
Tiba-tiba tempat itu menjadi hening. Mereka semua saling berpandangan, terlebih lagi Heian Bai dan Dalu Rong yang tidak menyangka jika Qing Ruo adalah putra seorang penguasa.
" Ternyata prajurit Zhao benar. Dia bukan hanya sekedar Tuan muda, tetapi putra penguasa agung," Dalu Rong berbicara melalui telepati pada Heian Bai yang hampir tidak mempercayai keterangan Hua Zhen.
" Tapi bagaimana mungkin," jawabnya ragu. Namun kekuatan yang ditunjukkan Qing Ruo dalam bertarung menunjukan bahwa dirinya memang berasal dari klan Luo.
Di sisi lain. Murong Jianyu masih terdiam, bahkan tidak berkata sepatah katapun, menatap Qing Ruo dengan hormat.
" Saudara Ruo," ucap Hua Zhen.
" Oh, aku hampir lupa," ucapnya sambil menjelaskan rencana mereka yang akan mencari sumber daya langka di gurun pasir perbatasan Utara.
" Saudara Bai, aku dan saudara Hua Zhen, bersama tetua Hua Zun dan tetua Hua Thong, akan pergi ke gurun pasir, mencari sumber daya yang sedang di cari oleh klan Yin itu," ucap Qing Ruo.
" Baik, aku ikut. bagaimana dengan saudara Rong dan saudara Jianyu?" tanya Heian Bai dengan penuh semangat.
" Aku ikut," Jawab Dalu Rong.
" Penguasa muda, hamba juga ikut," ucap Murong Jianyu.
" Saudara Jianyu, panggil aku Qing Ruo..." ucap Qing Ruo ramah.
" Penguasa Muda, hamba adalah seorang Murong, seorang pelayan Shen Shandian Luo. Bagaimana mungkin hamba bisa memanggil Anda dengan kata saudara, yang menyiratkan kita adalah setara. Penguasa muda, hamba tahu batasan hamba, dan aturan leluhur telah tertulis mengenai hal itu.."
Qing Ruo dan semua orang yang ada di tempat itu kembali terdiam.
" Klan pelayan Luo, selalu seperti ini." Qing Ruo membatin, mengingat sikap Hu Shan dan yang lainnya yang selalu menolak dipanggil dengan soudara.
" Baiklah, tapi kamu tetap saudaraku," ucap Qing Ruo membuat Murong Jianyu hanya bisa mengangguk kepalanya.
" Baiklah. Saudara Ruo, mohon penjelasannya," ucap Heian Bai, meminta Qing Ruo menjelaskan rencana mereka.
" Saudara Heian Bai, tidak ada rencana lainnya, karena kita akan langsung melakukan pencarian ke arah gurun."
" Tapi saudara, kawasan gurun berada di dalam wilayah pengawasan pasukan jubah emas..."
" Aku tahu, bukankah kita telah diuntungkan sebelumnya?"
" Maksud saudara Ruo?" tanya Dalu Rong kebingungan.
" Saudara Rong,. kita dapat memanfaatkan kemunculan pasukan Klan Yin yang kita hadapi sebelumnya untuk mengalihkan perhatian pasukan jubah emas yang berjaga di kawasan gurun pasir."
" Maksud saudara Ruo?" tanya Heian Bai.
" Aku ingin saudara mengabari mereka untuk mengejar murid klan Yin yang baru kita hadapi itu, dengan demikian, pergerakan kita di wilayah gurun akan semakin leluasa."
Tiba-tiba Dalu Rong dan Heian Bai saling berpandangan, lalu menatap ke arah Qing Ruo dengan penuh semangat. Cara Qing Ruo menyikapi masalah dan memanfaatkan situasi benar-benar membuat mereka kembali dalam suasana perang di daratan kehampaan abadi.
" Baik," jawab Heian Bai sambil mengeluarkan lencana giok berwarna hijau, mengabari pasukan jubah emas yang kebetulan berada di hutan es utara, untuk memburu pasukan Klan Yin yang mereka hadapi sebelumnya.
Setelah membicarakan rencana mereka, Qing Ruo lalu memimpin rombongan itu bergerak menuju gurun pasir perbatasan Utara.
" Swhuss... swhus...." mereka melesat meninggalkan tempat itu dengan kecepatan tinggi.
****
Di tempat lain.
__ADS_1
Huo Mingzhi dan rombongannya yang sedang bergerak memeriksa kawasan gurun pasir, akhirnya menghentikan pekerjaan mereka, beristirahat sejenak sebelum kembali bekerja.
" Saudara Thou Thou, hingga saat ini aku masih tidak tahu benda apa yang ingin dicari oleh penguasa..." ucap Huo Zhaodau.
" Aku juga tidak tahu, namun menurut penguasa, benda itu adalah sesuatu yang sangat berharga," jawab Thou Thou.
" Saudara Zhoudau, bagaimana dengan pencarianmu?" Tanya Huo Mingzhi.
" Aku bahkan tidak menemukan sesuatu apapun." Jawab Huo Zhaodau sambil memulihkan kekuatannya.
" Tapi sepanjang pencarian kita, apakah benar saudara tidak menemukan atau merasakan aura apapun?" tanya Thou Thou.
" Ada, pernah sekali. Seratus lima puluh kilometer arah barat tempat ini, tapi aku tidak yakin, karena aura yang di pancarkan sangat kecil dan lemah," jawab Huo Mingzhi.
Tiba-tiba Thou Thou berdiri.
" Saudara, ada apa?" tanya Huo Mingzhi heran.
" Aku yakin, itu adalah benda yang di cari oleh penguasa. Apakah saudara tahu jenis aura yang dipancarkan?"
" Aura gelap. Saudara Thou Thou, mohon penjelasannya..." ucap Huo Zhaodau penasaran.
" Saudara Zhoudau, Mingzhi, sesuatu yang berharga, pasti berada di tempat tersembunyi. Selain itu, benda itu pasti disegel agar tidak di ketahui oleh banyak orang."
" Saudara Thou Thou benar. Berarti aura lemah itu adalah rembesan kecil dari aura yang sebenarnya," ucap Huo Mingzhi.
" Saudara, sebaiknya kita segera pergi ke tempat itu, dan memastikannya," ucap Thou Thou.
" Baik," jawab Huo Mingzhi lalu membawa rombongan itu bergerak menuju tempat dirinya merasakan kehadiran aura gelap sebelumnya.
***
Di tempat lain.
Setelah bergerak dengan kecepatan ekstrem sepanjang waktu, lima jam kemudian, mereka akhirnya tiba di gurun pasir Utara.
" Sebaiknya kita beristirahat sebentar," ucap Qing Ruo membawa rombongan singgah di kawasan batu-batu raksasa.
" Baik. Aku rasa tempat ini cukup aman," ucap Heian Bai, sambil mendarat bersama rombonganya.
Di tempat itu, mereka berbincang-bincang santai sambil membicarakan rencana mereka.
" Arah timur dari tempat ini adalah Benteng pertahanan pasukan jubah emas. Jadi aku rasa benda yang kita cari, kemungkinan besar berada di kawasan lain." ucap Heian Bai.
" Aku rasa juga demikian," ucap Qing Ruo.
Namun pada saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba Qing Ruo mendapat kabar dari Huo Mingzhi, yang mengatakan bahwa mereka telah menemukan tempat yang di curiga.
" Lima belas menit lagi kita bergerak," ucap Qing Ruo.
" Baik...."
****
Kawasan barat gurun.
Di antara puing-puing batu raksasa yang berserakan. Huo Zhaudao dan Huo Mingzhi, terus bergerak menyegel seluruh kawasan tempat itu dengan mantra formasi ilusi, menyamarkan keberadaan aura yang muncul di tempat itu. Sedangkan Thou Thou yang telah memastikan bahwa tempat itu menyimpan sesuatu yang sangat langka, bersama rombongannya bergerak membuat aura pengalihan di tempat lain.
__ADS_1
setelah selesai menyegel tempat itu dengan mantra formasi ilusi, Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau lalu beristirahat di depan batu yang lebih besar dari batu yang lainnya, dan berjaga.
" Saudara Zhoudau, apakah saudara yakin jika di bawah tempat kita berada ini adalah sumber daya yang dicari oleh penguasa?" tanya Huo Mingzhi.
" Saudara, aku juga tidak bisa memastikannya, namun menurut pemeriksaan saudara Thou Thou, batu besar ini adalah pintu masuk menuju tempat itu, tapi aku tidak menemukan keanehan lainnya. Apakah saudara sudah melaporkan hal ini pada penguasa?" tanya Huo Zhaodau.
" Sudah, aku bahkan telah mengirimkan laporan dengan rinci."
" Lalu apakah ada tanggapan?" tanya. Huo Zhaudao penasaran.
" Saat ini penguasa dan rombongannya sedang beristirahat di wilayah perbatasan," jawab Huo Mingzhi.
" Rombongan?"
" Benar. Namun aku tidak tahu. Apakah itu saudara yang lain atau orang baru yang sengaja Penguasa rekrut."
Pada saat mereka sedang berbincang-bincang, Thou Thou dan rombongannya kembali, lalu ikut bergabung bersama mereka menjaga tempat itu.
****
Di tempat lain.
Lima belas menit telah berlalu. Qing Ruo dan rombongannya lalu bergerak melanjutkan perjalanannya.
" Saudara," ucap Heian Bai penasaran, saat melihat Qing Ruo membawa mereka bergerak ke arah barat.
" Sebaiknya kita mulai melakukan pemeriksaan di wilayah barat dulu."
" Baik..." ucap Heian Bai dengan penuh semangat, sambil terus bergerak.
Di sisi Heian Bai, Murong Jianyu yang terus bergerak mengikuti kelompok itu terdiam dengan pikirannya.
" Aku tidak pernah meragukan penguasa muda Qing Ruo dari klan Luo, tapi bukankah penguasa agung Luo Feng dan Luo Jian telah tiada. Guru bahkan tidak pernah mengatakan hal itu..." Batinnya menatap Qing Ruo penasaran.
Pada saat sedang bergerak, tiba-tiba Qing Ruo menghentikan pergerakan mereka.
" Saudara Ruo, ada apa?" tanya Hua Zhen.
" Ada pergerakan di depan kita..." Sambil membuat perisai ilusi dan bersembunyi di dalamnya.
Lima menit kemudian, satu pasukan besar bergerak melewati tempat itu.
" Jenderal Lei Di," ucap Qing Ruo.
" Benar, sepertinya mereka sedang mengawasi tempat ini..." ucap Dalu Rong.
" Saudara, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Heian Bai.
" Biarkan saja. Sedapat mungkin kita menghindari mereka, karena bagaimanapun mereka pasti mencurigai kita..."
" Maksud Saudara Ruo?" Tanya Dalu Rong heran.
" Karena para pemimpin klan Yin menggunakan topeng perak. Jika mereka melepaskan topengnya, apakah ada perbedaan antara kita dengan mereka?"
Heian Bai menganggukkan kepalanya.
" Aku mengerti. Selain itu, Jenderal Lei Di juga mengenal kami berdua. Tindakan Kami yang tidak ikut serta dalam pasukan utama akan menjadi kecurigaan Mereka ."
__ADS_1
" Benar," ucap Qing Ruo