Sang Penguasa

Sang Penguasa
133. Melanjutkan Perjalanan.


__ADS_3

Baru beberapa kunyahan, Shangguan Bai tiba-tiba merasakan ledakan enegi yang begitu luar biasa mengisi seluruh tubuhnya. Bahkan Xu Yu dan Ji Yingqi, juga merasakan hal yang sama..


" Yang Mulia," ucap Xu Yu dan Ji Yingqi bergerak mundur saat merasakan ledakan enegi yang ada di dalam tubuhnya semakin kentara. Membuat Shangguan Bai terbengong.


" Swhuss.... swhus...." perisai transparan menutup tubuh mereka.


" Ayah, Nona Xu Yu dan Nona Ji Yingqi akan naik tingkat," ucap Qing Yong Jun heran.


" Benar, seperti Yang Mulianya Shangguan Bai juga," ucap Qing Ruo saat melihat Shangguan Bai yang juga bergerak mundur.


Dan benar saja, ketiga sosok itu tiba-tiba bertranformasi menjadi hewan buas, dengan ledakan enegi yang semakin lama semakin kuat.


" Swhuss... swhus...." ledakan aura yang sangat luar biasa, menyeruak dari tubuh mereka.


" Ayah, mereka benar-benar naik tingkat," ucap Qing Yong Jun takjub.


Qing Ruo hanya menganggukkan kepalanya, membiarkan ketiga sosok hewan buas itu memulihkan pandasi kultivasinya. Shangguan Bai yang sebelumnya semi abadi tingkat tujuh tahun akhir, kini menjadi semi abadi tingkat delapan tahap dasar. Sedangkan Xu Yu Ji Yingqi kini naik tingkat menjadi semi abadi tingkat enam tahap dasar.


" Jun er, " ucap Qing Ruo meminta Qing Yong Jun, menaburkan kristal jiwa abadi di sisi tubuh ketiga hewan buas itu, untuk membantu mereka menstabilkan tingkat kultivasinya.


" Baik ayah." lalu mulai bekerja.


Sambil menunggu Shangguan Bai dan rombongannya selesai memulihkan kultivasinya, Qing Ruo mengirim pesan pada Long Chen dan rombongannya untuk mengawasi lembah itu.


****


Di tempat Lain. Di dalam persembunyiannya.


Long Chen dan kedua saudaranya yang berada di atas gunung kecil mengambang, yang sedang menikmati pemandangan lembah tersebut, tiba-tiba mendapat pesan dari Qing Ruo untuk memperluas wilayah pengawasan mereka.


" Saudara Fu, Saudara Qe, Shanghai Bai dan rombongannya sedang naik tingkat, dan penguasa meminta kita untuk memperluas wilayah pengamatan," ucap Long Chen.


" Baik," Jawab Long Fu dan Long Qe, lalu bergerak menyebar, memperluas wilayah pengawasan mereka.


****


Di bawah pohon tepi sungai.


Satu jam berlalu. Shangguan Bai dan kedua pelayannya, Xu Yu dan Ji Yingqi akhirnya selesai memulihkan pondasi dasar kultivasinya.


" Swhuss... swhus..." sosok mereka kembali menjadi manusia.


" Tuan Qing Ruo, Tuan Muda Qing Yong Jun, terima kasih," ucap Shangguan Bai dengan hormat.


" Yang mulia tidak perlu terima kasih. Bukankah kita saling membantu..." ucap Qing Ruo dengan ramah.


Tindakan Qing Ruo dan Qing Yong Jun, sekali lagi mengubah pandangan Shangguan Bai dan rombongannya, membuat mereka semakin hormati keluarga kecil yang ada di hadapan mereka tersebut, sehingga dengan perlahan namun pasti, interaksi yang canggung itu kini semakin hangat, bahan mereka mulai terbiasa dengan guyonan sederhana yang membuat mereka tertawa dan menempatkan mereka seperti seolah-olah seperti keluarga besar yang sedang bersama.


Di tempat itu, Shangguan Bai dan rombongannya yang seolah-olah tanpa sekat, kini semakin terbuka.


" Yang mulia aku begitu penasaran dengan kekuatan yang menyegel kawasan puncak Gunung Bei Tian. Jika aku boleh tahu siapakah yang telah melakukan hal itu?" tanya Qing Ruo.


" Para leluhur kami yang melakukannya. Pada awalnya kawasan gunung ini adalahlah tempat tinggal kami, ras hewan buas. Namun selalu dijadikan sebagai tempat perburuan oleh klan dewa yang berada di sisi utara dan selatan gunung ini. Untuk melindungi diri, lima leluhur kami akhirnya sepakat menyegel tempat ini, tetapi karena mereka bukan ahli mantra formasi, maka segel itu tidak berjalan dengan baik, sehingga mengacaukan aturan ruang dan waktu di atas langit gunung, dan kekuatan gravitasi bumi yang berada di bawah gunung, yang ternyata ikut menekan kekuatan sejati kami." ucap Shangguan Bai menggelengkan kepalanya.


Qing Ruo menganggukan kepalanya.


" Walaupun demikian, tetapi cara itu efektif untuk melindungi ras hewan buas yang ada di gunung dari perburuan klan dewa tersebut."

__ADS_1


" Tuan Qing Ruo benar, tetapi hal itu juga membatasi gerak kami, karena hanya tempat-tempat tertentu yang terbebas dari aturan ruang dan waktu tersebut."


" Lalu mengapa Yang Mulia tidak tinggal di lembah ini saja?"


Shangguan Bai menggelengkan kepalanya.


" Tempat ini terlalu terbuka. Bahkan jika para dewa itu muncul dan menyerang dari atas langit, kami mungkin akan kesulitan. Seperti tindakan mereka sebelumnya yang menyerang pada saat diriku dalam keadaan terluka..."


Qing Ruo menganggukan kepala.


" Yang Mulia benar. Aku bahkan tidak memikirkan hal itu."


" Apakah tuan Qing Ruo punya saran?" tanya Shangguan Bai.


" Aku rasa tindakan yang dilakukan oleh para leluhur sudah benar. Yang perlu dilakukan saat ini adalah mempelajari aturan ruang dan waktu tersebut...."


" Tuan Qing Ruo, kami telah melakukan hal itu dari dulu, namun gagal. Sebelumnya tuan telah berhasil melepaskan diri dari aturan tersebut, mohon tuan memberi petunjuk..." ucap Sangguan Bai dengan serius, yang akhirnya memiliki kesempatan untuk mendengar jawaban dari pertanyaannya yang sebelumnya tertunda.


Qing Ruo terdiam sesaat, lalu menatap Shangguan Bai dan kedua pelayannya yang menanti jawaban Qing Ruo dengan penuh harap.


" Sepertinya Yang Mulia pernah menanyakan hal itu," ucap Qing Ruo tersenyum kecut.


" Benar," jawab Shangguan Bai dengan senyumnya yang ramah.


" Yang Mulia, kekuatan aturan ruang dan waktu sifatnya baku dan kaku. Kita tidak bisa mengubah hal itu, namun kita bisa mengubah diri kita agar sesuai dengan kondisi ideal tersebut, yaitu dengan mengikuti aturannya. Anggap aturan itu seperti air. Untuk bisa hidup di dalamnya, kita perlu dapat memposisikan diri kita menjadi seekor ikan." ucap Qing Ruo.


Shangguan Bai dan kedua pelayannya yang terdiam, menatap Qing Ruo dengan kagum.


" Tidak heran kami selalu gagal sebelumnya..." ucap Shangguan Bai, menyadari kesalahannya dalam membebaskan diri dari aturan ruang dan waktu yang mengikat kekuatan mereka.


" Di dalam semesta yang maha luas ini, ada jutaan aturan dan kekuatan tanpa batas. Dan kita tidak bisa menguasainya apalagi menentang kekuatan tersebut," ucap Qing Ruo.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba seekor kucing dahan tiba di tempat itu, menemui mereka dengan tersengat-sengal.


" Mao Chan, ada apa?" tanya Shangguan Bai, penasaran.


" Yang Mulia, ketiga putri Anda menangis dan seperti sedang mencari..." ucapnya dengan hormat.


Shangguan Bai menganggukkan kepalanya, lalu menatap Qing Ruo dan Qing Ling yang ada di hadapannya.


" Tuan Qing Ruo, Nyonya Ling, maaf aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini. Jika kalian ingin tetap tinggal di lembah ini untuk beristirahat beberapa waktu, silahkan tuan menuju hulu sungai kecil ini. Di sana ada gua air yang bisa tuan dan keluarga gunakan. Jika tuan ingin beristirahat di tempat penginapan, tuan dan nyonya dapat bergerak menuju arah barat, lima puluh kilometer dari lembah ini ada kota kecil," ucap Shangguan Bai sambil menyampaikan permohonan maafnya.


" Baik yang mulia, terima kasih. Kami mengerti. Sampai jumpa di lain waktu." ucap Qing Ruo sambil memberikan cincin penyimpanan yang berisi beberapa buah-buahan abadi serta pil tingkat tinggi.


Shangguan Bai berusaha menolak pemberian itu namun Qing Ruo maksa.


" Tuan Qing Ruo, Nyonya Ling, tuan muda Yong Jun, kami pergi. Jika ada waktu datanglah di kawasan puncak gunung Bei Tian," ucap Shangguan Bai dengan hormat, sambil memberikan lencana Emas pada Qing Yong Jun.


" Yang Mulia, ini?"


" Ini adalah satu dari lima lencana penguasa gunung Bei Tian. Terimalah," ucap Shangguan Bai dengan ramah.


Qing Yong Jun the diam sesaat, lalu menatap Qing Ruo yang dijawab dengan anggukan kecil.


" Terima kasih Yang Mulia." sambil menangkupkan tangannya dengan hormat.


" Baik, kami pergi," ucap Shangguan Bai lalu bergerak meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


" Ayah," ucap Qing Yong Jun, sambil menatap kepergian Shangguan Bai dan rombongannya.


" Bicaralah," ucap Qing Ruo dengan lembut.


" Bagaimana ayah bisa berteman dengan hewan buas tingkat tinggi tersebut?" Menatap Qing Ruo dengan kagum.


Qing Ruo tersenyum ramah, lalu menjelaskan perjalanannya dari kota Bei Shi, hingga membantu penguasa Gunung Bei Tian tersebut dengan rinci, membuat Qing Yong Jun dan Qing Ling yang mendengarkan cerita tersebut terdiam.


" Ayah, terlalu berani..." ucap Qing Yong Jun dengan wajah sedih.


" Jun er, tekad dan keberanian harus kamu tanamkan dalam hatimu, terutama untuk melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan yang kamu tabur maka kebaikan pula yang akan kamu tuai. Bukan berarti setiap kebaikan yang kamu lakukan harus mendapat kebaikan pula. Kadangkala kebaikan itu dibalas dengan kejahatan, namun kita tidak perlu memikirkan hal itu, karena orang yang demikian akan mendapat balasannya..."


" Baik ayah, aku mengerti..."


Setelah beristirahat dan berbicara sepanjang waktu, tanpa terasa hari telah menjadi sore.


Qing Ling yang tidak ingin menganggu perjalanan Qing Ruo lalu meminta kembali ke dalam dunia jiwa.


" Ayah, aku juga ingin beristirahat di dalam dunia jiwa," ucap Qing Yong Jun.


" Baik," jawab Qing Ruo sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


Setelah Qing Ling, Lian An dan Qing Yong Jun kembali ke dalam dunia jiwa, Qing Ruo lalu memanggil Long Fu, Long Qe dan Long Chen.


" Swhuss.. swhus...." Ketiga sosok yang bersembunyi di dalam bayangan tersebut, muncul di hadapan Qing Ruo.


" Penguasa," ucap mereka dengan hormat.


" Long Chen, aku ingin melanjutkan perjalanan, tapi aku ingin kamu menemaniku. Sedangkan Long Fu dan Long Qe, aku ingin kalian berdua kembali ke dalam dunia jiwa," ucap Qing Ruo, sambil membuka gerbang dimensi dunia jiwa.


" Baik penguasa...." Jawab mereka dengan hormat.


" Beristirahatlah. Jika terjadi sesuatu, aku akan segera memanggil kalian berdua."


" Baik penguasa," ucap Long Qe dan Long Fu dengan hormat, sambil memasuki dunia jiwa.


Setelah Long Fu dan Long Qe memasuki dunia jiwa. Qing Ruo lalu membawa Long Chen bergerak meninggalkan tempat itu.


" Long Chen," ucap Qing Ruo sambil bergerak dengan perlahan.


" Swhuss.... Swhus...." tubuh mereka melesat ke atas langit dengan perlahan.


Di atas langit.


Sambil bergerak dengan perlahan.


" Long Chen, seberapa luas pengetahuanmu tentang wilayah utara?"


" Tidak banyak penguasa, tapi aku pernah pergi ke klan Naga es di kawasan terluar wilayah Utara, dan klan dewa air..."


" Lalu apakah kamu tahu Gerbang Es Hitam?"


" Penguasa, itu adalah wilayah terlarang Klan Shen Guoshi Yin. Tempat itu berada di kawasan terluar wilayah Utara. Apakah Penguasa...?" Dengan wajah ragu.


" Kita akan pergi ke tempat itu..."


" Baik Penguasa."

__ADS_1


👉1🙏



__ADS_2