Sang Penguasa

Sang Penguasa
316. Menolong Yin Bei.


__ADS_3

Qing Ruo menyesap  minumannya dengan santai, menatap Yin Bei yang tampak kebingungan.


" Pangeran tidak ada luka yang tidak dapat disembuhkan, asalkan kita mengetahui penyebabnya dengan jelas, maka kita dapat mengobatinya dengan cara yang tepat, sama seperti racun yang dapat di tawar,  lagi pula ini juga masih belum terlambat," ucap Qing Ruo dengan tenang.


" Maksud tuan Qing Ruo?"


" Aku dapat membantu pengeran menyembuhkan luka itu," ucap Qing Ruo dengan santai.


" Tapi bagaimana caranya?"


" Tapi aku ingin memastikan  bagaimana Pangeran dapat menjadi abadi," jawab Qing Ruo dengan serius, membuat Yin Bei tampak tidak senang.


" Tuan Qing Ruo..." ucapnya dengan nada kesal. 


" Pangeran sudah salah paham. Aku tidak minta pengeran menjelaskan bagaimana teknik menjadi Abadi, tetapi memastikan cara pangeran melakukannya. Pertanyaan sederhana, selain diriku apakah orang lain mengetahui pangeran berada ditempat ini?" tanya Qing Ruo dengan serius, membuat Yin Bei terdiam.


" Tidak ada, tuan," jawabnya dengan jujur.


" Apakah tidak aneh jika aku dapat menemukan persembunyian seorang ahli mantra formasi," ucap Qing Ruo dengan santai, membuat Yin Bei kembali  tampak terkejut.


" Tuan Qing Ruo benar, lalu bagaimana tuan melakukannya?"


" Kekuatan cahaya," jawab Qing Ruo dengan santai.


" Maksud tuan?"


" Pangeran, cahaya tidak dapat bersembunyi di dalam gelap, dan gelap tidak dapat menyembunyikan cahaya. Pangeran adalah pelatih gelap tetapi  kekuatan jiwa pangeran  didominasi oleh  kekuatan cahaya, dan kekuatan itu yang menuntunku sebelumnya," jawab Qing Ruo menjelaskan bagaimana dirinya menemukan keberadaan sosok Yin Bei yang sedang bersembunyi di bawah dasar danau  hitam tersebut.


" Tuan Qing Ruo benar, tapi bagaimana tuan bisa tahu?" Menatap Qing Ruo dengan serius.


Qing Ruo terseyum santai.


" Itu mudah bagiku, karena aku juga mempelajari kekuatan cahaya."


" Benarkah?" Dengan wajah serius.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Tuan Qing Ruo, aku tidak menyangka jika tuan juga mempelajari tanda suci yang sangat rahasia tersebut," ucapnya dengan penuh semangat.


" Itu artinya keabadian pangeran diraih dengan kekuatan cahaya, apakah benar demikian?"


" Benar tuan," jawabnya dengan jujur.


Qing Ruo menganggukan kepalanya. 


" Pangeran, gelap dan terang tidak bisa bersama. Kekuatan jiwa anda adalah lilin yang menyala, tetapi kekuatan darah anda adalah air gelap yang merupakan musuh api itu sendiri. Aku tidak tahu bagaimana cara pangeran dapat melakukannya, namun alasan pangeran  tidak bisa menyembuhkan luka, itu karena segel rantai iblis yang ada di tubuh pengeran hidup dengan bebas karena di hidupi  oleh air gelap itu," ucap Qing Ruo membuat Yin Bei ternganga.

__ADS_1


" Tapi bagaimana tuan bisa tahu?" menatap Qing Ruo dengan serius.


" Karena aku juga pernah mengalami luka  yang  pangeran alami saat ini, dimana kekuatan penyembuhan seperti menolak untuk mendekati area yang terluka, apakah benar demikian?"


" Benar tuan..." jawabnya dengan serius.


" Baik, aku akan melepaskan segel rantai iblis kecil itu, tetapi apakah pangeran dapat  melindungi kekuatan jiwa pangeran?" tanya Qing Ruo dengan serius.


" Bisa tuan," jawabnya dengan sungguh-sungguh.


" Baik, mari kita mulai," ucap Qing Ruo sambil  mengeluarkan pelayan Yin Di Lu dari dalam dunia jiwa.


" Swhus...." sosok itu muncul di hadapan Qing Ruo dan Yin Bei.


" Tuan Qing Ruo, dia?" tanya Yin Bei dengan heran.


" Salah satu pelayan Yin Di Lu," jawab Qing Ruo menjelaskan, sambil membuat segel tangan.


" Pangeran," ucap Qing Ruo meminta sosok yang sudah berada di tahap abadi itu untuk bersiap.


" Baik tuan," ucapnya sambil mengedarkan kekuatannya.


" Swhus..." segel cakram emas langit Ling melesat memasuki tubuhnya, dan mulai mengikat segel rantai iblis kecil yang sudah menyatu dengan darah dan daging Yin Bei, yang terlihat seperti ratusan rambut panjang yang sudah menyebar ke berbagai tempat.


" Swhuss..." segel itu ditarik dengan paksa, membuat Yin Bei hampir berteriak. 


" Pangeran, bertahanlah," ucap Qing Ruo menenangkan.


Satu persatu lilitan rantai iblis kecil yang di tarik dari tubuh Yin Bei dipindahkan pada tubuh pelayan Yin Di Lu yang hanya bisa menangis kesakitan.


Satu jam kemudian, segel rantai iblis kecil itu akhirnya selesai di pindahkan.


" Pangeran," ucap Qing Ruo sambil memberikan pil penyembuh Fuyuan dan pil peledak energi untuk memulihkan energi yang telah di gunakan.


" Terima kasih, tuan," ucap Yin Bei dengan hormat, yang kini merasa berhutang nyawa pada Qing Ruo, sambil meraih pil tingkat tinggi tersebut dan menyerapnya dengan tenang.


" Pulihkan diri pangeran..." ucap Qing Ruo dengan tenang, sambil ikut memulihkan diri.


****


Di dunia luar danau hitam. 


Ledakan dahsyat yang muncul di perbatasan Puncak Zhu Yin dengan Puncak Nan Yin membuat  suasana semakin memanas, terlebih lagi, Yin Gu Jian bersikeras ingin memasuki puncak  Nan Yin.


" Yin Gang, jika kalian tidak melakukannya, mengapa harus takut. Bukankah kami hanya melakukan pemeriksaan!" ucap Yin Gu Jian dengan suara meninggi saat Yin Gang dengan tegas menolak untuk membuka segel mantra formasi yang melindungi puncak Nan Yin.


" Tetua, perlu aku tegaskan bahwa setelah kami kembali dari puncak Zhu Yin, Perisai ini telah kami aktifkan dan tidak pernah kami buka untuk siapa pun. Bahkan hingga saat ini, kami juga  tidak pernah menerima satu orang pun tamu," ucap Yin Gang dengan tegas. 

__ADS_1


" Kamu!" ucap Yin Gu Jian dengan murka.


" Swhuss... swhus..."  pasukan pelindung klan dan ribuan prajurit elit puncak Zhu Yin terus berdatangan, memenuhi langit puncak Nan Yin.


" Tetua, kalian datang membawa banyak pasukan dan itu artinya adalah tantangan. Selain itu tindakan kalian yang memaksa ingin memasuki puncak Nan Yin adalah tuduhan yang tidak berdasar. Jika dalam hitungan ke seratus kalian tidak meninggalkan  puncak Nan Yin, maka bersiaplah!" ucap Yin Gang, sambil memberi perintah pada para tetua tingkat tinggi untuk mempersiapkan pasukan, membuat suasana di tempat itu semakin tegang.


" Badj***n bocah ini semakin berani!" ucap Yin Gu Jian berbicara pada Yin Baohu yang tampak terdiam.


" Saudara, kita tidak memiliki pilihan," ucap Yin Baohu dengan wajah kesal. 


Di dalam perisai kabut transparan. Dalam waktu singkat, puluhan ribu prajurit elit bermunculan dengan senjata lengkap.


Tidak lama kemudian.


" Swhus... swhus...." Ribuan prajurit elit puncak Zhu Yin yang dipimpin oleh Yin Zhanshi Zhe muncul di atas langit puncak Nan Yin.


" Saudara Baohu, bagaimana?" tanya Yin Zhanshi Zhe.


" Mereka menolak untuk bekerjasama," jawab Yin Baohu dengan serius.


" Lalu apakah kita akan memaksa mereka?"


" Tentu saja, karena dengan jelas mereka melindungi pencuri tersebut."


" Tapi saudara, bagaimana jika bukan mereka yang melakukannya?"


Pada saat mereka sedang merundingkan rencana untuk menghadapi situasi tersebut, tiba-tiba Yin Nanjing yang berjaga di perbatasan puncak Zhu Yin dan Xi Yin muncul di  tempat itu.


" Nanjing, ada apa?" tanya Yin Zhanshi Zhe dengan serius.


" Tetua, kami kehilangan saudara Jinxuan," jawabnya dengan serius.


" Lalu apa hubungan masalah ini dengan Jinxuan?" tanya Yin Baohu dengan kesal.


" Tetua, kami telah melakukan pemeriksaan, dan kami yakin bahwa kita telah ditipu oleh sosok Jinxuan sebelumnnya," jawab Yin Nanjing menjelaskan keanehan sikap Qing Ruo dan hancurnya  ruangan kamar di kediaman Yin Shangtao dengan rinci, membuat Yin Baohu dan rombongannya terperangah.


" Ternyata sosok yang kita cari ada di depan mata, tapi kita selalu gagal menemukannya," ucap Yin Baohu.


" Saudara, lalu apa yang harus kita lakukan ?"  tanya Zhanshi Zhe.


" Kembali ke puncak Zhu Yin dan lakukan pemeriksaan pada semua  prajurit elit," jawab Yin Gu Jian dengan serius.


" Lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Yin Baohu.


" Saudara Baohu, kita kembali dulu, lagi pula  kita juga belum  siap menghadapi perang ini. Tunggu patriark berhasil naik tingkat saja,"  jawab Yin Gu Jian dengan serius.


" Ini akan merusak reputasin kita," ucap Yin Baohu bersikeras.

__ADS_1


" Saudara Baohu, walaupun Yin Bei terluka, namun dia tetaplah sosok abadi," ucap Yin Gu Jian dengan serius.


" Baik, Zhanshi Zhe, pastikan semua prajurit yang ada di tempat ini kembali tanpa meninggalkan pasukan," ucap Yin Baohu, lalu bergerak bersama Yin Gu Jian  meninggalkan tempat itu.


__ADS_2