuk formasi serangan, bergerak mendekati Qing Ruo yang terus bergerak membunuh prajurit puncak Dong Yin dengan bebas.
" Penguasa, mereka...." ucap Mayi Xian dengan khawatir.
" Bersiap!" ucap Qing Ruo tanpa khawatir sedikitpun sambil mengedarkan kekuatan puncaknya.
" Swhus.... swhus ..." Dua belas bilah pedang Xue Luo bergerak semakin cepat, mengitari tubuhnya dengan ekstrem sambil melepaskan tembakan petir hitam keemasan.
" Dhuar.... dhuar..." Ledakan yang dahsyat tiba-tiba bergema, bersamaan dengan terlemparnya beberapa sosok tetua yang hendak mendekatinya.
" Argh... Bad***n! Serangan petir tanpa warna lagi!" ucap Yin Gu Chi dengan putus asa, sambil mengedarkan segel perlindungan dari tubuhnya, adapun beberapa sosok yang terlempar itu, langsung di sambut oleh Long Chen dan rombongannya dengan tebasan pedang Xue Luo yang langsung menewaskannya mereka seketika.
" Klan Qing benar-benar mengerikan," ucap Yin Shenkai dan rombongannya, menatap Qing Ruo yang begitu mendominasi tersebut. Walaupun demikian, para tetua dari puncak Dong Yin bahkan tidak menghentikan serangannya, dan terus bergerak mendekati Qing Ruo yang dilindungi oleh Long Chen dan dua belas bilah pedang Xue Luo.
" Arg.... sial***n!" Teriak para tetua itu dengan kesal, karena belasan dari mereka yang berhasil di lukai oleh petir tanpa warna, kembali di tewaskan oleh Long Chen dan rombongannya.
" Dhuar...dhuar...." Ledakan dahsyat terus bergema dengan korban yang berjatuhan.
Dari jauh belasan para tetua tingkat tinggi dari puncak Dong Yin yang terus bertarung menahan gempuran dari berbagai sisi, berharap Yin Gu Chi dan rombongannya dapat segera membunuh Qing Ruo yang benar-benar menjadi masalah tersebut.
" Klan Petir sial**n!" ucap mereka mengumpat dengan sangat kesal.
" Benar, tapi apakah saudara sudah melaporkan hal ini pada Wakil pemimpin?"
" Sudah saudara, tapi tidak ada balasan," ucapnya dengan heran sambil terus bergerak dan melepaskan serangan.
Dari jauh, tiba-tiba mereka melihat Qing Ruo berhasil membabat sosok Yin Gu Chi dan menghacurkan tubuhnya tanpa sisa.
" ### Oh tidak. Saudara Gu Chi di tahap puncak juga bukan tandingannya," ucap para tetua tersebut dengan panik.
" Dhuar... dhuar...." ledakan dahsyat terus bergema mengguncang kawasan itu dengan hebat. Tiiga puluh menit kemudian, akhirnya dua puluh lima orang sosok semi abadi tingkat sembilan tahap dasar hingga tahap menengah yang ada di dalam pasukan tersebut berhasil ditewaskan, menyisakan belasan ribu prajurit Semi abadi tingkat tiga hingga tingkat delapan yang kini melakukan perlawanan tanpa pemimpin pasukan.
" Bersihkan mereka!" ucap Qing Ruo sambil bergerak mundur untuk memulihkan diri.
__ADS_1
" Baik tuan," ucap Yin Shenkai dengan penuh semangat, menggerakkan pasukannya untuk tidak memberi ruang pada pasukan puncak Dong Yin yang memang ahli dalam peperangan tersebut.
👉1