
Dari tempat duduknya. Hua Zun, Hua Thong, Heian Bai dan Dalu Rong duduk dengan tegang, menatap Qing Ruo, Hua Zhen dan Murong Jianyu yang sedang menyerap mutiara jiwa dewa tanpa berkedip.
Ledakan aura dengan kekuatan emas yang berbeda muncul di dalam ruangan itu. Dari tubuh Qing Ruo, ledakan petir emas kehitaman mulai menyelimuti tubuhnya, bergerak liar, menyamar keberbagai arah, membuat Heian Bai dan rombongannya menjaga jarak.
Dari tubuh Murong Jianyu, juga keluar kekuatan petir biru, tetapi auranya lebih lemah, dan tenang. Sedangkan dari tubuh Hua Zhen, ratusan teratai emas mulai muncul menyelimuti tubuhnya.
Tiga puluh menit kemudian, di antara mereka bertiga, tampak Murong Jianyu mulai menunjukkan tanda-tanda akan segera menerobos.
" Trark..." Ledakan petir biru keemasan muncul dari tubuhnya, berubah menjadi biru kehitaman, bersamaan dengan ledakan aura semi abadi tingkat lima tahap puncak, yang secara perlahan lalu menjadi tenang.
Kini perhatian Heian Bai dan rombongannya terpusat pada Hua Zhen dan Qing Ruo.
Satu jam kemudian, Hua Zhen mulai menunjukkan tanda akan segera naik tingkat, setelah mutiara jiwa dewa yang ada di hadapannya telah terserap, tetapi Qing Ruo bahkan belum menunjukkan tanda sama sekali.
Lima belas menit kemudian, ledakan aura semi abadi tingkat empat tingkat dasar terus berlanjut hingga tingkat menengah mengedar dari tubuh Hua Zhen.
" Perjalanan ini membawa keberuntungan yang luar biasa," ucap Hua Zun dengan gembira.
" Benar, ini semua karena Penguasa muda Qing Ruo," ucap Hua Thong turut merasa senang, menatap Hua Zhen yang kini telah menjadi semi Abadi tingkat empat tahap menengah.
Di sisi lain. Dalu Rong dan Heian Bai hanya menanggapi seadanya, tanpa mengedipkan tatapannya pada Qing Ruo yang bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera naik tingkat.
" Apakah ada yang salah," ucap Heian Bai dengan heran.
" Benar, bahkan mutiara jiwa dewa juga telah diserap. Jadi apa masalahnya..." Dalu Rong menanggapi, membuat Hua Thong dan Hua Zun mengalihkan perhatian mereka.
Ledakan petir emas kehitaman mengedar di tubuh Qing Ruo dengan ekstrem, tetapi masih tidak ada tanda akan segera naik tingkat.
Lima belasan menit kemudian, ledakan petir itu mulai mereda, membuat Heian Bai dan Dalu Rong merasa kecewa.
" Swhus..." Mutiara jiwa dewa lainnya muncul.
" Apakah mutiara jiwa semi abada tingkat enam itu tidak cukup..." ucap Heian Bai, menatap Qing Ruo yang mulai menyerap mutiara jiwa dewa dari klan Yin tersebut.
" Sepertinya demikian," ucap Dalu Rong, membuat Hua Thong dan Hua Zun ternganga.
" Tidak heran, dengan kekuatan Semi abadi tingkat dua, kekuatannya terlihat seperti seperti abadi tingkat tiga," ucap Hua Thong, menatap takjub.
" Benar-benar lubang tanpa dasar. Untung saja penguasa muda Qing Ruo mendapatkan dua mutiara jiwa, jika satu itu akan menjadi sia-sia," ucap Hua Zun.
Lima belas menit kemudian, Qing Ruo masih juga belum menunjukkan tanda-tanda akan segera naik tingkat.
" Oh tidak, bagaimana jika kedua mutiara jiwa itu masih kurang..." Heian Bai panik.
" Trark...." Ledak petir emas kehitaman kembali muncul, menyelimuti tubuh Qing Ruo, bahkan sambarannya meluas, membuat Hua Thong dan Hua Zun dengan sigap membuat perisai formasi, melindungi Murong Jianyu dan Hua Zhen.
" Sangat mengerikan," ucap Heian Bai, menatap Qing Ruo dengan tegang.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, mutiara jiwa dewa itu terserap, tetapi Qing Ruo masih belum menunjukkan tanda-tanda.
" Swhuss... Swhus...." ratusan butir pil peledak energi emas muncul dan terserap seperti angin.
" Sangat mengerikan..." Hua Zun membantin.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh siulan Phoenix yang memekakkan telinga, bersamaan transformasi Qing Ruo yang berubah menjadi Phoenix emas mata biru.
" Trark..." Ledakan petir emas kehitaman yang semakin kentara, menyambar ke berbagai arah.
" Bukankah itu transformasi tubuh emas penguasa agung Luo Feng..." ucap Hua Thong dengan takjub.
" Aku rasa tidak seperti itu, lihat mata biru itu..." ucap Hua Zun.
" Benar, berdasarkan catatan kuno, itu adalah mata biru Qing Shandian Luo," ucap Hua Thong, ternganga.
" Tetua Zun, tetua Thong, maksud tetua?" tanya Heian Bai penasaran.
" Apakah kalian tidak tahu, bahwa...." Hua Zun menghentikan kata-katanya, saat ledakan aura semi abadi tingkat tiga keluar dari tubuh Qing Ruo, bersamaan dengan lenyapnya teknik transformasi tersebut.
" Benar-benar seorang Qing. Tidak heran Dong He mengatakan hal itu sebelum," ucap Hua Zun.
" Benar," ucap Hua Thong, membuat Dalu Rong dan Heian Bai semakin penasaran.
" Tetua," ucap Dalu Rong.
" Bicaralah," ucap Hua Thong, berbicara pada Dalu Rong melalui telepati.
" Apakah maksud tetua, menyebutkan nama Qing Sebelumnya?" tanya Dalu Rong.
" Apakah kalian benar-benar tidak tahu?" tanya Hua Zun.
Dalu Rong dan Heian Bai menganggukkan kepalanya, membuat Hua Thong dan Hua Zun saling berpandangan, dan terlihat sedang berdiskusi, membuat Heian Bai dan Dalu Rong semakin penasaran.
" Apakah kalian pernah mendengar Shen Guoshi Qing berseteru dengan Shen Luo?" tanya Hua Thong.
Sekali lagi Dalu Rong dan Heian Bai menggelengkan kepalanya.
" Kami yakin rahasia ini hanya diketahui segelintir orang. Mohon jenderal berdua untuk menjaga rahasia ini," ucap Hua Zun.
" Apa! Maksud tetua Zun?" tanya Heian Bai.
" Shen Guoshi Qing adalah leluhur Shen Shandian Luo," jawab Hua Zun, membuat Dalu Rong dan Heian Bai ternganga, membuat mereka teringat kembali kata-kata Dong He.
" Ternyata yang dikatakan oleh Dong He sebelumnya ternyata benar," ucap Heian Bai, menatap sosok Qing Ruo yang sedang memperbaiki fondasi kultivasinya dengan hormat.
" Ternyata saudara Ruo memiliki latar belakang yang sangat mengerikan. Dua darah murni klan Dewa kuno ada di dalam tubuhnya. Tidak heran kekuatannya benar-benar di luar nalar," ucap Dalu Rong menimpali, menatap Qing Ruo dengan hormat.
__ADS_1
Tiba-tiba suasana tenang itu dikejutkan dengan suara ledakan dari lorong gua.
" Tetua, seseorang ingin memasuki tempat ini," ucap Heian Bai sambil sambil berdiri dari duduknya diikuti Dalu Rong.
" Tetap tenang, karena itu tidak akan mudah," ucap Hua Thong.
" Saudara Thong Benar, karena mantra formasi pembunuh dewa akan menahan mereka. Walaupun demikian, kita harus bersiap dan memastikan kelompok tersebut," ucap Hua Zun, sambil membawa Dalu Rong dan Heian Bai meninggalkan ruangan utama, untuk memeriksa kelompok yang ingin memasuki tempat itu.
Di sudut ruangan.
Qing Ruo yang sedang memulihkan diri, merasakan getaran kecil yang terjadi di dalam lorong gua membuka matanya.
" Hais, ada-ada saja," ucapnya lalu kembali memejamkan matanya.
" Maksud Saudara?" tanya Hua Zhen yang ternyata juga terusik oleh getaran dari suara ledakan menatap Qing Ruo dengan heran.
" Mereka pasti kelompok pendekar tingkat rendah, karena sangat mustahil para pendekar tingkat tinggi ingin melewati segel mantra formasi pembunuh dewa," jawabnya, sambil menatap Murong Jianyu yang juga membuka matanya karena terusik oleh getaran ledakan itu.
" Tapi penguasa, bagaimana jika mereka memasuki tempat ini?" tanya Murong Jianyu khawatir.
" Tenanglah. Hanya mereka yang berasal dari Klan Ling yang tahu formasi perisai air tersebut. Jikapun tahu, mereka juga akan berhadapan dengan formasi pedang pembunuh dewa, " ucap Qing Ruo lalu memejamkan matanya untuk memulihkan diri dan memperbaiki fondasi kultivasinya.
***
Di tempat lain.
Hua Zun, Hua Thong, Heian Bai dan Dalu Rong, tiba di dalam lorong gua menatap puluhan para pendekar tingkat kaisar dewa, dari balik perisai transparan yang terus bertempur melawan serangan formasi pedang pembunuh dewa.
" Dhuar... dhuar...." suara ledakan bergema, merobohkan para pendekar itu satu per satu, dan mengubah mereka menjadi kabut darah.
" Benar dugaanku, tidak mudah bagi mereka untuk memasuki tempat ini, apalagi para pendekar di bawah tingkat Semi abadi," ucap Hua Zun menatap ratusan sosok yang terus berjatuhan tersebut.
" Tetua benar, bahkan para pendekar Semi abadi juga begitu kesulitan," ucap Heian Bai.
" Saudara Bai benar, walaupun demikian, mantra formasi memiliki kelemahan, aku khawatir serangan ini untuk melemahkan kekuatan formasi," ucap Dalu Rong.
" Saudara Rong benar. Jika demikian, kita berjaga di sini saja, dan biarkan saudara Ruo dan yang lainnya di dalam ruangan utama," ucap Heian Bai.
" Baik," ucap Hua Zun dan Hua Thong.
🙏🙏🙏
satu bab aja yak.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
terima kasih. 🙏🙏🙏
__ADS_1