
Di tempat lain.
Qing Ruo terus berjalan meninggalkan ruangannya, menuju lantai dasar penginapan untuk menemui manager penginapan tersebut.
Di lantai dasar ( di dalam ruangannya).
Sosok pria paruh baya mondar-mandir dengan wajah cemas.
Pikirannya begitu kalut dengan situasi yang sedang terjadi di kamar khusus yang ada di lantai tiga penginapannya. Berharap tidak terjadi kekacauan yang dapat merusak penginapannya.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba pintu ruangannya diketuk.
" Tuan, pemuda di kamar- ,"
Belum sempat penjaga itu menuntaskan kata-katanya, sang manager tersebut langsung bergegas menuju pintu ruangan dan membukanya.
" Tuan," ucapnya mempersilakan Qing Ruo memasuki ruangan dengan hormat.
" Terima kasih," ucap Qing Ruo sambil memasuki ruangan yang di jaga oleh sepuluh pendekar semi abadi tingkat tiga hingga tingkat empat tersebut dengan tenang.
" Tuan muda, aku Qian Kun, manager penginapan ini," ucap sosok itu memperkenalkan diri.
Qing Ruo menganggukan kepalanya.
" Tuan Qian Kun, ada yang ingin aku bicarakan," ucap Qing Ruo dengan tenang
" Silakan tuan."
" Tuan Qian Kun, dimana ketiga tuan muda yang terluka sebelumnya?"
" A-da tuan. Sebelumnya patriark Klan Ji meminta kami merawatnya." Qian Kun mejelaskan.
" Baik, tempatkan mereka kembali ke dalam ruanganku sebelumnya bersama tetua dan patriark mereka yang juga masih ada di sana."
" Baik tuan." Lalu meminta penjaga memindahkan Xian Guo, Ji Jiu dan Nan Ma ke kamar Qing Ruo sebelumnya.
Setelah penjaga yang ditugaskan itu pergi. Qing Ruo lalu melanjutkan pembicaraannya.
" Tuan Qian Kun, kekacauan ini melibatkan klan Xian, Klan Ji dan Klan Nan, yang secara langsung juga melibatkan tempat ini. Apakah benar demikian?"
" Be-benar tuan. Lalu apa yang harus kami lakukan?" tanya Qian Kun yang kini tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran dari wajahnya.
Qing Ruo mengedarkan pandangannya, menatap wajah-wajah yang tampak begitu khawatiran di dalam ruangan itu.
" Tuan Qian Kun, tujuanku menemui Anda memang ingin membicarakan masalah itu, walaupun Sebenarnya ini adalah tanggung jawab Anda,tapi aku tidak ingin pergi begitu saja."
" Terima kasih tuan." Dengan wajah lega.
" Tuan muda, lalu apa yang harus kami lakukan?" Tanya seorang penjaga.
" Aku ingin kalian memangil perwakilan dari ketiga klan itu, jika mereka meminta penjelasan, minta saja mereka bertanya pada tetua dan patriark mereka."
" Tapi tuan, bagaimana jika mereka menuntut pertanggungjawaban dari kami?"
" Justru kalianlah yang harus menuntut mereka, karena bagaimanapun mereka lah yang membuat masalah di tempat ini."
" Tuan, itu terdengar sangat sulit untuk dilakukan, karena bagaimanapun mereka akan menganggap tindakan yang telah terjadi itu karena kelalaian kami."
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Ini memang kelalaian kalian, karena membiarkan orang lain memasuki kamarku dengan bebas."
" Tapi tuan, kami juga tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu, karena berdasarkan laporan pelayan, kelompok itu menyewa kamar nomor lima di lantai dua dan mengatakan bahwa mereka adalah pelindung rahasia anda. Dan kami menganggap itu adalah sesuatu yang wajar, sehingga kami tidak mengawasi mereka dengan ketat." Qian Kun menjelaskan.
Qing Ruo terdiam sesaat, lalu mengeluarkan lencana giok merah.
__ADS_1
" Tuan Qian Kun. Jika penjelasan para tetua tersebut tidak memuaskan perwakilan tersebut, panggil aku dengan lencana giok ini. Tapi lencana giok ini hanya berlaku satu hari saja, jika dalam waktu satu hari anda tidak menuntaskan masalah ini, berarti itu di luar tanggung jawabku," ucap Qing Ruo sambil menyerahkan lencana giok tersebut.
" Baik tuan. Terima kasih."
" Baik, karena urusanku telah selesai, aku pergi dulu. Tuan Qian Kun, terima kasih kerjasamanya," ucap Qing Ruo sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.
" Baik tuan muda."
Setelah berkata-kata Qing Ruo lalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah Qing Ruo pergi.
Qian Kun langsung memberi perintah pada para pelayannya tesebut segera pergi menemui perwakilan klan Xian, kaln Ji, dan Klan Nan. Sedangkan darinya lalu bergegas menemui Xian Tang dan rombongannya yang masih berada di lantai tiga penginapan.
****
Di tempat lain.
Qing Ruo meninggalkan halaman penginapan, menuju jalan utama kota Xi sambil mengubah tampilan wajahnya dengan menggunakan wajah Youlin Sha.
Suasana pagi yang cerah itu membuatnya sedikit bersemangat. Selain mendapatkan banyak sumberdaya dari patriark Ji Huan dan rombongannya, Qing Ruo juga mendapat banyak tawanan.
Dengan tenang, Qing Ruo terus melangkahkan kakinya, hingga akhirnya tiba di penginapan Hua Cun, penginapan sederhana yang tidak jauh dari gerbang teleportasi kota Xi, lalu memasuki tempat itu dengan tenang.
" Tuan," ucap pelayan menyambut kedatangan dengan hormat.
Dengan tenang dan ramah, Qing Ruo lalu menjelaskan tujuannya.
" Baik tuan."
Setelah membayar biaya penginapan, gadis itu lalu membawa Qing Ruo menuju ruangannya.
" Tuan, apakah anda baru tiba di kota ini?" tanya gadis itu dengan ramah, memulai percakapan sederhana mereka.
" Benar," jawab Qing Ruo.
" Benarkah?" Tanya Qing Ruo berpura-pura.
" Benar tuan, karena aku juga hadir di acara tersebut, walaupun hanya duduk sebagai penonton." Sambil tertawa renyah.
" Selain itu, juga hadir sosok yang sangat kaya, yang memborong tiga sumber daya tingkat tinggi dari lima item lelang sesi terakhir," ucap gadis itu melanjutkan ceritanya.
Qing Ruo yang mendengar cerita itu hanya menganggukkan kepalanya, menanggapinya dengan seadanya.
" Sayang sekali, aku datang terlambat,"ucap Qing Ruo menggelengkan kepalanya.
" Tuan Muda, walaupun acara lelang itu sudah berakhir, namun tuan dapat mengunjungi rumah lelang itu."
Sambil berbincang-bincang santai mereka akhirnya tiba di kamar yang dimaksud.
" Silakan tuan." Membukakan pintu kamar.
" Baik Nona. Terima kasih," ucap Qing Ruo dengan ramah.
Setelah gadis pelayan itu pergi. Qing Ruo lalu mengembalikan tampilan wajahnya, sambil menyegel ruangan tersebut.
" Swhuss... Swhus ..." sosok Huo Zhoudau dan Mao Lei muncul di dalam ruangan.
" Penguasa...." Ucap mereka dengan hormat.
" Zhoudau, Mao Lei," ucap Qing Ruo menyapa kedua pelayan tersebut dengan ramah.
" Aku ingin memasuki dunia jiwa. Jika ada sesuatu yang mencurigakan, segera kabari aku."
" Baik Penguasa."
__ADS_1
Setelah berkata-kata, Qing Ruo lalu memasuki dunia jiwa.
****
Di dalam dunia jiwa.
" Swhuss...." Sosoknya muncul di halaman istana penjara barat.
" Penguasa," ucap Yuan Bai, Yuan Hei, Long Fu, Long Qe dan Long Yu Wei, berlutut dengan hormat.
" Bangunlah," ucap Qing Ruo dengan ramah.
" Terima kasih penguasa."
" Kebetulan sekali, ada yang ingin aku sampaikan," ucap Qing Ruo, sambil menempati kursi yang ada di halaman istana tersebut.
" Silakan Penguasa," ucap Yuan Bai.
" Ini mengenai para tawanan sebelumnya. Aku ingin menjadikan mereka sebagai pekerja yang bertanggung jawab dengan kebun buah-buahan, serta mengelola sumber daya lainnya. Bagaimana pendapat kalian?"
" Kami setuju penguasa, tapi..." ucap Yuan Bai ragu.
" Bicaralah," ucap Qing Ruo.
" Apakah ini tidak berbahaya?"
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
" Apakah maksudmu kultivasi mereka?"
" Benar Penguasa."
" Aku akan meminta mereka menghapus tingkat kultivasinya hingga ke tingkat pendekar dewa. supaya mereka tidak seperti Guang Zhou dan rombongannya."
" Penguasa, menurutku itu masih terlalu tinggi, apakah tidak di turunkan hingga ke tingkat pertapa hingga tingkat spiritual saja," ucap Long Qe berpendapat.
Qing Ruo terdiam beberapa saat lalu mengangguk kepalanya.
" Baik," ucap Qing Ruo, sambil meminta Long Yu Wei mengeluarkan para tawanan itu.
Dengan sigap,Long Yu Wei dan rombongannya lalu memasuki penjara, meninggalkan Qing Ruo seorang diri di halaman penjara tersebut.
Sambil menunggu Long Yu Wei membawa para tawanan itu keluar, Qing Ruo memeriksa cincin penyimpanan yang diperoleh dari para tetua klan Xian dan rombongannya.
" Lumayan," ucapnya saat melihat belasan butir mutiara jiwa dan sumber daya tingkat tinggi lainnya yang dapat dia gunakan untuk membuat pil.
Tidak lama kemudian, Long Yu dan rombongannya kembali sambil membawa tiga belas sosok berwajah lebam dengan pakaian compang camping, serta tangan dan kaki terikat.
Melihat keberadaan Qing Ruo, wajah kusut itu menjadi dingin.
" Jaga sikapmu!" ucap Yuan Hei memukul tetua tersebut dengan tongkat emasnya, membuat sosok itu mengaduh kesakitan.
" Yuan Hei," ucap Qing Ruo dengan lembut.
" Baik penguasa."
" Di mana empat tetua lainnya?" tanya Qing Ruo.
" Apakah maksud penguasa pendekar tingkat dewa yang terlah tersegel rantai jiwa itu?"
" Benar," jawab Qing Ruo.
" Kami tanpa sengaja melukai mereka dengan parah, karena kami juga mengira mereka Semi abadi," Yuan Bai menjelaskan sosok Wu Ming, Wu Dong, Xian Ba dan Ji Dao yang masih berada di dalam penjara.
Qing Ruo menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Biarkan saja mereka memulihkan dirinya," ucapnya santai sambil meminta Long Yu Wei dan rombongannya melepaskan rantai hitam yang mengikat para tawanan tersebut yang langsung ditanggapi dengan sigap.