
" Dhuar....." Ledakan keras bergema saat tombak es itu beradu dengan serangan tapak harimau hitam cakar biru yang dilepaskan oleh Hu Yan Lan.
" Swhus...." pemimpin berkelompok dari klan Bing Yi itu terlempar hingga belasan meter, bahkan membuat para pendekar semi abadi tingkat dasar hingga tingkat empat yang berada di sekitar tempat itu juga ikut terlempar.
" Semi abadi tingkat sembilan tahap puncak," ucap para pemuda itu terkejut saat merasakan ledakan aura yang begitu ganas keluar dari tubuh Hu Yan Lan.
" Tidak heran dia begitu tenang sebelumnya, ternyata dia adalah semi abadi tingkat sembilan tahap puncak," ucap para pemuda yang ada di tempat itu menjauh, membuat wajah tetua yang mengolok-olok Hu Yan Lan dan Qing Ruo sebelumnya menjadi pucat pasi.
" Oh tidak...." ucap para tetua tersebut mendesah panjang dengan salah tingkah.
Di hadapan mereka.
Para tetua dari Klan Bing Yi yang juga tidak menyangka sosok Hu Yan Lan adalah orang yang sangat kuat, tanpa sadar menjauh dari tempat itu.
" Sangat kuat," ucap pemimpin kelompok klan Bing Yi itu, menyeka darah segar yang keluar dari sudut bibirnya, menatap Hu Yan Lan dengan siaga.
" Swhus...." sosoknya lalu kembali bergabung bersama kelompoknya.
" Saudara, mari kita serang bersama-sama," ucapnya sambil mengedarkan kekuatannya.
" Jangan tidak tahu diri. Apakah kalian yakin ingin membuat keributan di tempat ini!" ucap Hu Yan Lan dengan tatapan tajam.
" Apakah kamu takut?"
" Bukan aku, tapi kalian," ucap Hu Yan Lan.
Di Belakang Hu Yan Lan, Qing Ruo bahkan duduk dengan tenang tanpa menghiraukan perseteruan yang akan meledak menjadi pertempuran besar itu.
" Berani membuat keributan di kawasan suci. Benar-benar tidak tahu diri," ucap Mao Tang, Mao Bing dan Mayi Gui, tiba-tiba muncul di belakang para tetua dari klan Bing Yi itu.
" Saudara, apakah anda pelindung kawasan suci ini? Jika demikian bantu kami membunuh mereka..." ucap pemimpin kelompok itu dengan penuh semangat.
" Swhus...." sosok Mao Tang bergerak, sambil melepaskan aura semi abadi tingkat sembilan tahap puncak, menghmpiri pemimpin kelompok dari klan Bing Yi itu.
" Plak... plak...." Suara tamparan keras bergema.
__ADS_1
" Ingin membunuh saudara dan tuan muda kami. Kamu benar-benar tidak tahu diri." Menatap rombongan itu dengan tajam.
" Apa!" ucap semua orang yang ada tempat itu terkejut. Belum bilang keterkejutan mereka, tiba-tiba Mao Bing dan Mayi Gui yang masih berada di belakang para tetua dari klan Bing Yi itu melepaskan aura semi abadi tingkat sembilan tahap puncak dari tubuhnya.
" Hancurkan kultivasi kalian sekarang juga atau kami akan mendatangi klan kecil kalian itu," ucap Mayi Gui dengan sikap yang mendominasi, sambil menyegel tempat itu dan mengurung mereka.
Di luar Perisai ilusi.
Beberapa sosok pria paruh baya yang menyinggung Hu Yan Lan dan Qing Ruo sebelumnya, menggunakan kesempatan itu untuk pergi, namun tiba-tiba mereka dihentikan oleh para pemuda yang ada di tempat itu.
" Para tetua, kalian ingin pergi begitu saja? Bagaimana jika tuan muda itu menanyakan keberadaan kalian? Apa yang bisa kami lakukan selain menjawab dengan jujur," ucap para pemuda tersebut, membuat para tetua tersebut menghentikan tindakannya.
" Kalian....!" Dengan Wajah kesal.
" Tetua, apakah kalian ingin meninggalkan tanggung jawab itu pada kami?"
Pada saat mereka sedang berdebat tiba-tiba, terdengar suara ledakan keras di dalam perisai ilusi, dan menggetarkan kawasan itu, membuat para tetua serta semua orang yang berada di luar perisai tersebut begitu tegang.
****
Di dalam perisai ilusi.
" Aku sudah mengingatkan kalian pada putramu yang bod*h itu, tetapi kalian malah menganggap peringatan kami seperti candaan. Karena kalian telah datang, maka kalian tidak boleh kembali!" ucap Hu Yan Lan, sambil melepaskan pukulannya, menghajar para tetua klan Bing Yi yang masih melakukan perlawanan tersebut.
" Argh....! Jika demikian mari kita mati bersama!" ucap salah satu dari mereka sambil mengedarkan kekuatan untuk melepaskan serangan teknik penghancuran diri.
" Jika cucunya terluka, maka yang abadi Shen Guoshi Xiong Mao Tian tidak akan membiarkan satu pun keturunan dari klan Bing Yi hidup!" ucap Hu Yan Lan, sambil melepaskan segel perisai emas hitam melindungi Qing Ruo.
Kata-kata Hu Yan Lan membuat para tetua tersebut panik.
" Saudara Chou, hentikan!" ucap mereka bersamaan sambil menyerang sosok tersebut.
" Dhuar... dhaur...." serangan mereka menggagalkan teknik tersebut, melempar sosok Bing Yi Chou hingga menghantam dinding perisai ilusi dengan keras.
" Tuan muda, mohon pengampunan Anda!" ucap pemimpin kelompok tersebut sambil berlutut bersama rombongannya.
__ADS_1
" Kami tidak perlu basa-basi seperti ini. Bukankah sudah aku katakan sebelumnya. Hancurkan kultivasinya kalian dan pergi dari tempat ini," ucap Mao Tang dengan tegas.
" Tapi tuan, kami sudah banyak kehilangan apakah ini-"
" Kami memberi kalian dua pilihan. Menuntaskan masalah ini sekarang juga, atau kami akan menyelesaikannya di klan kalian!" ucap Mayi Gui.
" Oh tidak.... Tuan ini terlalu sulit. Apakah ini tidak bisa dibicarakan lagi?"
" Jika kami lemah, apakah kalian akan melepaskan kami?" tanya Hu Yan Lan dengan tatapan tajam, membuat kelompok tersebut terdiam.
Di belakang mereka, Qing Ruo yang dari awal ingin melihat bagaimana cara Hu Yan Lan dan rombongan yang menyelesaikan masalah itu, mengamati situasi yang terjadi di depannya dengan tenang.
" Kami tidak ingin mengambil risiko. Lagipula jika kami melepaskan kalian, maka klan lain akan menganggap kami lemah. Lakukan sekarang juga atau tuan muda kami berubah pikiran," ucap Hu Yan Lan dengan tegas.
" Tidak ada tawar-menawar. Lakukan sekarang juga atau kalian benar-benar menyesal, karena mencoba untuk bermain dengan keputusan kami," ucap Hu Yan Lan dengan tajam.
" Ba-baik tuan..."
Pada saat mereka hendak menghancurkan kultivasinya, tiba-tiba Qing Ruo berbicara.
" Lakukan hingga di tingat pendekar Raja."
" Baik, tuan muda. Terima kasih," ucap pemimpin kelompok tersebut, sambil menyeka keringat dingin dari wajahnya.
Tidak lama kemudian kelima sosok itu akhirnya menghancurkan tingkat kultivasi mereka di tingkat pendekar raja.
" Swhus.... swhus...." Qing Ruo tiba-tiba melepaskan segel rantai jiwa pada kelima sosok itu.
" Berani naik tingkat, maka kalian akan mati," ucapnya dengan santai.
" Te-terima kasih tuan muda."
" Jika kalian berani mengirim orang-orang kalian lagi, maka kami akan mengunjungi klan kalian," ucap Hu Yan Lan dengan tatapan dingin sambil mengambil cincin penyimpanan kelima sosok tersebut dengan paksa dan membiarkan mereka pergi.
" Ba-baik tuan...." ucap pemimpin kelompok tersebut dengan terbata, lalu meninggalkan tempat.
__ADS_1
Setelah kelima sosok itu pergi, Qing Ruo lalu meminta Mao Bing dan rombongannya kembali ke dalam dunia jiwa.
" Swhus... swhus...." Sosok mereka lenyap dari tempat itu, bersamaan dengan lenyapnya perisai ilusi tersebut.