
Di hadapan Qing Ruo, kelima pemuda yang tidak menyangka Qing Ruo akan melakukan hal seperti itu hanya terdiam, menahan murka di dalam hatinya.
" Argh... Kepa**t. Beraninya kamu memperdaya kami," ucap salah satu pemuda murka, memaki Qing Ruo melalui tepati.
" Anda menanggapi dengan negatif. Yang aku lakukan sebelumnya adalah agar kalian dapat berbuat baik. Lagi pula jika Anda ingin menolak, aku juga bisa mengatakannya," jawab Qing Ruo santai, kembali berdiri dari tempat duduknya.
" Baj***n apakah kamu ingin mempermalukan kami!"
" Itu berarti saudara setuju dan menerima. Saudara sekalian, saudaraku ini juga mengatakan setiap dari kalian akan mendapatkan satu juta kristal jiwa abadi," ucap Qing Ruo dengan suara lantang, membuat tempat itu menjadi semakin riuh, membuat tempat itu menjadi semakin riuh.
" Terima kasih saudara," ucap mereka satu persatu, lalu mulai memesan minuman dan makanan yang mereka inginkan.
" Kepa***t!" ucap kelima pemuda tersebut terus memaki melalui telepati dengan murka, yang di tanggapi Qing Ruo dengan santai.
Di belakang mereka, tidak henti-hentinya para pengunjung yang lain mengucapkan terima kasih. Di saat ruangan itu dipenuhi dengan keceriaan, para pemuda yang duduk bersama Qing Ruo itu menahan murka.
" Baj***n. Kita benar-benar salah langkah." Berbicara pada rombongan melalui telepati.
" Jika tidak karena aturan, mungkin aku sudah mengulitinya," ucap pemuda lainnya menahan geram.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan? Karena tidak mungkin kita membatalkan hal ini semua, karena itu akan mempermalukan kita."
" Tidak ada pilihan. Dia juga harus membayar."
Namun belum sempat mereka berbicara, tiba-tiba Qing Ruo berdiri.
" Saudara, aku ada urusan di tempat lain. Aku pergi dulu." tanpa malu meminta satu juta kristal jiwa abadi pada pemuda yang ada di hadapannya.
Sang pemuda yang tidak bisa berkata-kata itu hanya bisa mengeluarkan satu juta kristal jiwa abadi dan memberikannya.
" Saudara sekalian, lihatlah. Aku sudah mendapatkan bagianku." Sambil menunjukannya pada semua orang, mengingatkan mereka yang ada di dalam ruangan itu untuk tidak lupa meminta kristal jiwa abadi pada kelima pemuda tersebut.
Tindakan Qing Ruo yang terus memperdaya mereka membuat para pemuda itu hampir muntah darah menahan murka.
" Argh.... Kepr***t. Mengumpat di dalam hatinya, menatap Qing Ruo yang pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal.
" Jangan mencariku, atau kalian akan menyesal," ucap Qing Ruo berbicara melalui telepati pada rombongan itu dengan santai.
Dari luar kedai, terdengar sayup-sayup gelak tawa orang-orang yang ada di dalamnya, yang membuat Qing Ruo tersenyum-senyum kecil.
Setelah terus bergerak memasuki pusat kota, Qing Ruo akhirnya menemukan sebuah penginapan mewah, dan memasuki tempat itu dengan santai.
" Selamat datang di penginapan Hua Bing tuan," ucap pelayan dengan ramah.
" Nona aku ingin ruangan khusus, dengan fasilitas lengkap," ucap Qing Ruo.
__ADS_1
" Ada, tuan. Untuk berapa hari tuan?"
" Dua hari," jawab Qing Ruo.
" Baik tuan, untuk biayanya satu juta kristal jiwa abadi. Silakan lakukan pembayaran," ucap sang gadis dengan ramah.
Qing Ruo menganggukan kepalanya, lalu membayar sesuai dengan sejumlah angka yang disebut.
Setelah melakukan pembayaran, pelayan wanita itu lalu membawa Qing Ruo ke dalam ruangannya.
****
Di tempat lain.
Ke lima pemuda yang terus mengikuti Qing Ruo sebelumnya, akhirnya berhasil meninggalkan kedai sederhana tersebut dengan menggerutu kesal.
" Argh....! Baj**n itu benar-benar membuat kita rugi. Tiga puluh lima juta itu bukanlah jumlah yang sedikit," ucapnya kesal.
" Bagaimana kita harus menemukannya. Aku benar-benar sudah tidak sabar ingin mengulitinya," ucap pemuda lainnya dengan kemarahan yang menyala, sambil melangkahkan kakinya.
*****
Penginapan Hua Bing.
" Silakan tuan, tunggu beberapa saat pelayan kami akan membawakan makanan untuk tuan," ucap pelayan tersebut dengan hormat.
" Terima kasih nona." Lalu memasuki ruangannya.
Setelah pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu menyegel ruangan itu, kembali mempelajari gulungan bambu yang berisi informasi dasar mengenai kota Heian tersebut dengan tenang.
Lima menit kemudian, Qing Ruo akhirnya selesai mempelajari gulungan informasi tersebut, bersamaan dengan datangnya beberapa pelayan yang membawakan makanan dan minuman ke dalam ruangan itu.
Setelah para pelayan itu pergi, Qing Ruo lalu menggeluarkan Qing Ling dari dalam dunia jiwa.
" Shwus...." sosoknya muncul di dalam ruangan itu.
" Gege..." Menatap ruangan itu dengan takjub.
" Ling er, saat ini kita sudah berada di pusat kota bagian uara, kota Heian." Sambil mempersilakan Qing Ling duduk pada kursi.
" Kita makan dulu," ucap dengan hangat.
" Gege, biar aku saja," ucapnya sambil mengambilkan makanan untuk Qing Ruo dan melayaninya, lalu mulai menikmati makanan itu dengan santai.
Setelah menikmati makanan itu, Qing Ruo lalu memanggil Long Fu dan Long Qe untuk berjaga di dalam ruangan itu.
__ADS_1
Setelah kedua sosok manusia naga perak itu muncul di dalam ruangan, Qing Ruo lalu membawa Qing Ling kedalam dunia jiwa.
" Swhuss...." Mereka berdua muncul di dalam kamarnya.
" Gege beristirahalah, aku akan mengambil An er di kamar Huli Bai," ucap Qing Ling.
" Baik," jawab Qing Ruo.
Tidak lama kemudian, Qing Ling kembali, sambil membawanya Qing Lian An yang telah tertidur.
" Kemarilah," ucap Qing Ruo yang baru saja selesai mengganti pakaiannya, meraih sosok mungil yang sedang tertidur pulas tersebut.
" Putri ayah." Megecup kening Qing Lian An dengan lembut, lalu menempatkannya pada tempat tidurnya.
" Apa rencana gege di kota ini?" Tanya Qing Ling.
" Karena sebentar lagi malam, aku ingin beristirahat, setelah itu esok pagi aku ingin membawa Ling er mencari sumber daya dan menikmati suasana kota ini," ucapnya sambil menunjukkan gulungan yang berisi informasi dasar mengenai aturan yang ada di kota Heian.
Qing Ling menganggukkan kepalanya.
" Jika demikian, gege beristirahatlah. Aku akan mempelajari gulungan informasi ini," ucapnya.
" Baik," jawab Qing Ruo, lalu mulai memulihkan kekuatannya dengan menyerap kristal jiwa abadi.
****
Di tempat lain.
Kelima pemuda yang memiliki dendam membara pada Qing Ruo akhirnya tiba di penginapan Hua Bing.
" Setelah bersusah payah, akhirnya kita menemukan keberadaannya. Saudara, apa yang akan kita lakukan?"
" Kali ini kita harus mempersiapkan rencana terlebih dahulu. Aku tidak ingin kita mengalami hal yang sama sebelumnya." lalu memesan ruangan khusus pada pelayanan untuk membicarakan rencana yang akan mereka lakukan pada Qing Ruo.
****
Di dalam dunia jiwa.
Qing Ruo dengan tenang terus memulihkan diri, sedangkan Qing Ling yang telah selesai mempelajari informasi dasar mengenai aturan kota Heian itu, dengan tenang terus menaburkan kristal jiwa abadi di sekitar tubuh Qing Ruo, mengganti kristal jiwa abadi yang telah terserap.
Lima jam kemudian, Qing Ruo membuka matanya.
" Ling er, terima kasih," ucapnya lalu membawa Qing Ling untuk beristirahat.
Sepanjang malam mereka membicarakan banyak hal, hingga akhirnya tertidur lelap.
__ADS_1