
Qing Ruo yang sebelumnya bertempur menggunakan jurus tingkat rendah kini mulai mengeluarkan kekuatan penuh.
" Trark..."Gelombang petir muncul dan mengitari tubuhnya.
" Swhuss... swhus..." Tapak putih raksasa dengan balutan petir hitam keemasan, meleset menyerang kedua sosok yang ada di hadapannya yang langsung dihadang dengan pukulan tapak hitam.
" Dhuar....." serangannya mereka beradu, menimbulkan ledakan yang sangat mengerikan.
" Swhuss...." Qing Ruo terlempar hingga keluar dari medan serangan dewa, yang langsung digunakan untuk melarikan diri.
" Argh...." kedua sosok bermata api biru itu mengejar Qing Ruo dengan kecepatan ekstrem.
" Swhus...." tapak hitam muncul, menampar ke arah Qing Ruo dengan kecepatan ekstrem. Qing Ruo yang tidak sempat menghindar, hanya bisa menahan pukulan tersebut dengan perisai ruang dan waktu.
" Dhuar...." ledakan keras bergema, melempar sosoknya menjadi semakin jauh, yang sekali lagi dia gunakan untuk melarikan diri.
" Swhus...swhus ..." Qing Ruo melepaskan tembakan beberapa buah persik abadi, membuat sosok itu menarik serangannya.
" Berhasil," Qing Ruo membatin senang, lalu kembali melepaskan tembakan buah persik abadi ke berbagai arah, sambil melesat menggunakan kekuatan puncak semi abadi tingkat dua.
Setelah merasa cukup jauh, Qing Ruo lalu menggunakan kekuatan ruang dan waktu, merobek celah dimensi kehampaan, dan bergerak pergi.
" Swhus.... swhuss...." tubuhnya bergerak zig-zag di dalam kehampaan, hingga diri kembali merobek celah dimensi dan keluar dari tempat gelap itu.
" Swhus..." Tubuhnya muncul di perbatasan kawasan hutan es hitam, lima puluh kilometer dari kawasan lembah gunung serigala es yang menjadi pusat pertempuran, dengan nafas tersengal-sengal.
Tidak ingin berleha-leha, Qing Ruo bergerak meninggalkan tempat itu, bergerak menuju barat, sambil menggunakan tampilan wajah aslinya.
****
Lembah gunung serigala es.
Dua sosok dengan mata api biru menghentikan pengejarannya, menatap kepergian Qing Ruo yang mengalihkan perhatian mereka dengan membuang buah persik abadi yang telah berevolusi.
" Swhuss... swhuss...." kedua sosok itu melesat ke berbagai arah, mengumpulkan buah persik abadi tersebut dengan gembira.
" Argh...." Teriaknya kesakitan saat api biru yang muncul dimata mereka lenyap. Selain itu, tingkat kultivasi mereka juga turun menjadi Semi abadi tingkat dua.
" Saudara transformasi kekuatan gelap kita telah lenyap, tanpa kekuatan terlarang leluhur, kita bukanlah apa-apa. Sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini."
" Saudara benar. Walaupun kita telah kehilangan kultivasi hingga tiga tingkat, tetapi pasukan yang lain selamat. Selain itu, kita juga mendapat sumber daya dari baj***n itu..."
" Saudara benar. Ternyata banj***n itu sangat kaya, dia bahkan membuang buah persik abadi begitu saja, dengan begitu kita juga dapat memulihkan tingkat kultivasi kita kembali."
Namun baru saja mereka akan bergerak pergi, tiba-tiba kedua sosok itu merasakan kekuatan lain mendekati mereka.
" Oh tidak...." Dengan wajah panik.
" Saudara, ada apa?"
" Ini adalah jebakan. Bukankah buah persik abadi adalah buah terlarang. Dan baj***n itu sengaja melempar buah tersebut untuk memancing kekuatan lain yang tertarik dengan buah ini." dengan wajah pucat pasi.
" Tapi ini aneh. Apakah dia menyadari teknik transformasi kita?"
" Saudara, jangan banyak bicara. Yang perlu kita lakukan adalah meninggalkan tempat ini...." melesat dengan kecepatan puncaknya.
" Swhus... swhuss...." tujuh kilatan cahaya keemasan melesat ke arah mereka, dengan aura semi abadi tingkat lima hingga tingkat enam, muncul menghadang mereka.
__ADS_1
" Penjarah kecil. Kami tahu kalian adalah orang pertama yang mendapatkan buah terlarang yang baru saja muncul di tempat ini. Serahkan pada kami, setelah itu bunuh diri kalian..." ucap sang pemimpin kelompok, menatap kedua leluhur klan Yin dengan seringai dingin.
" Shen Lieren, maaf kami tidak tahu apa yang kalian maksud..."
" Shen Guoshi Yin. Jangan membuang waktu kamibyang berharg ini, apalagi ingin menipu kami. Dalam hitungan ketiga, jika kalian berdua tidak mau menyerahkan buah terlarang tersebut, maka jangan salahkan kami..." Dengan tatapan dingin, dan mulai menghitung.
" Baj****n. Menyerah atau tidak, tetap saja mati. Jika demikian, bawa mereka mati bersama..." ucap salah satu leluhur, lalu bergerak menyerang.
" Dhuar... dhuar...." Ledakan dahsyat sekali lagi mengguncang kawasan gunung serigala es. Tempat yang sebelumnya telah tenang, kini kembali penuh dengan kebisingan.
Dari jauh.
" Swhus... swhuss..." Lan Heng, Yang Fei dan Yang Rang, muncul memeriksa kawasan lembah gunung serigala es, mencari sosok Qing Ruo dikejutkan dengan pertempuran baru tersebut.
" Jenderal, aku bahkan tidak merasakan aura apapun," ucap Yang Rang sedih sambil mencari keberadaan Qing Ruo, tanpa menghiraukan pertempuran yang terjadi tidak jauh dari tempat mereka.
" Itu berarti komandan Na Mu...." ucap Yang Fei menjeda kata-katanya dengan wajah sedih.
Lan Heng menggelengkan kepalanya.
" Aku sudah menduga. Kedatangan kita ke tempat ini hanya untuk memastikan saja, karena bagaimanapun, seorang pendekar kaisar dewa tingkat akhir, tidak akan pernah mampu bertahan dihadapan semi abadi tingkat tujuh."
" Jenderal benar," ucap Yang Fei sedih.
" Baik, mari kita pergi."
" Tapi jenderal, bagaimana dengan mereka?"
" Biarkan saja. Bukan urusan kita..." sambil menatap kedua leluhur klan Yin yang kini menjadi bulan-bulanan tujuh sosok dari klan Shen Lieren.
****
Di tempat lain.
Matanya yang tajam mengawasi tempat itu dengan seksama.
" Sepertinya sudah aman," batinnya.
" Swhus..." Huo Mingzhi dan Huo Zhaodau keluar dari dunia jiwa.
" Penguasa...." Menatap Qing Ruo dengan panik.
" Tenanglah. Aku baik-baik saja." Sambil naik ke atas punggung Huo Mingzhi.
" Zhaodau, awasi dari belakang, dan Mingzhi bergerak menuju hulu sungai."
" Baik
Di sepanjang jalan, kepala Huo Mingzhi dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, tetapi dia mengurungkan niatnya, saat melihat kondisi Qing Ruo yang terluka tersebut.
" Bicaralah," ucap Qing Ruo yang seperti mengetahui pikirannya.
" Penguasa, dimana kita saat ini?"
" Perbatasan wilayah Utara. Dan kawasan ini disebut dengan hutan es hitam, dan sungai ini disebut sungai es utara. Setelah pulih, kita akan menyeberangi sungai ini menuju wilayah selatan."
" Baik penguasa, tapi apa yang terjadi?" Sambil terus bergerak.
__ADS_1
" Aku tidak sengaja bertemu musuh yang sangat kuat. Jika aku tidak melapisi tubuhku dengan beberapa jenis armor, mungkin tubuhku sudah hancur. Bahkan semi abadi tingkat lima dibuat tidak berdaya," ucap Qing Ruo menjelaskan.
" Penguasa, seberapa kuat musuh itu?"
" Sangat kuat. Semi abadi tingkat tujuh," jawab Qing Ruo, hampir membuat Huo Mingzhi terjatuh dari langit.
" Maaf penguasa...." merasa bersalah.
" Berhati-hatilah," ucap Qing Ruo dengan tenang.
" Baik penguasa." dengan perasaan malu, karena tidak seharusnya dirinya menunjukkan reaksi seperti itu.
Membayangkan pertempuran Qing Ruo melawan Semi abadi tingkat tujuh itu membuat Huo Mingzhi bergidik.
" Jika aku terlihat, mungkin aku sudah menjadi abu..." Batinnya sambil terus bergerak.
****
Di tempat lain.
Benteng Klan Bing. Liuyuan yang sebelumnya terluka parah di bawa oleh Lan Heng ke tempat itu.
Di dalam ruanganya. Liuyuan terdiam dengan mata nanar. Berita yang disampaikan oleh Yang Rang dan Yang Fei membuatnya terdiam.
" Tuan Qing Ruo, terima kasih." Membatin haru, mengenang ketulusan Qing Ruo yang mengorbankan dirinya. Mengingat bagaimana Qing Ruo memecahkan masalah yang dihadapi pasukan jubah emas benar-benar membuatnya sedih.
" Yang Rang, Yang Fei, dimana prajurit Choi?"
" Prajurit Choi saat ini sedang menjalankan perintah Jenderal Lan Heng untuk mengeksekusi komandan Yi Long," Jawab Yang Rang.
" Baik, katakan padanya untuk mengambil alih tugas komandan Na Mu."
" Tapi Jenderal, bagaimana dengan wakil komandan-"
" Ini adalah keputusanku."
' Baik jenderal." Lalu keluar dari ruangan.
Setelah Yang Rang dan Yang Fei keluar, Lan Heng memasuki ruangan.
" Saudara Liuyuan, saudara Lei Di telah melaporkan masalah ini, dan pasukannya akan segera tiba. Bagaimana keadaan saudara?" tanya Lan Heng sambil duduk di kursi, menatap Liuyuan dengan penuh selidik.
Liuyuan menganggukkan kepalanya.
" Seperti yang saudara lihat. Mungkin perlu beberapa minggu lagi, mungkin aku sudah dapat kembali bertempur.." kelakarnya.
" Saudara," ucap Lan Heng ragu.
" Bicaralah," ucap Liuyuan dengan santai, yang seperti sudah tahu arah pembicaraan Lan Heng.
" Dalam pertempuran sebelumnya, saudara sempat memanggil komandan Na Mu dengan Qing Ruo. Mohon penjelasannya..."
" Itu adalah panggilan masa kecilnya. Dan itu adalah rahasia kami berdua," jawab Liuyuan dengan wajah sedih.
Lan Heng yang merasa bersalah, menganggukkan kepalanya.
" Baik saudara," ucap Lan Heng yang tidak ingin menyingung nama itu lagi, mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1